
"Persiapkan dirimu, SAC-Smiling Man!" Diriku berteriak demikian, sambil mencoba untuk berjalan ke arahnya. Karena kutukan yang makhluk itu berikan kepada diriku, staminaku sangat cepat terkuras. Bahkan, diriku tidak dapat merasakan apapun lagi.
Walaupun begitu, diriku masih mencoba untuk menyerangnya tanpa kenal rasa lelah, bahkan kematian.
Sambil mengepalkan kedua tanganku, diriku berlari menuju ke arahnya dengan cepat, kira-kira hanya memerlukan dua detik untuk sampai di depannya.
Sesaat sebelum diriku memukulnya, makhluk tersebut tersenyum dengan sangat lebar, bahkan melebihi senyuman yang tadi. Sepertinya diriku salah mengambil langkah, karena senyuman yang dia tunjukan, seperti menganggap bahwa pada akhirnya semua berjalan sesuai rencananya.
"Jangan serang dia dengan tangan kosong!!" Detektif Henry berteriak menggenakan tenaga terakhirnya. Diriku juga baru mengingat, Detektif Henry berhenti ketika ingin memukul makhluk tersebut.
Memangnya, apa yang akan terjadi jika diriku memukulnya?
Namun, semua pemikiran itu tidak ada gunanya. Karena tanganku telah mengenai wajahnya.
Pada saat itu juga, tangan yang kugunakan untuk memukul, yakni tangan kanan. Seketika menghilang karena ledakan dari aliran darah yang berada di dalam tangan kananku.
Hanya kekosongan saja yang dapat kulihat...
Melihat senyuman yang mengerikan dari makhluk tersebut, dengan tawa misterius yang sungguh teramat kencang, membuat diriku memiliki keinginan kuat untuk menyerah.
"Apakah semua ini sia-sia? Semua yang kulalui selama ini... apakah benar-benar akan hilang? Padahal diriku sudah mendapatkan teman lebih banyak dari sebelumnya... Semua kenangan itu, apakah akan hilang seketika?" Diriku mengatakan hal tersebut, namun dengan bayang-bayang halusinasi yang sudah mulai menutupi mataku. Seakan-akan diriku dapat melihat seluruh isi dari dunia ini.
Ah... Mungkin ini adalah kematianku...
...[ERROR SISTEM]...
...[ERROR SISTEM]...
...[MENCOBA MEMUAT ULANG...]...
...[GAGAL]...
...[MENCOBA MEMULIHKAN SISTEM]...
...[GAGAL]...
...[DESTROY SYSTEM : AKTIF]...
Sepertinya, sudah waktunya untuk diriku pergi dari dunia ini selamanya... Seluruh sistem yang kupunya, sepertinya akan sia-sia saja. Mungkin, pada akhirnya... Sistem tersebut akan hancur.
Diriku sudah melihat cahaya yang sungguh terang. "Halusinasi?" pikir diriku yang kebingungan melihat semua hal itu.
Sepertinya sudah waktunya...
Diriku pergi...
Selamat tinggal, dunia...!!
...***[DARK-SISTEM DIAKTIFKAN]***...
...[MEMUAT ULANG SISTEM...]...
...[BERHASIL]...
...[MENGATUR TINGKAT KEKUATAN...]...
...[SELAMAT!]...
...[ANDA BERHASIL MENGAKTIFKAN DARK-SISTEM]...
Pada saat itu juga, mataku berubah menjadi merah terang dengan aura-aura yang muncul dari kedua mata tersebut.
Tanganku menjadi pulih seutuhnya. Seperti muncul dengan sendirinya. Begitupula dengan tubuhku, yang awalnya terus-terusan sakit akibat kutukan yang dirinya berikan, sekarang telah hilang sepenuhnya.
Tenagaku pun kembali seperti biasa... Tidak! Bahkan diriku merasa jauh lebih baik dari diriku yang biasanya.
Dengan tubuh yang sangat mudah kugerakkan. Diriku mengambil ancang-ancang untuk memukulnya. Dengan menarik kaki kanan sedikit ke arah belakang, dan kedua tangan dikepalkan di depan wajah.
Dengan sangat cepat, diriku melangkah maju menuju ke arahnya. Bahkan, makhluk secepat dirinya, masih tidak dapat menandingi kecepatanku saat ini.
Pada saat ini, diriku melancarkan pukulanku ke arahnya. Benar, diriku melakukan 'Cross' untuk memukulnya.
Setelah mengenainya, awalnya diriku berpikir bahwa pukulan dengan tenaga kecil seperti itu tidak akan melukainya. Namun, semua itu salah. Makhluk itu justru terpental hingga menghancurkan dinding yang terkena tubuhnya itu. Tidak hanya hancur di bagian itu, beberapa meter di dekat dinding yang hancur akan tubuhnya itu, juga retak akibat tubuhnya yang menabrak dinding tersebut.
