
"I don't want to get married, but we can live together"
My Sexy Girl
a novel by Santi Nurdianti
"Ini sisi gelap didalam kehidupanku, jika cinta maka datanglah, jika tidak lebih baik pergi saja. I don't care anymore"
My Sexy Girl adalah kisah tentang seorang wanita yang hidup tanpa kasih sayang dan keutuhan sebuah keluarga, bisa dibilang "Broken home".
Diandra Racel Hans menjalani kehidupan sesuka hatinya, bir, rokok, bahkan club malam menjadi rumah kedua baginya. "Happiness" adalah satu kata yang selalu dia cari dalam kehidupanya, tidak perduli itu baik ataupun buruk.
Diandra pernah mengatakan "I hate men" satu kalimat yang membuatnya enggan untuk menjalin sebuah hubungan yang serius dengan para pria, bagaimana tidak? Diandra trauma dengan kata "marriage" itu semua berkat pengalaman pahit kedua orangtuanya yang harus menjalani kehidupan rumah tangga yang rumit akhibat orang ketiga.
But.. bukan berarti Diandra tidak bisa bergaul dengan mereka para pria, iya.. tentu saja! pria-pria tampan dan kaya raya silih berganti, mengantri untuk sekedar berkencan denganya, bahkan mereka rela menjadi ATM berjalan untuk Diandra, kenapa tidak? Diandra wanita yang sangat cantik, sempurna secara fisik, bertubuh seksi, wajah menawan dan kaki yang jenjang "she is like a princess".
Meski menjalani kehidupan yang rumit, bukankah Diandra tetap harus menikah? jika tidak.. sampai kapan dia akan melajang dan hanya mempermainkan para pria kaya raya hanya untuk menggali isi dompet mereka saja? bagi Diandra pria itu "stu*pid", lalu bagaimana jika dia bertemu pria yang mampuh menjeratnya dengan ikatan cinta yang kuat? bahkan membuatnya tidak bisa melepaskan diri. What? apa Diandra sungguh akan bertemu dengan pria seperti itu setelah dia telah banyak mempermainkan mereka kaum pria? tentu saja jawabanya "yes", kapan? ikuti kisah Diandra dalam project novel baruku ini, dan kalian akan tau kapan saat itu terjadi.
My Sexy Girl
The love story of Diandra
CAST
The Girls
Diandra Racel Hans (23)
Ketika aku berada dititik terendah, terbelenggu akan gelapnya dunia dan hanya mencari kebahagiaanku saja, tanpa perduli apapun lagi, bahkan sangat kesulitan untuk "move on" dari kehancuran yang telah terjadi pada mereka orang-orang yang paling aku kasihi, tidak terkecuali diriku sendiri, aku percaya.. "Aku tidak akan melangkah sendirian" this is my story.
The Boys
Axel Zoan (24)
Aku tidak bisa menjadi air, tapi aku bisa menjadi api yang siap melenyapkan apa saja yang ada dihadapanku, aku percaya jika aku bisa menarikmu masuk kedalam kehidupanku dengan seluruh kekuatan dan kekuasaan yang aku miliki, menemani langkahmu menuju cahaya kehidupan bersama dengan senyum bahagia, "look at me Diandra".
Ben River Zayn (25)
Tidak semua pria itu sama, terkadang kamu perlu membuka matamu lebih lebar untuk mengenal seseorang, aku tidak bisa menjadi api, tapi aku bisa menjadi air untuk menyejukan hatimu, menenangkan gejolak emosi yang menguasai dirimu, jika kamu tidak bisa melangkah menuju cahaya, maka cahayalah yang akan mendekat kearahmu,"wait and I will come for you".
My Sexy Girl
a novel by Santi Nurdianti
Ep.1. Sebatang Rokok
Malam yang sangat gelap dan dingin, tidak ada rembulan ataupun bintang, angin berhembus kencang seolah sebentar lagi akan turun hujan.
Diandra Racel Hans mengepulkan asap dari mulutnya, sebatang rokok menemaninya duduk dikursi taman dibawah pohon besar, termenung menatap langit.
Diandra Racel, putri seorang pejabat penting dinegara tempatnya tinggal, Kota X adalah tempatnya dilahirkan dari perut seorang ibu yang dicampakan oleh suaminya, Diandra wanita yang sangat cantik, bertubuh seksi, berkaki jenjang, dia wanita yang sangat angkuh dan dingin.
