
Jesica yang saat itu sangat menikmati tugas yang di berikan Denis padanya merasa tidak keberatan.
Dia tidak terlalu sadar karena pengaruh alkohol yang di minum nya bersama pengawal Mr Andrew yang menjaga di luar.
Sedangkan Mr Andrew yang hasratnya tidak sepenuhnya tersalurkan pada wanita itu kesal dan marah karena lampu di kamar nya padam.
Dia coba cek pergi keluar kamar untuk melihat keadaan diluar.
Lampu pun kembali menyala saat Mr Andrew melihat ke arah penjara, dia sangat terkejut melihat kedua penjaganya tak sadar tergeletak di lantai depan gudang penyekapan keluarga Rival.
Emosinya pun mulai memuncak.
"Sial bajingan...ini pasti rencana mereka cepat tangkap kedua anak buah penghianat itu"
Teriak Andrew memerintahkan semua anak buahnya untuk mencari keberadaan Rival dan Donal.
Mr Andrew pun memarahi semua pengawalnya yang berjaga di depan karena sudah tidak becus menjaga keamanan depan rumahnya.
"Apa saja yang kalian kerjakan hah? kalian tidak menyadari ada orang yang masuk ke dalam rumah?"
Ucap Andrew yang marah hingga melemparkan botol minuman yang sedang dia pegang.
"Bodoh kalian semua"
Dia memaki semua pengawalnya,
"Jika kalian sampai gagal menangkap mereka maka aku tidak segan-segan menghabisi nyawa kalian"
Kekejamannya pun mulai terlihat, Mr Andrew kembali masuk ke dalam kamarnya,
Dia melihat wanita yang bersamanya masih tidur terlentang tanpa busana karena menanti kelanjutan permainan ranjang bersamanya.
Andrew pun mendekati lagi wanita itu,
"Sayang"
Dengan lembut dia mengecup bibir nya sang wanita lalu kemudian
"Plak plak ..."
Dua tamparan keras mendarat di pipi wanita itu,
Wanita itupun merintih kesakitan mengelus pipinya yang sedikit berdarah di ujung bibir merahnya.
"Siapa yang menyuruhnya kemari?"
Tanya Mr Andrew mulai menginterogasinya.
Wanita itu menggelengkan kepalanya dia sangat ketakutan saat Andrew menodongkan pistol tepat di depan tubuh wanita itu,
"Ayo cepat bicara"
Nada bicara Andrew semakin tinggi.
"Aku tau kamu pasti wanita suruhan si bajingan licik itukan?"
Wanita itu terus menggelengkan kepalanya seakan memberitahukan andrew bahwa dia bukan suruhan siapapun untuk melayaninya.
"Tidak tuan "
Jawab sang wanita yang takut akan kemarahan Andrew.
Namun meski si wanita bersikeras tidak mengakuinya Andrew samasekali tidak mempercayai wanita itu,
Hingga akhirnya Mr Andrew yang terkenal sangat kejam dan jahat itu menyeret wanita yang hanya berlapiskan selimut itu keluar kamar dengan sangat kasar hingga dia tersungkur di lantai.
"Aku ingin kalian memberikan pelajaran kepada wanita itu habisi dia"
Perintah Mr Andrew kepada seluruh anak buahnya.
"Ampun tuan jangan habisi saya, saya tidak bersalah saya tidak tahu siapa yang tuan maksud tapi percayalah saya bukan suruhan siapapun untuk datang kesini"
Wanita itu menangis meminta ampun pada sang mafia.
Namun Andrew tidak peduli amarahnya sudah kian menjadi melihat keluarga Rival melarikan diri.
Amarahnya pun dia lampiaskan pada wanita itu.
Maka di bawalah si wanita tanpa busana itu untuk di interogasi dan di eksekusi ke tempat rahasia.
Kejam memang tapi itulah Mr Andrew sang mafia yang licik dan kejam dia tidak melihat laki-laki maupun perempuan yang menjadi korbannya.
*****
Di tempat lain Rival dan Donal bersiap untuk melarikan diri dari kumpulan anak buah Mr Andrew yang sudah mulai mencurigai mereka,
"Don...kau masih ingatkan dengan rencana kita,"
"Gue masih ingat lo sekarang ambil langkah segera"
Rival yang saat itu sedang berjaga di dermaga kapal menunggu kedatangan barang coba berjalan dan menyerang satu persatu anak buah Andrew dengan pisau beracun yang sudah di siapkan Mr Rudolf kepadanya sebelum mereka datang ke markas Andrew.
"Seat..."
Sayatan pisau beracun itu memang tidak langsung bereaksi, korban juga tidak merasakan perih akibat sayatan pisau beracun itu,
Karena sayatan pisau beracun rakitan Rudolf hanya meninggalkan goresan kecil di tubuh korban.
Rival sudah berhasil menyayat dua puluh anak buah Andrew tanpa di ketahui,
Donal pun berhasil melakukan hal yang sama kepada seluruh anak buah yang menjaga dermaga.
Mereka pun menyelinap keluar di antara semua dengan hati-hati.
....
Seorang anak buah Mr Andrew mendapat telpon darinya untuk menangkap Donal dan rival,
"Baik bos"
Terdengar anak buahnya menjawab perintah sang mafia.
"Semuanya tangkap Rival dan Donal mereka penghianat"
Saat semua sibuk mencari keberadaan Rival dan Donal yang sudah lari,
Anak buah Denis yang lain sudah bersiap menyelinap ke dermaga untuk menjemput barang haram yang di pesan kubu Mr Andrew.
"Kerja yang bagus dalam hitungan 20 menit semua barang itu akan menjadi milikku hahaha"
Dari kejauhan Mr Rudolf tertawa menang melihat semua anak buah Mr Andrew sibuk mencariĀ Rival dan Donal,
Sementara anak buahnya sudah akan siap menjemput kapal yang membawa barang haram itu.
"Rasakan kamu Andrew hari ini aku yang akan menang ...hahaha"
...
Denis membawa keluarga Rival ke rumah Mr Rudolf.
"Kalian tunggu saja disini aku akan segera menjemput rival"
"Terimakasih nak,"
"Tolong selamatkan suamiku, aku mohon"
Istri Rival yang sedang hamil besar memohon pada Denis untuk menyelamatkan suaminya.