
.Update....
"Apa kalian ada hubungannya dengan
mimpi kami."
Jin,jimin dan taehyung bungkam.apa
ini saatnya jisoo.jennie dan rose
tahu tentang jati diri mereka dimasa
lalu?.tapi apakah mereka akan percaya
dengan semua fakta yang ada ?
Entahlah.
"Kenapa kalian bungkam.tolong bicara
yang jujur,apa kalian ada hubungannya
dengan mimpi kami." kali ini suara
jennie terdengar lirih.
Hal itu membuat hati taehyung
tercubit.memandang jennie sendu.
"Kami tidak tau." ucap jimin.
"Tidak tau,lalu apa yang kalian
ucapkan tentang janji jungkook ke lisa
dulu" sial,jisoo sangat pintar mengingat
semuanya.
"Lebih baik sekarang kalian ikut
kami." ucap taehyung mengalihkan
pembicaraan.
"Jawan dulu pertanyaan kami.jangan
mengalihkan pembicaraan tuan kim."
ucap jennie.
"Ini kenapa jadi ribut sih." itu suara
rose.
Jisoo dan jennie menatap rose
tajam,menyuruhnya untuk diam.rose
yang mendapat tatapan maut dari jisoo
dan jennie pun menutup mulutnya
rapat-rapat.
"Salah mulu jadi gw." gumam rose.
"Kami akan menjawab semua
pertanyaan kalian nanti." ucap jin.
Jisoo menggeleng tanda tak setuju.jin
yang melihat gelengan jisoo hanya
dapat menghela nafas pasrah,mungkin
ini waktunya.
"Tapi apakah kalian akan percaya
dengan apa yang kami ucapkan dan
semua fakta yang ada."
Jisoo menaikan satu alisnya tak
mengerti.
"Lebih baik sekarang kalian ikut kami
kedalam,apa kalian tidak khawatir
dengan lisa." itu jimin yang berucap.
"Oh.iya LALICE" seru jisoo dan jennie.
Tanpa menunggu.jis00 dan jennie
segera berlari menuju pintu masuk
mansion meninggalkan rose yang kini
sedang kesal..
"***** nggak sama jisjen nggak sama doi, ditinggal terus gw. eh emang gw punya doi ya. "
Jimin tak menghiraukan rose
yang kini tengah menggerutu tak
jelas.jimin meraih tangan rose dan
menggenggamnya erat,lalu setelahnya
melesat pergi.
Kini jisoo dan jennie langsung masuk
kedalam kamar jungkook tanpa
permisi.mengabaikan tatapan tajam
jungkook.
"lalice bangun."panggil jennie.
Namun,lalice tetap tak membuka
matanya.
"Eh ***** lu jalan apa lari cepat banget."
itu suara rose.
Rose dan jimin sudah berada dikamar
jungkook.
"Melesat." ucap jimin singkat.
"Oh melesat tuh yang kalo lagi main
anak panah terus salah sasaran ya?"
"meleset itu namanya ****."rose
menyengir.
Euhhh..
Erangan kecil mulai terdengar dari
bibir lisa.mata itu mengerjap menatap
sekeliling ruangan.hingga mata itu
terbuka sempurna.
"Lisa kamu udah bangun."ucap
jungkook senang.
Lisa menatap jungkook.pandangannya
berubah dingin,lalu setelahnya lisa
membuang pandanganya.jungkook
bungkam melihat lisa membuang
wajah.
"Lisa lu nggak papah kan,nggak mati
kan" seru rose heboh.
"Sekali lagi lu ngomong gw penggal
kepala lu." ucap jennie.
"Serba salah gw,kaya raisa." gumam
rose.
"Eonnie.bawa lisa pulang." ucap
lisa lemah.ia masih enggan menatap
jungkook yang berada disampingnya.
Jisoo yang melihatnya pun bingung.ia
ingin membawa lisa pulang.namun
jisoo bisa melihat tatapan jungkook
sendu kelisa.mereka sedang ada
masalah.pikir jisoo.
Jisoo menatap jennie dan rose.
"Kita keluar dulu,biarin jungkook
dan lisa selesain masalah mereka."
ucapan jisoo dapat membuat jungkook
terhenyak.ternyata jisoo dapat
mengerti situasi.
