
"Bukankah itu... SAC-Smiling Man??!!" Detektif Henry yang melihat makhluk itu menjadi gemetar ketakutan. Namun, dirinya tetap berdiri tegap menghadap ke arah makhluk tersebut.
"D-Dia adalah makhluk SAC?! Sungguh mengerikan sekali, baru pertama kali aku melihatnya secara langsung di hadapanku persis!" Diriku berkata demikian, karena diriku pernah melihat sesosok SAC, namun hanya dari pantulan layar televisi saja.
"Benar, lebih tepatnya dirinya adalah SAC dengan tingkat berbahaya : Alert! Maka dari itu, kita harus berhati-hati dengannya!" Kata Detektif Henry dengan nada tinggi kepada diriku.
"Apakah kita harus pergi dari ruangan ini? Dengan begitu, kita tidak akan berhadapan dengan makhluk itu!" Diriku memberi saran kepada Detektif Henry untuk menjauh darinya, supaya kita berdua aman dan dapat terhindar darinya.
"Mungkin itu adalah ide yang bagus! Baiklah mari kita keluar perlahan-lahan... Lagipula, makhluk tersebut masih saja terdiam di ujung sana!" Setelah Detektif Henry mengatakan hal tersebut, kami berdua mulai berjalan mundur ke arah pintu. Kemudian perlahan-lahan memegang gagang pintu, dan mencoba untuk membukanya.
Namun tiba-tiba, makhluk tersebut berteriak dengan sangat kencang hingga menggema di seluruh ruangan itu. Teriakannya membuat pintu tersebut terkunci dengan sendirinya. Bahkan membuat lilin yang kami pegang, padam dengan cepat.
Ruangan tersebut secara seketika menjadi sangat terang dengan lilin-lilin baru yang mengelilingi seluruh ruangan.
"Sialan! Sepertinya kita harus menghadapi makhluk ini. Bagaimana cara untuk melawan SAC tingkat Alert sepertinya hanya dengan tangan kosong?!" Detektif Henry sedang memikirkan bagaimana cara kita melawan makhluk tersebut hanya dengan menggunakan kedua tangan kosong saja.
Sebelum kami sempat memikirkan strategi untuk melawannya. Dirinya melepaskan gelombang suara yang sangat kuat kepada kami berdua, dengan suara yang menakutkan yakni, "Graaa!!"
Gelombang suara tersebut, menembus daya tahanan tubuh bagian luar kami berdua. Sehingga membuat organ tubuh bagian dalam terkena dampaknya.
Diriku sempat mengeluarkan darah dari mulut, karena bagian organ di dalam tubuh tertekan oleh adanya gelombang suara tersebut.
Gelombang tersebut membuat kami berdua terpental hingga ke ujung ruangan, dan membuat dinding yang terkena tubuh kami hancur berantakan.
Aliran darah mulai terdengar dalam tubuhku, detak jantung yang terus berdetak seiring berjalannya waktu.
...[ PERINGATAN SISTEM ]...
...[ ORGAN DALAM TELAH RUSAK!! ]...
...[ MENCOBA MEMULAI ULANG... ]...
...[ LOADING... ]...
...[ REGENERASI ORGAN DIMULAI.. ]...
...[ 10%.... 45%.... 80%.... 90%.... 100% ]...
...[ REGENERASI BERHASIL! ]...
Setelah kata-kata itu selesai bermunculan di hadapanku, diriku menjadi sehat dan bugar kembali. Bahkan, staminaku juga dipulihkan oleh sistem tersebut. Diriku dapat kembali bernafas dengan normal layaknya seperti manusia pada umumnya.
...[ SELAMAT!! ]...
...[ ANDA MENDAPATKAN SKILL BARU ]...
...[ REGENERASI TINGKAT B ]...
Sekarang hanya tinggal... Detektif Henry!
Pada saat diriku sedang melihat Detektif Henry, kemudian berbalik badan untuk melihat ke arah SAC tersebut. Tiba-tiba, makhluk itu sudah berada di depanku dengan senyum yang lebih lebar lagi, seperti ingin mengatakan bahwa dirinya akan menang dengan mudah.
Makhluk itu mengepalkan tangannya yang penuh dengan wajah-wajah tersenyum. Kemudian dengan sekuat tenaga, memukul tubuhku tepat pada bagian jantung.
Lagi-lagi, diriku terpental ke sudut ruangan dengan rasa sakit yang luar biasa. Pada awalnya, rasa sakit yang kurasakan hanya sebatas seperti terkena pukulan oleh manusia pada umumnya.
Karena diriku tidak tahan lagi, diriku membuka pakaianku beserta dengan kaus dalam yang kupakai. Pada saat itu juga, diriku melihat sesuatu yang sungguh luar biasa.
Bagian pelindung dari jantungku, yakni tubuh bagian luar, seketika berubah menjadi berwarna ungu. Bahkan, seluruh urat-urat yang ada di dalam tubuhku, berubah menjadi warna ungu pekat.
