
Diandra memutar tubuh dan pergi, dia duduk lagi disofanya, melihat Nara masih asyik menari, Axel menatapnya dan duduk disebrang sofa tempat Diandra duduk, Axel melihat Diandra termenung dengan wine yang ada digenggaman tangnya.
"Dulu, aku sangat hancur."Batin Diandra, dia menenggak wine nya dan termenung lagi mengingat masa lalu.
flashback
*SMA NC masa diaman Diandra sangat menggilai Axel 4 tahun yang lalu.
Saat itu Axel langsung menjabat sebagai ketua OSIS meski dia seorang Junior, dia berusia 1 tahun lebih tua dari Diandra meski mereka satu angkatan, Axel ketua OSIS yang sangat dingin dan sulit dipahami, namun itu semua tidak menjadikan alasan bagi Diandra untuk tidak menyukainya semenjak dia baru masuk kesekolah menengah pertama yang bergengsi itu, Axel yang cerdas, tampan, bertubuh proporsional dengan dada bidang dan aurah pemimpin yang sudah melekat dalam dirinya semenjak dia masih duduk dibangku SMA.
Diandra sendiri wanita tercantik di SMA NC yang bergengsi dengan ribuan siswa, dia digilai banyak pria semenjak baru datang untuk memulai masa orientasi siswa, meraih banyak perhatian dari teman satu angkatan bahkan kakak kelasnya, dia dipuja-puja saat itu.
Seolah terhipnotis saat Diandra baru pertama kali melihat sosok sang ketua OSIS yang sangat tampan dan kaya raya, pewaris perusahaan besar SN Group yang bergerak dibidan properti, dia tidak dapat mengalihkan pandanganya, melihat dan mendengar pria itu berbicara sangat tegas dan tertata, saat itu Diandra tidak bisa lagi melihat keberadaan pria lain selain Axel Zoan.
Selama 3 tahun Diandra berusaha meraih pria itu namun dia selalu diabaikan olehnya, tidak pernah direspon meski sedikit, namun Diandra merasa jika dirinya bukanlah wanita satu-satunya yang diabaikan Axel, Axel Zoan mengabaikan semua wanita yang mendekatinya.
Dihari kelulusan itu, mereka berpesta, mencoret-coret seragam dengan tanda tangan yang tidak jelas, Diandra terdiam menatap Axel yang dingin tersenyum pada temanya, membuat Diandra terpaku olehnya dan tanpa sadar mendekat kearahnya.
"Axel."Ucap teman Axel memainkan matanya, seolah memberitahukan Axel akan kehadiran Diandra didekatnya.
Axel menoleh, dia melihat sang bunga SMA yang datang menghampirinya, Axel menatap mata Diandra dan Diandra menghentikan langkahnya dihadapan Axel.
"Axel, aku minta maaf.. selama ini sudah mengganggumu, aku tau kamu merasa risih karena aku yang tidak tau malu selalu mendekatimu, jujur saja aku masuk anggota OSIS 3 tahun ini karena aku ingin dekat denganmu, tapi aku tau dari temanmu jika kamu tidak pernah menganggapku lebih dari sekedar anggota OSIS dan bunga SMA, dan akupun sadar jika aku tidak bisa meraih keinginanku yang terlalu tinggi, bagaimanapun juga kamu orang besar dan disegani banyak orang, meski begitu aku berterimakasih padamu karena meski kamu tidak meresponku tapi kamu tidak pernah mempermalukan aku disekolah ini, aku pikir setelah ini kita tidak akan bertemu lagi dan mulai melanjutkan kehidupan kita masing-masing tanpa saling bertemu dan mengenal, tapi.. sebelum kita tidak bisa bertemu lagi, apa kamu bisa memenuhi keinginanku?"Tanya Diandra, dia gugup dan tertunduk sambil memainkan kuku dari kedua tanganya.
"Keinginan apa?"Tanya Axel.
"Maaf karena aku lancang, berani meminta sesuatu darimu, tapi aku ingin memiliki sedikit kenangan yang tidak bisa aku lupakan karena meski kita tidak saling bertemu lagi, tapi aku masih bisa mengingatmu, aku... ingin mengajakmu makan malam, sebagai perayaan kelulusan sekaligus merayakan pertemuan terakhir kita, eeemm~ aku tau memang kita masih bisa bertemu lagi untuk mengambil ijazah, tapi aku pikir....."
"Aku akan menjemputmu nanti malam."Ucap Axel memotong pembicaraan Diandra dan berlalu pergi begitu saja.
Diandra membatu mendengarnya, dia terkejut sekaligus tidak percaya, Axel menerima permintaanya untuk makan malam, Diandra tersenyum sangat bahagia, pria yang dia puja sejak lama akhirnya mau memberikan sedikit waktu untuknya.
"Apa aku sedang bermimpi?"Tanya Diandra, dia mencubit pipinya sendiri.
"Auu sakit! berarti ini nyata? sungguh?"Tanyanya lagi.
Hari itu adalah hari kelulusan yang paling membahagiakan untuk Diandra.
Dimalam hari Diandra sudah sangat cantik, Axel menjemput Diandra dengan mobil mewahnya, dia terpaku melihat Diandra yang sangat cantik saat tidak mengenakan seragam, Axel mulai melajukan mobilnya.
