Police Hunter

Police Hunter
Rahasia yang terungkap



Lamunan Wanda yang teringat akan masa lalunya terenyuh saat David kembali memanggilnya.


"Wanda Sekarang istirahatlah dulu biar ini menjadi urusanku"


David.


"Wanda minta padamu jangan sampai ayahmu tahu tentang hal ini"


Pinta Wanda untuk tidak memberi tahu tentang Fero pada Mr Rudolf Wanda memohon sambil menatap kosong pada David seolah dia takut dengan adiknya itu.


"David janji hanya kita yang tahu tentang rahasia ini"


Wanda pun coba berbaring untuk istirahat malam, David menyelimuti tubuh renta Wanda yang mulai melemah,


Dia begitu sangat menyayangi Wanda.


David sudah menganggap Wanda adalah ibu kandungnya sendiri.


Dia akan mencari tahu kebenaran tentang hubungan Alfaro dan Wanda yang sebenarnya agar semuanya jelas.


David juga akan membantu Wanda untuk bisa bersatu dengan anaknya yang hilang jika memang itu adalah Alfaro.


Akhirnya Wanda pun tertidur dengan di temani David di sampingnya,


David mencium kening Wanda sebagai tanda sayangnya, kemudian David pun keluar dari kamar Wanda.


...


"Kau dari mana nak?"


Tanya Mr Rudolf membuat David terkejut.


"Mmh ayah, aku dari kamar Wanda"


David.


"Ada apa dengan dia? Apakah dia sakit?"


Tanya Rudolf terlihat cemas.


"Tidak apa ayah dia hanya kurang istirahat saja"


Mr Rudolf merasa curiga dengan tingkah David yang dingin padanya.


Dia melihat air mata David yang mulai mengering di sela ujung matanya. Rudolf berpikir apa yang membuat anaknya sampai menangis?


Namun Rudolf tidak memperpanjang masalah ini dia pun meminta David untuk menemuinya ke ruang kerja, karena ada yang ingin dia bicarakan pada David.


"Nak temui ayah di ruang kerja ada yang ingin ayah bicarakan kepadamu"


David menyetujui permintaan ayahnya untuk pergi ke ruang kerja Mr Rudolf.


"Baik ayah, aku akan menyusul setelah aku mandi dulu sebentar"


David pun berlalu dari hadapan ayahnya menuju kamar, sementara Mr Rudolf coba melihat keadaan Wanda yang di katakan David sedang kurang sehat.


Suara langkah Mr Rudolf terdengar oleh Wanda yang sedang terlelap.


Wanda seakan tidak ingin membuka matanya saat ini, dia sedang tidak ingin melihat wajah orang yang telah membunuh suami dan anaknya meskipun itu adiknya sendiri.


Suara pintu terbuka terdengar olehnya.


Mr Rudolf mendekati Wanda yang sedang terbaring di ranjang, dia pun duduk di sampingnya.


"Bagaimana keadaanmu kak?"


Tanya Mr Rudolf coba menanyakan kabar kakaknya yang memang terlihat pucat.


Wanda tidak menjawab pertanyaan Mr Rudolf. Dia hanya mengubah posisi tidur nya yang kini berbalik membelakangi adiknya itu.


Sebenarnya Mr Rudolf sangat menyayangi kakaknya dia juga sedikit merasa bersalah karena telah menjadi penyebab kematian suami dan anaknya.


"Ah salah mereka sendiri kenapa harus ikut campur dengan urusanku?"


Pikir Mr Rudolf jika sudah teringat akan kematian Ryan dan bayinya.


Kasih sayangnya sangat besar kepada mereka.


***


Mr Rudolf kembali menuju ruang kerjanya,


Disana David sudah menunggunya duduk di depan meja kerja sang ayah.


"Ayah, dari mana saja ?" Tanya David.


"Ayah hanya melihat Wanda sebentar nak"


David sedikit terkejut karena tidak biasanya ayahnya peduli dengan kakaknya itu, biasanya meskipun Wanda sakit dia hanya akan memanggil dokter untuk memeriksa Wanda tanpa melihat kondisinya.


Tapi entah kenapa hari ini setelah David mengatakan jika Wanda kurang sehat hati Mr Rudolf seakan terpanggil untuk melihat kondisi kakaknya itu.


...


"Oh ya nak, ayah ingin bicara sesuatu padamu?"


"Bicara tentang apa ayah?"


Mr Rudolf mulai memberikan sejumlah berkas pada David.


"Ayah ingin kamu meneruskan usaha ayah "


Terlihat dokumen berisikan lembaran kertas yang sudah dia tandatangani untuk di serahkan pada David dan di kelola olehnya.


"Tapi ayah..."


David ingin menolak tapi tak mampu.


"Nak kamu sudah lihat sendiri kondisi ayah saat ini bagaimana? Sekarang ayah sudah mulai lemah tenaga ayah sudah berkurang, ayah ingin kamu yang meneruskan bisnis emas dan berlian ayah"


Terlihat David menunduk seraya berpikir harus menerima atau tidak keinginan ayahnya itu.


Karena yang terpikir saat itu David ingin sekali mempertemukan Wanda dengan Alfaro dan mencari kebenaran tentang status mereka.


"Baiklah ayah David akan menuruti ayah untuk melanjutkan bisnis berlian ini tapi jika seandainya David ada panggilan untuk mengabdi dalam tugas maka David harus mengambilnya"


Mr Rudolf pun tersenyum bahagia dengan keputusan anaknya itu. Tentunya dia sangat senang sekali satu bisnis nya sudah akan David kelola.


Jadi dia bisa lebih fokus dengan bisnis obat terlarangnya,


Tanpa harus memikirkan bisnis emas dan berliannya.


"Tidak ada salahnya juga aku terima bisnis ini minimal dengan bisnis ini aku bisa keluar negara atau kota hanya sekedar kerja sama maka peluangku untuk mencari informasi tentang Alfaro akan bisa lebih mudah" (pikir David saat itu)


***


Mr Rudolf pun mulai menjelaskan semua tentang bisnisnya kepada David. Satu persatu berkas yang harus David pahami di keluarkan Mr Rudolf agar David bisa mempelajarinya.


Mereka saling menyayangi kasih sayang David pada ayahnya melebihi apapun, meski dia tidak tahu sejahat apakah ayahnya?


Tapi entahlah jika nanti David sudah tahu yang sebenarnya apakah kasih sayang David akan tetap sama atau sebaliknya.


Begitupun dengan Mr Rudolf.


Dia begitu sangat menyayangi David, karena sebenarnya David adalah anak kandung Mr Rudolf, buah cinta perselingkuhan Mrs Helena dengannya, ibu kandung David.


Itu sebabnya Mr Rudolf begitu sangat menyayanginya dan tanpa sepengetahuan David.


Ternyata niat Mr Rudolf menjadi seorang tukang kebun di rumah nya dulu semata ingin membawa lari David dari Helena,


Sebab Helena tidak mengakui kalau David adalah anak darinya.


 


",


"