My Sexy Girl

My Sexy Girl
Aku datang




Diandra terus melangkah menjauh, bersikap seolah tidak mendengar apapun, dia langsung masuk kedalam taxi online yang sudah dipesanya dan pergi.


"Diandra."Panggil Ben.


Semenjak hari dimana Ben menyuruhnya mengepel semua lantai sebagai hukuman, Diandra tidak pernah lagi kembali kerumah Ben, dia tinggal dirumah sahabatnya Nara sampai hari ini adalah hari terakhir dia mengerjakan hukuman, hari ini adalah hari ke 5 Diandra bersih-bersih dikampusnya.


"Gila! mentang-mentang hari ini hari terakhir, aku diminta untuk membersihkan pagar seluruh tangga dilantai dua dan mengepel lagi! rasanya ingin aku sentil kepala botak tuan will will."Gumam Diandra kesal.


"Jangan banyak mengeluh, lebih baik nih.. kerjalakan pekerjaanku."Pinta Geea, dia meletakan lapnya dikepala Diandra.


Diandra meraih lap yang Geea letakan dikepalanya, dia menggertakan gigi dengan tatapan mematikan, Diandra melemparkan lap itu kewajah Geea.


"Kamu selalu saja cari masalah denganku!"Tegas Diandra.


"Ayam kampus, lap itu memang sangat cocok berada diatas kepalamu."Saut Geea.


"Cih.. wanita simpanan, lebih baik jaga mulut kotormu atau kamu akan menyesal."Ucpa Diandra.


Ben yang kebetulan lewat, dia melihat kedua wanita itu bertengkar lagi, Ben bergegas mendekati keduanya, Diandra yang melihat kehadiran Ben, dia segera meninggalkan tempat itu, meninggalkan Geea yang belum selesai bicara.


"Heh! ayam kampus mau kemana?"Tanya Geea kesal.


"Tutup mulutmu!"Saut Diandra, dia mengacungkan telunjuknya kewajah Geea dan memutar tubuh hendak pergi lagi.


"Tunggu!"Ucap Geea, dia meraih lengan Diandra.


"Apa lagi!"Ucap Diandra berusaha melepaskan diri.


"Diandra kamu sudah mempermalukan aku dikantin!"Ucap Geea, dia tidak melepaskan Diandra yang memberontak hingga keduanya saling menyakiti lagi dan Sraakkk...!! suara pakaian Diandra yang robek, membuat Diandra menepis tangan Geea dari pakaianya namun Geea masih saja berusaha merobek pakaian Diandra, Geea jugga mendorngnya sekuat tenaga hingga membuat Diandra kehilangan keseimbangkan dan.....


"Diandra!"Teraik Ben berlari cepat.


"Aaaahhh...!!!"Teriak Diandra, dia jatuh dari tangga, membuat Geea mematung dan gemetar melihat Diandra yang sudah tidak bergerak dilantai dasar.


"Apa yang aku lakukan?"Gumam Geea.


Ben berlari cepat melewati Geea dan menuruni anak tangga, dia melihat Diandra yang tidak bergeming dilantai dasar, membuat Ben sangat panik dan gemetar.


"Diandra!"Ucap Ben, dia meraih kepala Diandra yang berlapis darah kepangkuanya.


Tempat itu mulai dipenuhi mahasiswa/i yang menyaksikan kecelakaan itu, suasana kampus seketika menjadi sangat ramai.


"Cepat! panggil ambulans kampus!"Perintah Ben.


"Baik kak Ben."Saut salah satu mahasiswa yang ada didekat Ben, dia langsung melakukan panggilan.


Ben menggendong tubuh Diandra, melangkah cepat keluar dari dalam gedung menuju lobby kampus dan ambulans pun tiba, petugas memasang oksigen dan membawanya kerumah sakit.


"Geea mendorong Diandra."


"Iya, aku melihatnya, mereka bertengkar lagi tadi."


"Kasihan Diandra, padahal dia tidak pernah memulai tapi Geea lah yang selalu cari masalah denganya."


"Iya, lebih baik dikeluarkan saja wanita itu."


"Dasar wanita simpanan, bisa-bisanya dia menghakimi Diandra.


"Tidak tau malu."


"Diandra meski seperti itu dia masih punya otak cerdas yang bisa dibanggakan, sedangkan Geea? dia hanya selalu merasa iri pada Diandra sampai mencelakainya.


"Dasar wanita menjijikan."


