MY LOVE IS MY MATE

MY LOVE IS MY MATE
bagian 9



.Update....


"Apa kalian ada hubungannya dengan


mimpi kami."


Jin,jimin dan taehyung bungkam.apa


ini saatnya jisoo.jennie dan rose


tahu tentang jati diri mereka dimasa


lalu?.tapi apakah mereka akan percaya


dengan semua fakta yang ada ?


Entahlah.


"Kenapa kalian bungkam.tolong bicara


yang jujur,apa kalian ada hubungannya


dengan mimpi kami." kali ini suara


jennie terdengar lirih.


Hal itu membuat hati taehyung


tercubit.memandang jennie sendu.


"Kami tidak tau." ucap jimin.


"Tidak tau,lalu apa yang kalian


ucapkan tentang janji jungkook ke lisa


dulu" sial,jisoo sangat pintar mengingat


semuanya.


"Lebih baik sekarang kalian ikut


kami." ucap taehyung mengalihkan


pembicaraan.


"Jawan dulu pertanyaan kami.jangan


mengalihkan pembicaraan tuan kim."


ucap jennie.


"Ini kenapa jadi ribut sih." itu suara


rose.


Jisoo dan jennie menatap rose


tajam,menyuruhnya untuk diam.rose


yang mendapat tatapan maut dari jisoo


dan jennie pun menutup mulutnya


rapat-rapat.


"Salah mulu jadi gw." gumam rose.


"Kami akan menjawab semua


pertanyaan kalian nanti." ucap jin.


Jisoo menggeleng tanda tak setuju.jin


yang melihat gelengan jisoo hanya


dapat menghela nafas pasrah,mungkin


ini waktunya.


"Tapi apakah kalian akan percaya


dengan apa yang kami ucapkan dan


semua fakta yang ada."


Jisoo menaikan satu alisnya tak


mengerti.


"Lebih baik sekarang kalian ikut kami


kedalam,apa kalian tidak khawatir


dengan lisa." itu jimin yang berucap.


"Oh.iya LALICE" seru jisoo dan jennie.


Tanpa menunggu.jis00 dan jennie


segera berlari menuju pintu masuk


mansion meninggalkan rose yang kini


sedang kesal..


"***** nggak sama jisjen nggak sama doi, ditinggal terus gw. eh emang gw punya doi ya. "


Jimin tak menghiraukan rose


yang kini tengah menggerutu tak


jelas.jimin meraih tangan rose dan


menggenggamnya erat,lalu setelahnya


melesat pergi.


Kini jisoo dan jennie langsung masuk


kedalam kamar jungkook tanpa


permisi.mengabaikan tatapan tajam


jungkook.


"lalice bangun."panggil jennie.


Namun,lalice tetap tak membuka


matanya.


"Eh ***** lu jalan apa lari cepat banget."


itu suara rose.


Rose dan jimin sudah berada dikamar


jungkook.


"Melesat." ucap jimin singkat.


"Oh melesat tuh yang kalo lagi main


anak panah terus salah sasaran ya?"


"meleset itu namanya ****."rose


menyengir.


Euhhh..


Erangan kecil mulai terdengar dari


bibir lisa.mata itu mengerjap menatap


sekeliling ruangan.hingga mata itu


terbuka sempurna.


"Lisa kamu udah bangun."ucap


jungkook senang.


Lisa menatap jungkook.pandangannya


berubah dingin,lalu setelahnya lisa


membuang pandanganya.jungkook


bungkam melihat lisa membuang


wajah.


"Lisa lu nggak papah kan,nggak mati


kan" seru rose heboh.


"Sekali lagi lu ngomong gw penggal


kepala lu." ucap jennie.


"Serba salah gw,kaya raisa." gumam


rose.


"Eonnie.bawa lisa pulang." ucap


lisa lemah.ia masih enggan menatap


jungkook yang berada disampingnya.


Jisoo yang melihatnya pun bingung.ia


ingin membawa lisa pulang.namun


jisoo bisa melihat tatapan jungkook


sendu kelisa.mereka sedang ada


masalah.pikir jisoo.


Jisoo menatap jennie dan rose.


"Kita keluar dulu,biarin jungkook


dan lisa selesain masalah mereka."


ucapan jisoo dapat membuat jungkook


terhenyak.ternyata jisoo dapat


mengerti situasi.


"Eonn--".


"selesai masalah mu dulu lalice, jangan lari dari masalah. "


Jisoo.jennie dan rose beserta


jin,taehyung dan jimin segera keluar


dari kamar jungkook dan menutupnya.


Kini hanya tersisa jungkook dan lisa.


Keadaannya hening.jungkook bingung


ingin memulainya dari mana.


"Lisa." panggil jungkook.


Lisa diam tak menyahut.


"Lisa maaf."


"Aku kebawa emosi lis."


Lisa tetap diam,air matanya


jatuh.posisinya lisa tetap


membelakangi jungkook.


