
Setelah menghabiskan sarapan, Diandra membersihkan mulutnya dengan tisu, dia bangkit dan meninggalkan Ben sendirian.
"Mau kemana?"Tanya Ben.
"Bersiap."Saut Diandra.
"Kemana?"Tanya Ben.
"Membuatmu bangkrut."Saut Diandra, dia melangkah lagi.
"Aku sedang libur kamu malah pergi sendiri?"Tanya Ben.
"Kalau begitu bersiaplah, kamu harus jadi supirku hari ini."Saut Diandra, dia melanjutkan langkahnya.
"Supir??? cih....."Gumam Ben.
Ben bangkit dan menuju kamarnya, dia membersihkan diri dan keluar dari kamar dengan setelan pakaian santai, Diandra pun keluar dan menatap Ben dari ujung kaki hingga ujung kepalanya, dia memutari tubuh pria itu.
"Apa yang kamu lihat?"Tanya Ben.
"Kamu sangat tampan saat menggunakan pakaian santai."Bisik Diandra, dia meraba dada Ben.
"Aku tidak akan termakan rayuanmu lagi."Saut Ben, dia menghempaskan tangan Diandra dari dadanya dan melangkah pergi.
Diandra tersenyum picik, wanita itu sungguh sangat suka menggoda Ben, Diandra pun melangkah cepat menyusulnya, berjalan mundur dihadapanya, mereka saling menatap dan Diandra pun bertanya..
"Aku sangat seksi dan cantik, apa kamu tidak menginginkan aku?"Tanya Diandra, dia terus melangkah mundur dihadapan Ben, Ben pun hanya diam tidak meladeninya.
"Wajahmu datar sekali, terlalu kaku."Ucap Diandra, Ben pun masih diam.
"Eeeemmm~ aku pikir, kamu perlu sedikit nakal."Ucapnya lagi dan Ben masih diam.
"Heeeyy~ apa kamu tau? jika mengabaikan aku apa konsekuensinya?"Tanya Diandra.
"Apa?"Saut Ben.
"Kamu akan jadi jomlo akut."Saut Diandra.
"Cih..."Saut Ben tersenyum kecut.
Diandra memutar tubuh dan ben meraih tanganya, dia menyandarkan tubuh Diandra di sisi tembok, Ben menggenggam erat kedua pergelangan tangan wanita itu.
"Kamu ingin aku sedikit nakal? mau aku tunjukan padamu sekarang senakal apa aku terhadap wanita sepertimu?"Tanya Ben.
"Okaaayy.. lupakan saja."Saut Diandra, dia menghindar dan pergi.
Ben menoleh padanya, dia tersenyum dan menyusul Diandra menuju mobil, mereka meninggalkan kediaman Ben menuju mall untuk memuaskan Diandra, kini mereka telah sampai di mall besar dikota itu, Diandra langsung keluar dengan wajah yang berbinar, membuat Ben tersenyum lucu menatapnya.
Dengan langkah cepat, Diandra langsung menyambar apa saja yang dia sukai, membuat Ben mengerutkan dahinya saat melihat pakaian-pakaian yang Diandra pilih, semuanya adalah pakaian mini.
"Pakaian apa ini?"Tanya Ben, dia merampas pakaian yang akan Diandra coba.
Dari sekian banyak pakaian yang Diandra pilih, dia akan mencobanya satu per satu, namun... semuanya pakaian seksi dan mini, membuat Ben semakin mengerutkan dahinya saat melihat semua pakaian-pakaian itu.
"Bawel, kamu sudah memberikan kartu saktimu padaku, jadi terserah aku mau beli apa."Saut Diandra, dia merampas kembali pakaian-pakaianya dan menuju ruang ganti.
Ben pun duduk dan hanya diam, Diandra sungguh tidak bisa diatur, dia benar-benar malakukan segala sesuatu sesuka hatinya.
"Ben bagaimana menurutmu?"Tanya Diandra, dia melangkah bak model majalah dewasa, dengan pakaian ketat dan sangat mini.
Ben langsung berkeringat melihat wanita itu, wanita dewasa yang memiliki lekuk tubuh yang terbentuk sangat sempurna, membuat Ben menelan ludah dan mengalihkan pandanganya.
