Police Hunter

Police Hunter
Masih ada harapan



Pak Adrian bicara dengan Fero meminta bahwa saat ini dirinya tidak usah memanggilnya paman, pak Adrian meminta Fero untuk memanggilnya ayah karena memang pak Adrian sudah seperti ayah baginya.


Alfaro pun tidak keberatan dan memang sesekali dia juga sering memanggil pak Adrian dengan sebutan ayah meskipun dia sendiri mengetahui tentang dirinya yang yatim piatu di tinggal orangtuanya karena kecelakaan saat bayi.


...


Di Belanda urusan David dengan Mr Nicolas sudah selesai dia berniat untuk kembali ke Jerman, namun sebelum itu David pun menemui Mr Nicolas terlebih dahulu.


Saat hendak turun ke lobi hotel David tidak sengaja mendengar suara ayahnya dan melihat sosok seperti Mr Rudolf sedang berbicara dengan seorang pria seusia ayahnya di sebuah food court.


"Apa aku tidak salah dengar? sepertinya itu suara ayah?"


Pikirnya sambil melangkahkan kaki menuju sosok yang di kira ayahnya.


David terus mendekati pria yang sedang bicara itu, namun saat dia menyapa dan melihat pria yang di duga ayahnya ternyata dia salah, sosok pria itu bukan Mr Rudolf melainkan orang lain.


"Maaf? Ternyata saya salah orang"


David meminta maaf karena kesalahannya.


"Its oke, tidak apa-apa"


Dengan gaya nya yang santai Mr Jefri menjawab permintaan maaf David padanya.


"Kalau begitu saya pamit sekali lagi saya minta maaf atas kesalahan saya",


Akhirnya David pun kembali melanjutkan langkahnya menuju Mr Nicolas untuk berpamitan.


...


Ternyata itu memang Mr Rudolf dan Mr Jefri yang sedang berencana melakukan transaksi besar-besaran di Belanda, mereka merancang strategi agar bisa lolos dari barisan blokade polisi yang selalu menghalangi jalan mereka.


"Ku kenapa Mr Rudolf?"


Jefri mulai menanyakan keadaannya yang sedari tadi tidak bersuara seperti ada yang dia pikirkan.


"Tidak, aku hanya memikirkan sesuatu saja"


Mr Rudolf tidak menceritakan hal yang dia pikirkan tentang Alfaro sosok polisi yang selalu menghalangi jalan mereka dengan Mr Jefri.


Karena dia dilema, jika seandainya dia harus menghadapi Fero bagaimana nanti dengan David? dia pasti akan mengetahui segalanya.


...


David pun tiba di kantor Mr Nicolas,


Sebelum berpamitan tidak lupa David berterimakasih atas segala pelayanan dari Mr Nicolas kepadanya dan staf yang ikut dengannya.


"Sekali lagi saya ucapkan terimakasih untuk semuanya Mr Nicolas senang bisa bekerjasama dengan anda"


Ucap David saling berjabat tangan.


"Sama-sama David semoga bisnis kita lancar"


Harap Mr Nicolas.


"Semoga, kalau begitu saya pamit kembali ke Jerman jika ada sesuatu yang ingin Mr tanyakan bisa langsung hubungi saya atau staf saya,"


David.


"Baik "


Merekapun saling merangkul sebagai tanda perpisahan dan persahabatan mereka dalam bekerjasama. Setelah itu David pun keluar dari kantor.


...


Saat Mr Nicolas duduk kembali di kursi meja kantornya, dia melihat hp David tertinggal di mejanya, dia sempat menyalakan hp David dan melihat wallpaper foto di hpnya.


"Ini kan Alfaro anak dari Mr Adrian yang waktu itu sempat menolongku"


Ya, wallpaper di hp David adalah foto kebersamaan dirinya dengan Alfaro saat di pelatihan.


"Astaga, kenapa David sampai lupa,"


Mr Nicolas pun langsung menelpon staf David untuk memberitahukan bahwa handphonenya tertinggal di ruangannya.


David yang saat itu memang masih teringat akan keberadaan Alfaro termenung memikirkan bagaimana dengan Wanda jika dia sampai mengetahui kalau Fero tidak dia temukan sedangkan sebentar lagi dia akan kembali ke Jerman.


"Pak, barusan Mr Nicolas menelpon memberitahu kalau handphone bapak tertinggal di ruangannya"


Salah satu staf yang satu mobil dengannya memberitahu.


"Astaga kenapa aku bisa sampai lupa"


Seketika David pun tersadar dari termenung nya dia memutuskan untuk kembali ke kantor Mr Nicolas untuk membawa handphone nya yang tertinggal.


