Mysterious System

Mysterious System
Perjalanan Hidup Elena



Hmm... Kira-kira apa kegunaan dari skill 'Pengumpulan' ini? Diriku masih tidak mengetahui sepenuhnya dengan kemampuan tersebut.


Karena diriku tidak sadarkan diri, maka diriku langsung menggunakan skill tersebut tanpa sadar.


...[ SKILL PENGUMPULAN DIAKTIFKAN ]...


...[ ERROR ]...


"Hmm... Kenapa di sistem tersebut tertuliskan 'Error'? Apakah skill tersebut tidak dapat digunakan?" Diriku bertanya di dalam hati, karena tubuhku masih tidak dapat diriku kendalikan.


...[ PERUBAHAN SKILL...]...


...[ SELAMAT, ANDA MENDAPATKAN..]...


...[SKILL 'PENGUMPULAN' TINGKAT Z ]...


...[ DARK-COLLECTION ]...


...{ DESCRIPTION : MENGUBAH UNSUR DAN SENYAWA YANG BERADA DI SEKITAR, MENJADI SEBUAH KEKUATAN DALAM DIRI }...


"Apa-apaan skill yang kudapatkan ini? Sungguh sangat mengerikan! Apakah ini karena pengaruh dari 'Dark-Sistem' yang mengendalikan diriku?" Diriku bertanya-tanya dalam diri sendiri, sambil mencoba untuk sadar dari situasi itu. Namun, diriku tidak dapat melakukan hal tersebut. Karena, hawa membunuh yang muncul pada tubuhku... Sangat nyaman sekali!!


...[ SKILL 'DARK COLLECTION' DIAKTIFKAN ]...


...[ BERHASIL ]...


Pada saat itu juga, unsur-unsur yang berada di sekitar tempat itu, khususnya oksigen. Tiba-tiba saja unsur tersebut terserap ke dalam tubuhnya. Tubuhnya menjadi penuh akan energi positif yang membuat statistik dalam diriku berkembang pesat.


Kali ini, peluang menangku bertambah semakin jauh... Diriku sudah pasti dapat menang dengan mudah!!


Kini diriku mengambil ancang-ancang untuk memukul kembali, dibarengi dengan skill 'Dark Collection' yang akan terus aktif hingga diriku kembali sadar sepenuhnya.


Dengan melangkahkan kaki kananku ke depan, diriku mengangkat tanganku sebatas bahu, kemudian melancarkan pukulan ke arah makhluk tersebut.


Karena saking cepatnya pukulan tersebut, makhluk tersebut tidak sempat untuk menghindarinya.


Pada akhirnya, karena kekuatan yang kulancarkan begitu kuat. Membuat makhluk tersebut hilang seperti diterpa angin ketika terkena pukulan dariku. Makhluk tersebut hilang seketika, seperti menjadi butir-butiran debu.


Seketika itu, ruangan tersebut kembali menjadi normal. Semuanya telah seperti semula tanpa ada apapun hal yang aneh. Namun, Detektif Henry masih saja tergeletak di tempat itu.


Diriku juga tidak kuat lagi menahan semua ini, rasanya diriku ingin jatuh pingsan. Perlahan-lahan kesadaranku mulai hilang, dan pada waktu itu juga, diriku jatuh tersungkur ke lantai dengan keadaan tanpa sadar sepenuhnya.


Sebelum diriku kehilangan kesadaran, diriku sempat melihat seseorang di depanku. Orang yang tadi kutemui, saat diriku berada di kantor Detektif Henry.


Sebenarnya, siapa orang ini?


Beberapa saat kemudian, kira-kira dua jam dari waktu sebelum diriku pingsan. Diriku terbangun dengan kondisi tubuh yang masih terbilang lemah. Dengan kondisi tubuh yang seperti itu, diriku tidak dapat berdiri, bahkan bergerak pun sangat sulit untuk dilakukan.


"Ya, aku sudah sadar... Oh, ternyata kau ya, Elena! Kalau boleh tahu, sekarang ini, diriku sedang berada di mana?" Diriku bertanya hal tersebut, karena tempat ini sungguh asing dari pikiranku.


"Ah! Tempat ini merupakan kamarku di markas PHF!" Jelas dirinya, sambil mulai berjalan ke arahku, dan membantuku untuk duduk.


"Kamar? Di markas PHF?" Diriku masih kebingungan akan perkataannya. Karena, diriku bertanya-tanya, mengapa ada kamar di sebuah markas khusus.


"Kau tahu... semua orang yang bergabung di PHF selain dirimu... Semuanya... sudah tidak memiliki keluarga lagi..." Katanya, dengan raut wajah sedih.


