My Sexy Girl

My Sexy Girl
Mini Market




Ben terdiam saat dia menyadari jika suasana hati Diandra saat itu mulai memburuk, dia berusaha untuk tidak membahasnya lagi.


Diandra dan Ben memakan makanan mereka, sesekali Ben menoleh ke arah Diandra, Ben sering sekali memergoki wanita nakal itu termenung di sela aktivitasnya, membuat Ben merasa sangat ingin tau lebih banyak akan kepribadian wanita itu yang sebenarnya seperti apa.


Diandra dan Ben bergegas pulang saat perut mereka terisi penuh, mereka menuju parkiran mobil di lantai 2. Diandra terhenti saat melihat Ben mendahuluinya, Ben membukakan pintu mobilnya untuk Diandra.


"Thanks." Ucap Diandra, dia melangkah masuk kedalam mobil, bersandar sambil memasang seat belt.


Ben menyusul masuk, dia mulai melajukan kendaraanya keluar dari area parkir mall untuk hendak pulang kerumah.


Ditengah perjalanan Ben menoleh ke arah Diandra, dia menatap cantik wajah wanita yang mulai menguasai isi kepalanya, hanya saja Ben tidak ingin menganggapnya serius, dia akan memperlakukan Diandra sangat baik, namun hanya sebagai teman wanitanya saja, tidak lebih.


"Bangun, sudah sampai tuan putri." Ucap Ben dengan wajahnya yang datar.


Diandra terbangun, dia menoleh ke arah Ben yang keluar dari dalam mobil dan menghampiri pelayan, dia memerintah para pelayanya untuk mengeluarkan semua barang belanjaan sang tuan putri, Ben menoleh pada Diandra yang masih duduk diam bersandar di kursinya, Ben pun menghampirinya lagi.


Ben membuka pintu mobil Diandra, dia menatap wanita yang menoleh padanya, Diandra masih diam dan mereka hanya saling menatap dalam.


"Mau aku gendong keluar?" Tanya Ben.


"Tidak perlu." Saut Diandra, dia bergegas meraih tasnya dan keluar dari dalam mobil, Diandra melewati Ben yang masih ada di hadapan matanya, dia trus melangkah hingga menghilang dari pandangan Ben.


Diandra masuk kedalam kamarnya, dia meraih ponsel dari dalam tas dan ibu jari cantik wanita itu mulai berkeliaran, Diandra melihat chat yang masuk sudah sangat menumpuk, dia sibuk menscroll kebawah dan pada akhirnya Diandra melemparkan ponselnya keatas tempat tidur.


Diandra merentangkan kedua tangan dan menjatuhkan tubuhnya keatas tempat tidur dengan posisi terlentang, dia menatap langit-langit rumah dengan tatapan kosong.


"Bosan." Ucapnya.


Diandra bangkit lagi, dia meletakan tas diatas tempat tidur dan berganti pakaian, dia mengenakan celana santai berwarna hitam pendek sepaha dan kaos ketat berwarna merah maroon, membuat tiap lekuk tubuhnya terpapar indah dipandang mata.


Diandra keluar dari dalam kamar dan mulai mencari keberadaan Ben, dia melihat Ben sedang minum air mineral di dapur, Ben menyadari akan kehadiran Diandra, dia melirik dan taaakkk....! Ben meletakan gelas kosong bekas minumnya diatas meja, dia memutar tubuh dan menatap wanita yang menghampirinya dengan tatapan mata penuh maksud.


Ben melangkah maju dan melewati Diandra untuknya hendak ke kamar, Diandra menoleh dan mematung menatap Ben yang pergi meninggalkanya begitu saja.


"Dia kenapa? kadang baik, kadang dingin dan kadang tidak perduli." Batin Diandra.


Ben benar-benar tidak terlihat lagi, Diandra pun keluar dari dalam dapur dan menghampiri pelayan yang sedang membersihkan meja di ruang utama.


"Bu.. ah tidak.. bi.. mba.. heh.." Panggil Diandra.


Pelayan menoleh, dia langsung menghampiri wanita yang baru pertama kali ini menyapanya.


"Iya nona."


"Mini market dimana?"


"Di dekat sini ada nona, dia pertigaan depan."


"Jauh tidak?"


"Tidak nona."


"Kalau Ben mencariku, bilang padanya aku ke mini market."


"Baik nona."


Diandra bergegas pergi, pelayan itu menoleh padanya dan menatapnya sangat dalam sambil menggelengkan kepala.


