My Sexy Girl

My Sexy Girl
"Aku sangat membencimu...."




"Sayang, apa kita bisa seperti dulu?" Tanya Axel.


Diandra mengepulkan asap dari mulutnya lagi, ia membuang putung rokoknya dan menggilasnya dengan kaki jenjang nan mulus berbalut high hils setinggi 12 cm.


"Aku memang bersalah, tapi aku sungguh minta maaf." Lanjutnya.


"Seperti dulu? seperti apa yang kamu maksud tuan Axel? maksudmu kamu ingin aku mengejar dan bertekuk lutut padamu lagi? cih!" Sahut Diandra.


Diandra bersandar di kursinya sambil melipat sepasang tangan di dada dengan kaki yang menumpang, gaun dengan belahan setinggi paha wanita itu bahkan mampuh mengobral paha mulusnya. saat itu Axel menyadari akan mata para pengunjung restoran bahkan tidak bisa berkedip melihat paha mulus wanitanya. Axel melepaskan jas yang sedang ia kenakan dan menggunakan jas itu untuk menutupi paha Diandra yang terbuka.


"Orang-orang melihat kakimu dengan tatapan penuh gairah." Ucap Axel.


"Biarkan saja, siapa tau mereka akan menjadi mangsaku selanjutnya." Sahut Diandra, ia mengembalikan jas yang menutup kakinya pada Axel. wanita itu bahkan tersenyum picik pada tunanganya.


"Diandra, tidak perduli kamu seperti apa aku akan mencoba menerimanya." Ucap Axel.


"Mencoba menerimanya? cih! mencoba menerima aku katamu?? apa kamu tidak salah? aku tidak butuh kamu terima tuan Axel. aku bahkan berharap kamu tidak pernah muncul di hadapanku lagi. kamu tau? kamu sungguh sangat memuakan, dan... seharusnya aku yang mengatakan itu padamu."


Diandra meraih tasnya dan bangkit dari duduk, ia pergi meninggalkan Axel menuju mobil. Axel langsung memanggil pelayan untuk membayar makanan mereka dan menyusul Diandra saat ia telah selesai membayarnya. Axel langsung menuju parkir mobil restoran, dari jauh ia melihat Diandra sedang berbincang dengan seorang pria sambil bersandar di mobilnya.


Axel menghampiri mereka dan pria itu menoleh padanya.


"Aku pulang ya Ken." Ucap Diandra.


"Nati malam, apa kamu ada waktu untuk kencan denganku?" Tanya Ken.


"Tentu saja, aku punya banyak waktu untukmu, nanti malam jemput aku di rumah ya." Sahut Diandra.


"Baiklah sayang." Ucap Ken, ia meraih pinggang Diandra dan menariknya kepelukan.


"Apa?" Tanya Diandra, ia bertanya dengan wajah yang hanya berjarak bebera cm saja dari wajah tampan Ken.


"Beri aku sesuatu sebelum kamu pulang." Sahut Ken.


"Apa yang kamu inginkan dariku?" Tanya Diandra, ia berbisik di telinga Ken.


"Cium aku." Sahutnya.


"Kamu mau aku cium di bagian mana dear? bagian atas... atau... bagian bawah?" Tanya Diandra dengan sorot mata pemikatnya.


"Saat ini aku mau yang atas dan nanti malam yang bawah." Sahut Ken.


"Pffftt....! Hahaha.... bagaimana jika aku mau semua?" Ucap Diandra.


"Dengan senang hati aku akan memberik......"


Ucap Ken terhenti saat wanita itu membungkam mulutnya dengan ciuman manis. Diandra melakukan itu di depan Axel yang terdiam di tempatnya berdiri. Axel menatapnya, sampai wanita itu telah selesai dengan urusanya bersama Ken.


Diandra menarik diri dan ia tersenyum kepada Ken, ia melepaskan sepasang tangan pria itu dari tubuh rampingnya, Diandra memutar tubuh dan mulai membuka pintu mobil.


"Bye dear.." Ucap Diandra, ia melambaikan tangan dengan senyum manis yang tertoreh di wajah cantiknya.


Ken tersenyum hangat dan membalas lambaian tanganya, ia melihat seorang pria tampan yang sejak tadi berdiri menonton dirinya bersama Diandra mulai menghampiri mobil dan masuk kedalamnya.


Ken masuk kedalam mobilnya dan pergi dari tempat itu saat mobil yang di tumpangi Diandra mulai menghilang dari pandanganya.


Didalam mobil Diandra selalu menatap keluar jendela, ia menoleh saat Axel menggenggam tanganya.


