
Meski kesal nyatanya Diandra tidak bisa marah berlama-lama, dia keluar dari kamar untuk menemui Ben, makan malam bersama dan masuk ke dalam kamar masing-masing untuk beristirahat.
Diandra meraih paper bag yang Ben berikan padanya tempo hari, mengeluarkan pakaian-pakaian wanita yang Ben belikan untuknya.
"Apa nih? tidak ada yang ketat."Ucap Diandra kecewa.
Meski tidak ada pakain ketat yang Ben belikan untuknya, setidaknya Diandra masih memeiliki pakaian ketat yang dia bawa dari rumah Nara, malam itu Diandra memutar tubuh didepan cermin, menarik sudut bibirnya saat dia sudah sangat cantik malam itu, Diandra keluar dari kamarnya saat malam telah larut, dia mematung saat melihat Ben berdiri didepan pintu kamarnya, menatapnya dari ujung kaki hingga ujung kepala.
"Apa yang kamu lihat?"Tanya Diandra.
"Seorang wanita cantik yang sangat seksi."Saut Ben.
Deerrtt...suara ponsel Diandra yang bergetar, dia langsung menerima panggilan itu dengan kaki yang terus mengayun menapaki anak tangga, meninggalkan tuan rumah yang terdiam menatapnya.
"Hello dear."Sapa Diandra, Ben membuntutinya.
"Honey, aku sudah didepan, keluarlah."Pintai Kai.
"Okay, wait..."Saut Diandra, dia mengakhiri panggilan dari Kai.
Diandra memutar tubuh, menatap Ben dengan tatapan heran.
"Ada apa?"Tanya Diandra.
"Mau kemana?"Tanya Ben.
"Apa urusanya denganmu? aku mau kemana apa harus melapor padamu?"Tanya Diandra.
"Besok kamu masih harus kuliah."Saut Ben.
"Lalu kenapa?"Tanya Diandra.
"Masuk dan tidurlah."Pinta Ben, dia meraih pergelangan tangan Diandra dan menariknya menaiki anak tangga.
"Tidak!"Saut Diandra, dia menghempaskan tangan Ben dari pergelangan tanganya.
Diandra memutar tubuh dan melengkah cepat, pergi dari rumah Ben dengan seorang pria bermobil mewah yang sudah menunggunya didepan gerbang besar nan tinggi kediaman Ben, Ben masih membuntuti dan memperhatikanya.
"Baby Kai."Sapa Diandra, dia merentangkan kedua tangan menyambut pria tampan dihadapanya untuk segera memeluk tubuhnya.
"Honey, you are so Beautiful tonight."Saut Kai, dia memeluk erat tubuh Diandra dan mencium keningnya.
"Is that true?"Tanya Diandra.
"Yes."Saut Kai, dia mencium lembut bibir Diandra sangat lama, saling menikmati, memberi dan memuaskan.
Kai meraih pinggang Diandra, membawanya menuju mobil, membukakan pintu mobilnya untuk Diandra dan mempersilahkan wanita cantik itu untuk masuk kedalam, Diandra patuh, dia masuk disusul Kai dan mereka meninggalkan kediaman Ben dengan mobil mewah bernilai fantastis.
Ben mematung didepan rumahnya saat Diandra telah pergi, dia tertunduk, memutar tubuh dan melangkah masuk, duduk tertunduk diatas sofa diruang utama, memikirkan betapa wanita yang tinggal bersamanya memiliki kehidupan yang sangat bebas, membuatnya merasa sedih meski kehidupan Diandra tidak ada hubungan dengan dirinya.
Ben bangkit dari duduknya, masuk kekamar dan bersiap, tanpa pikir panjang dan membuang keraguan, dia menyusul Diandra untuk menjaga wanita itu dari kejauhan.
Ben masuk kedalam club malam yang ada dikota itu, club malam terbesar yang pastinya tempat itulah yang Diandra kunjungi, Ben mulai melihat satu-persatu wanita yang ada ditempat itu, wanita-wanita yang menari begitu lupa diri dengan sorot lampu warna warni yang meriah dan musik bising yang menggema, Ben berdiri diantara mereka, memutar tubuh dan terhenti saat melihat Diandra sungguh ada ditempat itu.
Ben mematung ditengah keramaian, menatap wanita cantik yang tertawa lapas dipangkuan pria, berteman minuman keras dan rokok.
