
Dom, meminta anak buahnya untuk mencari keberadaan Queen dengan meretas cctv jalan untuk mengetahui dimana posisi Queen, tak lupa ia juga meminta para preman yang mencari Queen di pasar kemarin untuk turut membantu, sehingga tidak butuh waktu lama untuk mengetahui keberadaan Queen saat ini.
Setelah mengetahui keberadaan Queen, Dom langsung melaporkan kepada Evan dan disinilah mereka sekarang, didepan apartemen seorang gadis yang bernama Delvika, sepupu dari salah satu sahabat Queen.
"Sia_"
Pintu apartemen itu terbukti, sang pemilik baru saja membuka mulutnya untuk bertanya kembali menutup rapat-rapat mulutnya saat tahu Evan yang berdiri dihadapannya.
Siapa yang tidak tahu Evander Sagara, pengusaha muda yang terkenal kejam dan dingin, pria itu terkenal tidak berperasaan saat berurusan dengan musuh-musuhnya.
Namun parasnya yang tampan serta kekayaan yang dia miliki, membuat ia begitu di idam-idamkan para kaum hawa, terkecuali Queen, Mungkin.
"Saya mencari Queen Anara!" Ujar Dom, menyampaikan maksud kedatangannya, sementara Evan hanya Diam, menunggu Dom menyelesaikan semuanya.
Evan hanya akan berurusan dengan istrinya tidak ada pengecualian untuk siapapun." Kenapa Diam, saja! Benarkan Queen ada disini." Tanya Dom lagi, pria itu mulai kehabisan kesabarannya menunggu Vika menjawabnya.
Karena sejak tadi gadis itu hanya diam sembari terus menatap kepada Evan, entahlah mungkin dia sama dengan wanita-wanita diluar sana yang menganggumi seorang Evander Sagara.
Tau jika tuannya memiliki kesabaran setipis tissue yang di celup air, Dom langsung mendorong tubuh Vika agar menyingkir dari hadapan Evan.
"Akkhh," Vika meringis saat, sikutnya terbentur pintu, sementara pelaku yang telah menyebabkan ia kesakitan, justru bersikap biasa saja, seolah tak Terjadi apa-apa.
Evan masuk kedalam apartemen Vika, mendapati istrinya, tengah duduk ditemani sahabat-sahabatnya.
"Tuan Sagara." Ucap Tommy, membuat Nat, Chika dan Indra langsung menoleh dan mendapati Evan disana, mereka terdiam sembari menatap bergantian Queen dan Evan.
Queen tidak melihat kearah Evan sedikitpun, wanita itu hanya diam sembari menunduk dengan air mata yang sudah beranak sungai.
Dia sungguh merasa bodoh, karena selalu ditemukan dengan mudah! Apa selamanya dia akan terus terjebak dengan pria itu.
Tidak, tentu saja dia tidak ingin terjebak dengan Evan, tapi bagaimana caranya dia lepas dari Evan. " Queen." Panggil Evan.
"Mau pulang sendiri atau dipaksa! Kamu harus tahu, pilihan kedua itu akan sangat merugikan kamu, ayo." Evan mengulurkan tangannya kepada Queen, namun wanita itu tidak bergeming sedikitpun, membuat Evan mendengus. "Queen Anara_"
" Sebenarnya apa mau kamu? apa untungnya aku ada atau tidak dihidup kamu! Haah. Kamu nikahi aku, setelah itu kamu kurung aku tidak boleh ini dan itu lah! Semua yang aku lakukan harus kamu ketahui dan melalui persetujuan kamu. Aku ini istri apa tahanan sih." Teriak Queen.
Jika dia tidak bisa pergi, maka Evan harus mendengarnya tidak peduli jika masalah rumah tangga mereka didengar oleh sahabat-sahabatnya, salah sendiri kenapa Evan memperlakukannya seperti ini.
"Queen jangan berteriak didepan aku, aku ini suami kamu?"
Queen beranjak dari tempat duduknya, bermaksud untuk menentang Evan."Memangnya kenapa kalau kamu suami aku! Aku tidak peduli karena kamu sendiri pun tidak peduli sama aku, aku bahkan berani meneriaki kamu didepan semua orang, agar mereka tahu seperti apa tuan Sagara yang mereka agung-agungkan in_ hmm."
Entah setan dari mana yang tiba-tiba merasuki pria itu, membuatnya menarik tengkuk Queen, lalu membenamkan bibirnya pada belahan bibir gadis itu.
Queen yang mendapat serangan tiba-tiba dari Evan langsung terdiam dengan tubuh yang tiba-tiba kaki, karena ini pertama kalinya dia di cium. " Cerewet." Gumam Evan Setelah menarik dirinya dan memanfaatkan situasi Queen dengan memanggulnya layaknya karung beras.
"Turunkan aku, aku nggak mau pulang sama kamu, breng-sek lepas Evan." Teriak Queen namun tidak diindahkan oleh Evan.
Pria itu melangkah keluar apartemen Vika dengan Queen yang berada di pundaknya, sementara di belakang sana sahabat-sahabat Queen, masih mencerna apa yang baru saja terjadi.
"Jadi, yang dia ceritakan tadi benar?" Tanya Indra. Pria itu lebih dulu sadar ketimbang tiga Sahabatnya.
"Ahhh, ternyata sahabatku, istrinya miliarder." Teriak Chika Heboh.
Pletak.
Gadis itu langsung terdiam setelah Tommy menyentil dahinya. " Lupa, bagaimana sikap tuan Sagara, saat dipesta ulang tahu Sherly."
Ucapan. Tommy membuat mereka langsung mengkhawatirkan keadaan Queen, bayangkan saja, didepan umum saja dia sanggup mempermalukan Queen dengan melemparnya ke kolam renang apalagi mereka hanya berdua.
Dan pikiran mereka kini sudah dipenuhi hal-hal buruk akan tindakan Evan kepada Queen." Jangan berpikir yang tidak-tidak, sekejam-kejamnya dia, dia tidak mungkin membunuh istrinya." Ucap Vika, bukannya merasa lega, mereka justru semakin mengkhawatirkan Queen.