My Queen

My Queen
Mencoba kabur



"Apa dia bilang, ingin mengawasi aku langsung, mari kita lihat, sampai dimana kamu bisa menekan aku dan akan aku gunakan semua ajaran kamu untuk melawan kamu tuan yang sombong." Ucap Queen sembari mengepalkan tangannya kuat.


Wanita itu saat ini telah kembali ke kamarnya, usai berdebat dengan Evan. Lebih tepatnya Evan tidak ingin melanjutkan perdebatan mereka dan menyeret Queen kembali ke kamarnya, serta mengunci pintu kamar wanita itu dari luar.


"Kamu pikir dengan mengunci pintu ini aku tidak akan bisa keluar, kamu salah." Ucap Queen lagi, wanita itu sudah seperti orang gila terus bicara sendiri.


Queen berjalan kearah lemari, mengeluarkan selimut handuk serta apa saja yang bisa ia gunakan, untuk ia turun ke bawah.


Setelah mengumpulkan semuanya, Queen mengikat menjadi tali, setelah itu dia mengganti pakaian dari piyama tidur berganti menjadi kaos dan jeans. Setelah dia mengambil tas dan kunci mobilnya.


Queen mengikat, ujung seprei yang telah ia sambung itu, pada pilar yang berada di balkon setelah melempar sisa sambung itu kebawa begitu juga dengan sepenuh dan tas-nya.


Dirasa semuanya aman, dia pun mulai turun dari balkon kamar-nya. Sampai di bawah, Queen segera memakai sepatu dan mengambil tasnya.


Berjalan ke depan dengan mengendap-endap untuk melihat keberadaan mobilnya, bersyukur pria itu tidak menyuruh anak buahnya, untuk menyimpan mobilnya ke garasi dan membiarkannya masih terparkir di sana, jika tidak sudah pasti dia akan kesulitan untuk pergi dari rumah itu.


Queen bergegas masuk kedalam mobilnya, suasana rumah yang sedikit sepi membuat langkah Queen mudah sejauh ini. Tanpa wanita itu sadar sang tuan sedang menonton tingkah konyolnya pada layar tablet yang ada di tangannya karena setiap sudut di rumah itu terpampang cctv terkecuali kamar Queen.


Ingin sekali Evan menertawakan dan keluar untuk menyeretnya masuk lagi kedalam kamarnya, tapi Evan tidak melakukan itu, dia ingin menikmati tontonan itu sampai akhir.


"Queen, Queen! Kamu terlalu bodoh jika berpikir bisa lari dari tempat ini." Ucap Evan, sembari memutar wine dalam gelas yang ia pegang setelah itu barulah dia meneguknya.


Sementara diluar Sana, Queen sudah masuk kedalam mobilnya, dia mulai menyalakan mobil dan segera meninggalkan rumah, Queen merasa saat ini dirinya sudah berada di atas angin karena sebentar lagi dia akan terbebas dari pria itu.


Namun semua itu harus sirna saat pintu gerbang rumahnya di tutup dengan rapat belum lagi beberapa bodyguard sudah berdiri di depan pintu gerbang itu untuk menghalangi Queen.


Tiit.. tiit...


"Menyingkir-lah dari sana dan buka pintunya atau kalian mau aku tabrak?" Ancaman Queen tidak berpengaruh sedikitpun pada mereka, sebab mereka tetap diam di tempat seperti patung, membuat Queen frustasi dan harus berbuat nekat.


Perlahan ia mulai mundur sedikit demi sedikit sembari menekan klakson itu mengingatkan mereka, namun hasilnya tetap sama mereka tidak terpengaruh.


"Si-alan kalian semua, jangan salahkan aku." Queen langsung melajukan mobilnya dengan kecepatan tinggi.


Brukk.


Jika terlambat satu Detik saja para bodyguard itu tidak melompat ke samping, sudah dipastikan saat itu juga para bodyguard tuan sombong itu akan berbeda alam dengannya.


"Sudah selesai main-mainnya?" Suara pria itu membuat Queen terdiam, bahkan rasa pusing nya karena mobilnya menabrak gerbang depan dengan begitu keras, langsung hilang begitu saja.


Queen menengok kesamping di sana Evan sudah berdiri sembari melipat kedua tangannya di dada, belum lagi tatapan pria itu.


Membuat Oksigen di sekitar Queen langsung habis, Queen merasa kesulitan Untuk bernafas.


Salah satu, bodyguard segera membuka pintu mobil Queen dan Evan sedikit membungkuk untuk mengeluarkan istrinya dari sana.


"Bawa mobil itu untuk di perbaiki." Titahnya Lalu melangkah masuk kedalam rumah sembari mengendong Queen ala bridal.


Jika Evan berpikir setelah ini Queen bakalan berhenti, maka pikiran itu salah karena saat ini, di otak kecil Queen telah tersusun rencana baru lagi.


Queen sudah bertekad dalam hatinya Dia akan terus membuat ulah dan mencoba kabur dari pria menyebalkan itu, yang sayangnya adalah suami Queen sendiri.