
"Jangan berpura-pura bodoh, kami tadi melihat seorang kakek tua di rumah kalian!!" Teriak Detektif Henry kepada Nyonya Laura yang menurutnya dirinya hanya berlagak seperti orang bodoh.
"Tidak, aku tidak berbohong... Kakek dari Tuan Joe meninggal dunia beberapa hari yang lalu..." Kata Nyonya Laura, yang membuat kamu berdua terkejut secara bersamaan.
"Lalu, siapa orang yang berada di rumahmu itu? Akan kukatakan kepadamu, jangan pernah berbohong!" Tegas Detektif Henry kepada Nyonya Laura, yang membuat dirinya gemetar ketakutan.
Namun, dirinya tetap saja menentang perkataan dari Detektif Henry, dengan mengatakan, "B-Benar!! Jika tidak percaya, coba kau suruh siapapun itu untuk mengeceknya kembali!!"
Dengan cepat, Detektif Henry berlari ke arah salah seorang dari polisi dan memintanya untuk pergi kembali ke gedung itu, dan memeriksa apakah ada orang lain di gedung itu. "Hei kau! Cepat pergi ke gedung itu dan periksalah di setiap sudut, apakah masih ada seseorang di sana!" Kata Detektif Henry sambil menunjuk ke arah gedung tempat tinggal sang korban.
"Baik! Serahkan pada kami para kepolisian!" Kata polisi itu, yang kemudian mengajak beberapa polisi lainnya untuk memeriksa gedung tersebut.
Sambil menunggu para polisi mengecek hal tersebut, Detektif Henry kembali kepada Nyonya Laura, dan kembali bertanya, "Lalu, apakah kamu bisa menjelaskan, apa yang terjadi setelah kau kembali ke balkon pada pukul 16.20?"
"Hmm... Oh iya, kalau tidak salah... Saat diriku membuka pintu balkon, terdengar suara seperti benang yang putus, kemudian disertai dengan suara dentuman yang sangat kuat!" Nyonya Laura menjawab dengan nada kebingungan, karena dirinya lupa apa yang terjadi saat dirinya sampai di balkon.
"Benang putus?!" Diriku yang mendengar hal tersebut, menjadi sangat terkejut. Rasanya seperti tersetrum oleh alur listrik dengan tegangan yang sangat tinggi.
"Ada apa, Edward? Apakah ada sesuatu yang berhubungan dengan pembunuhan dari benang putus yang baru saja dikatakan oleh Nyonya Laura?" Tanya Detektif Henry kepada diriku, yang kebingungan mengapa diriku menjadi sangat terkejut setelah mendengar kata-kata 'Benang Putus'.
"Iya, itu benar sekali... Semua itu adalah hal yang saling berhubungan dan terkait satu sama lain. Sama halnya seperti benang merah panjang yang menyebar dimana-mana... Pada akhirnya diriku dapat menyimpulkan sesuatu..." ucapku dengan tatapan mata yang tajam dan wajah yang terlihat sangat serius.
"Sepertinya kau sudah mengetahui apa yang terjadi... Benar begitu bukan?" tanya Detektif Henry yang sepertinya sudah menyadari bahwa diriku telah mengetahui sesuatu yang mungkin akan berguna untuk membuat kesimpulan di kedepannya.
"Benar, untuk sekarang... Kesimpulan yang dapat ku ambil adalah, sang pelaku sudah pasti dapat melakukan dan bahkan sering melakukan trik ini. Trik yang paling sering dilakukan oleh suatu pekerjaan yang paling sering menggenakan jaring." Diriku berhenti berbicara kemudian menunjuk ke salah satu tersangka yang sedang duduk berjamaah di dinding. Kemudian berteriak dengan keras, "Benar... Itulah seorang Nelayan!!"
Robert yang mendengar apa yang diriku ucapkan, langsung berdiri dari tempatnya dan berjalan ke arah diriku, dengan tatapan tajam penuh amarah. Dirinya langsung menarik kerahku dan berkata kepada diriku, "Bukan aku pelakunya, bocah! Lagipula tidak ada cukup waktu untuk diriku melakukan pembunuhan itu! Memang apa hubungannya, sebuah benang dengan pekerjaan seorang nelayan?!"
Karena dirinya tidak dapat menahan amarahnya lagi, diapun mengepalkan tangannya dengan kuat, seolah-olah dirinya ingin memukul diriku.
...[ QUICKLY CALCULATION ]...
...[ AKTIF ]...
Secara seketika, perhitungan matematis serta fisika yang cepat itu muncul kembali di hadapanku diriku, memberikan diriku sebuah petunjuk untuk melakukan sesuatu yang mengharuskan diriku untuk menghindari pukulannya.
