Mysterious System

Mysterious System
Dinding Berpola



"Hei, Edward! Apa yang kau lakukan di situ! Bukankah sudah ku perintahkan untuk menjauh dari tempat kejadian!!" Detektif Conny yang melihat diriku mendekati tempat kejadian, menjadi sangat marah dan jengkel akan perbuat diriku.


Namun, sebelum Detektif Conny datang kepadaku untuk mengusir diriku. Detektif Henry menahannya sambil berkata, "Tunggu, biarkan dia melakukan tugasnya terlebih dahulu!"


"Tugas? Memangnya dia itu anggota dari kepol-" Namun, sebelum Detektif Conny menyelesaikan kata-katanya, Detektif Henry membungkam mulutnya dengan tangan tangan kanan miliknya.


Kemudian, Detektif Henry berjalan menjauh dari tempat kejadian sambil mengatakan, "Mari kita lihat dahulu kemampuan dari bocah itu!"


Sementara itu, diriku mencoba untuk memperhatikan dinding-dinding yang bersebelahan satu sama lain. Namun, tidak ada petunjuk apapun yang dapat kutemukan.


"Tetapi, orang misterius yang hanya dapat kulihat tangannya saja tadi menunjuk ke arah sini. Lebih tepatnya ke arah-" Gumam diriku sebelum diriku melihat sesuatu diantara dinding-dinding itu.


Aneh sekali, kenapa dinding itu hancur hingga hanya terlihat seperti sebuah garis yang menjorok ke dalam? Dan, dari dinding yang satu dengan dinding yang lain juga diantara dinding di sebelah kanan hingga dinding di sebelah kiri, seperti membuat sebuah pola garis yang tertuju hingga menuju ke bawah.


"Sungguh aneh sekali... Terlihat seperti...."


Diriku mulai berjalan untuk mendekat ke arah dinding-dinding yang hancur itu. Tiba-tiba diriku seperti menginjak sesuatu yang panjang dan juga tipis.


"Eh?! Sebuah benang putih?" Diriku yang melihat hal tersebut, langsung kembali kepada para polisi itu kemudian meminta sebuah sarung tangan untuk mengambil sebuah barang petunjuk.


"Hah? Bocah seperti dirimu, ingin sebuah sarung tangan spesial khusus untuk para polisi dan para detektif?!" Kata salah seorang dari polisi yang sedang berjaga di tempat itu.


Sepertinya diriku harus mencari cara lain untuk mendapatkan sarung tangan khusus itu. Namun, bagaimana caranya?


Seketika itu juga, dua buah sarung tangan khusus berwarna putih terbang ke arah diriku. "Pakai saja punyaku!" Seseorang menyaut dari arah belakang.


"Terima kasih, Detektif Henry! Kau selalu membantuku di setiap diriku sedang membutuhkan sesuatu!" Puji diriku kepadanya, karena dia selalu saja membantu diriku saat sedang mengalami kesulitan.


"Tidak apa-apa, cepatlah lanjutkan apa yang kau anggap benar!" Kata Detektif Henry sambil mengarahkan tangan kanannya ke tempat dimana pada saat tadi diriku memeriksa tempat tersebut. Jika dilihat-lihat, sepertinya Detektif Henry sudah mengetahui suatu hal yang ada pada dinding-dinding itu.


Setelah mendapatkan kedua sarung tangan tersebut, diriku berjalan kembali ke tempat dimana diriku ingin memeriksa tempat tersebut. Sambil mengambil benang-benang yang berserakan di sekitar tempat itu, diriku mencoba untuk memahami arti dari pola-pola yang ada di dinding-dinding itu.


"Hmm... sepertinya semua bolong-bolong pada dinding mengarah kepada satu tempat. Tempat itu memiliki balkon di atasnya... Sepertinya aku harus mengatakan hal ini kepada Detektif Henry!" Gumam diriku, yang kemudian mulai berjalan ke arah Detektif Henry yang sedang mengobrol dengan beberapa polisi-polisi yang berada di sekitar tempat kejadian itu.


"Begitu... kalau begitu, apa yang harus kamu lakukan saat ini? Sepertinya kau sudah memutuskan untuk melakukan sesuatu yang membutuhkan bantuan kami, apa benar begitu?" Kata-kata dari Detektif Henry sungguh tak dapat disangkal, semuanya sungguh benar apa adanya. Seolah-olah dirinya sudah tahu apa yang terjadi di tempat ini, sungguh detektif yang luar biasa hebatnya.