"Tuan Ben baik, kenapa selera wanitanya seperti itu? nona Diandra wanita nakal dan lebih terlihat seperti pela*cur, dia bahkan tidak punya sopan santun." Gumam pelayan.


Pelayan itu terus bergumam hingga ia telah tersadar dari lamunanya, "Astaga apa yang aku bicarakan? untung tidak ada yang mendengar." Ucap pelayan, dia mengelus dada karena sudah bicara lancang tentang teman wanita tuanya.


"Lebih baik lanjut bekerja." Ucapnya.


Di mini market Diandra mengambil minuman dingin dari dalam kulkas dengan dahinya yang di hiasi beberapa titik keringat, dia terus mengoceh.


"Sialan tuh pelayan, katanya deket! uuuhh! gemes banget rasanya! tau gini minta Ben antar saja." Gerutu Diandra.


Blug..!! suara pintu kulkas yang Diandra tutup sangat kasar sekuat tenaganya hingga semua orang yang ada di dalam mini market termasuk kasir menoleh padanya, Diandra memutar tubuh dan menyadari jika mata orang-orang terfokus menatapnya.


Semua mata mulai mengalihkan pandangan, perlahan semua orang tertunduk melanjutkan aktivitasnya. sambil menuju kasir Diandra masih saja menggerutu kesal pada pelayan dirumah Ben di tambah dia juga kesal pada semua orang yang saat ini ada di dalam mini market.


"Demi apapun sangat menyebalkan!" Gumam Diandra.


Di kasir ada beberapa orang berjajar untuk mengantri, Diandra langsung maju kedepan dan taakkk...!! dia meletakan minuman dinginya diatas meja kasir.


"Rokok ****** satu bungkus." Ucapnya.


Kasir wanita dan orang-orang yang sedang mengantri seketika berwajah bodoh di buatnya, mereka semua menapat ke arah Diandra sambil mengelus dada.


"Kenapa malah bengong? rokok." Ucapnya mengulang perkataan dengan tatapan matanya yang lurus tajam menatap matap kasir wanita yang ada di hadapanya.


"Ah~ ooh..." Kasir wanita itu tersentak dari lamunan, dia mulai bergegas mengambil rokok sesuai pemintaan Diandra.


"Ah oh ah oh." Ucap Diandra kesal.


Para pengantri yang semula sangat kesal dan sangat ingin menegur wanita cantik itu, perlahan mereka tertunduk karena takut.


Diandra keluar dari mini market setelah dia telah selesai dengan urusanya, sungguh.. Diandra telah membuat gaduh di tempat itu, orang-orang saat ini tengah membicarakan sikap dan penampilanya yang seksi, mereka mengelus dada dan menggelengkan kepala sambil menatap wanita cantik itu.


Ben keluar dari dalam kamar, pakaianya sudah berganti. Ben terlihat sangat keren saat dia hanya memakai kaos dan celana santai. Ben menoleh ke arah kamar Diandra.


"Kemana wanita liar itu?" Gumam Ben.


Ben menapaki anak tangga menuju ruang utama, pandangan matanya berkeliaran.


"Tuan cari apa?" Tanya pelayan.


"Lihat Diandra?" Tanya Ben sambil sibuk mencari.


"Nona Diandra pergi ke mini market."


"Mini market? bersama siapa?"


"Sendiri tuan, jalan kaki."


"Jalan kaki? yang benar saja, mini market cukup jauh dari rumah ini kalau jalan kaki."


Bibi pelayan terdiam, rupanya bagi mereka mini market cukup jauh, tapi bagi pelayan mini market itu cukup dekat karena mereka sering pergi ketempat itu, mereka telah terbiasa.


"Dekat kok." Batin pelayan kebingungan.


Dengan cepat Ben meraih kunci mobilnya, dia hendak menyusul Diandra.


Dijalan, Diandra yang sedang berjalan kaki.


"Diandra." Panggil seorang pria di belakang Diandra, Diandra pun menoleh.


"Axel?" Batin Dindra.


Diandra langsung melangkah cepat meninggalkan tempat itu namun Axel semakin cepat menyusulnya, dia memeluk tubuh Diandra dari belakang.


"Tunggu Diandra."Ucapnya.


🍁My Sexy Girl🍁


**Dukung author dengan cara:


VOTE


LIKE


FAVORIT


KOMEN Sopan**


Thanks for readers.... 🙏