Jungkook memegang pundak


lisa.membalikan tubuh lisa hingga


menghadapnya.jungkook meringis saat


melihat air mata itu.


Hiks..


Isakkan lisa terdengar.jungkook segera


mendekap tubuh mengelus punggung


gadisnya.


"Maafkan aku,maafkan aku.maaf, aku


nggak suka kamu deket sama lelaki


lain lis.kamu milik aku dan itu akan


terus berlaku untuk selamanya."


ucap jungkook.ia menenggelamkan


kelapanya di leher lisa.


"Apa harus dengan mengatai ku


******, aku mirip ****** ya." jungkook


menggeleng.


"Kamu bukan ******.kamu bidadari


kamu seorang malaikat.maafin aku."


"Jauh in aku jungkook".


Jungkook menggeleng.


"aku nggak bisa lis,aku nggak bisa.aku


nggak akan bisa jauh in kamu".


"Hiks..aku nggak sanggup lagi


jungkook.jauhin aku." ucap lisa.


"Nggak lisa,aku nggak akan ngejauhin


kamu.kamu milik aku, aku sayang


kamu..."


"aku mencintaimu lily. "


Lisa tertegun.cintanya tak


bertepuk sebelah tangan.jungkook


mencintainya dan lisa juga mencintai


jungkook,.apakah jungkook sedang


bercanda?.tidak.lisa tidak melihat


kebohongan dimata jungkook yang ia


lihat adalah kejujuran dan ketulusan


dimata kelam itu.


Isak lisa semakin keras ia


meraung-raung sambil memukuli


dada jungkook." aku juga mencintaimu


bodoh".


"Aku juga mencintaimu.sialan.kau


sudah mengatai ku ******.aku benci


padamu tapi aku tak bisa aku terlalu


mencintaimu" isak lisa semakin keras.


"Kau harus tanggung jawab,kau harus


bertanggung jawab jeon jungkook"


jungkook tersenyum lebar membawa


lalisa kedalam dekapannya.


"Aku akan bertanggung jawab untuk


itu." lisa tersenyum ia mempererat


dekapan jungkook sesekali mengelus


surai hitam milik jungkook.


Jungkook melepaskan


pelukannya,menatap lisa dalam.


"Maaf karena telah


membentak mu,maaf"lisa terkekeh


wajah jungkook sangat imut.



Lisa tak menyangkal.siapapun yang


melihat jungkook saat ini pasti ingin


sekali mengarungi jungkook dan


membawanya pulang.


"ani,ani,ani.kau harus mendapatkan


hukuman" jungkook terdiam.


"Hukuman'" lisa mengangguk.


"Baiklah,apa hukuman yang harus ku


jalankan gara kau memaafkanmu" lisa


menaruh telunjuknya di kening,seolah


sedang berfikir.


Seketika lisa tersenyum lebar.ia


mengingat sesuatu.lisa beranjak dari


ranjang dan menuju lemari jungkook


hanya diam melihat apa yang sedang


lisa lakukan, dan ya lisa nampak


baik-baik saja dan lupa dengan


kecelakaan itu.jungkook menghapus


ingatan lisa.namun tidak dengan


pertengkaran mereka.


Tubuh jungkook menegang saat lisa


tersenyum lebar sembari membawa


benda itu.


Sialan.


Jungkook mengumpat dalam hati.ia


membaca pikiran lisa.


"Pakai ini"


Sial,sial,sial.


"sa..sayang kenapa harus inï "lisa


tersenyum.


"Ini adalah hukumannya,palli." lisa


jungkook.


Jungkook mengambilnya dengan


wajah yang ditekuk,berjalan malas


kearah kamar mandi.setelah pintu


kamar mandi tertutup lisa langsung


tertawa terbahak-bahak ia tak bisa


membayangkan,jeon jungkook seorang


ceo yang dingin dan berwibawa


akan menjadi sangat menggemaskan


menggunakan benda itu.


Sedangkan dikamar mandi jungkook


tengah menatap dirinya di kaca sambil


mengumpat berkali-kali.


"Harga diriku jatuh sekarang".


Dengan langkah malas jungkook


keluar dari kamar mandi,mengintip


keluar,kosong.


"sayang kau dimana" jungkook


berteriak memanggil lisa.


Mencari lisa disudut kamar.


Dorr..


"Hahahaha...astaga apa ini kau sangat


lucu tuan jeon.bwahahaha" jungkook


menatap lisa datar.lihat lah lisa tertawa


begitu kencang ia bahkan memegangi


perutnya yang sakit karena banyak


tertawa.



"Ya..ampun perut ku sakit


sekali.hahahaha".


"sudah ketawanya'"ucap jungkook


datar.lisa memberhentikan tawanya


namun tak dipungkiri bahwa tubuhnya


bergetar menahan tawa.