"Apa sih!" Ucapnya marah, ia menghempaskan tangan Axel.


"Kamu bahkan memberinya ciuman manis Diandra, aku hanya ingin menggenggam tanganmu tapi kamu bahkan tidak sudi aku sentuh." Ucap Axel.


"Harus berapa kali aku katakan? jangan pernah menyentuhku lagi!" Sahut Diandra.


"Tapi aku tunanganmu sekarang, aku calon suamimu, cepat atau lambat kamu akan menjadi milikku, kamu akan menjadi istriku."


"Aku tidak mau!" Sahut Diandra, ia melepaskan cincinya dan... pletak!!! Diandra melemparkan cincin itu pada Axel hingga terkena lenganya dan terjatuh ke bawah.


"Sampai kapanpun aku tidak akan sudi menghabiskan sisa hidupku bersama pria breng*sek sepertimu! kau.... sungguh aku sangat ingin me*ludahi wajahmu! Axel... Zoan!" Sahut Diandra dengan tatapan matanya yang sangat tajam menusuk.


Axel menepi dan menghentikan mobilnya di sisi jalan, ia membuka seat belt yang melingkar di tubuhnya dan lansung meraih kedua perggelangan tangan Diandra, ia menahan tangan wanita itu dengan tangan kananya dan menekan tuas kursi tempat Diandra duduk dengan menggunakan tangan kirinya.


Kini Diandra berbaring di bawah tubuh Axel, keduanya saling menatap tajam sangat dalam. Axel melihat begitu besar rasa benci Diandra padanya, itu terlihat dari cara Diandra menatap matanya.


Tangan kiri Axel mulai melepaskan tuas kursi dan kini mendarat di dagu Diandra, ia semakin mendekatkan wajahnya pada wajah Diandra yang saat ini tidak bisa melakukan apapun.


"Berani menciumku maka aku akan menampar wajahmu lagi!" Ucap Diandra.


"Kita lihat apa kamu masih memiliki tenaga untuk bisa menamparku lagi." Sahut Axel, ia semakin mendekatkan wajahnya hingga hidung mancung keduanya saling beradu.


Diandra sungguh sangat membenci pria itu, ia menggertakan gigi dengan wajah dan sepasang bola mata yang memerah. mereka masih saling menatap sangat tajam.


"Jangan menguji kesabaranku Diandra sayang, aku bisa melakukan apa saja padamu dan keluargamu." Ancam Axel.


"Aku membencimu..." Sahut Diandra dengan air mata yang mengalir dari kedua sudut matanya.


Diandra yang sangat marah, dia yang bahkan sangat muak berada di dekatnya, kini Diandra tidak bisa lagi menahan air mata tanda betapa dia sangat benci padanya. Axel menarik diri saat ia melihat air mata mengalir hingga menetes sangat cepat dari kedua sudut mata wanita itu. seketika Axel melepaskan kedua perggelangan tangan Diandra dari cengkramanya. Axel kembali duduk di kursi kemudi dan ia tertunduk tidak mengucap sepatah katapun lagi.


Diandra segera bangkit dan meraih tasnya, ia membuka pintu mobil dan keluar dari dalam mobil Axel. Axel yang menyadarinya ia langsung membuka pintu mobilnya dan menyusul Diandra.


"Kamu mau kemana?" Tanya Axel meraih tangan Diandra.


Diandra tidak menjawab, ia hanya melangkahkan kakinya secepat mungkin sambil melambaikan tangan untuk menghentikan Taxi.


"Diandra.." Panggil Axel.


Sebuah Taxi terhenti di dekat Diandra, ia membuka pintunya dan terhenti, menoleh pada Axel dan mengatakan.


"Aku lebih baik mati daripada harus menikah denganmu!" Ucapnya.


DEG


Axel terdiam mendengarnya, ia melepaskan tangan Diandra dan membiarkanya masuk kedalam Taxi, Axel tertunduk saat Diandra telah pergi.


"Aku baru sadar... jika aku menoreh luka yang teramat dalam di hatimu. aku minta maaf Diandra, jika saja waktu bisa berputar kembali, sungguh aku ingin memperbaiki semuanya. sungguh aku akan membalas cintamu sejak pertama kali kita baru bertemu." Ucap Axel, ia mengibas rambut kebelakang sambil mendongak dan memejamkan matanya.


Axel sangat menyesali perbuatanya pada wanita itu karena sungguh, perasaan yang kini ia rasakan pada Diandra adalah perasaan Diandra terhadapnya dulu.


🍁My Sexy Girl🍁


Dukung author agar rajin Up dengan cara: VOTE, LIKE, LOVE DAN KOMEN sopan ya guys....