Police Hunter

Police Hunter
Terus mencari Fero



Dengan ilmu kemiliterannya David bergerak dan meringkus mereka yang sedang bertransaksi hingga tak lama kemudian pasukan keamanan polisi setempat pun datang atas panggilan Mr nicolas.


"Terimakasih anda sudah membantu kami meringkus mereka"


Ucap Mr Jhon, dia juga menjelaskan bahwa sebelumnya ada Mr Adrian dan anaknya yang selalu cekatan menangkap jaringan Jefri.


Namun David yang tidak mengenal Adrian tidak terlalu menyimak penjelasan Mr Jhon dia hanya mendengarkan saja.


Dan saat Mr Jhon hendak menceritakan anak Mr Adrian yang bernama Alfaro lulusan dari akademi militer yang sama dengannya, tiba-tiba saja nada dering di hp David berbunyi.


David melihat layar ponsel dan ternyata Wanda menelponnya  dari Jerman, David pun permisi untuk mengangkat telpon kepada Mr jhon dan Mr Nicolas.


"Maaf sir saya angkat dulu panggilan sebentar"


Merekapun mempersilahkan David untuk mengangkat telepon terlebih dahulu.


"Ya Wanda ada apa? bagaimana kabarmu?"


Tanya David.


"Kabarku baik nak, bagaimana dengan keadaanmu? apa disana baik-baik saja?"


Tanya Wanda cemas.


"Semua baik hanya saja aku belum bisa bertemu dengan Alfaro"


Terdengar suara Wanda yang nampak sedih dengan kabar yang di berikan David mengenai anaknya Alfaro. Namun Wanda tetap berusaha tegar.


"Tidak apa nak, semoga saja Tuhan berpihak pada kita kamu jaga diri baik-baik disana"


Pesan Wanda padanya.


"Ya Wanda,"


Telpon pun terputus David kembali pada Mr Nicolas dan Mr Jhon.


"Baiklah tuan David sekali lagi kami ucapkan terimakasih untuk semua yang telah anda lakukan hari ini anda sangat membantu sekali tugas kami"


Sekali lagi Mr Jhon dan lainnya mengucapkan terimakasih pada David karena dia telah berhasil menangkap anak buah Jefri.


Sindikat Jefri sangat sulit di cari dan di buru karena mereka siap mati untuk melindungi bosnya,


Mereka seakan sudah di doktrin untuk menjadi anak buah yang setia pada pemimpinnya, jadi sampai sekarang Jefri sendiri masih belum bisa di tangkap dan wajahnya pun masih belum di ketahui seperti apa.


Merekapun pamit dan pergi meninggalkan David dan Mr Nicolas,


Sementara itu saat Mischa hendak memberitahu keberadaan ayahnya di hotel yang sama pada David tiba-tiba saja dia mendapat pesan dari Mr Rudolf agar tidak memberitahu David tentang keberadaannya di samping kamar Mischa.


Nada pesan itu sedikit mengancam Mischa hingga diapun menuruti kemauannya untuk tidak memberitahu David tentang Mr Rudolf.


...


David dan Mr Nicolas menyudahi meeting dan melanjutkannya besok hari


"Baiklah Mr Nicolas terimakasih senang bekerjasama dengan anda"


Ucap David berjabat tangan dengan Mr Nicolas.


Begitupun Mr Nicolas dia membalas senyum jabat tangan David padanya.


"Semoga bisnis kita lancar"


Harapan mereka berdua Mr Nicolas pun pergi, David pun kembali ke hotel.


Mischa menanyakan tugas untuk besok pada David, dia berusaha membuat David agar berlama-lama di luar karena jika Mischa sampai pulang ke hotel dengan terburu-buru nanti dia bisa menjadi santapan Mr Rudolf lagi seperti sebelumnya,


Terlihat cemas wajah Mischa memikirkan hal itu.


"Kamu kenapa Mischa?!apa ada yang sedang kamu pikirkan?"


David coba bertanya saat melihat keadaan Mischa yang terlihat cemas.


Mischa gugup menjawab pertanyaan David dia sangat takut jika sampai salah menjawab,


Mischa pun hanya menggelengkan kepalanya dan coba menutupi kegelisahan dan ketakutan dihatinya.


David pun kembali tenang setelah Mischa dengan yakin menjawab bahwa dirinya hanya kelelahan saja,


Akhirnya David pun kembali ke kamarnya,


David menyuruh kedua pengawalnya untuk menjaga Mischa bahkan sampai masuk ke dalam kamarnya memastikan bahwa Mischa memang baik baik saja.