"Eonn--".
"selesai masalah mu dulu lalice, jangan lari dari masalah. "
Jisoo.jennie dan rose beserta
jin,taehyung dan jimin segera keluar
dari kamar jungkook dan menutupnya.
Kini hanya tersisa jungkook dan lisa.
Keadaannya hening.jungkook bingung
ingin memulainya dari mana.
"Lisa." panggil jungkook.
Lisa diam tak menyahut.
"Lisa maaf."
"Aku kebawa emosi lis."
Lisa tetap diam,air matanya
jatuh.posisinya lisa tetap
membelakangi jungkook.
Jungkook memegang pundak
lisa.membalikan tubuh lisa hingga
menghadapnya.jungkook meringis saat
melihat air mata itu.
Hiks..
Isakkan lisa terdengar.jungkook segera
mendekap tubuh mengelus punggung
gadisnya.
"Maafkan aku,maafkan aku.maaf, aku
nggak suka kamu deket sama lelaki
lain lis.kamu milik aku dan itu akan
terus berlaku untuk selamanya."
ucap jungkook.ia menenggelamkan
kelapanya di leher lisa.
"Apa harus dengan mengatai ku
******, aku mirip ****** ya." jungkook
menggeleng.
"Kamu bukan ******.kamu bidadari
kamu seorang malaikat.maafin aku."
"Jauh in aku jungkook".
Jungkook menggeleng.
"aku nggak bisa lis,aku nggak bisa.aku
nggak akan bisa jauh in kamu".
"Hiks..aku nggak sanggup lagi
jungkook.jauhin aku." ucap lisa.
"Nggak lisa,aku nggak akan ngejauhin
kamu.kamu milik aku, aku sayang
kamu..."
"aku mencintaimu lily. "
Lisa tertegun.cintanya tak
bertepuk sebelah tangan.jungkook
mencintainya dan lisa juga mencintai
jungkook,.apakah jungkook sedang
bercanda?.tidak.lisa tidak melihat
kebohongan dimata jungkook yang ia
lihat adalah kejujuran dan ketulusan
dimata kelam itu.
Isak lisa semakin keras ia
meraung-raung sambil memukuli
dada jungkook." aku juga mencintaimu
bodoh".
"Aku juga mencintaimu.sialan.kau
sudah mengatai ku ******.aku benci
padamu tapi aku tak bisa aku terlalu
mencintaimu" isak lisa semakin keras.
"Kau harus tanggung jawab,kau harus
bertanggung jawab jeon jungkook"
jungkook tersenyum lebar membawa
lalisa kedalam dekapannya.
"Aku akan bertanggung jawab untuk
itu." lisa tersenyum ia mempererat
dekapan jungkook sesekali mengelus
surai hitam milik jungkook.
Jungkook melepaskan
pelukannya,menatap lisa dalam.
"Maaf karena telah
membentak mu,maaf"lisa terkekeh
wajah jungkook sangat imut.
Lisa tak menyangkal.siapapun yang
melihat jungkook saat ini pasti ingin
sekali mengarungi jungkook dan
membawanya pulang.
"ani,ani,ani.kau harus mendapatkan
hukuman" jungkook terdiam.
"Hukuman'" lisa mengangguk.
"Baiklah,apa hukuman yang harus ku
jalankan gara kau memaafkanmu" lisa
menaruh telunjuknya di kening,seolah
sedang berfikir.
Seketika lisa tersenyum lebar.ia
mengingat sesuatu.lisa beranjak dari
ranjang dan menuju lemari jungkook
hanya diam melihat apa yang sedang
lisa lakukan, dan ya lisa nampak
baik-baik saja dan lupa dengan
kecelakaan itu.jungkook menghapus
ingatan lisa.namun tidak dengan
pertengkaran mereka.
Tubuh jungkook menegang saat lisa
tersenyum lebar sembari membawa
benda itu.
Sialan.
Jungkook mengumpat dalam hati.ia
membaca pikiran lisa.
"Pakai ini"
Sial,sial,sial.
"sa..sayang kenapa harus inï "lisa
tersenyum.
"Ini adalah hukumannya,palli." lisa
jungkook.
