
Denis bersama anak buah lain bersiap mengawal keberangkatan David dan Mr Rudolf ke universitas militernya dengan sangat ketat, mengingat ancaman akan terjadi kapanpun karena Mr Rudolf memiliki musuh yang cukup banyak diantara pesaing bisnis berliannya.
"Ayah, mungkin aku akan cukup lama jauh dari kalian, jaga diri ayah dan Wanda baik-baik"
Pesan David pada sang ayah begitu membuat Wanda yang mendengarnya merasa terharu.
Wanda akan merasa kehilangan David, karena setiap hari dia selalu bersamanya tapi kini demi pendidikannya dia harus rela berpisah dengan David untuk sementara waktu,
"Wanda aku mohon tolong jaga ayah"
David memeluknya dengan penuh kasih, Wanda pun membalas pelukan David dan mencium keningnya.
"Jaga dirimu baik-baik disana nak, aku akan selalu merindukanmu"
Air mata Wanda tak tertahankan melepas kepergian anak asuhnya itu, dia rela berpisah dengan David jika memang itu yang terbaik untuknya.
"Doa ku akan selalu bersamamu "
Sekali lagi Wanda mencium keningnya dan memeluk David sebagai tanda perpisahan.
Mr R pun memanggil David agar cepat masuk ke dalam mobil.
"David"
Panggil Mr Rudolf.
Apa aja q oh"Ya ayah sebentar lagi aku masuk mobil"
David.
Dengan dibantu sebuah tongkat berhiaskan emas dalam setiap ukirannya, Mr rudolf berjalan layaknya seorang bos besar tidak ada raut wajah seorang mafia jika sedang ada bersama anaknya itu.
Dan sampai saat ini masih belum ada yang tahu jika ternyata tongkat yang selalu dia bawa adalah perisainya untuk menjaga diri dari serangan musuh, sebuah pedang tajam yang sengaja dia rancang menjadi sebuah tongkat.
...
Mobil pun melaju cukup kencang, dengan di kawal 3 mobil di belakang keamanan David adalah segalanya bagi Mr Rudolf dia sangat menyayangi anak angkatnya itu bahkan dia rela mengorbankan nyawanya jika itu di perlukan.
Saat mobil melaju sangat cepat tiba-tiba terdengar suara tembakan dari belakang menyerang mobilnya.
"Dor"
Satu tembakan telah membuat semua terkejut kerena mengenai salah satu ban mobil anak buah nya hingga pecah.
Seketika Mr R dan David merasa cemas,
"Ada apa itu ayah?"
David siap membela ayah dan pasang badan yang tegap seakan siap untuk menyerang lawan dan melindungi ayahnya itu.
"Sudah nak, biarkan saja mereka yang menanganinya"
Mr Rudolf coba menenangkan David dengan jawabannya,
Dia langsung menghubungi Denis untuk cepat bertindak,
Laju mobil semakin cepat nampak dari belakang muncul dua mobil sedan hitam mengejar mobil yang di tumpangi keduanya.
"Sial argh"
Rudolf mulai cemas satu mobil pengawalnya sudah terhenti karena ban nya pecah dan ternyata mobil itu adalah mobil yang dibawa Denis.
Suara tembakan pun mulai terdengar kembali sasaran tembakan kali ini mengenai mobil David seketika dia coba berlindung sembari menyiapkan senjatanya untuk membalas tembakan yang menyerangnya.
"Tetap fokus bawa mobil saja paman biar aku yang menghadapi mereka"
Ujar David pada supir yang membawa mobilnya terdengar sangat damai karena David memang menganggap semua anak buah sang ayah sebagai keluarganya.
Rudolf hanya tersenyum melihat pribadi anak angkatnya itu.
Hingga terjadilah tembak menembak antara si penyerang dengan David
"Dor dor"
David membalas serangan satu mobil sedan hitam tersebut namun mobil sedan itu masih tetap melaju,
Dia masih belum bisa dan tidak ingin bisa seperti sang ayah yang selau menyerang lawan tepat pada jantung mereka meski Rudolf selalu memaksa agar bisa sepertinya.