"Sungguh.. aku harus segera membawamu pergi dari kegelapan ini, Diandra... melihatmu yang seperti ini, seketika aku kehilangan kepercayaan diriku akan niatku yang ingin mengubahmu menjadi pribadi yang lebih baik, melihatmu yang seperti ini.. apa aku bisa? melangkah bersamamu menuju cahaya kehidupan?"Batin Ben.
Ben mengalihkan pandanganya, menoleh dan melangkahkan kaki menuju sofa yang kosong disebrang tempat Diandra duduk, Ben memperhatikan wanita itu, wanita yang berubah menjadi sangat liar saat langit berubah warnamnya menjadi gelap berhias bintang dan rembulan.
Malam itu, Ben melihat jam yang melingkar dipergelangan tanganya berulang kali, gelisah dan tidak dapat mengalihkan pandanganya dari wanita cantik berpakaian seksi yang mulai kehilangan kesadaran karena mabuk berat.
Kai menggendongnya keluar dari club, merebahkan tubuh Diandra didalam mobilnya, Kai mencium manis bibir waniat itu lagi sampai dia telah puas, Kai terkejut saat seseorang menepuk punggungnya, dia menoleh kebelakang.
"Kakaknya."Saut Ben dengan tatapan tajam.
Mendengar jika pria yang menepuk punggungnya adalah kakak Diandra, Kai terdiam, dia sendiri tidak yakin jika Diandra memiliki seorang kakak.
Ben menggendong tubuh Diandra keluar dari dalam mobil Kai, dia membawa wanita itu ke kemobilnya dan merebahkan tubuh wanita itu didalamnya.
Kai menepuk punggung Ben, Ben menoleh dan menatap tajam mata Pria yang saat ini ada dihadapanya.
"Diandra tidak memiliki kakak."Ucap Kai dengan tatapan tajamnya.
"Benarkah? mulai hari ini aku kakaknya."Saut Ben.
"Cih... kakak? jangan omong kosong, kembalikan dia padaku."Pinta Kai.
"Kau pikir aku akan mematuhimu?"Tanya Ben, dia menarik sudut bibirnya.
"Tentu saja."Saut Kai.
"Jika tidak?"Tanya Ben.
"Jika tidak? kau akan masuk rumah sakit!"Saut Kai, dia memukul wajah Ben sekuat tenaganya, membuat Ben terhempas dan jatuh ketanah.
"Cih.."Senyum kecut Ben, dia bangkit.
Ben melangkah cepat dan membalas pukulan Kai, dia memukul pria itu berulang kali hingga membuatnya tidak lagi mampuh untuk melanjutkan niatnya merampas Diandra dari Ben, Ben meninggalkan Kai yang kesakitan, dia masuk kedalam mobil, menyalakan mesin mobil dan meninggalkan club.
Ben memarkirkan kendaraanya setelah dia telah sampai di garasi rumah mewahnya, keluar dari mobil dan menggendong tubuh Diandra yang mabuk berat masuk kedalam kamar dan merebahkanya diatas tempat tidur, Ben melepaskan high hils wanita itu dan menyelimuti tubuhnya.
Ben meraih ponsel Diandra dan menghapus kontak Kai dari dalamnya, dia meletakan itu lagi ditempat semula.
"Kamu tidak perlu berhubungan dengan pria breng*sek itu lagi."Ucap Ben.
Ben melangkah menuju sofa didalam kamar Diandra, dia duduk tertunduk menatap punggung telapak tanganya yang membiru akhibat memukuli Kai sekuat tenaganya di club malam.
Ben bangkit dari duduk, menuju pintu dan keluar "Braakkk...!!" Suara pintu kamar Diandra yang Ben tutup dengan sangat kasar, Ben masuk kedalam kamarnya dan merebahkan tubuh diatas tempat tidur, mengingat kembali apa yang dia lihat di club, bagaimana Diandra bersikap manja pada pria-prianya, membuat Ben merasa sangat marah.
"Apa hakku merasa kesal dan marah? aku bahkan memukuli Kai, Diandra... apa sebaiknya aku menjauh darimu?"Ucap Ben termenung menatap langit-langit kamarnya yang begitu indah dan mewah.
Malam hampir habis, Ben memejamkan mata, terlelap dalam tidurnya hingga mentari hadir untuk menyambutnya lagi dipagi hari.
**
Halo Readers yang cantik dan ganteng 😍
Suka dengan novel ini?
Dukung author dengan cara:
VOTE
LIKE
FAVORIT
KOMEN Sopan
Dukungan kalian sangat berarti 😀🙏
Baca juga novel pertamaku judulnya Day's Eye
Kisah cinta 1 wanita dengan 3 pria kaya raya