Jungkook mengambilnya dengan
wajah yang ditekuk,berjalan malas
kearah kamar mandi.setelah pintu
kamar mandi tertutup lisa langsung
tertawa terbahak-bahak ia tak bisa
membayangkan,jeon jungkook seorang
ceo yang dingin dan berwibawa
akan menjadi sangat menggemaskan
menggunakan benda itu.
Sedangkan dikamar mandi jungkook
tengah menatap dirinya di kaca sambil
mengumpat berkali-kali.
"Harga diriku jatuh sekarang".
Dengan langkah malas jungkook
keluar dari kamar mandi,mengintip
keluar,kosong.
"sayang kau dimana" jungkook
berteriak memanggil lisa.
Mencari lisa disudut kamar.
Dorr..
"Hahahaha...astaga apa ini kau sangat
lucu tuan jeon.bwahahaha" jungkook
menatap lisa datar.lihat lah lisa tertawa
begitu kencang ia bahkan memegangi
perutnya yang sakit karena banyak
tertawa.
"Ya..ampun perut ku sakit
sekali.hahahaha".
"sudah ketawanya'"ucap jungkook
datar.lisa memberhentikan tawanya
namun tak dipungkiri bahwa tubuhnya
bergetar menahan tawa.
"Aku sudah melaksanakan
hukumanmu.jadi kau harus
memaafkan ku" jungkook menarik
lisa hingga posisinya jungkook
melingkarkan tangannya di pinggang
lisa sedangkan lisa mengalungkan
tangannya dileher jungkook.
Lisa hanya diam mengamati wajah
jungkook.hingga ide jahil kembali.
"Hari sudah mulai petang.kita harus
turun untuk makan malam,ayo"
mata jungkook melebar sempurna
mana mungkin ia turun dengan
kostum kelinci.bisa-bisa ia diledekin
habis-habisan oleh para hyung nya dan
penghuni mansion.
"Ta..tapi".
" ayok"lisa menarik tangan tangan
jungkook.
Sedangkan dibawah sana jisoo.jennie
dan rose tengah diwawancara oleh
para boss vampire nya ini.
"Lalu bagaimana bisa kalian ada
disini,ketempat ini?" tanya jin sambil
menatap satu-persatu blackpink.
Jennie menyenggol lengan.
jisoo.menuntut untuk menjelaskan.
"Alasan kami hampir serupa.jennie
bilang saat di sedang bekerja tak
sengaja jennie menyenggol gelas
yang berisi kopi panas namun gelas
itu tak jatuh kelantai tapi malah
melayang.begitu juga rose saat di kantin
kantor rose melihat semua karyawan
tiba-tiba berhenti bergerak,cerita rose
hampir sama denganku.kami bingung
jennie menelpon kami dan menyuruh
kami datang ke mansion jungkook
karena taehyung kesini." jelas jisoo.
Jin,taehyung dan jimin
mengangguk-nganggukan kepalanya.
"Dan selanjutnya jelaskan apa kalian
ada hubungannya dengan mimpi kami"
tanya jennie.
Jennie dapat melihat jin, taehyung dan
jimin menghembuskan nafas pelan.
"Kami akan jelaskan namun ada
syaratnya'"ucap jimin.
" syarat apaan"tanya rose.
"Kalian harus tinggal dengan kami".
" APA..."
"Kalian gila,kami tidak mungkin tinggal
dengan kalian.nanti kita digigit lagi."
ucap jennie.
"Menggigit kalian? Kami bahkan tak
bernafsu sama sekali." ucap jimin.rose
melongo,boss gilanya ini benar-benar.
"Sialan." gumam rose.
"Apa katamu,kau mau saya pecat."
ucap jimin saat mendengar gumaman
rose.rose yang mendengar ucapan
jimin menggeleng lalu menyengir.
"Lalu apa keputusan kalian.jika tidak
mau ya sudah." ucap taehyung.
Jisoo dan jennie saling
melirik,melontarkan keputusan dari
tatapan mata, hingga akhirnya jisoo
menghembuskan nafas pelan.menatap
jin,taehyung dan jimin.tak ada pilihan
lain.
"Baiklah kami akan tinggal
dengan kalian." putus jisoo.jin
tersenyum.rencananya berhasil.
