
Malam pun semakin larut, melihat David begitu pulas di pangkuannya, Wanda meminta anak buah Rudolf untuk memindahkan David ke kamarnya.
Merekapun mematuhi perintah Wanda.
Karena ternyata Wanda adalah kakak dari Mr Rudolf hanya saja dia tidak licik seperti adiknya yang pura-pura menjadi pengusaha tambang emas yang sukses hanya untuk menutupi jati dirinya sebagai seorang mafia obat terlarang yang kejam.
Wanda pun masuk menemui sang adik Mr Rudolf di tempat kerjanya,
"Rudolf apa kamu sudah pikirkan baik-baik dengan niatmu untuk meminta David melanjutkan kembali sekolah di kemiliteran?"
Pertanyaan Wanda membuat Mr Rudolf terjaga dari pikirannya yang saat itu sedang buyar,
"Aku ingin yang terbaik untuk David, dia harus menjadi seorang yang berjaya di masa depan dengan kualitas dirinya, aku tidak ingin dia menjadi sepertiku"
Jawab Mr Rudolf ingin sekali David manjadi pria yang kuat dan pintar serta bertanggung jawab.
Wanda pun hanya bisa diam dan berlalu meninggalkannya tanpa banyak bicara.
***
Keesokan harinya David terbangun, saat tersadar dirinya sudah ada di kamarnya bukan di pangkuan Wanda.
David pun bangkit dan coba berdiri namun dia melihat sosok pria memakai jas hitam sedang duduk di kursi meja belajarnya sembari memainkan jari jemari mengetuk meja David.
"Ayah"
David bangun dari tidurnya.
"Sudah jam berapa ini?"
Tanya Mr Rudolf
David melihat jam menunjukan pukul 9 pagi Mr Rudolf melempar tongkatnya kepada David seakan marah dan hendak menyerang karena David terlambat bangun dan tidak ingat jika hari ini adalah hari ada pesta untuknya.
Mr Rudolf coba memukul David dan menyerangnya namun David berhasil menepis serangannya.
Seketika suasana pun berubah menjadi senyum dan tawa,
"Ternyata ilmu mu sudah semakin tinggi nak".
Ucap Mr Rudolf memuji kemampuan David dalam menangis serangannya.
David hanya menjawab dengan senyum akan semua pujian sang ayah padanya
"Maafkan aku ayah, seharusnya aku tidak terlambat bangun seperti ini? Aku juga tidak lupa dengan hari ini? "
Ucap David setengah mengantuk menguap dan menutup mulut nya.
"Cepatlah bergegas ayah tunggu kamu di meja makan"
Mr Rudolf pun berlalu meninggalkan kamar David dan berjalan menuju ruang makan.
Rumah Mr R yang bagaikan istana terlihat sangat elegan dengan nuansa barat yang dominan berwarna gold membuat rumahnya terlihat sangat mewah,
Mr R sendiri hanya tinggal dengan David dan kakak perempuannya yaitu Wanda.
Mereka di kawal puluhan bodyguard bertubuh kekar dengan seragam jas hitam dan sepatu hitam ciri khas mereka.
Semua sangat tunduk dan patuh dengan perintah Mr R jika sampai ada satu kesalahan saja atau membantah perintahnya maka Mr Rudolf tidak segan-segan untuk menembak mati mereka tapi tidak di hadapan David tentunya.
...
Di mata David Mr Rudolf adalah figur ayah idaman, dia sangat menyayangi David, keras namun bijaksana, hidup berkecukupan tidak lantas membuat Mr R memanjakan David. Mr R selalu ingin David berusaha meraih apa yang di inginkan dengan kemampuan dan usaha nya sendiri sehingga di masa depan nanti David sudah bisa lebih mandiri darinya.
Karena keras nya didikan Rudolf padanya, David yang saat itu masih sangat kecil sudah di latih bela diri guna menjaga dirinya dari serangan lawan ataupun dari siapa saja yang berniat buruk padanya.
Mr Rudolf sengaja membawa pelatih profesional untuk melatih anaknya,
Hampir setiap waktu David selalu berlatih panas atau hujan tak jadi halangan dia untuk berlatih.
"Di usianya yang menginjak remaja, kemampuan David sudah lumayan Mr"
Sahut Mr Jhon kepada Mr R yang sedang melihat David berlatih bela diri di halaman belakang.