"Seksi sekali."Batin Ben.
"Tidak bagus ditubuhmu."Ucap Ben, dia bicara tanpa menatap Diandra.
"Cih..."Senyum Diandra merasa lucu.
Diandra mencoba pakaian lainya dan menunjukanya kepada Ben satu per satu, membuat Ben tidak tahan lagi melihat Diandra yang menggunakan pakian-pakaian seksi dihadapanya.
"Yang ini bagaiama Ben?"Tanya Diandra.
"Terserah."Saut Ben, dia melangkah pergi.
"Kenapa pergi? dasar pria aneh."Gumam Diandra.
Melihat Ben pergi, Diandra pun langsung membeli sisanya tanpa dia mencobanya terlebih dahulu, dia keluar dengan membawa banyak paper bag ditangan kanan dan kirinya, dia menghampiri Ben yang bersandar di tiang mall di dekat toko pakaian itu.
"Lain kali minta tolong, jangan langsung "Nih.. bawa." mengerti?"Tanya Ben.
Hari itu Ben sungguh sangat lelah, Diandra sungguh seperti setan mall, dia tidak pernah merasa puas untuk berbelanja meski Ben sudah bolak balik menyimpan belanjaan wanita itu di dalam mobilnya.
"Mobil sudah penuh, mau taruh dimana lagi?"Tanya Ben, dia sangat kesal.
"Penuh?"Tanya Diandra, dia sedikit kecewa.
"Iya P.E.N.U.H"Saut Ben.
"Kita makan yuk."Ajak Diandra.
"Iya.. aku menanti itu sejak tadi."Saut Ben.
"Cup cup cuuup, ayo kita makan."Ucap Diandra, dia menggelendoti tangan Ben dan melangkah menuju restoran.
"Mau makan steak?"Tanya Diandra.
"Terserah."Saut Ben.
"let's go."Saut Diandra.
Mereka masuk kedalam restoran steak, mencari tempat duduk yang nyaman dan memesan, sambil menunggu, Diandra sibuk dengan ponselnya, membuat Ben terdiam menatapnya.
"Simpan dulu ponselmu."Pinta Ben.
"Sebentar."Saut Diandra.
Ben merampasnya dan menyimpan ponsel Diandra disaku pakaianya, Diandra pun bangkit dan menghampiri Ben, dia duduk di dekat Ben dan meminta ponselnya dikembalikan, namun Ben tidak berniat mengembalikanya.
"Kamu akan menyesal."Ucap Diandra.
"Apa yang bisa kamu lakukan?"Tanya Ben.
"Banyak yang bisa aku lakukan untuk menghadapi pria sepertimu, contohnya... sepert ini."Ucap Diandra, dia mulai meletakan tanganya di tiap bagian-bagian tubuh Ben, membuat Ben terkejut dan menyerah.
"Ini aku kembalikan singikirkan tanganmu sekarang!"Ucap Ben.
"Hahaha...."Diandra tertawa sambil meraih ponselnya, dia memainkan ponselnya lagi.
"Sibuk sekali meladeni pria hidung belang."Gumam Ben.
"Jaga bicaramu, mereka adalah ATM milikku."Saut Diandra.
"Apa sekarang aku termasuk ATM milikkmu?"Tanya Ben.
Pelayan datang dan menyuguhkan steak pesanan mereka, Diandra langsung meletakan ponselnya, dia meraih garpu dan pisau, tanpa menjawab pertanyaan Ben, Diandra langsung melahap makananya, dia terlihat sangat lapar karena lelah berbelanja.
"Pernah kamu memikirkan perasaan mereka?"Tanya Ben, dia mulai meraih garpu dan pisaunya.
"I don't care."Saut Diandra.
"Kamu mempermainkan mereka semua."Ucap Ben.
"Mereka bodoh, apa itu salahku?"Tanya Diandra.
**
Halo Readers yang cantik dan ganteng 😍
Suka dengan novel ini?
Dukung author dengan cara:
VOTE
LIKE
FAVORIT
KOMEN Sopan
Dukungan kalian sangat berarti 😀🙏
Baca juga novel pertamaku judulnya Day's Eye
Kisah cinta 1 wanita dengan 3 pria kaya raya