psychopath Boyfriends

psychopath Boyfriends
Part 3



*


*


*


ia perlahan lahan menarik dan menghembuskan nafasnya pelan


"Oke, gw mau jadi pacar lo"


Sebenarnya ia masih bungung, tapi ia hanya pasrah. ia tak mau masa depannya suram


Brave pun terseyum menang.


"ok, sekarang waktunya di mulai PACAR!"


Seketika pandangan Nifa buram dan Ia pun terjatuh, namun dengan cepat Brave mengendongnya.


*


*


*


Nifa pun membuka matanya dan tatapanya tertuju pada Langit Langit atapnya.


'Dimana ini' batin Nifa.


"Sudah bangun, pacar"


ucap seorang laki laki yg menghampirinya dengan membawa mangkuk yg berisi bubur dan segelas air mineral.


Tiba tiba bulu disekujur tubuhnya nifa pun meneggang (merinding) ketika melihat brave menghampirinya. Nifa tau Ia sedang berada dalam bahaya yang besar.


"mau apa kau!" ucap Nifa lemah.


Dengan cepat brave pun duduk di tepi ranjang, lalu Ia menatap tajam Nifa yg termenung Dari tadi.


"MAKAN!" ucap brave sedikit berteriak.


Nifa pun tersadar Dari lamunannya, lalu Ia berusaha menatap brave, nyali Nifa pun menciut ketika brave menatapnya tajam.


'jangan jangan Ada racun' batin Nifa


berusaha mengalihkan pandangannya menuju sebuah mangkuk diatas meja itu


"Tenang saja makanannya gk gue kasih apa2"


Tukas brave.


Nifa pun kaget dengan kata yg brave lontarkan.


'apa dia cenayang' batin Nifa.


Lalu Nifa dengan cepat mengambil mangkuk tersebut tanpa memperdulikan brave yg sddang memperhatikannya.


"LAMA BANGET SIH MAKANNYA!!" ucap brave berteriak, yg membuat Nifa tersedak.


"Gitu aja lama, sini biar gw suapin!" ucap brave merah mangkuk Dari tangan Nifa, namun Nifa tetap saja memegang erat mangkuknya.


"lo tau Kan gw gak Suka di tolak, atau ma--" ucap brave terpotong, dengan cepat Nifa memberikan mangkuknya ke tangan brave.


Brave pun menyuapkan Satu sendok bubur ke dalam mulutnya Nifa.


*


*


Nifa pun tersadar dan Ia melihat jam di ponselnya, Ia tersentak kaget. Ia melihat jam di ponselnya itu ternya sdh jam 8 malam.


Lalu Nifa berlari menuju pintu kamar tersebut, tetapi Ada yg mencekal tangannya. Lalu Ia melihat orang yg berusaha mencekal tangannya tersebut.


"Lepass!" ringis Nifa karna pergelangan tangan Nifa di pegang erat oleh laki laki Itu.


"biar gue yg anter" ucap brave menarik pergelangan Nifa.


Sesampainya di halaman depan apartment. Brave pub membukakan pintu Mobil ya.


"masuk" ucap brave


Entah setan apa yg merasuki Nifa, Ia pun menurut dan masuk kedalm Mobil mewah brave.


Perjalanan___


"emng lo tau rumah gue" ucap Nifa memecahkan suasana.


Merasa tidak Ada jawaban, Nifa pun memilih diam. Karna jika Ia Bertanya Lagi mungkin laki2 di samping ya Marah.


Lalu sampai lah mereka diruma Nifa.


"Te-terima kasih" ucap Nifa gugup lalu Ia turun Dari Mobil silver dan meninggalkan brave yg terseyum tipis.


Sesampainya Ia dirumahnya itu Ia disambut dengan kata kata kakaknya


"Dari mana aja lo, Baru pulng malem" ucap Qila yg khawatir menghampirinya.


"kerja Kelompok" ucap Nifa berbohong, Ia tak mau melihat kakak ya cemas.


"O" ucap Qila melanjutkan aktifitasnya.


Sedangkan Nifa berlari menuju kamar ya, sungguh Ia masih trauma dengan ke jadian nya tdi.


Sesampainya Ia di kamar Nifa pun langsung masuk kekamar mandi untuk bersih. Setelah Ia keluar kamar mandi iapun bergegas untuk menutup tirai jendelanya, Ia tercengang melihat Mobil Berwarna silver masih Ada di halaman rumahnya dan Mobil itu pun berlalu.


Nifa pusing mengigat ke jadian tadi. Dan Akhirnya Ia menuju ke ranjang kesayangannya, Dan tak terasa Ia tlah memasuki Alam mimpinya.


PAGI___


"Bangun..." ucap seorang laki2 menoel noel Pipi Nifa.


"eugh...."


Betapa terkejut Ia melihat seseorang yg tidak asing baginya.


Lalu laki2 tersebut terseyum, senyum yg begitu tulus yg tak pernah Nifa lihat sebelum nya.


*


*


Maaf klo Ada typo Teman teman😞


Klo Ada typo plisss... Bener in.