
Brave pun berusaha memikirkan huruf yg bernama C. Tiba tiba Ia khawatir dengan Nifa, Ia pun langsung mengechat Nifa. Namun tidak Ada balasan Dari chat tersebut.
*
*
*
Brave, ia masih saja memikirkan huruf itu, ide pun terlintas diotaknya ia pun langsung memasang cctv berbentuk pena disekitar kamar Nifa dan teras depan.
Brave pun pergi meninggalkan rumah Nifa. setelah ia masuk kedalm mobilnya, ia khawatir dengan kekasihnya akhirnya ia memilih menelepon Nifa namun tidak aktif.
Brave pun pasrah dan ia hanya mengirimkan pesan.
Skip____
lo mau pesen apa?" tanya Qila.
"samain aja deh" ucap Nifa.
Sebenarnya Perasaan ia sejak tadi tidak enak, ia merasa bahwa ada yg mengikutinya.
ia pun menegok melihat sekitar namun nihil, ia tidak melihat hal yang mencurigakan.
Akhirnya pesananya sampai, ia hanya memesan nasi goreng dan milk shake. Karna keharusan Nifa pun langsung menyeruput minuman miliknya dan memakan makanannya terburu buru.
"eh... Buset, lo makan atau apa" ucap Qila melihat adiknya makan dengan lahap.
"aelah ganggu aja, lagi enak nih" ucap Nifa langsung menyendokan nasi goreng kedalm mulutnya.
Tak butuh waktu lama, hanya sekitar 15 menit nifa menghabiskan makanannya. Sedangkan kakaknya masih saja makan.
Merasa bosan akhirnya ia mengambil ponselnya dari tasnya. Betapa terkejutnya ia melihat 15 panggilan tak terjawab dari brave.
Dan sebuah pesan singkat, yg membuat ia bergedik ngeri.
'Udah gak sayang nyawa'
(pesan singkat brave)
Lalu Nifa pun membalas pesan yg dikirimkan brave
'*hehehe.. Maaf aku lupa, sekarang aku di cafe dekat mall'
'maaf*'
Usai membalas pesannya, ia pun langsung memasukkan ponselnya ke dalam tasnya.
"dah yukk, pulang" ucap Qila yg ternyata dari kasir menuju Nifa.
"Bentar.. Gw mau ke toilet dulu" ucap Nifa pergi.
"jangan lama lama" teriak Qila.
Namun
Bruk...
Nifa pun menabrak seseorang
"maaf" ucap Nifa seraya melihat orang tersebut, namun orang itu lari terburuk buru.
Tanpa memperdulikan Nifa pun langsung masuk ke toilet, pasalnya ia sdh tak tahan.
Setelah ia selesai Nifa pun langsung menemui kakaknya.
"lama amat, dh yukk.." ucap Qila.
Nifa pun hanya mengikutinya, sebenarnya ia sudah lelah sejak tadi terlebih lagi ia penasaran dengan kejadian tadi.
"Nifa" teriak Qila.
"eh-eh iya apa" ucap Nifa tersadar dari lamunanya.
"Ngapain lo bengong, masuk" ucap Qila.
Skip___
Akhirnya Nifa pun sampai dirumah ya, ia pun langsung berlari menuju kamarnya, kakaknya pun yg melihat adiknya tersebut mengeleng gelengkan kepalanya.
Sampai ia kekamarnya Nifa pun langsung menjatuhkan badannya kekasur empuk ya. Gelinding2 dari ujung ke ujung. Tak terasa Nifa pun mulai terlelap.
*
*
*
Brave pun masih saja melihat rekaman cctv di laptop ya, ia memperhatikan dari siang namun tidak ada yg mencurigakan.
Namun ia gemas dengan sikap kekasihnya yg kekanak keanakan. Pasalnya ia melihat gadis ya itu berguling guling dari ujung keujung.
Itulah yg ia suka dari Nifa sifat yang kekanak - kanakan namun Kadang2 dewasa.
PAGI......
Seperti biasa bunyi alarm yg selalu di stel Nifa berbunyi.
Kringg....
Nifa pun akhirnya terbangun lalu meregangkan kedua tangannya. Ia bangun dari ranjangnya dan bergegas menuju kamar mandi.
Setelah menghabiskan waktu 15 menit untuk bersiap siap. Akhirnya Nifa keluar menuju meja makan. Namun ada sebuah notif di ponselnya.
'berangkat bareng, gue kesana sekarang'
Pesan dari brave.
Nifa pun tersenyum lalu ia mengoleskan selai di rotinya tak lupa pula ia meminum susu.
Tin.... Tin...
Clakson motor.
"kak gue berangkat dulu" ucap Nifa mengambil tasnya.
"sama siapa?" tanya Qila.
"kepo" ucap Nifa bergegas menemui kekasihnya.
"Pagi" ucap brave dengan senyum terpampang di wajahnya.
'gila, bisa kena serangan jantung nih'* batin Nifa*.
Pasalnya kekasihnya itu tak biasa melakukan hal hal seperti itu.
"Pa-gi" ucap Nifa gugup.
Lalu brave pun memakaikan helm dikepala Nifa, seketika jarak mereka hanya tinggal beberapa senti lagi. Nifa pun dapat merasakan aroma kekasihnya itu.
*
*
*
-Maaf banget author lama up nya. Sekali lagi maafff😥🙇