...


Malam semakin larut, mengingat kejadian siang yang membuat dirinya bisa menangkap salah satu anak buah Jefri membuat dia rindu dan teringat pada sahabat yang sedang dia cari,


"kau tau Fero kalau aku ada disini akan ku beritahu kejadian tadi siang kejadian yang sama saat kita menangkap komplotan pengedar narkoba saat kita pulang dulu"


Gumam David pada langit malam.


David terus mencoba mencari nomor ponsel yang bisa dia hubungi pada Fero


Namun ternyata tidak ada satu orangpun yang mengetahui keberadaannya.


...


Seperti biasa malam ini Mischa menjadi santapan hasrat Mr Rudolf kembali,


Dia menyuruh anak buah nya untuk mengirimkan sebuah tas kecil berisikan pakaian malam yang sangat **** untuk Mischa agar gairahnya semakin membara.


Apalah daya yang bisa Mischa lakukan, selain menuruti kemauan sang mafia.


...


Sudah dua hari Alfaro dan pak Adrian berada di Surabaya, pak Adrian memutuskan untuk membeli sebuah rumah kosong yang sudah lama terbengkalai.


Pak Adrian memilih rumah di daerah mawar blok b no 2,


Rumah yang sangat luas dan indah namun sayang dahulu rumah itu sempat menjadi saksi pembunuhan dan perampokan seorang pengusaha berlian hingga tewas.


Sudah puluhan tahun rumah itu di biarkan kosong namun meskipun pak Adrian tau dia tidak merasa takut sedikitpun,


"Semoga kamu suka dengan rumah baru kita?"


Ucap pak Adrian pada Fero.


"Ya paman, aku suka "


Fero dan pak Adrian pun mulai merapikan dan menambah furnitur rumah baru agar terlihat semakin indah,


Disana sudah bersiap dua satpam dan satu tukang kebun yang selalu merapikan dan menjaga rumah tersebut.


"Permisi pak boleh saya bantu"


Ucap mang Kodir si tukang kebun.


"Ya pak mari kesini tolong bantu bawakan ini ke kamar atas ya"


Pak Kodir pun membantu Fero membawakan barang-barang miliknya ke kamar baru.


Sementara pak Adrian melihat album foto lama yang terpajang di dinding rumah tersebut tertulis di bawah foto dengan nama


Mr Agatha dan Mrs Helena


Keduanya terlihat nampak serasi dengan senyum yang saling mencintai satu foto lagi pak Adrian temukan di atas sebuah meja lampu.


Foto Mr Agatha dan Mrs Helena bersama kedua anaknya, satu anak laki-laki kecil dan bayi perempuan yang di gendongnya,


Pak Adrian menyukai foto keluarga si pemilik rumah dia tidak memindahkan foto tersebut apalagi membuangnya, pak Adrian membiarkan foto itu terpajang seperti awal semula,


Dia hanya meminta pak Kodir untuk membersihkan nya agar terlihat seperti baru.


...


Di kamar baru, Alfaro berbenah dia menemukan beberapa baju anak kecil laki-laki di dalam lemari dia mengeluarkannya satu persatu dengan hati-hati dan memasukan baju miliknya,


Saat baju terakhir di keluarkan tak sengaja dia menjatuhkan sebuah foto lama seorang anak kecil dan anak perempuan sedang bermain dan tersenyum.


Foto wanita itu terlihat lugu namun cantik sedangkan foto si anak laki-laki nya nampak berseragam polisi,


Di balik foto itu tertulis


David dan Laura.


...


Dia sedikit terkejut karena berpikir apa mungkin ini foto David sahabatnya dan Laura polisi wanita yang membuatnya jatuh cinta,


(Ah mungkin ini hanya kebetulan saja)


Pikirnya sekali lagi.


"Nama David dan Laura kan banyak ah sudahlah"


Timpalnya sambil menyimpan foto David dan Laura di saku tas nya.


...


Setelah selesai, Alfaro pun kembali turun menemui pamannya,


"Paman, aku sudah selesai membereskan kamarku apa masih ada yang harus aku bantu?"


Alfaro menawarkan dirinya untuk membantu sang paman.


"Sudah nak, pak Kodir sudah membantu pama, lebih baik sekarang kamu duduk saja disini kita makan bersama"


Tak lupa pak Adrian memanggil pak Kodir dan satpam nya untuk makan bersama mereka.


Pak Adrian sangat baik hati kepada sesama apalagi kepada orang yang kurang mampu dia tidak malu untuk berbaur dengan kalangan jelata meski ia seorang berada.