Kebahagiaan adalah satu-satunya yang dia cari, tidak perduli itu baik ataupun buruk, dia mengatakan "I don't care anymore".
Rokok, bir dan club malam adalah sahabat baiknya, dia suka mempermainkan pria, baginya itu menyenangkan, dia pernah mengatakan "I hate men", iya tentu Diandra membenci pria, dimatanya pria sama saja, jahat seperti ayahnya, mencampakan wanitanya setelah mereka telah bosan dan mencari wanita lainya untuk memuaskan hasrat dan penghias yang enak dipandang mata bagi siapa saja yang melihatnya.
Malam semakin larut, Diandra meraih kaleng birnya, menenggaknya sampai habis dan melemparkan kaleng kosong bekas minumnya kesembarang tempat, dia bangkit dari duduknya, melempar putung rokok yang tersisa panjang 4 cm, dia menggilas putung rokok itu dan pergi.
Diandra memarkirkan mobil mewahnya digarasi rumah mewah bak istana milik keluarga Hans yang tidak lain adalah ayahnya, dia masuk kedalam rumah mewah itu, melangkah anggun menuju kamarnya dilantai dua.
"Diandra."Panggil tuan Hans ayah Diandra.
Diandra menoleh dengan ekspresi datar seolah malas untuk menatap wajah ayahnya sendiri, dia mengalihkan pandanganya lagi.
Tuan Hans bangkit dari duduknya, menghampiri putrinya yang telah dewasa, dia mengendus tubuh Diandra.
"Kamu merokok dan mabuk lagi?"Tanya tuan Hans marah.
"Cih, lebih baik ayah urus saja istri muda ayah, kenapa harus mengurusiku?"Saut Diandra sinis, dia menarik sudut bibirnya.
Plaakkk...!! Tuan Hans menampar wajah putrinya, Diandra terdiam, dia biasa saja seolah perlakukan itu sudah menjadi makan sehari-harinya.
"Mulutmu sangat lancang! kamu tidak menghargai ayah sama sekali!"Ucap tuan Hans marah, dia membentak Diandra.
"Jika ingin dihormati jadilah seorang ayah yang pantas untuk dihormati."Saut Diandra.
Diandra melangkah, menapaki anak tangga, dia menuju kamarnya, meninggalkan ayahnya yang masih belum selesai bicara.
"Anak kurangajar!"Ucap tuan Hans marah.
Diandra masuk kekamar, menguncinya dan melemparkan tasnya keatas sofa didalam kamarnya, dia menuju kamar mandi untuk membersihkan diri, memakai jubah handuk saat dia telah selesai, dia duduk disofa didalam kamar itu, bersandar dan menikmati rokoknya lagi.
Diandra bangkit, mendekati jendela didalam kamarnya, dia membuka jendela itu dan termenung lagi menatap langit dengan sebatang rokok digenggamanya.
"Mamah pergi kemana? sudah 6 tahun, kenapa tidak juga kembali? apakah lupa jika memiliki putri?"Gumam Diandra.
Rokok dalam genggaman Diandra semakin lama semakin memendek, berubah menjadi abu yang terhempas angin malam, Diandra melemparkan lagi putung rokoknya, dia merebahkan rubuhnya keatas tempat tidur, terlelap dengan setelan jubah handuk yang masih melekat ditubuhnya.
Diandra meraih kunci mobil, melangkah hendak keluar dari rumah mewah itu, dia menoleh kearah meja makan, menatap ayah dan seorang wanita yang telah menyingkirkan Ny. Sireen ibunda Diandra, Ny. Sireen meninggalkan rumah itu saat dia mengetahui jika suaminya menghianatinya, ditambah tuan Hans membawa istri mudanya untuk tinggal bersama dengan mereka, karena rasa sakit yang teramat dalam Ny. Sireen rasakan, dia memutuskan untuk pergi meninggalkan rumah, suami dan putrinya meski belum bercerai.
"Diandra, sarapan dulu."Pinta Ny. Jenie ibu tiri Diandra.
"Cih, menjijikan."Saut Diandra.
Diandra pergi, dia melewatkan sarapan, menuju mobilnya dan pergi dari kediamanya, seseorang melakukan panggilan telpon padanya, dia menerima panggilan itu.
"Diandra, kamu diamana? cepat kelas sudah mau dimulai."Ucap Nara teman wanita Diandra.