Gosip wahasiswa/i yang terdengar sampai ketelinga Geea, membuat Geea mematung dan tertunduk tidak bergeming dari tempatnya, melihat banyak darah dilantai dasar, membuat Geea ketakutan.


Diandra sendiri masih dalam penanganan dokter diruang IGD, Ben yang saat ini duduk diruang tunggu, dia tertunduk memandangi pakaian dan kedua tangan yang dipenuhi banyak noda merah yang berasal dari kepala Diandra yang mengeluarkan banyak darah.


Dokter keluar dari ruang IGD setelah Ben lama menunggu, Ben bangkit dan menghampiri dokter yang menangani Diandra, mereka berbincang dan menuju ruang dokter.


"Tulang pergelangan kaki kirinya geser, kami pun telah memastikan jika luka dikepala tidak perlu anda khawatirkan, pendarahan dikepalanya karena luka terbuka nona Diandra yang lebar, bukan dari luka dalam dan ada patah tulang dibagian tangan kirinya, kami sudah memasang pen, kedepanya harus sangat berhati-hati nona Diandra akan sadar setelah beberapa jam."Ucap Dokter.


Kata-kata itu terekam diotak Ben, dia keluar dari ruangan dokter dan menuju ruang IGD untuk menemui Diandra, Ben menarik kursi dan duduk didekatnya.


Ben meraih ponsel Diandra, dia menatap layar ponsel wanita itu telah pecah, Ben melakukan panggilan pada ayahnya.


"Anak kurang ajar! untuk apa menelpon!"Ucap tuan Hans langung berteriak, membuat Ben terdiam menatap layar ponsel yang masih menyala, Ben.. mengakhiri panggilanya tanpa berbicara.


"Apa yang aku pikirkan? tuan Hans bahkan tega memukuli Diandra, kenapa aku berpikir dia akan khawatir jika mengetahui Diandra kecelakaan? mereka belum tentu merawat Diandra dengan baik."Gumam Ben.


Ben meletakan kembali ponsel Diandra diatas meja didekat ranjangnya, dia meraih tangan wanita itu.


"Kamu tenang saja, meski tidak memiliki keluarga yang perduli padamu, tapi aku perduli dan aku yang akan merawatmu sampai kamu pulih."Ucap Ben, dia mencium punggung telapak tangan Diandra.


Dihari yang sama, Axel meninggalkan Amerika untuk pindah ke Korea, dia menyerahkan jabatanya kembali pada tuan Zoan ayahnya untuk sementara waktu sampai dia telah selesai dengan urusanya di Korea.


Axel tinggal di Korea tidak sendiri, dia membawa orang-orangnya yang siap melayani dan memenuhi semua kebutuhan dan perintahnya.


"Tuan Axel, tuan besar menelpon."Ucap sekertaris Khelvin, dia menyerahkan ponselnya pada Axel.


"Iya ayah."Ucap Axel.


"Axel, kamu sudah sampai di Korea?"Tanya tuan Zoan.


"Iya sudah."Saut Axel, dia meletakan ponselnya diantara pundak dan telinga, sibuk melepaskan jam tangan yang melingkar dipergelangan tanganya.


"Jaga kesehatanmu disana."Pinta tuan Zoan pada putranya.


"Iya tenang saja aku bukan anak kecil lagi, oh iya ayah, aku akan menganggur di Korea, aku tidak bisa, kita punya banyak rekan disini, aku butuh pekerjaan."Ucap Axel.


"Jika begitu bantu pamanmu disana, biar kamu pimpin perusahaan pamanmu untuk sementara sampai kamu kembali ke Amerika dan menggantikan ayah lagi, ayah sudah tua Axel, kamu jangan terlalu lama disana."Saut tuan Zoan.


"Iya."Saut Axel, dia mengakhiri panggilan dan meletakan kembali ponselnya diatas meja.


Axel melangkah cepat menuju balkon rumah barunya di negara itu, menikmati pemandangan dan suara ombak air laut yang berhadapan langsung dengan balkon rumah mewahnya, dia mengatakan...


"Diandra, aku datang."


**


Halo Readers yang cantik dan ganteng 😍


Suka dengan novel ini?


Dukung author dengan cara:


VOTE


LIKE


FAVORIT


KOMEN Sopan


Dukungan kalian sangat berarti 😀🙏


Baca juga novel pertamaku judulnya Day's Eye


Kisah cinta 1 wanita dengan 3 pria kaya raya