"Keputusan yang bagus." ucap jin dan
tersenyum miring.
Jisoo dan jennie yang mendengarnya
hanya dapat mendengus, ternyata
vampire sangat menyebalkan, dan
Sialnya tampan.
Tak.tak.tak
Suara ketukan lantai terdengar begitu
nyaring.jisjenros serta jinVjim melirik
kearah tangga.
Seketika mata mereka membulat
sempurna dan berakhir..
"Bwhahaha.***** ada kelinci besar"
tawa rose pecah.
"***** itu beneran si juki." tanya
taehyung dengan tawa yang
menggelegar.
"Woy kelinci mau wortel kaga.." tawar
jimin sambil terus tertawa.
Sedangkan di atas sana jungkook
hanya mendengus dan menatap lisa
memelas,tak ada lagi kata kejam
untukku.pikir jungkook.
Lisa hanya dapat menahan tawa
melihat wajah kesal jungkook.sesekali
jungkook menatap lisa dengan tatapan
memelas yang membuat lisa gemas.
"Ketawa aja terus,sampai ginjal rusak."
cibir jungkook.
"***** kook lu imut banget sih,nggak
nyangka gw kalo lu pemilik perusahaan
JL.Entertainment." ucap taehyung
dengan tawa yang semakin kencang.
Jungkook kembali mendengus.kembali
menatap lisa memelas.lisa yang
melihatnya pun agak merasa
bersalah.jungkook pasti sangat malu
dan itu karenanya..
"Heh.diam jangan ketawa." ucap lisa
keras.
Jisoo.jennie dan rose serta jin,jimin dan
taehyung yang mendengar ucapan lisa
lun seketika terdiam.jungkook yang
melihatnya pun tersenyum senang.
"Pawangnya galak." bisik jimin pada
rose.karna mereka memang duduk
bersebelahan.
"Iya,pawangnya galak kita kaya mau
dimakan idup-idup." balas rose sembari
berbisik.
"Nggak usah bisik-bisik.gw nggak
budeg." ucap lisa dengan menatap
tajam jimin dan rose.
Rose dan jimin memandang takut
lisa,kenapa aura lisa jadi menyeramkan
begini.lalu kenapa pula jimin takut
lisa tak memiliki kekuatan apapun.jadi
kenapa jimin takut.
"Kalian kaya orang pacaran tau nggak."
ucap lisa lagi.
"Ha..pacaran gw sama boss nyebelin
ini ogah banget gw." ucap rose sambil
menatap jimin angkuh.
"Lu pikir gw juga mau sama lu,mulut
mercon helo.nggak level." ucap jimin
tak kalah angkuh,rose yang mendengar
ucapan jimin pun kesal.
"Helo.lu bilang apa mulut mercon dari
pada elu bantet,jadi vampire pendek
amat ke upin ipin." ucap rose nyolot.
"Kok lu nyolot sih." ucap jimin ngegas.
"Kok lu juga ngegas sih." ucap rose.
"Eh udah-udah kok malah ribut sih."
ucap jisoo berusaha menghentikan adu
mulut rose dan jimin.
"Diem eonn jangan ikut-ikutan gw mau
kasih pelajaran sama vampire bantet
ini." ucap rose.
"Lu pikir gw takut sama lu,mulut
mercon." ucap jimin.
Dan selanjutnya jimin dan rose
semakin adu mulut jisoo,jennie dan
lisa hanya menggeleng-gelengkan
kepalanya,tapi kalau dilihat-lihat jimin
dan rose itu serasi.
Sedangkan dilain sisi jin sedang
tersenyum melihat pertengkaran jimin
dan rose.
"Jadi begini rasanya mengulang
kebahagiaan dimasa lalu." ucap jin
lirih.
Jisoo yang duduk di samping jin pun
bingung.terlihat kebahagiaan dan
kesedihan dimata itu dan jisoo tak tau
arti tatapan itu.
"Jadi kangen." hanya kata itu
yang dapat jisoo tangkap di Indra
pendengarannya.
Dan selanjutnya jisoo melihat jin yang
menatap kearahnya.
"Jichu.."
Degg.
Bersambung.....