"B-Begitu ya... Maaf karena telah mengungkit hal itu!" Karena pembahasan kita menjadi ke arah tersebut, diriku menjadi merasa bersalah menanyakan hal tadi.


"Tidak, apa-apa... Biarkan diriku untuk menceritakan, kisahku sejenak. Supaya kita bisa semakin lebih mengenal satu sama lain!" Katanya, yang kemudian dirinya duduk di sebelah kananku.


"Silakan saja, diriku tidak keberatan mendengar ceritamu. Lagipula, diriku masih membutuhkan waktu untuk pulih sepenuhnya!" ucap diriku, mencoba untuk mendengarkan ceritanya terlebih dahulu, selagi mengumpulkan energi.


"Kalau begitu, diriku kehilangan kedua orang tuaku, saat masih berumur 7 tahun... Pada saat itu, tepatnya pada malam bulan purnama... Kebetulan, ayahku merupakan seorang penebang kayu, maka dia pun pergi pada malam hari untuk mencari kayu, karena persediaan untuk membuat api unggun telah habis... Dirinya pergi sendirian masuk ke dalam hutan... Kemudian, pada saat itu, tepatnya pada pukul sepuluh malam... Ayahku terbunuh di hutan itu...!!" Elena menghela nafas sejenak untuk menenangkan dirinya.


"Begitu, lalu apa yang terjadi dengan ibumu?" Diriku sudah berani untuk bertanya lebih lanjut mengenai topik ini.


"Karena ibuku khawatir akan ayahku yang belum pulang ke rumah pada pukul dua belas malam, maka ibuku pergi untuk menjemputnya... Dan setelah itu, mereka berdua tidak pernah kembali ke rumah lagi..." Katanya, dengan mata yang berkaca-kaca.


"Begitu, lalu bagaimana dengan dirimu? Dan, bagaimana kau bisa bergabung dengan PHF?" Setelah berkata demikian, diriku mulai mendekat ke arahnya, karena rasa penasaranku yang tinggi.


"Yah, pada saat itu, diriku bertemu dengan seorang Detektif. Dirinya berkata bahwa dia akan membawaku menuju jalan kebenaran, dan akan diberikan tempat tinggal. Benar, dialah Detektif Vergil!" Katanya yang membuat dirinya sedikit tenang karena mengucapkan nama tersebut.


"Detektif Vergil? Kalau boleh tahu, siapa sebenarnya dia itu?" tanya diriku kepadanya.


"Detektif Vergil adalah detektif yang tinggal di dekat daerahku. Oh iya, aku belum mengetahui dimana tempatku tinggal dahulu... Diriku tinggal di perkotaan bagian selatan, dimana di tempat itu, merupakan tempat bernaung bagi SAC-SAC dengan kekuatan yang melebihi nalar manusia! Dan, Detektif Vergil adalah orang yang mengajakku untuk bergabung dengan PHF!" Dirinya menjelaskan semua hal yang berhubungan dengan dirinya di masa lampau.


"Begitu... Tunggu dulu! Apakah PHF merupakan kelompok yang anggotanya bukan hanya kita-kita ini?" Diriku sedikit terkejut mengetahui, bahwa anggota dari SAC bukan hanya orang-orang yang berada di naungan Detektif Henry.


"Benar! PHF adalah anggota dunia yang tersebar dimana-mana... Di setiap daerahnya, akan ada PHF yang menjaga manusia dari para makhluk SAC yang ada!" Jelas dirinya kepadaku.


"Oh begitu, kalau begitu... Silakan dilanjutkan, bagaimana kau bisa sampai ke tempat ini!" Diriku mempersilahkan Elena untuk melanjutkan ceritanya.


"Pada saat itu, Detektif Henry kebetulan ingin menghampiri Detektif Henry untuk membuat laporan penyerangan. Diriku pun ikut serta bersamanya, dengan menaiki motor yang dikendarai oleh Detektif Vergil. Kemudian, saat sampai di tempat dimana Detektif Henry berada. Detektif Vergil memutuskan untuk membuat diriku bergabung dengannya. Awalnya, Detektif Henry menolaknya. Namun pada akhirnya, dirinya menyetujui untuk membuatku menjadi anggotanya... Begitulah kira-kira perjalanan hidupku!" Kata Elena sambil perlahan-lahan menggenggam tanganku, karena dirinya merasa sangat sedih menceritakan hal tersebut.


"Ngomong-ngomong soal Detektif Henry... Bagaimana kondisinya sekarang?" Tanya diriku memastikan keadaan Detektif Henry.


"Ah! Aku lupa memberitahukan dirimu! Saat ini, Detektif Henry sedang menghadapi kondisi kritis!" Dirinya menggandeng tanganku, kemudian membawaku keluar dari ruangan itu.


"T-Tidak mungkin?!"


~ Bersambung ~