My Sexy Girl

My Sexy Girl
Aku ingin kembali ke Korea (Flasback)




Pagi itu Diandra pergi kerumah Vega teman wanitanya dengan keadaan yang menyedihkan, Vega memeluknya dan membawanya masuk kedalam kamar.


"Diandra, minumlah dulu."Pinta Vega, dia memberi Diandra segelas air mineral.


"Terimakasih Vega."Saut Diandra, dia menerima dan meminum airnya, meletakan gelas bekas minumnya diatas meja didalam kamar sederhana teman wanitanya.


"Diandra ada apa? kenapa kamu menangis sampai seperti ini?"Tanya Vega.


Diandra terdiam, menahan airmatanya agar tidak menetes lagi, dia menoleh pada Vega temanya.


"Vega, aku ingin kembali ke Korea."Ucap Diandra.


"Kenapa? kapan? ada apa sebenarnya?"Tanya Vega cepat.


"Aku... yang jelas aku akan pergi secepat mungkin."Saut Diandra.


"Tapi Diandra sebentar lagi perayaan kelulusan sekolah dan pengambilan Ijazah."Ucap Vega.


"Aku akan mengirim perwakilanku Vega, aku tidak bisa tinggal di kota ini lebih lama lagi."Saut Diandra.


"Diandra, bukankah kamu bilang tidak mau tinggal di Korea bersama ayahmu? lalu bagaimana dengan tante Jessie? aku yakin dia tidak akan mengizinkanmu."Ucap Vega.


"Iya aku tau Vega, tapi aku sudah memutuskan, aku kemari untuk berpamitan denganmu, aku pasti akan sangat merindukanmu."Saut Diandra.


"Uuuuhh~ Diandra, sebenarnya ada apa? ceritakan padaku, aku ini sahabatmu Diandra."Ucap Vega, dia memeluk Diandra sangat erat.


"Vega, tolong antarkan aku pulang kerumah tante Jessie, tas aku tertinggal."Saut Diandra.


"Ketinggalan dimana? mau aku ambilkan?"Tanya Vega.


"Vega tolong antar aku sekarang."Ucap Diandra mengalihkan pembicaraan, dia tidak berhenti menangis.


"Baik, tunggu aku ambil tas."Saut Vega.


Vega bangkit dari duduknya, melangkah menghampiri tas yang ada diatas meja didekat tempat tidurnya, mereka meninggalkan rumah sederhana itu untuk mengantar Diandra pulang kerumah tante tempatnya selama ini tinggal.


*Kediaman Axel.


Dipagi itu Axel bangkit dari duduknya setelah dia telah selesai mengobrol dengan teman prianya, dia masuk kedalam kamar dan melihat Diandra sudah menghilang.


"Diandra."Panggil Axel.


Mata Axel berkeliling, mencari keberadaan wanita yang semalam bersamanya, dia memeriksa kamar mandi, ruang ganti dan keluar dari dalam kamar setelah dia benar-benar tidak melihat keberadaan wanita itu.


"Bibi."Panggil Axel pada pelayan wanita dirumahnya.


"Iya tuan?"Saut pelayan.


"Melihat Diandra?"Tanya Axel.


"Oh~ nona Diandra? dia sudah pulang."Saut pelayan.


"Pulang? kenapa tidak bicara?"Batin Axel.


"Permisi tuan."Ucap pelayan.


"Iya."Saut Axel.


Axel kembali kekamar, dia berdiri dipintu, masuk dan menutup pintunya lagi setelah dia melihat tas Diandra tertinggal diatas sofa, Axel menghampiri tas itu dan meraihnya, terdiam dengan tatapan kosong.


"Tasnya tertinggal? apa dia pergi dengan sangat tergesa-gesa sampai melupakan barang paling pentingnya?"Batin Axel.


Ponsel Diandra yang ada didalam tas bergetar, Axel membuka tas milik wanita cantik itu dan meraih ponsel dari dalamnya.


"Tante Jessie?"Gumam Axel.


Axel tidak bisa menerima panggilan itu, dia meletakan kembali tas Diandra diatas sofa, Axel duduk sambil memandangi layar ponsel yang menyala dan terus bergetar, Axel tidak menerima panggilan itu berulang kali.


Axel bangkit dari duduknya, melangkah untuk hendak mebersihkan diri, dia menghentikan langkah kaki setelah sekilas dia melihat noda merah yang mengotori tempat tidurnya, dia menghampirinya dan menarik selimut, Axel terdiam menatapnya, darah perawan dari seorang wanita yang dia rampas semalam.


"Darah?"Batin Axel.


Axel melatakan kembali selimut tebalnya keatas tempat tidur, dia duduk termenung memandangi noda merah yang ada didekatnya.


"Kenapa aku gelisah?"Gumam Axel.


"Kenapa dia pergi tanpa bicara? Bahkan meninggalkan tasnya? Dia pulang naik apa dan kenapa tantenya menelpon? Apa itu artinya Diandra tidak ada dirumahnya?"Tanya Axel pada dirinya sendiri.


