My Queen

My Queen
Rasa bersalah.



Queen dan yang lainnya langsung menghampiri anggota Phoenix, menyapa mereka dan mulai bercengkrama sebagai mana mereka saat bertemu.


Dan sejauh ini semua berjalan lancar, bahkan saat mereka memberi selamat kepada pemilik acara malam ini.


"Terima kasih kak Zicko." Ucap wanita itu sembari menabrakkan diri pada Zicko.


Membuat Ema yang melihat hal itu langsung membuang sindiranya." Chi, jauh-jauh sana, teman aku nggak nyaman kamu peluk-peluk gitu, nggak punya harga diri banget." Ucap Ema sembari menarik Chika kebelakang, padahal wanita itu tidak memeluk siapapun tapi lirikan mata dari Nat menjelaskan semuanya.


Chika pun tak banyak berkomentar sama seperti Queen, keduanya hanya melirik wanita itu dan Zicko.


"Sherly lepas." Ucap Zicko sembari mendorong tubuh wanita itu pelan namun cengkeramannya membuat wanita yang di panggil Sherly itu melepaskan pelukannya pada Zicko.


Setelah itu ia mundur berdiri sejajar dengan Queen dan merangkul pundak wanita itu. Sementara anggota Phoenix lainnya maju untuk memberikan ucapan selamat kepada Sherly.


"Selamat ulang tahun, semoga panjang umur dan sehat selalu." Ucap Queen tulus sembari mengulurkan tangannya untuk berjabat tangan dengan wanita itu.


Queen ada orang terakhir dari anggota Phoenix yang memberi ucapan selamat kepada Sherly, ia bahkan sudah melupakan kejadian di mall malam itu, karena Queen bukanlah seorang pendendam. Namun siapa sangka bahwa Sherly tidak demikian, wanita itu justru masih dendam dengan Queen di tambah ia melihat Zicko merakulnya membuat wanita itu semakin membenci Queen, karena gadis itu sudah lama menaruh hati pada ketua Genk Phoenix.


Sherly tidak membalas uluran tangan Queen, wanita itu justru memeluknya membuat semua orang mengira jika Sherly adalah gadis yang baik dan mudah berbaur dengan siapa saja termasuk Queen orang yang baru dia temui.


Namun mereka tidak bisa mendengar kalimat hina yang Sherly berikan kepada Queen.


"Aku tidak membutuhkan doa dari wanita seperti kamu, Dasar wanita mura-han, apa om-om simpanan-mu itu tidak cukup sampai kamu harus menggoda kak Zicko juga." Bisiknya tepat di telinga Queen.


Namun Queen hanya tersenyum dan tidak banyak bicara. Queen ingin melepaskan pelukan Sherly karena dia tidak ingin membuat masalah disini. Sayangnya Sherly semakin erat memeluknya dan terus saja membisikkan kata-kata hina namun sekali lagi Queen tetap Diam.


"CK, apa orang tuamu tidak mengajarkan kamu menjadi wanita baik-baik atau mereka justru mengajarkan kamu seperti ini agar kalian bisa hidup enak, sungguh memalukan."


"SHERLY."


Tanpa pikir panjang Queen langsung melepaskan pelukan mereka dan mendorong tubuh wanita itu hingga ia terjatuh mengenai kue ulang tahunnya. Membuat semua orang berteriak memanggil nama gadis itu dan menatap tajam Queen seakan menghakimi-nya.


Tanpa mereka tahu alasan dibalik perbuatan Queen. Queen bisa tahan saat dirinya dihina, tapi jika menyangkut orang tuanya Queen tidak akan peduli siapapun orangnya dia akan melawan. Dan siapapun itu jika menyangkut orang tuanya pasti akan bertindak sama seperti Queen.


PLAK.


Seseorang tiba-tiba menampar pipi Queen dengan begitu kerasnya. Dan ini pertama kalinya gadis ini di tampar.


Percaya atau tidak hidup dalam kesederhanaan dengan kebutuhan yang pas-pasan tidak pernah sekalipun wanita itu ditampar ataupun di bentak oleh kedua orang tuanya maupun kakek dan neneknya.