"Benar sekali, aku ingin kalian semua memanggil semua orang yang berada di gedung itu!" Setelah mengatakan itu, diriku menunjuk ke arah gedung yang memiliki balkon tadi, sambil mengatakannya kepada Detektif Henry, "Yang itu! Yang terdapat balkon di sana!"


"Baiklah kalau begitu, serahkan kepada kami!" Detektif Henry langsung menyuruh beberapa polisi untuk melakukan apa yang diriku perintahkan. Entah kenapa, Detektif Henry selalu saja mempercayai ucapan diriku, apakah ada sesuatu di dalam diriku yang dapat membuatnya sepenuhnya mempercayai diriku?


Baiklah, sekarang aku harus mencari petunjuk lain untuk mencari kebenaran yang sesungguhnya.


Diriku kembali berjalan ke arah Steven dan beberapa orang yang memukulinya tadi. Sambil duduk di tembok dekat Steven, diriku bertanya kepada mereka semua, "Jadi, apakah kalian adalah orang pertama yang melihatnya terbaring di tempat itu dengan berlumuran darah yang banyak?"


Namun sebelum yang lainnya menjawab, diriku melihat sesuatu di pakaian dari salah satu dari mereka. Seseorang yang dari tadi memukul Steven dengan keras dan orang yang terjatuh karena tendangan dariku. Di pakaiannya terdapat warna merah darah yang menggumpal di satu tempat. "Hei kau! Apakah kau mengalami luka saat ku tendang tadi? Ataukah, itu hanya merupakan sekedar cat merah biasa?" tanya diriku memastikan apakah dirinya baik-baik saja.


"Oh tidak, ini adalah darah yang kudapat saat diriku tertimpa mayat itu!" Balasnya, yang membuat diriku menjadi penasaran akan hal tersebut.


"Tertimpa mayat? Apakah mayat itu jatuh dari atas? Bukannya mayat itu terbunuh saat dia berada di bawah?" Diriku melontarkan sedikit pertanyaan pemantik untuk memastikan kebenarannya.


"Eh, kau tidak tahu? Biarkan diriku menceritakan kejadian yang sebenarnya... Pada awalnya, kami sedang berjalan melalui gang kecil ini, sesudah kami semua menyelesaikan makan kami di 'Chicken Food'. Namun sialnya, tiba-tiba seorang pria terjatuh dari lantai atas, yang kemudian menimpa diriku saat sedang berjalan ke arah barat dari tempat ini. Tetapi anehnya, pria tersebut tidak langsung jatuh secara cepat seperti ditarik oleh gravitasi, namun pria tersebut terjatuh secara ajaib, seperti melayang ke kanan ke kiri, yang kemudian sampai tepat di atasku!" Jelas dirinya sambil mulai berjalan ke arahku dan duduk pula di sebelah diriku.


"Jatuh secara ajaib? Kemudian, apa yang terjadi setelah itu?" Diriku masih penasaran akan hal tersebut.


"Kau lihat apa yang ada di wajahku ini?" Katanya sambil menunjukan pipi kanannya yang terdapat goresan kecil di sana, walaupun sepertinya pendarahannya sudah berhenti sejak tadi.


"Ah, kenapa wajahmu itu? Apakah kau tersenggol sesuatu, atau menabrak sesuatu hingga tergores seperti itu?" Tanyaku, yang mungkin akan menjadi pertanyaan terakhir diriku, karena sepertinya diriku sudah menanyakan banyak pertanyaan kepadanya. Mungkin dia akan merasa kesal dan lelah jika terus kulanjutkan.


"Benang! Pada saat pria itu sampai tepat di atas diriku. Tiba-tiba, benang-benang mulai lepas kesana-kemari, bahkan turun benang-benang yang sudah lepas dari arah atas. Nah kebutuhan pada saat itu, diriku terkena benang yang terlepas di arah kanan bawah, hingga kiri tengah. Kalau tidak salah, benang-benang tersebut diterapkan sedemikian rupa dengan pola-pola zig-zag..." Setelah dirinya mengatakan demikian, akhirnya diriku menemukan petunjuk lainnya untuk mengungkap bagaimana cara pembunuh melakukan perbuatannya itu.


Saat diriku sedang mengobrol dengan salah seorang dari bocah-bocah itu, Detektif Henry datang sambil mengatakan, "Hei Edward, mereka bertiga adalah orang-orang yang berada di dalam gedung tersebut!"


"Baiklah, waktu penyelidikan dimulai!"


~ Bersambung ~