"Teruslah kau latih dia aku ingin dia menjadi anak yang kuat dan tak terkalahkan"
Mr Rudolf meminta pelatihnya untuk terus melatih David.
"Tapi bukan kah sebentar lagi tuan muda akan segera berangkat?"
Jawab Mr R pada Mr Jhon untuk memberi keringanan pada David agar istirahat sejenak dan bersiap untuk berangkat ke sekolah kemiliteran.
Namun saat Mr R hendak memanggil David untuk istirahat, dia di kejutkan dengan dering di ponselnya.
Dia pun mengangkat telpon tersebut dan berbicara dengan seseorang di telpon.
Wajah Mr R nampak terlihat cemas saat dia berbicara dengan seseorang di telpon, namun saat Mr Jhon menanyakan keadaannya Mr R seolah menepis dan menyatakan bahwa dirinya baik-baik saja,
"Are you oke?"
Mr Jhon menepuk pundak Mr R.
Mr R menggelengkan kepalanya pertanda bahwa dia baik-baik saja Mr R segera memanggil anak buahnya untuk mengawal dirinya mengantarkan David sampai ke university.
"Denis perintahkan 10 anak buah kita untuk mengawal David sampai dengan selamat ke universitasnya"
Perintah Mr R pada Denim tangan kanan Mr Rudolf yang setia.
"Baik Mr"
Denis pun menuruti perintah tuannya.
Denis termasuk salah seorang anak buah Mr R yang sangat setia dia rela mengorbankan nyawanya hanya untuk Mr Rudolf bos nya itu.
***
Kilas balik tentang Denis 8 tahun yang lalu.
Mr Rudolf dan David menemukan nya sedang kelaparan di pinggir jalan, Denis nampak sekarat karena kelaparan tubuhnya menggigil mulutnya sangat pucat sembari meminta makan kepada setiap orang yang melewatinya namun tak ada satu orang pun yang peduli karena mereka mengira Denis hanya pemuda jalanan yang bersandiwara meminta belas kasih pada setiap orang,
Namun tidak dengan Mr Rudolf dan Denis dia sangat iba dan empati melihat kondisi Denis saat itu,
"Ayah bisakah kita menolong pemuda itu?"
David yang masih kecil saat itupun ikut empati melihat Denis yang sedang kelaparan David pun berniat ingin membantunya.
David pun turun bersama anak buah ayahnya untuk membawa Denis yang terbaring lemah,
Merekapun memasukan Denis ke dalam mobil dan membawanya ke rumah Mr Rudolf untuk di tangani dokter.
Sebelum Denis tak sadarkan diri matanya sempat melihat tubuh anak kecil yang telah menolongnya,
Dia pun tersadar Denis merasa heran dan bingung karena dirinya kini berada di sebuah kamar mewah dengan di dampingi dokter yang menanganinya,
Terdengar suara anak laki-laki itu berkata pada dokter
"Apakah dia baik-baik saja dok?"
David bertanya pada dokternya tentang kondisi Denis.
Dokter tersenyum dan memberi tahu kondisi Denis yang hanya kelelahan dan kelaparan dan mungkin sebentar lagi dia akan kembali sadar.
kekhwatiran David pun mulai tenang,
Denis mendengar percakapan David kecil dengan sang dokter yang sangat mencemaskannya, dia pun merasa bersyukur bisa di selamatkan oleh anak sebaik David, hingga dalam hatinya dia berjanji akan selalu melindungi David sampai kapanpun karena David telah menyelamatkannya dari kematian.
Denis mulai bersuara,
"Argh"
Tubuhnya masih sangat terasa lemah.
David coba mendekati Denis untuk menanyakan keadaannya
"Apa kau baik-baik saja ka?"
Perhatian tulus David kecil begitu sangat terasa oleh Denis yang tak pernah mendapat perhatian dari siapapun karena dia adalah anak sebatang kara.
Semakin hari kondisi nya pun semakin membaik hingga hubungan Denis dan David semakin dekat layaknya kakak beradik melihat semua itu, Mr R akhirnya merekrut Denis untuk menjadi pengawal pribadinya David.
Denis di bekali ilmu bela diri oleh Mr Rudolf dengan berlatih pada orang yang orang yang sama dengan David.
Dan karena kebaikan David juga Mr R akhirnya sudi mengurus dan menerimanya hingga akhirnya Denis pun bertekad untuk setia melindungi mereka meskipun Denis tau bahwa Mr Rudolf adalah seorang mafia besar.
.....