
Makanan sudah siap, Alfaro yang keadaannya kotor penuh tepung pergi menuju kamar David untuk membersihkan diri.
"Segera kamu habisi pria itu jangan sampai pria itu lolos dan memberitahu semuanya"
Terdengar suara Rudolf sedang bicara di telpon, Alfaro begitu terkejut dengan perintah ayah sahabatnya itu kepada seseorang di sebrang Telpon
Diapun coba tenang dan pura-pura tidak mendengar semua yang di ucapakan Rudolf dan terus berjalan menuju kamar David.
"Sebenarnya ada apa ini? Kenapa aku melihat ada yang aneh disini?apa aku harus bicarakan ini dengan David?"
Pikirnya saat itu untuk memberitahu David atas semua kejanggalan yang dia temukan.
Setelah selesai membersihkan diri, Alfaro pun kembali turun untuk makan malam.
Mr Rudolf sudah bersiap di meja makan, begitupun dengan David dan Wanda.
"Ayo nak, cepatlah kami semua sudah menunggumu?"
Wanda memanggil Fero agar segera duduk di kursinya.
Sementara Fero yang masih gelisah dengan semua yang dia dengar coba melupakan sejenak dan kembali bersikap hangat pada semuanya dengan tersenyum.
"Oh ya nak Fero salam buat paman kamu disana ya, jangan lupa juga seringlah beri kabar kesini, David pasti akan senang, ya kan nak?"
Ucap Mr Rudolf pada Alfaro mbiatnya terdiam.
Dia merasa ada yang aneh dengan Rudolf tapi dia tidak menampakan kecurigaannya itu karena menjaga perasaan David.
"Baik paman, nanti biar saya sampaikan"
Makan malam pun selesai, Fero kembali menuju kamar David.
Sementara David masih asik bicara dengan ayahnya tentang bisnis berlian yang akan dia lanjutkan.
David sendiri berencana akan meneruskan bisnis ayahnya di Surabaya tanpa sepengetahuan ayahnya.
Tapi dia belum berani bicara karena Rudolf pasti tidak akan pernah mengijinkan.
"Aku akan mencari cara agar aku bisa kembali ke Indonesia nanti"
Pikir David.
Mr Rudolf memberitahu kolega dan beberapa Pesaing bisnisnya yang selalu mencoba membuat dia rugi pada David agar dia bisa lebih waspada untuk menghadapi mereka.
David mulai paham dengan semua strategi bisnis ayahnya, namun dia samasekali tidak mencurigai bahwa ayahnya adalah seorang mafia besar pengedar barang haram.
Dia sangat mempercayai Rudolf, baginya dia adalah ayah yang baik dan pemimpin yang baik untuk semua pegawainya,
...
Setelah dirasa cukup, David menyusul Fero ke kamar,
Dia melihat sahabatnya sudah tertidur lelap di tempat tidur.
"Kau samasekali tidak berubah Fero,"
David menggelengkan kepalanya dan tersenyum melihat kebiasaan sahabatnya yang mudah terlelap kalau sudah kenyang makan.
Dia masih pada pikirannya untuk bisa ke Surabaya dia akan mencari cara bagaimana apapun juga agar niat nya bisa terlaksana.
David duduk di kursi luar kamarnya, dia melihat satu bintang di langit,
"Sherina adikku kau kah itu? tunggulah kakakmu akan ku beri keadilan untukmu sayang"
"Ibu, ayah David janji kepada kalian aku akan ungkap semuanya untuk ibu dan ayah,"
Janji David pada bintang kecil yang dia tatap dengan dalam.
Tanpa terasa air matanya pun menetes, namun dia segera menyeka nya.
David kembali ke dalam kamar untuk istirahat dia pun merebahkan tubuhnya di samping Alfaro.
David melihat kalung kotak kecil yang di pakai Fero terbuka, ada dua fhto di kalung itu namun tak nampak jelas karena mungkin itu fhto lama jadi terlihat buram.
Dia tidak menghiraukan foto siapa itu dan coba menutup kotak kecil di kalung sahabatnya lagi stelah berhasil diapun kembali tidur.
...
Keesokan paginya Alfaro sudah bangun di pagi hari sekali karena sudah terbiasa di pelatihan militernya
Dia coba membangunkan David agar mau menemaninya sekedar pemanasan di halaman depan.
David pun terbangun dan menemani Fero pemanasan,
Ternyata Wanda pun sudah terbangun, dia sedang menata pohon bunga kecil kesayangannya.
"Wanda kau sedang apa?"
Tanya Fero.
"Aku sedang membersihkan tanaman ini nak, kemarilah?"
Entah apa yang sedang terjadi pada Wanda? Dia seakan mendapat aliran tenaga baru untuk menata hidupnya kembali setelah bertemu dengan Alfaro.
David yang melihat kedekatan mereka pun merasa heran dengan tingkah Wanda?
Karena tidak biasanya dia merapikan tanaman bunganya itu.
Setahu David pohon bunga itu peninggalan suaminya 20 thn lalu,
Bunga itu sudah berbenah sangat banyak tapi sebelumnya Wanda tidak pernah lagi mau mengurusnya.
Tapi setelah dia bertemu dengan Alfaro semua seakan berubah, wajah Wanda yang biasanya penuh dengan keluh kesah kini selau nampak terlihat ceria.
"Kemari lah nak?"
Ajak Wanda memanggil Fero.
"Anakku entah kenapa setelah melihat Fero Wanda merasa hidup? Wanda merasa anak itu telah memberi energi Wanda untuk hidup kembali"
David tersenyum melihat perubahan Wanda yang begitu bahagia dan membawa energi positif dengan kedatangan Fero di rumahnya.
"Tidak sia-sia juga kamu aku bawa kesini ya?"
David menepuk bahu sahabatnya itu sebagai ucapan terimakasih karena telah membuat semangat hidup Wanda kembali.
Fero memeluk Wanda, tidak bisa di pungkiri dia juga merasakan hal yang sama dengan Wanda.
Dia merasakan damai berada di pelukan Wanda uang sudah mulai renta itu.
Dia merasa ada ikatan batin dengannya, meskipun itu tidak mungkin,
"Apa kamu akan kembali hari ini ke Belanda nak