"Permisi pak,"


David masuk kembali ke ruangan Mr Nicolas


"Oh ya David ini handphone mu tertinggal"


Mr Nicolas menyerahkan hp pada David.


"Tapi maaf tadi saya sempat menyentuh handphonemu dan tidak sengaja melihat foto wallpaper mu"


"Terimakasih Mr tidak apa-apa"


Jawabnya tidak keberatan dengan apa yang di lakukan Mr Nicolas karena David menganggap itu hal yang wajar jika hanya menyentuh dan menyalakan saja.


"Rupanya kamu kawan Alfaro anak Mr Adrian ya? Sudah lama kau kenal dengannya?"


David sangat terkejut saat Mr Nicolas membicarakan tentang Alfaro, sontak hatinya menyala ingin mengetahui tentang Fero.


"Apa Mr Nicolas kenal dengan Fero sahabat saya?"


Tanya Fero penasaran.


"Saya memang tidak terlalu mengenal Fero tapi saya tahu kalau dia anak dari kawan saya Mr Adrian, dia adalah ketua agen polisi disini bahkan dia di beri gelar polisi teladan dan mendapat penghargaan atas tugasnya itu"


Secercah cahaya bagai menyinari pencariannya tatkala Mr Nicolas menceritakan tentang Alfaro dan ayahnya.


"Apa anda bisa memberitahu alamat rumah lengkapnya?saya sangat ingin bertemu dengan sahabat saya"


David memohon informasi tentang tempat tinggal Fero pada Mr Nicolas.


"Mereka sudah tidak disini lagi"


Jawab Mr Nicolas.


"Maksudnya? Bagaimana?"


David sedikit kebingungan.


"Ya kemarin saat meeting pertama kita saya sempat bicara padamu jika saya terlambat karena baru menghadiri acara perpisahan kawan saya, ya itulah dia saya menghadiri acara perpisahan Mr Adrian pindah tugas bersama anaknya"


Jelas Mr Nicolas.


"Kalau boleh tahu, mereka pindah kemana Mr? Maaf saya banyak bertanya karena ini sangat penting bagi saya"


Pinta David.


"Mereka meminta tugas ke Surabaya"


David pun terkejut bukan kepalang mendengar kata Surabaya


tempat kelahirannya.


Surabaya tempat pemisah dirinya dengan kedua orangtuanya,


Surabaya yang penuh cerita tentang teman kecilnya dan semua orang yang dia cintai.


David sedikit menitikkan air mata mengingat tentang Surabaya.


"Kenapa Fero harus pindah ke sana?"


Pikir David saat itu.


"Terimakasih sekali atas informasinya Mr Nicolas jika tidak keberatan apa boleh saya minta bantuan Mr? apa ada no kontak yang bisa menghubungkan saya pada Alfaro?"


Mr Nicolas pun memberi nomor telpon Mr Adrian paman Fero.


"Terimakasih sekali Mr, ini semua sangat membantu sekali"


Mr Nicolas pun tersenyum dan tidak keberatan telah membantu David.


David pun kembali ke dalam mobil dan melanjutkan perjalanannya menuju hotel untuk kembali ke Jerman,


Dengan langkah terburu-buru dia menyusuri setiap lorong agar segera sampai ke kamar dan berangkat kembali ke Jerman untuk menemui Wanda.


...


Mr Rudolf yang melihat David terburu-buru dari kejauhan bertanya-tanya ada apa? Apa David baik-baik saja?dia menanyakan kabar David pada Mischa,


Namun Mischa tidak mengetahui apa-apa karena memang dia tidak mengetahui kenapa David sampai terburu-buru seperti itu.


"Maaf tuan saya tidak mengetahui kenapa pak David seperti itu? Namun yang jelas saat ini kami akan kembali ke Jerman,"


Ucap Mischa di sebrang telpon memberitahu Rudolf.


"Jadi mereka akan kembali hari ini?"


Pikir Mr Rudolf tentang anaknya, dia merasa lega jika David kembali ke negaranya karena dia takut David akan mengetahui dan mengancam keberadaan dirinya disini.


David pun sudah bersiap bersama 4 stafnya untuk kembali ke Jerman.


"Apa kalian sudah siap"


Tanya David memastikan semuanya sudah siap dan tidak ada yang tertinggal suatu apapun.


"Kami siap pak"


Seluruh stafnya kompak menjawab termasuk Mischa,


Akhirnya merekapun berangkat bandara dan kembali ke Jerman,


(Tunggu aku Wanda meskipun aku belum bisa menemukan Alfaro tapi aku janji akan membawa Fero padamu)


Janji David pada dirinya sendiri demi senyum dan harapan hidup Wanda yang mulai bergairah kembali tatkala bertemu Fero anaknya.