Diandra mulai memutar otak untuk mencairkan suasana, dia tau jika pria didekatnya tidak akan bicara jika tidak diajak bicara.
"Kamu, sangat tampan saat mengenakan kemeja."Ucap Diandra lirih.
"Terimakasih."Saut Axel.
"Hanya terimakasih? lalu aku harus bicara apa lagi?"batin Diandra.
"Axel, kamu mau lanjut kuliah dimana?"Tanya Diandra.
"Aku langsung memegang kendali SN Group."Saut Axel.
"Dia hanya menjawab singkat dan tidak bertanya tentangku sama sekali, sedihnya hati ini hiks."Batin Diandra.
"Eeemm~ Axel, kamu selalu bersikap dingin pada semua wanita, apa kamu sudah punya pacar?"Tanya Diandra.
"Tidak punya."Saut Axel.
"Ya tuhan bantu aku menghadapi gunung es ini."Batin Diandra.
"Jika begitu, apa kamu sudah memiliki wanita yang disukai?"Tanya Diandra.
"Tidak ada."Saut Axel.
"oh my god, sabar Diandra sabaaarr."Batin Diandra.
Diandra berhenti bertanya, mereka hanya diam sampai mereka sampai disebuah restoran mewah bintang lima, Axel dan Diandra keluar dari dalam mobil, Diandra melangkah cepat menyusul Axel yang berjalan tegap tanpa menunggunya.
Diandra berhasil menyusul Axel setelah dia berjalan bagai berlari dengan high hils 7cm nya, terengah dan tersenyum manis pada pria yang berwajah datar itu.
Mereka duduk dikursi VVIP dan memesan, Diandra menatap Axel yang sangat tampan hingga dia tidak bisa melihat hal lain selain pria dihadapanya.
"Iya."Saut Axel.
"Terimakasih sudah memberiku sedikit waktumu."Ucap Diandra.
"Iya."Saut Axel.
Para pelayan datang dan mulai menyuguhkan menu yang mereka pesan, Axel dan Diandra mulai mencicipi makan mereka sesuap demi sesuap sambil Diandra terus menghujani Axel dengan pertanyaan-pertanyaan yang mampuh menjawab semua rasa ingin taunya tentang sosok pria itu, Diandra sangat bahagia, dia mendapat banyak keuntungan dari makan malam itu, selain dinner dengan pujaan hati, dia juga bisa mengenal Axel lebih dalam, sungguh 3 tahun yang membuahkan hasil didetik terakhir, tapi bagi Diandra "it's okay" dia sudah sangat bersyukur, setidaknya dia merasa akan memiliki kenangan indah denganya, waktu terus berjalan, berputar tiada henti, makanan diatas mejapun mulai kosong.
"Kenyangnya.."Ucap Diandra tersenyum manis pada Axel.
"Cih.."Axel tersenyum lucu.
"Aku makan banyak, itu karena kamu makan terlalu lama jadi aku yang menghabiskanya."Ucap Diandra senang.
"Sudah malam, aku akan mengantarmu pulang."Saut Axel, dia melihat jam yang melingkar ditanganya.
"Baru jam 20:12."Gumam Diandra.
Meski berat hati namun Diandra tidak bisa mengelak, Axel melangkah menuju mobilnya disusul Diandra dibelakangnya.
"Axel tunggu."Ucap Diandra berjalan cepat.
Diandra yang tergesa-gesa karena tidak bisa mengimbangi langkah kaki Axel yang sangat cepat karena kaki jenjangnya, membuat Diandra tidak memperhatikan jalanya dengan benar.
"Axel tunggu."Panggilnya lagi dan gubraaakkkk.....!!!
"Aaauuu.... sakit!"Ucap Diandra.
Axel pun menoleh dan melangkah cepat menghampirinya.
"Kamu jalan saja tidak becus."Ucap Axel, dia membantu Diandra mengeluarkan high hilsnya yang terselip disela batu paving.
"Kamu jalan terlalu cepat."Saut Dianda, mereka masih berusaha keras.
"Sudah."Ucap Axel, dia bangkit dan melangkah cepat lagi menuju mobil meninggalkan Diandra.
"Sakit."Batin Diandra.
Dengan susah payah Diandra berjalan masuk kedalam mobil, menahan rasa sakit yang membuatnya tanpa sadar menjatuhkan airmatanya.
"Kamu menangis? apa kakimu sakit?"Tanya Axel.
"Tidak."Saut Diandra menyangkal, namun Axel menyadarinya.
"Rumahku didekat sini, kakimu mungkin keseleo, aku akan memeriksanya."Ucap Axel.
"Rumahnya? rumah super mewah yang biasa aku cuma bisa lihat dari jauh saat berangkat kesekolah? apa aku akan masuk kedalam rumah itu malam ini? aaah rasanya tidak sabar ingin lihat bagaimana isi didalamnya."Batin Diandra senang.
**
Halo Readers yang cantik dan ganteng 😍
Suka dengan novel ini?
Dukung author dengan cara:
VOTE
LIKE
FAVORIT
KOMEN Sopan
Dukungan kalian sangat berarti 😀🙏
Baca juga novel pertamaku judulnya *Day's Eye*
Kisah cinta 1 wanita dengan 3 pria kaya raya