My Sexy Girl

My Sexy Girl
Wanita bek*as pakai




Hari itu Diandra menghabiskan waktunya hanya untuk berbaring diatas tempat tidur, dia tidak beranjak sama sekali hingga hari mulai redup kembali.


"Baby..."Teriak Nara memanggil dari jauh.


Diandra langsung membuka mata saat suara teriakan melengking sahabatnya menusuk telinga, dia bangkit dan tertunduk duduk diatas tempat tidur.


"Baby.."Panggilnya lagi memeluk Diandra yang masih lemas.


"Baby.. teriakanmu membuat telingaku sakit."Ucap Diandra sambil mengerutkan wajahnya.


"Hey.. kamu baru bangun tidur dari pagi?"Tanya Nara.


"Iya."Saut Diandra, dia bangkit dan meregangkan otot-ototnya.


"Mau kemana?"Tanya Nara.


"Mandi, baby aku pinjam baju seksimu ya, aku mau ke club malam ini."Ucap Diandra.


"Sendiri?"Tanya Nara.


"Kalau kamu mau kamu boleh ikut."Saut Diandra.


"Kali ini kamu mau menggali dompet siapa lagi?"Tanya Nara serius.


"Siapa saya yang bodoh."Saut Diandra.


"Semua pria jadi bodoh saat dia sudah terhipnotis olehmu, kamu butuh uang lagi beby?"Tanya Nara.


"Iya, aku meninggalkan hartaku dirumah sialan itu, aku belum bayar kuliah dan tidak punya uang saku sekarang, kamu harus beri aku uang malam ini."Ucap Diandra, dia melepaskan pakaianya.


"Itu sih kamu tenang saja, baby kenapa tidak minta uang pada ayahmu saja? ayahmukan tajir?"Tanya Nara.


"Halah pria itu, bertanya aku punya uang atau tidak saja tidak pernah, tidak penah perduli aku bayar kuliah atau belum, dia hanya perduli istri barunya, ya lagipula aku bisa menghasilkan uang sendiri, aku tidak butuh bantuanya untuk membiayai kuliahku."Saut Diandra, dia menghilang dibalik pintu kamar mandi.


"Heemm~ kamu memang wanita yang tegar baby, aku bangga padamu."Gumam Nara.


Diandra pergi meninggalkan kediaman Nara saat malam mulai larut, dia pergi ke Club bersama Nara, Nara sahabat baiknya, dia tidak pernah membiarkan Diandra pergi ke dunia malam itu sendirian karena dia khawatir pada sahabatnya itu.


"Ayo menari baby."Ajak Nara pada Diandra yang sibuk membalas chat dari pria-pria penghasil uangnya.


"Okay.."Saut Diandra, dia bangkit dari duduknya dan menuju keramaian untuk menari bersama.


Diandra yang semakin cantik dan seksi seiring berjalanya waktu, dia memikat banyak pria yang mampuh menghidupinya tanpa dia menjual dirinya, Diandra semakin menggoda saat dia menggunakan matanya untuk menarik mereka kaum pria, menggunakan senyum pemikatnya untuk menghipnotis mereka hingga rela memberikan semua isi dompet mereka, tapi.. bukan berarti itu sihir dengan bantuan mbah dukun ya, karena Diandra tidak kenal mbah dukun, dia sudah cantik sejak lahir jadi ya wajar jika dia digilai banyak pria tampan dan kaya raya.


Seorang pria yang terakhir dia temui saat mengunjungi club tempo hari, pria itu masuk kedalam club bersama patung-patung manusia yang selalu ada disisinya, pria itu memperhatikan setiap wanita yang ada disana, seolah mencari seseorang, fokus mata pria itu terhenti saat dia melihat Diandra yang sedang tertawa bahagia bersama Nara sambil menari, pria itu menarik sudut bibirnya, tersenyum kecil sambil melangkahkan kakinya menuju wanita yang dilihatnya, dia berdiri tepat dibelakang Diandra.


Nara menggunakan matanya pada Diandra, seolah dia memberitahu wanita itu jika ada calon mangsa yang datang, Diandra pun menoleh kebelakang dan terhenti saat dia melihat pria itu, dia ingat jika pria itu adalah pria yang dia tolak mentah-mentah sebelumnya.


"Temani aku malam ini."Pinta pria itu.


Diandra mengalihkan pandanganya sambil berpikir.


"Gengsi juga menemani pria yang sudah aku tolak, meski butuh uang sepertinya aku tidak akan menginjak harga diriku sendiri."Bantin Diandra.


"Boleh tau siapa namamu?"Tanya Diandra sambil memutar otak untuk mencari alasan.


"Axel, aku Axel Zoan."Saut pria itu.


Mendengar nama pria itu, seketika Diandra membatu, raut wajahnya pun berubah, tanpa pikir apapun lagi dia langsung pergi.


"Hey.. Diandra."Panggil pria itu membuntuti dan meraih tangan Diandra namun Diandra menepisnya.


Diandra duduk disofa dan meraih rokoknya, dia menikmati rokok itu dengan suasana hati yang tidak baik, Axel pun duduk didekatnya.


"Aku penasaran dan ingin memastikan saat aku bertemu lagi denganmu tempo hari, kau mantan kekasihku atau bukan, akupun meminta orangku untuk menyelidikimu dan hasilnya cukup menggembirakan."Ucap Axel menoreh senyum diwajahnya.


Diandra mengabaikanya, seolah tidak menganggap akan kehadiran Axel disisinya.


"Hey.. kamu tidak senang bertemu mantan kekasih?"Tanya Axel.


