Police Hunter

Police Hunter
Jabatan baru



Keesokan harinya, David mulai masuk ke kantor perusahaan Mr Rudolf di dampingi sang ayah.


Semua mata tertuju padanya karena perawakan David yang tampan dan rupawan membuat siapapun akan terpana,


Tubuhnya yang tegap, rambutnya yang rapih dengan suaranya yang khas penuh dengan wibawa dan pesona,


"Selamat pagi tuan"


Sapa salah satu karyawan Mr Rudolf.


David tersenyum, namun seperti biasa Mr Rudolf di kenal angkuh pada seluruh pegawainya,


Beda dengan David yang selalu ramah dengan siapapun.


Meski tatapannya tajam namun senyum di wajahnya begitu terasa hangat dan bersahabat.


"Pinta seluruh pegawai inti untuk masuk ke ruangan saya"


Perintah Mr Rudolf kepada kepala bagian pusat kantor,


Merekapun satu persatu mulai memasuki ruangannya.


Rupanya Mr Rudolf akan mengenalkan pemimpin baru di perusahaannya,


Yaitu David anaknya sendiri.


"Maksud saya menyuruh kalian berkumpul disini saya ingin mengenalkan pemimpin baru kantor ini kepada kalian,"


Ujar Rudolf memegang dan menepuk bahu David pertanda mengenalkan dirinya adalah pemimpin baru perusahaannya.


"Ini dia anak saya David. Dia sekarang yang akan memimpin perusahaan ini"


Seluruh karyawan bertepuk tangan menyambut David sebagai pemimpin barunya.


Terlihat pancaran rona bahagia di setiap senyum semua pegawai Rudolf, mereka bahagia karena sekarang akan di pimpin oleh David yang lebih baik dari nya, tentu nya lebih muda dan lebih menarik pikir mereka,


"Selamat atas jabatan barunya pak David"


Mereka semua memberi selamat.


David pun ikut bahagia melihat semua karyawannya bisa menerima dia dengan sebegitu antusiasnya.


Begitupun dengan Mr Rudolf, dia pun turut bahagia melihat penyambutan kepada David yang begitu hangat.


"Terimakasih semuanya saya harap kita semua bisa bekerja sama dengan baik, karena kita semua adalah satu"


Ucap David menyambut status barunya di kantor sang ayah sebagai pemimpin baru.


"Baik pak, kami akan bekerja semaksimal mungkin"


Akhirnya merekapun membubarkan diri dan kembali ke pekerjaannya masing-masing.


***


Mr Rudolf pun pamit pada David untuk mengurus satu hal yang penting, namun dia tidak menyebutkan hal tersebut padanya.


"Nak sepertinya ayah harus keluar sebentar, ada yang harus ayah selesaikan bersama anak buah ayah di luar"


Rudolf.


"Urusan apa ayah? jika urusan itu bisa anak buah ayah selesaikan biarlah menjadi urusan mereka"


Jawab David seakan menghentikan langkah Mr Rudolf.


"Tidak nak, ini urusan ayah kamu jangan khawatir ini bukan penyerangan"


Mr Rudolf coba menenangkan David agar dirinya bisa pergi keluar menemui seseorang.


Rudolf pun keluar dari ruangan nya dan pergi keluar di dampingi dua pengawalnya,


"Baiklah kalau ayah memang tidak mau menemaniku"


Jawaban David sedikit menggoda manja kepada ayahnya saat mengantarkan sampai depan pintu mobil.


Merekapun saling tertawa karena terhibur dengan tingkah David yang sedikit manja saat itu,


"Bekerja dengan baik ya nak, sekarang perusahaan ini adalah milikmu ayah percayakan semuanya padamu"


Pesan Mr Rudolf sebelum masuk ke dalam mobilnya.


David sebenarnya tidak asing dengan ruang kerja itu meski kini baru kali pertama lagi kesana karena sejak kecil dia sering di bawa Mr Rudolf ke kantornya kala sekolah David libur.


JAVA JEWELRY


Nama perusahaan berlian Mr Rudolf yang kini David teruskan,


Perusahaan JAVA JEWELRY bisa di katakan perusahaan terbesar dan terpopuler, perusahaan tersebut Rudolf rintis sejak dia masih remaja bersama kedua orangtuanya, hinga kini kerja keras Mr Rudolf terbayar dengan hasil nya yang memuaskan, meskipun dia begitu sukses dalam bidang usaha berlian,


Dia tetap tidak ingin melepas bisnis haram yang selalu menjadi surga baginya, surga bagi para pecandu, surga bagi para penghisap.


