
Rudolf pun berpesta merayakan kematian Andrew musuh terbesarnya itu.
"bersulang ..."
"Cheers..."
Beberapa wanita cantik menemani rudolf bersulang, dia terlihat sangat bahagia atas kematian Andrew.
Bertambah dia juga berhasil mencuri pasokan barangnya,
Denis pun merasa bahagia melihat majikannya menang,
"Ayo minumlah sepuas kalian, rayakan lah kemenangan ini, kemenangan yang sangat luar biasa, hahaha"
Meski dalam keadaan mabuk Rudolf tetap menyadari jika kemenangannya ini bukanlah akhir dari segalanya, dia masih harus berjibaku dengan agen polisi yang saat ini sudah mulai mencium bisnis haramnya.
Dia pun mulai kembali mengepakkan sayapnya di dunia bisnis berlian untuk menutupi semua bisnis haramnya itu, tentunya dari keamanan dan sang anak yaitu David.
Rudolf tidak ingin David sampai tahu jika dia adalah seorang mafia.
***
Enam tahun sudah berlalu, kini David lulus dari kemiliterannya dengan nilai yang sangat memuaskan,
David kini tampil bak militer yang penuh dengan pancaran kewibawaan yang besar,
Tubuhnya yang tegap, rambutnya yang rapih, hidungnya yang mancung dan matanya yang tajam,
Membuat David semakin terlihat tampan usai sekolah militer,
David kembali ke rumah tanpa memberitahu ayah dan anak buahnya,
Dia berniat ingin memberi kejutan kepada Ayah dan Wanda nya itu.
"Semoga kita bisa berjumpa lagi ya David "
Ucap Alfaro sosok pria yang selalu menjadi sahabatnya disana,
"Pasti, sukses selalu untukmu"
Jawab David.
Hari-hari yang di lewati David dan Alfaro di kemiliteran menjadi kisah persahabatan yang penuh cerita, dimana David dan Alfaro selalu saling mendukung dalam tiap hal dan latihan.
Bahkan tak jarang, saat kesehatan di antara mereka terlihat memburuk, keduanya saling mengobati dan mengurus satu sama lain bukan hanya sekedar sahabat, mereka justru terlihat seperti kakak beradik.
Alfaro sendri pria keturunan Belanda Indonesia, wajahnya sangat menawan meskipun dia blasteran Belanda, itu sebabnya Alfaro merasa satu kasta dengan David karena dia pun memang Indonesia asli, meski besar di Jerman.
"Oh ya David apa kau tidak rindu dengan negara mu?
Tanya Alfaro pada David mengingatkannya pada tujuan hidupnya itu.
"Tentu, aku sangat merindukan negaraku ada banyak kisah disana yang harus aku selesaikan"
"Kisah apa itu David?"
Tanya Alfaro penasaran.
"Kisah lama yang belum terungkap"
Ucapnya kembali teringat akan kenangan papa dan mamanya di masa lalu.
Dimana David kecil sedang bermain bersama ibunya yang kala itu mengandung Kania, adik bayinya,
"Ayo David lempar bolanya pada papa"
Suara pak Agata masih sangat David ingat hingga dia pun memang berniat jika setelah lulus dan menyelesaikan sekolahnya, dia akan berangkat menuju negara kelahirannya,
Yaitu Surabaya.
David ingin sekali membuka kebenaran kasus kematian yang menimpa orangtua kandungnya itu.
"Jika kau hendak pergi ke Indonesia, ajak aku pergi kesana ya, aku juga ingin tahu seperti apa itu Indonesia, hihi"
Ucapnya pada David
Alfaro juga kembali bertanya mengenai kisah yang di maksud David.
"oh ya tadi kamu bilang ada kisah yang harus kamu selesaikan? Maksud kamu apa?"
Alfaro.
"Tidak penting kawan, sebaiknya kita bersiap pulang, oh ya siapa yang akan menjemput kamu?"
Tanya David pada Alfaro membuatnya tertunduk diam.
"kenapa kamu terlihat sedih kawan?"
Tanyanya lagi.
"entahlah sepertinya aku akan pulang sendiri, tidak akan ada yang menjemput ku, kamu sendiri pulang sama siapa?"
Tanya jawab diantara keduanya berlangsung begitu hangat.