
"Bergabung? Maksudmu, bergabung dalam kelompok apa?" Diriku bertanya untuk memastikan kebenarannya. Karena, dari apa yang kulihat, tidak ada tanda-tanda kelompok di dalam kantor ini.
Kecuali... aku masih penasaran dengan orang itu. Yang lewat di sampingku, ketika aku sedang ingin masuk ke dalam kantor ini.
"Bergabung dalam kelompok kami, yakni kelompok-" Namun sebelum dirinya menyelesaikan kata-katanya. Seseorang masuk dari luar, dengan mengenakan baju biru polos dan celana jeans.
Dia masuk dengan gaya yang super super keren untuk dipandang. Seseorang yang terlihat sangat gagah dengan tatapan mata yang mengerikan mengalir melalui kekosongan.
...[ Statistik Detektif Henry ]...
...Power : [||||||||||||| ]...
...Durability : [|||||||||||||||||| ]...
...Speed : [|||||||||||||||||||||| ]...
...Potency : [||||||||||||||||| ]...
...IQ : [|||||||||||||||||||||||||||||||||||||| ]...
...Stamina : [|||||||||||||| ]...
"Jangan mengajak orang seenaknya, Elena!" Kata orang itu, sambil perlahan berjalan menuju ke arahku.
"Maafkan aku, kupikir dia datang karena ingin bergabung dengan kita!" Balas gadis itu, yang dikatakan bahwa namanya adalah Elena.
"Cepat pergi, jangan mengganggunya! Dia berpotensi untuk menjadi salah satu anggota dari kita! Karena kemarin, aku melihatnya menggunakan kecerdasannya dengan tepat." Katanya dengan senyum yang menyeringai. Dirinya berpendapatan bahwa, aku dapat masuk ke dalam kelompoknya, yang diriku tidak mengetahui apa tujuan dari kelompok tersebut didirikan.
"Baik!" Balas Elena sambil berjalan pergi menuju ke sebuah ruangan dengan pintu yang sedikit misterius. Dari ruangan tersebut, terdengar suara-suara orang yang sedang berbicara satu sama lain. Sepertinya, memang ada orang lain di tempat ini.
"Jadi, ada urusan apa kau datang kemari, bocah?" Detektif Henry memulai pembicaraan denganku.
"Emm... sebelum itu, apakah kau tahu dengan yang namanya, SAC?" Diriku mencoba untuk memastikan, apakah dirinya mengetahui tentang sisi gelap dari dunia ini, yakni makhluk-makhluk abstrak yang mereka sebut sebagai SAC.
Tiba-tiba, padangan matanya berubah. Seolah-olah, dirinya seperti tidak ingin membahas hal ini. Bahkan, ia sontak memukul meja yang berada di depan kami. Suasana menjadi suram dan menegangkan. Setalah beberapa saat kemudian, dirinya mengatakan, "Bagaimana, dirimu bisa mengetahui tentang SAC? Seharusnya, hal tersebut tidak akan pernah bocor kepada orang biasa seperti dirimu... Atau, kau adalah seseorang dari kelompok 'DWU-SAC', yang mencoba untuk memata-matai kami?"
"DWU-SAC? Diriku belum pernah mendengar hal tersebut, mengapa kau bisa beranggapan bahwa aku adalah salah satu dari mereka?" tanyaku sembari menenangkan suasana yang suram ini.
"Begitu, kau tidak tahu apa-apa tentang kelompok DWU? Apakah kau berpura-pura tidak tahu tentang mereka? Jika memang kau tidak tahu, jelaskan bagaimana kau bisa mengetahui tentang SAC?" Detektif Henry semakin meragukan diriku, melihat dengan tatapan curiga, layaknya seperti tatapan seekor elang yang sudah mengunci korbannya.
"Aku tahu dari seseorang yang aku kenal. Dia berkata, bahwa dirinya pernah mendengar percakapan antara dua orang pria aneh." Balasku dengan kata-kata yang seharusnya meyakinkannya, aku tidak harus mengatakan hal yang sebenarnya. Seharusnya dengan apa yang ku katakan, sudah cukup untuk membuat Detektif Henry percaya.
"Untuk saat ini, aku tidak akan mencurigai dirimu. Dan, kau datang kemari hanya untuk mencari tahu tentang SAC bukan? Kalau begitu, kau harus bergabung dengan kelompok kami terlebih dahulu!" ajaknya, kemudian dirinya mulai berdiri dari tempat duduknya, dan berjalan ke arah pintu yang misterius itu. Dengan memegang knop pintu, dia melanjutkan kata-katanya, "Mari ikut aku ke tempat dimana semua manusia-manusia yang melawan para kelompok DWU!"