David memang bisa menyerang bahkan lebih handal dari Rudolf, namun dia tidak mampu membunuh karena dia memang membenci pembunuhan.
Setiap kali David melihat kasus pembunuhan seketika ingatannya selalu tertuju pada kenangan pahit di masa lalu mengenai tragedi pembunuhan orangtua kandungnya.
"Dor..
Door...
Dor...dor "
Sedan hitam itu pun oleng menabrak pembatas jalan dan jatuh ke jurang,
Mr Antonio pun mengawasi keselamatan Zack,
Sementara si belakang, Denis coba menyusul mereka dengan mengendarai motor.
Denis melajukan motornya dengan begitu cepat hingga dia hampir mendekati mobil sedan hitam satunya lagi.
"Dor.."
Nampak seseorang dari dalam mobil menembak ke arah motornya namun Denis berhasil menghindarinya.
David kembali beraksi dengan memberhentikan laju mobilnya secara mendadak saat laju mobil sedan hitam itu melaju kencang mengejarnya.
"Kik.."
Rem mobil David hampir tak mengeluarkan suara sedikitpun saat mobilnya berhenti hingga mobil sedan hitam itu pun mendahuluinya.
David keluar mobil dan melompat ke motor Denis dengan cepat.
Denis melajukan motornya dengan kecepatan full mengejar mobil sedan hitam tadi, sementara David terus menembaki mobil tersebut.
Tanpa alat pengaman sedikitpun David terus menembak mobil hitam itu, terdengar suara tembak menembak diantara keduanya namun disaat terakhir ban mobil sedan itupun pecah dan terguling beberapa kali di tengah jalan hingga menyebabkan mobil meledak dan terbakar.
"Kau baik saja David?"
Denis begitu mengkhawatirkannya.
"Tenanglah, aku baik-baik saja"
Jawab David menghela nafasnya dalam-dalam,
Mr Rudolf pun menghampiri keduanya,
"Apa kalian baik-baik saja?"
Terlihat cemas raut Mr R melihat keadaan anak dan pengawal setianya itu.
"Kami tidak apa-apa tuan"
Jawab Denis dengan tenang.
David bertanya siapakah yang telah menyerangnya tadi?
"Apa itu salah satu saingan bisnis ayah?"
Tanya David.
David yang memang sudah terbiasa mendapat penyerangan tiba-tiba seperti tadi sudah bisa mengira jika itu adalah pesaing bisnis sang ayah, pebisnis besar yang mempunyai banyak pesaing yang ingin menjatuhkan bisnis dan menginginkan kematian ayahnya.
Padahal sebenarnya, penyerangan yang tadi terjadi dari salah satu mafia lain yaitu dari Mr Andrew musuh bebuyutan Rudolf.
Namun David samasekali tidak mencurigai bahwa ayahnya adalah seorang mafia.
"Sudahlah yang lebih penting sekarang kalian sudah selamat dan bain aik saja, sekarang masuklah nak, nanti kau bisa terlambat"
Pinta Rudolf pada David untuk segera kembali masuk kedalam mobil dan melanjutkan kembali perjalannya menuju kemiliteran.
Mereka pun akhirnya kembali melanjutkan perjalanannya.
Sepanjang jalan David terdiam dan itu membuat sang ayah bertanya apa yang sedang dia pikirkan?
"Aku hanya sedang mencemaskan keselamatan ayah, melihat penyerangan tadi aku takut jika sesuatu yang buruk terjadi padamu ayah"
Ucap David yang mencemaskan keselamatan Rudolf.
Rudolf tersenyum dengan semua perhatian David padanya "Kamu tidak usah menghawatirkan ayah nak, ada banyak sekali pengawal disini yang menjaga ayah"
Mendengar semua itu David coba membuang pikiran buruknya mengenai keselamatan sang ayah.
...