***


Kini Mr Rudolf sudah sampai di tempat yang di janjikan seseorang kepadanya,


Ternyata dia hendak bertemu dengan salah seorang koleganya dari Belanda, kolega bisnis haram tentunya.


Mr Rudolf bertemu dengan Jefri kawan baru pesaing lama,


Ya dulunya Jefri adalah musuh besar dia selain Mr Andrew, namun Jefri memutuskan untuk bekerja sama dengannya karena Jefri merasa lebih banyak mendapat untung bersama Rudolf.


"Sudah lama kamu ada disini?"


Mr Rudolf menyapa Jefri yang sedari tadi sudah menunggunya di sebuah cafe.


"Kamu.. tidak, aku juga baru sampai 5 menit yang lalu"


Merekapun berbincang mengenai kerjasamanya Yang semakin hari semakin tinggi keuntungannya.


Jefri memang belum lama kerjasama dengan Mr Rudolf karena sebelumnya dia bekerjasama dengan Mr Andrew, akan tetapi Jefri kecewa dengan Mr Andrew karena dia telah menipu dirinya dulu, itu sebabnya dia lari pada Mr Rudolf untuk bekerjasama dengannya.


Hubungan mereka bisa di katakan baik dan lumayan cukup dekat, hingga jika ada suatu informasi apapun yang mengancam bisnisnya, Jefri selalu memberi tahu Mr Rudolf, termasuk pencurian barang haram Andrew tempo dulu.


Jefri lah yang memberi tahu Mr Rudolf untuk mengelabuinya,


"Sekarang di Belanda juga sedang gencar pencarian pengedar narkoba bos, banyak anak buah ku yang tertangkap oleh agen polisi sialan itu, mereka dengan mudah menangkap dan menjebak anak buah ku dengan menyamar sebagai pembeli, para polisi itu tidak bisa kita suap mereka terlalu jujur untuk kita ajak kerjasama"


Ujar Jefri pada Mr Rudolf menceritakan situasi bisnisnya di Belanda dengan penuh amarah terhadap seorang polisi yang menangkap beberapa anak buahnya.


"Memang siapa polisi itu?"


Tanya Mr Rudolf penasaran dengan polisi yang Jefri bicarakan, polisi yang begitu ahli menangkap beberapa anak buah Jefri.


"Entahlah aku tidak tahu siapa nama polisi itu, yang aku tahu dari anak buah ku, dia berasal dari Indonesia yang bertugas disana"


Jefri masih dalam keadaan kesal dengan mengepalkan tangan dan memukul keras meja makan.


Mr Rudolf pun semakin penasaran kala ia mendengar polisi itu berasal dari negara lamanya, indonesia,


"Sepertinya aku harus mengetahui siapa dia?"


Ucap Mr Rudolf pada Jefri.


Jefri pun dengan senang hati mengajak Mr Rudolf pergi ke rumahnya di Belanda untuk mencari tahu siapa polisi yang dia maksud?


"Setelah pulang dari sini, aku akan mencari waktu yang tepat untuk pergi ke Belanda"


Ucap Mr Rudolf pada Jefri,


Jefri pun menganggukkan kepalanya dan bersulang kembali menikmati segelas air surga dunia yang memabukkan mereka,


Dengan di layani beberapa wanita cantik dan **** suasana di dalam cafe begitu menggairahkan walaupun malam belum tiba.


Di sela mabuknya,Mr Rudolf sempat berpikir bagaimana memberi alasan yang tepat pada David agar dirinya bisa pergi ke Belanda untuk mencari tahu siapa polisi yang mulai mengancam kolega nya itu.


Dia terus berpikir dan berpikir hingga akhirnya dia menemukan celah ide kecil dengan alasan kawan lama ingin bertemu dengannya,


"Mungkin alasan ini sedikit sederhana, tapi aku pasti akan menerima dan tidak akan mencurigai ku"


Pikir Mr Rudolf.


Dia pun tersenyum sendiri dengan hasrat kemenangan,


Alunan lagu yang kian panas membuat jiwa Mr Rudolf dan Jefri pun mulai bergairah kembali tatkala wanita wanita penggoda mulai merambah tubuh mereka,


Merekapun dengan puas hati menerima pelayanan wanita penggodanya itu,