"Cih.. mantan kekasih?"Gumam Diandra tersenyum getir.


"Iya.. kamu menghilang tanpa mengakhiri hubungan."Saut Axel.


"Tuan Axel, itu sudah 4 tahun yang lalu, lagi pula kau hanya seorang ketua OSIS yang hanya menganggap aku sebagai bunga di SMA SC kan? kita tidak penah menjalin hubungan, lalu jika aku menghilangpun untuk apa mengakhiri hubungan yang tidak penah ada dimatamu? dan sekarang kau bilang aku mantan kekasih? cih... kau sungguh menggelikan sekaligus menjijikan."Ucap Diandra.


"Cih.. Diandra, aku sungguh penasaran kenapa kamu begitu membenciku sampai seperti ini."Tanya Axel.


"Tentu saja karena kau pria yang mejijikan seperti yang aku bilang barusan."Saut Diandra, dia mengepulkan asap rokoknya diwajah Axel.


"Baby.."Panggil seorang pria, Diandra pun menoleh.


"Hey.. Ray, kamu baru datang?"Tanya Diandra, dia bangkit dari duduknya dan menyambut pelukan Ray, Diandra tidak memperdulikan Axel sedikitpun.


"Baby, apa kamu bosan menungguku?"Tanya Ray, dia manarik tangan Diandra untuk meminta wanita itu duduk dipangkuanya, Diandra pun patuh dan duduk dipangkuan Ray.


Diandra menoleh pada Axel yang masih belum juga lenyap dari pandanganya, Diandra melihat kemarahan diwajah Axel saat itu, Axel bangkit dari duduknya, melangkah pergi sambil meraih tangan Diandra, dia membawanya kebelakang gedung club.


"Lepas! Axel!"Pinta Diandra, dia marah.


Axel melepaskan tangan Diandra, meraih kedua lengan Diandra dan mendorongnya kesisi dinding untuk menahanya, Axel menatap wanita itu dengan tatapan tajamnya.


"Aku bilang lepas!"Pinta Diandra.


"Cih.. Diandra, kamu sudah seperti pela*cur."Ucap Axel.


"Cih.. pela*cur?"Gumam Diandra merasa terhibur.


"Iya, apa kamu sadar?"Tanya Axel.


"Hey Axel, setidaknya aku mendapatkan uang dari mereka, tidak sepertimu yang meniduri wanita polos, wanita yang memberikan cintanya padamu, rela ditiduri olehmu, dan dengan santai kamu bilang pada temanmu jika kamu hanya bermain-main dengan wanita itu, tidak akan menikahinya dan hanya memanfaatkan tubuhnya saja? dan kau dengan bangga telah mendapatkan perawan sibunga di SMA saat itu? hahaha sungguh...sangat! lucu!"Saut Diandra.


Axel terdiam mendengarnya, dia menatap Diandra yang saat ini sangat membencinya, karena wanita yang dimksud Diandra adalah dirinya sendiri.


"Darimana kamu tau tentang itu?"Tanya Axel.


"Tentu saja aku mendengar dengan telingaku sendiri, jika kau ingin akupun bisa mengulang ucapanmu saat itu."Saut Diandra.


"Apa ini alasanmu menghilang setelah aku menidurimu?"Tanya Axel.


"Aku rasa sudah tidak penting untuk dibahas, lebih baik kita tidak perlu saling bertemu lagi, karena... aku ingin muntah saat melihat wajahmu yang tampan."Bisik Diandra ditelinga Axel.


Diandra memutar tubuh dan hendak pergi, namun Axel meraih tanganya dan menariknya kedalam pelukan hingga membuat Diandra membatu dibuatnya.


"Aku menyesal."Ucap Axel.


"Tidak ada gunanya menyesal, lagipula aku sudah tidak ada perasaan apapun padamu."Saut Diandra, dia menarik diri dan bergegas pergi.


"Diandra."Panggil Axel.


Diandra tidak menghentikan langkahnya, dia terus berjalan menjauh.


"Aku akan memperbaiki semuanya."Ucap Axel.


Diandra menoleh dan memutar tubuhnya, menatap mata Axel yang begitu dalam menatapnya.


"Menyesal? setelah sekian lama kamu baru menyesal?"Tanya Diandra.


"Selama ini aku mencarimu."Saut Axel.


"Untuk apa mencariku? untuk kamu tiduri lagi? hanya untuk mainan si ketua OSIS yang digilai banyak wanita? seperti itu?"Saut Diandra, dia memutar lagi tubuhnya.


"Aku telah mengambil malam pertamamu, maka aku akan menikahimu."Saut Axel.


"Cih.. tuan Axel, kamu bilang ingin menikahiku? lelucon seperti apa lagi itu? bukankah kau pernah bilang pada temanmu saat itu jika kamu tidak akan menikahiku? dan.. satu kalimat yang aku selalu ingat sampai saat ini "Diandra sudah aku dapatkan, sekarang dia hanya wanita bek*as aku pakai." hahaha... menurutmu apa itu terdengar sangat menggemaskan?"Ucap Diandra, dia tertawa terpingkal-pingkal, Axel membatu dibuatnya.


**


Halo Readers yang cantik dan ganteng 😍


Suka dengan novel ini?


Dukung author dengan cara:


VOTE


LIKE


FAVORIT


KOMEN Sopan


Dukungan kalian sangat berarti 😀🙏


Baca juga novel pertamaku judulnya *Day's Eye*


Kisah cinta 1 wanita dengan 3 pria kaya raya