"Akan aku beritahu, setelah kau melihat ini!"
Saat kami memasuki ruangan tersebut, terlihat hanya seperti ruangan kosong pada umumnya. Detektif Henry menekan tombol yang berada di sela-sela dinding, warna tombol tersebut sama dengan background dari dinding tersebut, yang membuat tombol tersebut sulit untuk dilihat. Kemudian, muncul beberapa tombol-tombol yang berisi sepuluh angka mulai dari 0 sampai dengan 9.
Dengan menekan beberapa tombol, tiba-tiba tempat yang awalnya hanya ruangan kosong, berubah menjadi sebuah lift modern dengan warna silver mengkilap.
"Sekarang kita akan turun ke bawah!" katanya sambil menekan tombol turun dari dalam lift tersebut. Dirinya menekan tombol dengan simbol '?' yang berada di antara angka 3 dan 4.
Tiba-tiba, seluruh ruangan menjadi berwarna merah pekat. Gravitasi menjadi meningkat, rasanya seolah-olah kami ingin jatuh ke inti bumi. Tarikan tersebut membuatku sedikit pusing hingga ingin pingsan.
Namun pada akhirnya, kamipun sampai di tempat yang ingin dituju oleh Detektif Henry. Tempat rahasia yang berada di bawah tanah.
Perkumpulan rahasia antara Detektif Henry dan beberapa... tunggu, mereka semua sepertinya seumuran dengan diriku.
"Semuanya, kemarilah! Kita kedatangan anggota baru!" teriak Detektif Henry dengan lantang kepada mereka semua yang sedang sibuk menganalisis sesuatu.
"Tunggu, aku tidak berkata ingin bergab-" Sebelum diriku menyelesaikan kata-kataku, seseorang memotongnya. Dia adalah perempuan yang aku temui tadi di atas. Seseorang yang mereka panggil dengan nama, Elena!
Dirinya memotong perkataanku dengan mengatakan, "Mari, akan kuperkenalkan kepada mereka semua!" sambil menggandeng tanganku dan menariknya hingga sampai di antara orang-orang itu.
Elena berkata bahwa ia akan memperkenalkan diriku kepada teman-temannya, yang padahal dirinya pun belum mengenalku dengan dekat. Kami baru saja bertemu di atas kantor ini.
"Hmm... terlihat lemah... Apa dia benar-benar akan menjadi rekan kita, Henry?" kata salah seorang laki-laki dengan pakaian serba hitam. Dia memanggil Detektif Henry dengan tidak sopan. Apakah dia sering berlaku seperti ini?
"Tidak perlu kesal, dia memang begitu orangnya. Namanya adalah Yoru Horoya! Panggil saja dia, Yoru! Walaupun orangnya terlihat seperti itu, namun sifat aslinya sungguh baik!" Jelas Elena kepadaku, untuk memperjelas situasi tersebut.
Kemudian, dirinya membawaku ke seorang laki-laki yang sedang bermain komputer. Dengan rambut berwarna biru langit, dan tubuh yang kira-kira lebih kecil dari diriku. Sambil menunduk hormat, dia berkata, "Halo!"
Sepertinya orang ini adalah orang yang baik dan sopan. Kupikir semua orang yang ada di tempat ini akan berprilaku buruk. Namun sepertinya aku salah...
"Perkenalkan, dia adalah Homuro Vernaldo. Kemampuan spesialnya adalah saat dia menggunakan komputer. Bisa dibilang dia adalah seseorang yang ahli dalam meretas!" Kata Elena dengan nada gembira saat memperkenalkan dirinya.
"S-salam kenal!" Homura menjawab dengan suara yang tidak begitu terdengar. Namun, diriku masih dapat mendengar apa yang dia ucapkan, walaupun hanya sedikit.
Tiba-tiba, seseorang datang dengan membawa sebuah kue besar dengan tulisan selamat datang di atasnya. "Bolehkan aku memberikanmu kue?!" kata seorang gadis dengan rambut pirang nan panjang, hingga menutupi panggulnya.
"Namaku adalah Christina Chloe! Panggil saja aku, Chloe!" Katanya dengan suara lantang, sambil menaruh kue itu di meja.
"Selamat datang! Di 'PHF-SAC'!"
~ Bersambung ~