
Dia merasa ada ikatan batin dengannya, meskipun itu tidak mungkin,
"Apa kamu akan kembali hari ini ke Belanda nak?"
Tanya Wanda.
"Ya"
Jawab singkat Fero saat menatap wajah wanita renta itu.
"Salam buat keluarga kamu disana? Jangan lupa kamu harus hubungi kami setelah kamu sampai disana ya?"
Pesan Wanda padanya membuat Fero tersenyum dan menganggukkan kepalanya.
Fero pun melepaskan pelukannya,
Saat itu pula kalung kotak kecil yang dipakainya terbuka karena tersangkut benang syal Wanda.
Betapa terkejut Wanda saat melihat dua foto kecil di kalung Fero yang tak sengaja terbuka olehnya.
Bagaikan tersambar petir Wanda menyadari jika foto yang ada di kalung Alfaro adalah foto dia dan suaminya saat muda.
Wanda coba menahan air matanya di hadapan Fero.
Dengan tenang dia coba menanyakan foto siapa yang ada di kalungnya?
"Nak foto siapakah yang ada di kalung mu itu?"
"Ini foto ibu dan ayahku Wanda, mereka sudah tiada saat aku masih bayi, itu sebabnya aku menyimpan foto mereka di kalung ini, agar aku merasa selalu dekat dengannya mereka"
Jawabnya.
Alfaro tersenyum simpel saat menjelaskan foto siapa yang ada di kalungnya.
Melihat gelagat Wanda yang berbeda, David menyadari ada yang aneh dengan tingkah ibu angkatnya itu.
Dia sangat mengetahui setiap arti dari langkah dan ucapan Wanda.
David melihat ada rona kesedihan di matanya, dia mulai mengalihkan pembicaraan dengan Alfaro dan Wanda ke hal yang lain.
"Fero ini sudah mulai terang, segeralah kamu mandi terlebih dahulu, nanti aku menyusul"
Pinta David pada Alfaro.
Dia pun menuruti nya dan segera pergi ke kamar David untuk bergegas mandi dan bersiap untuk kembali pulang.
Karena penasaran, Wanda pun mulai.bertanya padanya.
Saat Markus berlalu.
"Wanda apa kau baik-baik saja?"
David memeluknya dan coba menenangkan Wanda yang terlihat seperti terkejut dan sedih.
"David?"
"Apa yang terjadi?kamu kenapa Wanda? Bicaralah?"
"Dia ternyata masih hidup nak,?"
Jawab Wanda masih menangis.
David tidak mengerti dengan apa yang Wanda maksud.
"Apa maksudmu?"
Tanya David.
Wanda pun seketika terdiam kala melihat kedatangan Rudolf diantara mereka.
Wanda segera menyeka air matanya ketika Mr Rudolf datang.
"Apa yang sedang Kalina lakukan disini?"
Pertanyaan Mr Rudolf membuat kesedihan Wanda berubah seketika. Wajahnya pun kembali datar seakan tak bergairah mengikuti alur kehidupan.
***
Wajah Wanda tak seindah dan bersemangat saat bersama Alfaro.
"Kami sedang menikmati udara pagi ayah"
Jawab David berbincang dengan Mr Rudolf, sedangkan Wanda kembali ke dalam dengan wajah yang sedih.
Mr Rudolf yang merasa curiga dengan apa yang terjadi pada kakaknya,
Dia merasa ada yang Wanda sembunyikan dari dirinya.
...
Matahari sudah memancarkan sinarnya di pagi hari, seluruh penjaga dan pembantu di rumah Mr Rudolf memulai rutinitas seperti hari-hari biasanya.
Denis dan David saling menyapa dan bicara melepas kerinduan setelah sekian lama tidak berjumpa dan bertukar cerita.
Seperti cerita sebelumnya, Denis yang memeng sudah seperti kakaknya sendiri membuat David menjadi tidak sungkan bicara apapun kepadanya.
"Oh ya ka Denis, apa akhir-akhir ini kesehatan Wanda baik?"
Tanya David.
"Setahuku Wanda terlihat baik. Memangnya ada apa?"
"Tidak, aku hanya bertanya saja"
Jawab David kembali terdiam mengetahui jika Wanda memang baik baik saja.
David memang selalu berbagi setiap cerita pada Denis karena dia percaya padanya tapi untuk urusan Wanda kali ini biarlah dia sendiri yang mencari tahu ada apa dengan Wanda nya akhir-akhir ini?
***