Walaupun sudah babak belur begitu, makhluk tersebut masih bisa berdiri dengan senyuman ngeri di wajahnya itu. Tidak salah jika dirinya dinamai... SAC-Smiling Man!!
Sepertinya, makhluk tersebut ingin mengecilkan aliran darahku pula. Dengan tangan kanannya yang sudah berada di lenganku. Wajah yang berada di tangannya itu menggigit diriku.
...[ZAT LAIN MASUK KE DALAM TUBUH]...
...[MENCOBA UNTUK MENETRALKAN ZAT...]...
...[BERHASIL]...
...[MENCOBA UNTUK MEMBALIKKAN SERANGAN...]...
...[SERANGAN BERHASIL DI REFLEKSIKAN]...
Dengan demikian, makhluk tersebut terkena dampak dari serangannya sendiri. Sungguh aneh bukan? Namun itulah kenyataannya!
Karena makhluk tersebut tidak memiliki aliran darah di dalam tubuhnya, yang disebabkan oleh hierarki biologi yang dimiliki makhluk tersebut berbeda dari manusia. Maka, yang mengecil justru adalah tangannya sendiri, yang membuat tangannya hilang seketika dari pandangan.
Kini, makhluk tersebut hanya tersisa satu tangan saja yang dimilikinya. Lebih tepatnya, dirinya hanya memiliki tangan kiri saja.
Namun, dirinya dapat menambahkan tangan baru dengan kemampuan yang sama seperti sebelumnya. Karena kesombongan yang terus menghantui makhluk tersebut. Dirinya kembali maju ke arah diriku sambil menyiapkan serangan yang lainnya.
Dengan mengarahkan tangannya ke mataku, dirinya membuat diriku masuk ke dalam ilusinya. Seluruh tempat itu tiba-tiba saja menjadi sangat gelap dan menakutkan. Semua yang ada di dipikirkan makhluk tersebut, akan menjadi nyata dalam ilusi yang dirinya buat. Dan sepertinya, dirinya sengaja tidak membuat oksigen di tempat ini supaya dirimu tidak dapat bernafas.
Namun, apakah kau tahu... Semua hal itu sia-sia saja... Justru pada saat ini dan di tempat yang kosong seperti ini, diriku dapat menjadi lebih unggul darinya.
...[MENAMBAHKAN OKSIGEN]...
...[BERHASIL]...
Lalu, satu hal lagi... Yang akan membuat semua ilusi ini hilang dengan mudah...
...[MENAMBAHKAN ANTI-MATERI]...
...[MOHON BERJAGA-JAGA...]...
...[BERHASIL]...
Setelah ditambahkannya anti-materi tersebut. Seluruh tempat itu menjadi penuh dengan ledakan yang luar biasa dahsyatnya. Sepertinya terjadi Big-Bang tahap kedua.
Diriku dan makhluk tersebut berhasil keluar dari ilusi yang telah dibuat olehnya. Karena diriku tidak ingin menyia-nyiakan waktu, maka lebih baik jika aku mengakhiri semua ini.
Karena tidak ada peraturan di tempat ini... Diriku akan menggunakan cara licik ini...
Benar...!!
Inti dari kehidupan makhluk tersebut, direbut oleh diriku secara paksa, yakni dengan cara mengambilnya dari jarak jauh. Seperti memindahkan inti tersebut ke tanganku dengan cepat. Kalian bisa menganggapnya sebagai teleportasi.
Kemudian dengan cepat menghancurkannya dengan tangan kosong.
Apakah pertarungan ini sudah selesai?
Ternyata, makhluk tersebut masih bisa berdiri tegak sambil mengeluarkan tongkat besi dari tangannya.
Oh iya, diriku baru mengingatnya... Para makhluk SAC merupakan makhluk yang keberadaannya abstrak. Maka dari itu, mereka tidak memiliki inti dari kehidupan mereka. Jika ingin melenyapkan mereka, kita harus melenyapkan hingga ke akar kehidupannya. Benar, kita harus melenyapkan aspek yang membangun kehidupannya.
Namun, aku belum tahu apa itu?
Detektif Henry belum memberitahukan hal tersebut kepada diriku. Lalu, apa yang harus kuperbuat saat ini?
Baiklah, mungkin aku harus mencoba segala kemungkinan yang ada. Lagipula, saat ini... Diriku masih tidak dapat mengontrol tubuhku sepenuhnya. Diriku hanya merasakan rasa yang nyaman dan tenang, seperti telah digerakkan oleh seseorang.
...[ APAKAH ANDA YAKIN INGIN MELIHAT REWARD? ]...
...[ YES/NO ]...
Oh iya, aku belum membuka hadiah yang telah kudapatkan ini. Mungkin, hadiah yang kudapat ini akan berguna saat ini. Kalau begitu, diriku akan melihat apa yang ada!
...[ SELAMAT! ]...
...[ SKILL 'PENGUMPULAN" BERHASIL DI DAPATKAN]...
Hmm... kira-kira, skill apa ini?
~ Bersambung ~