Axel bangkit dan menuju kamar mandi, dia melepaskan jubah handuknya dan membersihkan diri dibawah Shower yang menyala, membasahi seluruh tubuhnya.


"Ini kali pertama aku melakukanya dan Diandra wanita pertama yang berbaring diatas ranjangku, aku telah mengambil kesucian wanita yang sangat menyukaiku, dia bahkan menangis semalaman, apa mungkin dia bersedih dan menyesalinya? Apa yang dia pikirkan sekarang? Ada dimana dia saat ini?"Tanya Axel.


Axel menekan tombol off shower, meletakanya kembali dan meraih jubah handuknya, dia keluar dari kamar mandi sambil mengeringkan rambut dengan handuk kecil, Axel duduk lagi diatas sofa didalam kamarnya, memandangi tempat tidur dan teringat akan apa yang dia dan Diandra lakukan semalam diatas tempat tidur mewah miliknya.


Diandra keluar dari dalam mobil Vega, mereka saling tersenyum dan melambaikan tangan setelah lama saling memeluk dan mengucapkan kata-kata perpisahan.


Diandra masuk kedalam rumah tante Jessie setelah Vega tidak terlihat lagi dari pandanganya.


"Diandra."Panggil tante Jessie.


"Tante."Saut Diandra.


"Kamu darimana saja? kenapa semalam tidak pulang sayang?"Tanya tante Jessie.


Seorang tante yang sangat menyayangi Diandra, dia memperlakukan wanita muda itu seperti anaknya sendiri, Diandra tidak kekurangan suatu apapun tinggal dirumah itu, sejauh ini dia selalu merasa nyaman dan bahagia, mereka masuk kedalam rumah dan duduk bersama diruang keluarga.


"Tante."Ucap Diandra.


"Iya sayang."Saut tante Jessie.


Diandra yang saat ini duduk diatas sofa didekat tantenya, dia merebahkan tubuh dan menyandarkan kepalanya dipundak tante Jessie, tante jessie memeluknya erat.


"Sayang kenapa kamu menangis?"Tanya tante Jessie.


"Tidak apa-apa tante."Saut Diandra.


"Wanita baik, kamu semalam kemana? baru kali ini kamu tidak pulang kerumah, kamu membuat tante cemas."Ucap tante Jessie.


"Aku menginap dirumah Vega tante."Saut Diandra berbohong.


"Lain kali bicara tante ya, jangan buat tante cemas semalaman sayang."Ucap tante Jessie.


"Iya tante."Saut Diandra.


"Sudah jangan menangis, ada apa? apa kamu menginginkan sesuatu? bicara saja pada tante."Ucap tante Jessie.


"Tante."Panggil Diandra, dia mendongak untuk menatap wajah tante yang sangat menyayanginya.


"Iya."Saut tante Jessie, dia menatap wajah Diandra, mengusap airmata wanita itu dan mencium lembut keningnya.


"Aku ingin tinggal di Korea."Ucap Diandra.


"Apa?"Saut tante Jessie terkejut.


"Aku ingin tinggal bersama ayah dan kuliah disana."Ucap Diandra.


"Tapi sayang, kamu selalu bertengkar dengan ayahmu, lagipula ayahmu tidak terlalu perduli padamu, tante takut kamu akan kesulitan disana, lagipula kenapa tiba-tiba? apa tante dan Om melakukan kesalahan? kamu tidak suka tinggal bersama tante dan Om disini?"Tanya tante Jessie.


"Bukan begitu tante, aku hanya ingin kuliah disana, aku ingin pergi secepat mungkin, aku sangat menyayangi tante dan Om."Ucap Diandra.


"Secepat mungkin? lalu bagai mana dengan kelulusan dan ijazahmu?"Tanya tante Jessie.


"Tolong tante wakilkan aku, bisa ya?"Pinta Diandra.


"Sayang, tante tidak bisa bilang tidak padamu."Saut tante Jessie.


"Aku sayang tante, tante memang yang terbaik, terimakasih selama ini tante dan Om sudah sangat manyayangi aku dan memenuhi semua kebutuhanku."Ucap Diandra.


"Iya sayang, tante akan mengurus semuanya untukmu, kembalilah jika di Korea kamu tidak bahagia."Pinta tante Jessie.


"Iya tante, tante.. aku mau tante dan Om rahasiakan apapun jika itu tentangku mulai hari ini, baik pada sekolah ataupun teman dekatku sekalipun."Pinta Diandra.


"Iya sayang, kamu jangan khawatir."Saut tante Jessie, dia memeluk Diandra semakin erat.


**


Halo Readers yang cantik dan ganteng 😍


Suka dengan novel ini?


Dukung author dengan cara:


VOTE


LIKE


FAVORIT


KOMEN Sopan


Dukungan kalian sangat berarti 😀🙏


Baca juga novel pertamaku judulnya *Day's Eye*


Kisah cinta 1 wanita dengan 3 pria kaya raya