Diriku diharuskan untuk melangkah mundur beberapa centimeter jauhnya dari tempat awal, kemudian menghindar ke arah kiri. Karena pukulan tersebut akan mengarah ke arah kanan.
Jika semua yang terjadi di dunia nyata akan sama dengan yang dijelaskan pada perhitungan ini, maka yang harus kulakukan adalah....!!
Ternyata, apa yang dikatakan oleh sistem tersebut terbukti benar! Dirinya memukul ke arah kanan. Dengan mengikuti arahan dari sistem itu, yakni yang mengharuskan diriku untuk menghindar ke arah kiri, membuat diriku terhindar dari pukulan itu.
Kemudian, Detektif Henry memegang tangan kanannya dan berbalik badan ke arah sebaliknya, dengan kaki yang ia pasang di depan kaki Robert. Dirinya membanting Robert, hingga membentur tanah dengan sangat keras.
Bukankah itu... Judo?!
Ternyata, Detektif Henry bisa melakukan bela diri berupa 'Judo'. Memang sungguh luar biasa sekali Detektif yang satu ini.
"Pak, diamlah sejenak! Tenangkan dahulu pikiranmu, kemudian berilah kami alasan yang logis hingga dapat menentang argumen dari orang itu!" Kata Detektif Henry sambil menunjuk ke arah diriku.
"B-baiklah!" Akhirnya, Robert setuju dengan kata-kata dari Detektif Henry. Yang kemudian, dirinya berjalan ke arah diriku.
"Cobalah untuk menjelaskan secara rinci, dan sedikit peringatan dari diriku... Janganlah berbohong! Jikalau dirimu berbohong, maka kau akan habis di tanganku!" Detektif Henry seperti mengeluarkan aura-aura dalam dirinya, yang membuat Robert menjadi ketakutan dan gemetar setelah melihat tatapan dari Detektif Henry.
"Baiklah... D-Diriku sedang duduk di sofa tepat pada pukul 16.10 hingga 16.20. Lalu, bagaimana caranya diriku untuk melakukan pembunuhan hanya dalam 5 menit?" Robert meragukan pendapatku, sekaligus menentangnya dengan mengatakan bahwa dirinya tidak akan bisa melakukan pembunuhan hanya dengan lima menit saja.
"Ada caranya... Satu-satunya cara untuk melakukan hal tersebut, dan hanya dapat dilakukan oleh seorang pelayan profesional saja... Walaupun diriku tidak terlalu yakin dengan ini, namun yang pasti... Trik yang kau gunakan adalah trik yang sama saat seseorang sedang memancing ikan!" Diriku menegaskan hal tersebut kepada semua orang yang berada di tempat itu.
Kedua tersangka yang lain, ikut mendekat ke arah diriku, karena penasaran dengan apa yang terjadi.
"Trik Memancing? Oh begitu, itulah sebabnya mengapa tidak ada darah sedikitpun di balkon..." Detektif Henry berhenti berbicara, kemudian memanggil kepala polisi, kemudian dirinya bertanya, "Hei kau, apakah ada salah satu ruangan yang belum kita cek?" Tanya Detektif Henry untuk memastikan sesuatu.
"Oh iya, tadi aku melarang polisi untuk masuk ke dalam kamar Tuan Joe untuk menghormati kematiannya!" Saut Nyonya Laura, untuk menjawab pertanyaan dari Detektif Henry
"Begitu, kalau begitu... Sudah dapat dipastikan, bahwa pelakunya adalah dirimu... Robert Panelson!" Teriak Detektif Henry kepadanya, karena dirinya sudah yakin dan pasti bahwa dirinya adalah sang dalang dari pembunuhan ini.
Namun dari kegaduhan tersebut, seorang polisi yang di perintahkan oleh Detektif Henry untuk mengecek apakah kakek tua tadi memang ada atau tidak, tiba-tiba saja datang kepada kami.
"Lapor, Tuan Henry! Setelah kami periksa di seluruh bagian gedung tersebut, tidak ditemukan tanda-tanda kehidupan lain! Bahkan, kami sudah mencoba untuk memakai alat yang dapat melihat suhu tubuh. Namun tidak ada apapun di sana!" Kata salah seorang polisi itu dengan nada tegas seolah-olah sedang menghormati atasannya.
"Tidak mungkin!! Lalu, siapakah orang yang tadi kita jumpai, Edward?" Detektif Henry menjadi sangat terkejut setelah mendengar hal tersebut.
...<<[ BAHAYA ]>>...
...<<[ SAC TELAH MUNCUL ]>>...
~ Bersambung ~