
Terdengar suara kericuhan dari suatu ruangan, tepatnya di sebuah ruangan besar dengan tempat yang dipenuhi dengan alat-alat medis.
Tanpa pikir panjang, diriku masuk ke dalam ruangan tersebut, walaupun sedikit sulit karena dihalangi oleh orang-orang yang berkumpul di tempat itu.
"Edward, kau kah itu? Kemarilah, dan lihatlah apa yang terjadi pada Detektif Henry!" Saat diriku tengah mencoba untuk menyelinap masuk melalui kerumunan tersebut. Suara seorang pria memanggil diriku dari ramainya kerumunan yang berkumpul.
"Oh, ternyata Yoru... Bagaimana dengan kondisi Detektif Henry?" Diriku berkata demikian kepadanya, yang ternyata orang tersebut adalah Yoru. Namun, diriku terheran-heran, karena tidak biasanya Yoru terlihat khawatir dan dapat berbicara dengan baik dan sopan seperti yang baru saja dirinya ucapkan.
"Sepertinya dia sedang berada di kondisi krisis... Mungkin kita hanya bisa menunggu para dokter melakukan tugasnya!" Katanya kepada diriku dengan nada biasa. Yoru mulai terlihat seperti orang dengan sikap yang dewasa, tidak seperti pada waktu itu.
"Bisakah aku melihatnya?" Diriku meminta izin terlebih dahulu kepada mereka semua yang berkumpul di tempat itu, supaya mengizinkan diriku untuk lewat diantara mereka yang sedang melihat Detektif Henry.
"Tentu saja! Silakan lewat sini, karena di tempat ini, kau bisa melihatnya dengan jelas!" Chloe membalas sambil menarik tanganku menuju ke tempat itu, yakin tepat di sampingnya. "Cepat, lihatlah itu!" Katanya sambil menunjuk ke arah tubuh Detektif Henry yang terbaring lemas di kasur, dengan beberapa dokter yang mengelilinginya.
Namun anehnya, para dokter tersebut memiliki pakaian yang berbeda dari kebanyakan dokter di luar sana. Kemudian, diriku mencoba untuk menanyakan hal tersebut kepada Chloe, "Hei, kenapa pakaian yang dikenakan dokter tersebut sangat aneh, dan berbeda dengan pakaian dokter yang ada di luar sana?"
"Oh itu... Karena dokter-dokter yang menangani pasien PHF, adalah dokter khusus yang berasal dari pemerintahan itu langsung dengan dipilih melalui seleksi kemampuan terbaik!" Chloe menjelaskan semua hal tersebut kepadaku.
"Begitu ya... Sepertinya kita hanya bisa terus menunggu hingga Detektif Henry siuman. Kalau begitu, aku ingin berkeliling tempat ini dahulu!" Kataku, sambil berjalan mundur kemudian berbalik badan ke belakang.
Kemudian Elena datang kepadaku, sambil berkata, "Jikalau kau ingin berkeliling, biarkan diriku untuk menghantarmu berkeliling tempat ini!"
Beberapa saat kemudian, Elena membawaku pergi menjauh dari tempat itu, dan mulai berjalan ke sebuah ruangan dengan lorong yang begitu gelap. "Apakah kau ingin lebih mengetahui mengenai SAC?" Elena bertanya kepada diriku, sambil berjalan bersamaku menyusuri lorong tersebut.
"Tentu saja! Diriku masih penasaran dengan para makhluk-makhluk dengan bentuk abstrak itu! Karena... Diriku pernah melihatnya sendiri di rumah!" Diriku mengatakan hal tersebut, karena sangat penasaran dengan semua hal yang berhubungan dengan SAC.
"Kalau begitu, ikuti aku ke suatu tempat, dimana tempat tersebut merupakan tempat penelitian makhluk-makhluk SAC!" Katanya dengan wajah serius.
Kami berdua terus menyusuri lorong yang gelap itu, hanya dengan menggunakan senter kecil yang dibawa oleh Elena. Dengan gelapnya lorong tersebut, membuat bulu kuduk merinding. Namun pada akhirnya, kami melihat sebuah cahaya bertepatan di sebelah kanan lorong tersebut. Cahaya tersebut muncul dari sebuah ruangan yang terlihat penuh dengan aura-aura mistis.