"Dijalan, tunggu sebentar lagi sampai."Saut Diandra.
Diandra mengakhiri panggilan telpon dari sahabatnya, mobilnya masuk kearea kampus, dia memarkirkan kendaraan mewahnya, dia membuka pintu, namun terhenti saat mobil disamping mobilnya juga membuka pintunya secara bersamaan.
"Heh! tutup dulu pintu mobilmu, aku mau keluar."Ucap Diandra tidak sopan.
Pria didalam mobil itu patuh, dia mengalah dan membiarkan wanita cantik itu keluar dari dalam mobilnya, Diandra pergi begitu saja.
"Wanita cantik yang sangat kasar."Gumam pria itu, dia menyusul dan masuk keruang dosen.
Didalam kelas, semua mahasiwa/i jurusan seni rupa tengah serius menerima ilmu dari dosen mereka tuan Jeff.
Seseorang mengetuk pintu dan membukanya, tuan Jeff bangkit, menghentikan aktivitasnya sejenak, dia menghampiri pria muda yang masuk kedalam kelas itu.
"Ben."Sambut tuan Jeff senang.
"Tuan Jeff."Saut Ben.
"Semuanya, perkenalkan pria muda ini adalah Presiden Direktur XV Group, namanya Ben, saya meminta bantuanya untuk menggantikan saya selama 1 bulan untuk mengisi semua mata kuliah kelas seni rupa II."Ucap tuan Jeff.
Diandra mendongak, dia terkejut saat melihat wajah dosen pengganti tuan Jeff yang akan mengisi matakuliahnya selama 1 bulan penuh adalah pria yang dia temui diparkiran mobil.
"Iya, sepertinya hariku tidak akan mudah."Gumam Diandra mengalihkan pandanganya saat dia melihar Ben menatapnya.
"Tuan Ben, apa boleh kita panggil ka Ben?"
"Boleh tau berapa usianya tidak?"
"Masih mudan dan sangat tampan, sudah punya pacar belum?"
"Tinggal dimana ka Ben?"
"Ka Ben jangan galak-galak ya."
Ucap teman-teman Diandra.
"Ben, silahkan perkenalkan diri."Pinta tuan Jeff.
"Baik, sepertinya saya disambut hangat disini, jadi saya akan menjawab pertanyaan kalian, kalian boleh panggil saya Ka Ben, usia saya bulan depan 25 tahun, saya masih lajang, tinggal di kompleks dekat kampus, saya pindah dari kota E baru-baru ini, saya pikir saya tidak galak, tapi saya bisa menjadi galak saat kalian tidak patuh."Ucap Ben.
"Woooaaahh, masih lajang."
"Boleh lah jadi target."
"Iya, dia tampan dan terlihat kaya."
Bisik semua reman-teman Diandra dikelas itu, Diandra seolah tidak perduli, merka keluar dari kampus saat matakuliah telah usai.
Diandra menuju mobilnya dan terhenti saat melihat Ben bersandar dimobil mewahnya dengan kedua tangan yang melipat didada, Diandra berpura-pura tidak melihat.
Ben menutup jalan Diandra dengan kakinya yang jenjang, Diandra terhenti, dia menoleh dengan tatapan dingin tanpa rasa takut.
"Singkirkan kakimu atau aku akan mengnjaknya."Ucap Diandra.
"Cih, kau cantik kenapa begitu galak?"Tanya Ben.
"Kau hanya seorang dosen pengganti yang tidak jelas, hanya 1 bulan dan akan lenyap dari kampus besar ini, jadi jangan mencari masalah denganku, apa kau paham?"Ancam Diandra.
"Kamu akan menyesal dan meminta maaf padaku."Ucap Ben.
"Cih..tidak tau malu."Saut Diandra.
Diandra menerobos kaki Ben, dia masuk kedalam mobil dan pergi begitu saja, membuat Ben tersenyum menatapnya.
Dijalan Diandra melakukan panggilan telpon pada Nara, meminta teman wanita itu untuk menghabiskan malam diclub malam bersamanya, Nara setuju, mereka bersiap saat hari mulai larut.
**
Halo Readers yang cantik dan ganteng 😍
Suka dengan novel ini?
Dukung author dengan cara:
VOTE
LIKE
FAVORIT
KOMEN Sopan
Dukungan kalian sangat berarti 😀🙏