Police Hunter

Police Hunter
Sahabat baru David



Merekapun akhirnya tiba di gerbang kemiliteran.


Semua keluar dari mobil, sebagai ayah yang baik dan sangat menyayangi anaknya Rudolf mengantar David sampai masuk kedalam universitas


"Ayah percaya kamu akan berhasil lulus dengan nilai yang terbaik"


Ucap Rudolf dengan penuh harapan pada David.


Dia sangat yakin dan percaya pada anaknya itu karena David memang memiliki semua bakat yang akan membawanya menjadi manusia yang sempurna dan berjaya di mas depan.


"Semoga ayah, aku tidak akan pernah mengecewakan semua harapanmu padaku"


Jawabnya memeluk sang ayah.


...


"Kamu jangan lupa denganku ya "


Kata Denis menggoda David yang sudah seperti adiknya itu.


"Tidak akan, aku titip ayah, jaga ayahku baik-baik"


Jawab David menitipkan keselamatan sang ayah padanya.


"Tentu saja, itu sudah menjadi tugas ku "


Ujar Denis yakin.


David pun mulai masuk ruangan, sementara Mr Rudolf dan semua anak buahnya berlalu meninggalkan David.


Perawakan David yang tampan dan mempesona akan membuat kaum hawa terpikat, kepintarannya dalam mengatur strategi dan waktu bisa di perhitungkan, kemampuannya dalam bela diri dan memainkan senjata api juga tidak bisa di hiraukan lagi sekali memanah 2 sasaran akan dia dapatkan dengan mudah, karena itulah yang sering Rudolf ajarkan padanya.


.....


Pukul 03 dini hari David sudah melakukan pemanasan sebelum latihan di mulai,


Gabriel teman satu kamarnya selalu menemani David. Kekuatan mereka pun terjalin menjadi sebuah persahabatan yang sangat dekat hingga keduanya tidak saling terbuka dan peduli satu sama lain.


Gabriel berwajah blasteran Indonesia Belanda, dia memiliki wajah yang sama tampannya dengan David.


Dia bisa di katakan sahabat yang baik untuknya karena dia selalu ada mendukung dan membantu David, keduanya kerap saling melengkapi dan melindungi dalam setiap pelatihan atau diluar pelatihan.


Bahkan mereka berdua tak segan melayangkan kata-kata lelucon dan canda tawa satu sama lain karena saking dekat hubungan mereka.


Pelatihan militer yang David tempuh disana


Membuat ilmu nya semakin matang, tubuhnya semakin kuat dan kepintarannya semakin brilian.


Pelatihan yang dia tempuh akan berlangsung selama 6 Thun.


***


Sementara di tempat lain Rudolf sedang di sibukkan dengan pemasokan barang haramnya yang berkurang,


"Sial ini pasti ulah Andrew?"


Rudolf terus memarahi anak buahnya bahkan tak segan dia membunuh salah seorang anak buahnya yang lalai atau melakukan salah sedikit saja.


"Dor


dor


dor, bodoh kalian, semua bodoh!!! Apa saja yang Kalina lakukan selama ini hingga kita bisa kekurangan pasokan barang seperti ini hah"


Amarahnya memuncak saat salah satu anak buahnya di dapati gagal melaksanakan perintahnya.


"Denis ... Denis "


Rudolf memanggilnya dengan nada yang penuh amarah, dia meminta Denis untuk mencari tahu kenapa pemasokan barangnya semakin berkurang dan tidak sesuai?


"Baik tuan, akan segera saya cari tahu penyebabnya"


Denis dan anak buah yang lain segera bergegas mencari tahu dengan tugasnya masing-masing.


Tak lupa dia juga mengganti seragam jas hitamnya dengan jaket kanvas biru miliknya sendiri.


Setelah itu dia coba berbaur dengan pemuda di sekitarnya untuk mencari informasi.


***


"Gila, kau berani sekali mengkhianati Mr Rudolf, jika dia sampai tahu maka kita akan habis"


Terdengar 2 orang yang sedang bicara di bangku paling belakang menyebutkan nama Mr Rudolf.


Karena curiga dengan gerak gerik mereka Denis pun berusaha mendekati dan mencari lebih tahu tentang siapa yang sedang membicarakan tuannya itu.


"Jika gue jadi Lo, gue gak akan berani berkhianat kepada Mr Rudolf"


Ujarnya


"Gue terpaksa, Mr Andrew menyekap semua keluarga gue, dia mengancam akan membunuh mereka jika gue tidak mematuhi perintahnya"


Jawab Rival menunduk sedih dan bingung, karena dia pilihan uang sedang dia lakukan kali ini beresiko sangat buruk.


Satu sisi dia ingin menyelamatkan kelurganya dari ancaman Andrew satu sisi yang lain nyawanya juga terancam oleh Mr Rudolf jika sampai semua terbongkar.


Denis sangat terkejut saat melihat dua orang yang sedang membicarakan tuannya ternyata adalah anak buahnya sendiri.


"Donal, Rival,"


Denis terus mendengarkan pembicaraan mereka, dia merasa iba dengan apa yang menimpa keluarga Rival, tapi dia juga merasa kecewa karena penghianatan mereka.