Tapi karena ulah Sherly ia harus menerima semua perlakuan buruk itu


"Kak!" Panggil seseorang yang baru saja datang dan menghampiri wanita yang baru saja menampar Queen. Menahan tangannya dengan tatapan khawatir.


"Apa orang tuamu tidak mengajarkan kamu cara bertamu, ap_" wanita itu kembali menghina orang tua Queen.


" Kakak, sudah jangan teriak-teriak nanti tenggorokan kakak sakit." Sahut Evan sembari memotong ucapan kakaknya. " Wanita ini biar Evan yang urus." Lanjutnya. Setelah itu berbalik untuk melihat seperti apa wajah wanita yang sudah membuat kakaknya marah itu.


Tanpa banyak bicara, pria itu langsung mencengkram pergelangan tangan gadis itu, menyeretnya hingga sampai di samping kolam renang itu, lalu mendorong wanita itu dengan begitu keras.


Pyaar.


Tubuh gadis itu terjatuh didalam kolam renang yang dingin itu.


Queen mendorong tubuhnya keatas hingga ia dapat timbul ke permukaan air itu sembari mengatur nafasnya kemudian berenang ke samping lalu keluar dari kolam renang itu tanpa ada yang membantunya termasuk sahabat-sahabatnya.


Wanita itu menatap penuh kebencian, pada orang yang telah memperlakukan dia seperti ini.


Queen menunduk untuk melepaskan heels lima senti yang ia gunakan, lalu membuangnya begitu saja, tanpa ada sepatah katapun wanita meraih tasnya yang terjatuh lalu menatap pada Sherly dan Eva. " Ya anda benar nyonya saya tidak didik oleh orang tua saya, karena saya adalah anak yatim-piatu yang dia tidak orang tuanya sejak saya kecil! Apa ada puas." Ucap Queen lalu meninggalkan tempat pesta.


Meninggalkan perasaan bersalah pada wanita yang baru saja menamparnya juga sahabat-sahabatnya itu.


Sepanjang perjalanan, hanya air mata yang menjelaskan seperti apa perasaan Queen saat ini.


\=\=\=\=\=\=


"Non apa yang terjadi?" Tanya paman Ben saat mendapati istri majikannya itu, pulang dalam keadaan basah kuyup dan tidak mengunakan alas kaki.


"Aku baik-baik saja paman." Jawab Queen sembari berlalu begitu saja dari hadapan paman Ben.


Wanita itu masuk menaiki anak tangga menuju kamarnya tak lama setelahnya, Queen kembali keluar masih dengan bajunya yang basah. " Paman." Panggilnya dari ujung tangga.


Paman Ben pun segera menghampirinya. " Iya non."


"Tolong berikan kunci mobil ini kepada Nat jika dia datang untuk mengambilnya dan jangan biarkan siapapun masuk karena saya tidak ingin bertemu siapapun hari ini." Pesan Queen. Paman Ben pun mengangguk kepalanya tanpa banyak bertanya.


Walaupun pria itu sangat penasaran dengan apa yang terjadi pada istri majikannya itu.


Setelah memberikan kunci mobil Nat pada paman Ben, Queen langsung masuk kedalam kamarnya dan mengunci pintu kamar itu itu.


Tak lama setelahnya, Nat, Chika, Tommy dan Indra datang, mereka meminta izin untuk bertemu dengan Queen namun paman Ben tidak mengizinkan mereka untuk masuk.


"Paman, kami mohon! Kami hanya ingin bertemu dengan Ara sebentar saja." Bujuk Nat.


"Maaf, Nona Queen tidak ingin bertemu dengan siapapun hari ini! Kalian bisa menemuinya di kampus nanti." Ucap Paman Ben.


"Tapi paman, kita ini masih libur semester bagaimana cara kita bertemu?" Tanya Chika.


"Benar paman, hanya sebentar tidak akan lama, kami janji." Ucap Tommy.


"Maaf, tapi nona Queen tidak ingin bertemu dengan kalian, sebaiknya kalian pergi." Tegas paman Ben setelah itu masuk kedalam rumah dan menutup pintu dari mereka.