Sesampainya di depan pintu ruangan tersebut, Elena perlahan mengetuk pintu tersebut, dan membukanya. Setelah kami memasuki ruangan tersebut, pintu itu terkunci dengan sendirinya. Di hadapan kami terdapat pintu geser, dimana untuk memasuki ruangan berikut memerlukan kartu identitas untuk membuka pintu geser itu.
"Tenang saja, aku punya kartu untuk membukanya!" ucap Elena sambil melepaskan kartu identitas yang terpasang di kerah lehernya, kemudian menaruhnya di sebuah tempat khusus untuk men-scan kartu.
Setelah Elena menaruh kartu tersebut, sebuah cahaya berwarna hijau muncul seketika di atas tempat untuk men-scan itu. Dan, pada saat itu juga, pintu tersebut terbuka dengan cara bergeser ke arah yang berbeda.
"Ayo kita masuk!" Elena mengajak diriku untuk masuk ke tempat dengan ujung yang buntu.
Pada saat kami memasukinya, pintu geser itu kembali menutup seperti pada mulanya. Setelah itu, asap-asap mulai menggumpal di tempat itu. Seperti sedang melakukan pembersihan tubuh. Dengan cairan-cairan tipis yang mulai menyemprot ke arah pakaian. Namun anehnya, pakaian kami tidaklah begitu basah.
Sesudah itu, pintu geser yang dimana awalanya diriku kira adalah jalan buntu, tiba-tiba saja terbuka begitu saja.
Sambil mengajak diriku berkeliling di tempat itu, dirinya berkata, " Nah, kira-kira beginilah kami anggota PHF menyelidiki tentang makhluk tersebut."
Elena tiba-tiba menarik tanganku, dan mengajakku untuk pergi ke suatu ruangan. Yang ternyata, saat pintu tersebut dibuka, terdapat beberapa SAC yang berada di kurungan kaca.
"Hei, kemarilah... Coba kau lihat yang satu ini!" Elena memanggil diriku untuk pergi ke tempatnya saat diriku sedang berkeliling tempat itu.
Diriku melihat papan informasi yang berada di depan kurungan makhluk tersebut.
...~ SAC-FISH HEAD ~...
...• DESKRIPSI •...
...SAC yang pertama kali muncul di wilayah bagian timur, dengan kekuatan yang melampaui power rata-rata. SAC ini dapat memanipulasi hewan berupa ikan-ikan di lautan, bahkan dapat memanipulasi air yang berada di sekitarnya....
...• SPECIAL POWER •...
...MAMPU MENGUBAH MAKHLUK HIDUP MENJADI IKAN DAN MEMBUATNYA BERNAFAS LAYAKNYA SEPERTI SEEKOR IKAN....
...• DANGER LEVEL •...
...STAND BY...
"Wow, ternyata makhluk SAC memiliki kekuatan yang sangat kuat! Bagaimana cara kalian menangkap mereka?" Diriku mencoba menanyakan hal tersebut, karena diriku berpikir bahwa mengapa makhluk sekuat ini bisa-bisanya ditangkap oleh mereka semua.
"Entahlah, yang diriku tahu... Setelah masuk ke dalam PHF, semua anggota akan menjadikan salah satu SAC sebagai rekannya. Namun, aku tidak tahu, mengapa engkau belum diberikan seekor SAC untuk dijadikan seorang rekan?" Setelah mendengar Elena berkata demikian, diriku semakin bingung, bagiamana mereka bisa membuat SAC menjadi rekannya.
"Diriku pun tidak tahu mengenai hal itu, mungkin kita harus bertanya kepada Detektif Henry setelah dia sadar. Yang ingin kutanyakan adalah, bagaimana kalian bisa membuat SAC menjadi rekan kalian?" Diriku bertanya lebih jauh mengenai hal tersebut, karena diriku penasaran dengan hal itu.
Tiba-tiba, seseorang datang dari pintu masuk, dengan mengenakan mantel hitam, dan topi coklat yang menutupi matanya. Seorang pria dengan tubuh yang tinggi, dengan celana jeans nya yang berwarna biru tua.
"Kau ingin tahu tentang hal itu... Anak muda?" Pria itu bertanya kepadaku, sambil berjalan mendekat ke arahku.
"Tunggu dulu... Bukankah kau... Tuan Rendy!" Elena sungguh terkejut melihat kedatangannya yang tiba-tiba.
"Benar, itulah aku... Alison Dempster Rendy!"
~ Bersambung ~