Bukan karena kerugian yang dialami Mr Rudolf, melainkan kepercayaan dia pada mereka yang berkhianat membuat Denis menjadi ragu.


Denis coba berpikir jernih dan memposisikan dirinya menjadi Rival.


Setelah mengetahui semuanya, Denis lun berlalu pergi dengan niat ingin memberi tahu Mr Rudolf atas informasi yang dia dapat yang mungkin akan membuat bos nya terkejut.


...


Dengan berat hati Denis melangkah menuju ruang Rudolf, dia coba mengetuk pintu.


"Masuklah Denis, kabar apa yang kamu bawa mengenai semua itu?"


Tanya Rudolf nampak serius.


"Saya sudah tau masalah yang sebenarnya tuan"


Ucap Denis menunduk saat ingin menjelaskan semuanya pada Mr R, meski hatinya merasa segan dan gelisah memikirkan nasib kedua anak buahnya itu, tapi Rudolf harus mengetahui semua penghianatan yang dilakukan kedua anak buahnya.


"Katakanlah"


Ucap Rudolf.


"Tapi sebelumnya saya mohon tuan jangan marah, dengarkan semua yang akan saya katakan"


Denis memohon agar dirinya tidak akan menyalahkan Rival.


Mr Rudolf pun menyetujui permintaan Denis dan menceritakan perihal penyekapan keluarga Rival yang di tahan oleh anak buah Andrew dan memaksa Rival untuk membocorkan informasi kita kepadanya karena jika Rival menolak maka mereka akan membunuh seluruh keluarganya.


Rudolf sangat marah mendengar semua yang dikatakan Denis padanya


"Andrew ...... Kau tidak akan aku lepaskan"


Raut wajahnya memerah menahan luapan emosi karena kebenciannya kepada Andrew, terlebih dia memanfaatkan anak buahnya untuk berkhianat kepadanya.


Andrew memang menjadi lawan bisnis haramnya sejak awal, dia pesaing yang sangat berat untuk Rudolf, tak terhitung penyerangan yang di lakukan Andrew padanya namun selalu ada David yang melindungi ayahnya itu dari serangan Andrew.


Mr Rudolf meminta Denis untuk memanggil Rival dan Donal untuk menghadapnya.


"Tapi apa yang akan tuan lakukan pada mereka?"


Tanya Denis.


"Kamu tidak perlu tahu apa yang akan aku lakukan pada mereka"


Jawabnya ketus.


Denis pun tidak mampu menolak perintah sang tuan.


Di tempat lain Rival sudah merasa tidak enak hati dengan panggilan Mr Rudolf kepadanya dan Donal, apa yang akan terjadi padanya? Apakah Mr Rudolf tahu jika dirinya sudah mengkhianati Mr Rudolf.


Pikiran Rival sudah melayang kemana-mana,


Rival dan Donal pun masuk ke ruangan Rudolf dengan di dampingi Denis yang juga masih belum tau apa yang akan Mr Rudolf lakukan pada mereka.


Eksekusi kah? Atau di lepaskan?


Keduanya adalah anak buah Denis yang penurut, jadi tidak heran jika Denis ikut merasa kasihan jika mereka sampai Mr Rudolf habisi.


Tok...


Tok...


Tok


Denis mengetuk pintu ruangan Mr R yang sudah sedikit terbuka seolah sedang menunggu kedatangan mereka.


Mereka pun masuk, Rival dan Donal terlihat sangat ketakutan namun lain halnya dengan Mr R A terlihat nampak tenang dengan memegang pistol yang sedang dia tatap dan usap.


Rival dan Donal pun semakin gemetar melihat semua itu.


"Kenapa keringat kalian bercucuran?"


Tanya Mr R coba membuka keheningan di ruangannya.


Rival yang merasa dirinya sudah di curigai oleh Mr R pun langsung memohon ampun bersujud di bawah kakinya


"Ampun tuan ampuni saya"


Rival terus memohon ampun kepada Mr R agar tidak di habisi.


Namun Mr R sudah menodongkan pistolnya tepat di kepala Rival.


Mr R hanya melihat Rival dengan tatapan yang sangat tajam.


Suasana semakin mencekam saat dalam hitungan detik pistol itu meledak dengan suaranya yang khas.


"Dor...".


Denis dan Donal menutup matan tak kuasa melihat Rival yang di eksekusi.


Namun saat mereka membuka mata,


"Huhpt... "


Mr R meniup pistolnya dengan gagah.


"Saat ini aku beri kau kesempatan untuk menyelamatkan keluargamu tapi dengan syarat! Kau harus balik menyelinap ke markas Andrew cari semua  informasi tentang barang yang dia ambil dari pemasok ku"


Ucap Mr R pada Rival.


Ternyata pistol yang di tembakan di kepala rival adalah pistol kosong hanya asap kecil yang keluar dari lubang pistol itu,


Mr R mengampuni Rival dan menyuruhnya balik mencari informasi tentang bisnis Andrew dengan cara berpura-pura mengkhianatinya agar bisa masuk ke markas Andrew dan menyelamatkan keluarganya yang sedang di sekap.


Denis pun merasa lega karena Mr Rudolf mengampuni keduanya.