Police Hunter

Police Hunter
Mulai berencana



Hari semakin larut waktu menunjukan pukul tiga sore, David dan karyawannya satu persatu mulai meninggalkan kantor.


Sementara David masih stand di ruang kerjanya,


"Kami pamit pulang pak!"


Salah satu karyawannya pamit pada David.


"Ya, Hati-hati di jalan "


Jawab David dengan ramah membuat semua hati karyawan menyukainya.


Tidak terlihat wajah lelah dari tampangnya yang tampan dia begitu menikmati pekerjaannya.


David coba mengotak Atik berkas yang ada di laptop mejanya, dia mencari data setiap kolega JAVA jewelry


Dan akhirnya dia menemukan satu kolega asal Belanda yang bernama Nicolas, David pun coba untuk menghubunginya.


"Hello, dengan Mr Nicolas bicara?"


David.


"Ya, ini dengan siapa?"


David pun berbincang lama dengan Mr Nicolas via telpon, dia membicarakan perkembangan kerjasamanya sela ini, dan sangat kebetulan Mr Nicolas ingin sekali di datangi oleh David selaku pemimpin baru JAVA jewelry.


Mr Nicolas ingin lebih dekat lagi dengannya begitupun dengan David, ia merasa ada celah jalan dia untuk bisa menemukan Alfaro di Belanda.


David sangat senang sekali hingga akhirnya diapun pulang ke rumah dengan perasaan bahagia.


...


Setiba di rumah, David langsung menemui Wanda dan memeluknya penuh kasih,


"Wanda"


Pelukan David begitu nyaman di rasa Wanda yang saat itu sedang rindu dengan Alfaro.


"Kelihatannya kamu sedang bahagia nak?"


Timpal Wanda pada David dengan mengusap wajah dan senyumnya yang manis.


"Ya Wanda, sebentar lagi Wanda akan bertemu dengan Alfaro"


Seketika pandangan Wanda berbinar penuh harap dia sangat merindukan Fero, dan dengan David berkata seperti itu, dia merasa ada harapan jika Alfaro memang anaknya.


"Benarkah itu nak?"


Wanda memandang David dengan serius.


"Ya Wanda, aku akan mencari Alfaro di Belanda, tapi ..."


"Tapi apa nak?"


"Aku harap Wanda tidak akan membicarakan niat ini pada ayah"


David.


"Tentu nak Wanda janji dia tidak akan sampai membicarakan hal ini pada Rudolf"


Mereka berdua pun tersenyum bahagia dengan niat David pada Wanda yang akan mencarikan Alfaro untuknya.


David berencana pergi ke Belanda lusa untuk menemui Mr Nicolas sekalian mencari alamat Fero.


"Semoga apa yang kau niatkan bisa tercapai dengan mudah nak, doaku untuk mu"


Ucap Wanda mendoakan yang terbaik untuk David.


David pun kembali ke kamarnya untuk istirahat,


.


...


Tubuh David terhentak di atas tempat tidur, tiba-tiba dia teringat akan masa kecilnya bersama dengan ayah dan ibu kandungnya,


"Ma pa David rindu"


Dia pun menutup matanya.


(David melihat papa dan mamanya sedang bermain di sebuah taman dengan seorang anak laki-laki kecil, mereka sangat terlihat bahagia namun seketika suasana menjadi mencekam tatkala datang seorang pria jahat yang menculik anak kecil itu dari mama papanya David.


Kemudian papa David melawan si penculik itu dan menembak pria itu hingga tewas saat David coba melihat pria yang papanya tembak ternyata dia adalah Mr Rudolf.)


"Tidak...tidak"


David berteriak dalam tidurnya.


"David bangun lah, David "


Denis coba menyadarkan David dari mimpi buruknya itu.


"David"


Akhirnya David pun tersadar dari bangunnya, dengan penuh keringat di kepala karena mimpi buruknya.


Dia merasa sesak dengan mimpi yang dia lihat di tidurnya. David sedikit takut dengan mimpi itu,


(Apa arti mimpi itu?)


Tanya hati David.


Denis yang saat itu ada di sampingnya merasa aneh melihat David cemas seperti itu,


"Kau tidak apa-apa David?"


Denis coba menenangkan David dengan menepuk bahunya,


David coba menenangkan dirinya sendiri pasca mimpi.


"Oh ya David, besok aku akan menemani ayahmu ke Belanda?"


Ucap Denis membuatnya cukup terkejut.


Hingga membuat David batuk mendengar kabar bahwa ayahnya akan pergi ke Belanda.


Namun dia pura-pura merasa tenang agar Denis tidak mencurigainya.


"Ada hal apa ayah pergi ke Belanda?"


David.


"Aku kurang tahu, nanti ayahmu pasti akan cerita kepadamu"


Denis.


Denis pun berlalu meninggalkan David dari kamar dan kembali ke luar untuk bertugas,


Sementara David terus berpikir bagaimana jika nanti dia sampai bertemu dengan ayahnya di Belanda? Bisa gagal rencana David untuk mencari Alfaro.


...


Malam pun telah tiba David turun ke bawah untuk makan malam bersama ayah dan Wanda.


David duduk di kursi yang biasa dia pakai, Wanda pun tak banyak bicara.


"Besok ayah akan pergi ke Belanda untuk menemui kawan lama ayah"