"Racun? Tidak... Ini adalah kutukan!!" Gumam diriku sambil menahan rasa sakit yang kurasakan saat ini juga.
Saat diriku mengalami rasa sakit ini, makhluk tersebut berjalan kembali ke arah diriku. Sepertinya dirinya ingin menghabisi diriku hingga kematian menantiku.
Makhluk itu berdiri di hadapanku dengan tatapan mata memandang rendah diriku. Kemudian, makhluk itu mengangkat tangannya ke atas, dan munculah sebuah wajah tersenyum di telapak tangannya.
Dari mulut wajah tersebut, keluarlah sebuah besi panjang dengan ujung yang tajam.
"A-Apa yang ingin kau lakukan dengan besi itu? Apakah kau ingin membunuh diriku dengan itu?" Diriku bertanya kepada makhluk tersebut, meskipun diriku tahu bahwa dirinya tidak akan menjawab pertanyaan dariku.
Makhluk tersebut menarik tangannya ke belakang, sambil mengambil ancang-ancang untuk menyerang lurus horizontal.
Makhluk tersebut akhirnya mendorongkan tangannya untuk menyerang diriku.
Waktu itu, diriku berpikir bahwa aku akan mati dengan cara tersebut...
Namun, semua itu tidaklah benar...
"Ting..."
Dentuman dari suara pantulan kedua besi yang berbenturan, membuat diriku tenang pada saat itu.
"Hei bocah, kau tidak apa-apa?" Seseorang memanggil diriku dengan nama 'bocah'. Diriku sudah tahu siapa itu, karena hanya ada kami berdua di tempat ini. Hanya satu pertanyaanku...
"Detektif Henry! Bagaimana kau masih bisa bergerak setelah organ dalammu terserang?!" Tanya diriku yang melihat kondisinya terlihat biasa-biasa saja.
"Hahaha! Itu cukup sakit sih, tapi aku masih bisa menahannya! Bagaimana dengan kutukan yang telah kau peroleh itu? Apakah kau tidak merasakan sakit?" Balas Detektif Henry sambil terus mencoba untuk menahan serangan dari makhluk tersebut.
"Tentu saja rasanya sangat sakit, namun diriku masih bisa menahannya walupun tidak akan lagi, Dan kau hebat juga karena melawan serangan makhluk tersebut hanya dengan menggunakan penggaris besi saja!" Diriku sungguh kagum dengannya, karena dirinya dapat menangkis sebuah besi asli hanya dengan menggenakan penggaris besi.
"Sudah biasa bagiku, kau tahu!" Detektif Henry berkata demikian, sambil melontarkan penggaris tersebut ke arah atas, yang membuat besi tersebut ikut terpental.
Dirinya maju ke arah makhluk tersebut dan menyiapkan pukulannya. Namun, saat tinjunya sudah dilayangkan, dan baru sampai di depan wajah aslinya, Detektif Henry teringat akan sesuatu yang membuat dirinya berhenti. Dirinya seperti melupakan sesuatu yang penting, namun baru mengingatnya sekarang.
Kesempatan datang pada makhluk tersebut, dirinya tidak menyia-nyiakan hal tersebut. Makhluk itu langsung mengarahkan tangan kanannya ke arah kaki kiri Detektif Henry. Seketika itu, kakinya patah dan tak dapat digerakkan lagi olehnya. Detektif Henry hampir saja jatuh tersungkur ke tanah, namun dirinya masih mencoba untuk bertahan hanya dengan menggunakan satu kakinya.
Makhluk tersebut kemudian memegang kaki kanan dari Detektif Henry. Kemudian menggigitnya dengan mulut yang berada di telapaknya. Pada saat itu juga, aliran darah yang ada di dalam tubuh Detektif Henry mulai menghimpit, membuat aliran darah tak dapat bekerja dengan sempurna. Aliran darah tersebut, lama kelamaan menjadi kecil, hingga membuat Detektif Henry kewalahan.
Pada akhirnya, Detektif Henry pun tersungkur ke lantai. Dengan kondisi medis yang tak memungkinkan untuk hidup...
"Detektif Henry!!" Teriak diriku yang khawatir akan kondisinya.
"T-Tidak usah hiraukan diriku! Pergilah, seranglah makhluk itu! Namun, ada satu hal yang penting, yakni jangan pernah-" Sebelum dirinya menyelesaikan kata-katanya. Dari mulutnya mulai keluar darah yang berceceran di lantai.
"Makhluk sialan! Sepertinya, kita akan satu lawan satu! Walaupun tubuhku berisi kutukan, namun aku akan tetap melawanmu, meskipun nyawaku adalah taruhannya!" Teriak diriku, kemudian mulai mendekat ke arah makhluk tersebut.
"Persiapkan dirimu, SAC-Smiling Man!"
~ Bersambung ~