"Aku sudah melaksanakan


hukumanmu.jadi kau harus


memaafkan ku" jungkook menarik


lisa hingga posisinya jungkook


melingkarkan tangannya di pinggang


lisa sedangkan lisa mengalungkan


tangannya dileher jungkook.


Lisa hanya diam mengamati wajah


jungkook.hingga ide jahil kembali.


"Hari sudah mulai petang.kita harus


turun untuk makan malam,ayo"


mata jungkook melebar sempurna


mana mungkin ia turun dengan


kostum kelinci.bisa-bisa ia diledekin


habis-habisan oleh para hyung nya dan


penghuni mansion.


"Ta..tapi".


" ayok"lisa menarik tangan tangan


jungkook.


Sedangkan dibawah sana jisoo.jennie


dan rose tengah diwawancara oleh


para boss vampire nya ini.


"Lalu bagaimana bisa kalian ada


disini,ketempat ini?" tanya jin sambil


menatap satu-persatu blackpink.


Jennie menyenggol lengan.


jisoo.menuntut untuk menjelaskan.


"Alasan kami hampir serupa.jennie


bilang saat di sedang bekerja tak


sengaja jennie menyenggol gelas


yang berisi kopi panas namun gelas


itu tak jatuh kelantai tapi malah


melayang.begitu juga rose saat di kantin


kantor rose melihat semua karyawan


tiba-tiba berhenti bergerak,cerita rose


hampir sama denganku.kami bingung


jennie menelpon kami dan menyuruh


kami datang ke mansion jungkook


karena taehyung kesini." jelas jisoo.


Jin,taehyung dan jimin


mengangguk-nganggukan kepalanya.


"Dan selanjutnya jelaskan apa kalian


ada hubungannya dengan mimpi kami"


tanya jennie.


Jennie dapat melihat jin, taehyung dan


jimin menghembuskan nafas pelan.


"Kami akan jelaskan namun ada


syaratnya'"ucap jimin.


" syarat apaan"tanya rose.


"Kalian harus tinggal dengan kami".


" APA..."


"Kalian gila,kami tidak mungkin tinggal


dengan kalian.nanti kita digigit lagi."


ucap jennie.


"Menggigit kalian? Kami bahkan tak


bernafsu sama sekali." ucap jimin.rose


melongo,boss gilanya ini benar-benar.


"Sialan." gumam rose.


"Apa katamu,kau mau saya pecat."


ucap jimin saat mendengar gumaman


rose.rose yang mendengar ucapan


jimin menggeleng lalu menyengir.


"Lalu apa keputusan kalian.jika tidak


mau ya sudah." ucap taehyung.


Jisoo dan jennie saling


melirik,melontarkan keputusan dari


tatapan mata, hingga akhirnya jisoo


menghembuskan nafas pelan.menatap


jin,taehyung dan jimin.tak ada pilihan


lain.


"Baiklah kami akan tinggal


dengan kalian." putus jisoo.jin


tersenyum.rencananya berhasil.


"Keputusan yang bagus." ucap jin dan


tersenyum miring.


Jisoo dan jennie yang mendengarnya


hanya dapat mendengus, ternyata


vampire sangat menyebalkan, dan


Sialnya tampan.


Tak.tak.tak


Suara ketukan lantai terdengar begitu


nyaring.jisjenros serta jinVjim melirik


kearah tangga.


Seketika mata mereka membulat


sempurna dan berakhir..


"Bwhahaha.***** ada kelinci besar"


tawa rose pecah.


"***** itu beneran si juki." tanya


taehyung dengan tawa yang


menggelegar.


"Woy kelinci mau wortel kaga.." tawar


jimin sambil terus tertawa.


Sedangkan di atas sana jungkook


hanya mendengus dan menatap lisa


memelas,tak ada lagi kata kejam


untukku.pikir jungkook.


Lisa hanya dapat menahan tawa


melihat wajah kesal jungkook.sesekali


jungkook menatap lisa dengan tatapan


memelas yang membuat lisa gemas.


"Ketawa aja terus,sampai ginjal rusak."


cibir jungkook.


"***** kook lu imut banget sih,nggak


nyangka gw kalo lu pemilik perusahaan


JL.Entertainment." ucap taehyung


dengan tawa yang semakin kencang.


Jungkook kembali mendengus.kembali


menatap lisa memelas.lisa yang


melihatnya pun agak merasa


bersalah.jungkook pasti sangat malu


dan itu karenanya..


"Heh.diam jangan ketawa." ucap lisa


keras.


Jisoo.jennie dan rose serta jin,jimin dan


taehyung yang mendengar ucapan lisa


lun seketika terdiam.jungkook yang


melihatnya pun tersenyum senang.


"Pawangnya galak." bisik jimin pada


rose.karna mereka memang duduk


bersebelahan.


"Iya,pawangnya galak kita kaya mau


dimakan idup-idup." balas rose sembari


berbisik.


"Nggak usah bisik-bisik.gw nggak


budeg." ucap lisa dengan menatap


tajam jimin dan rose.


Rose dan jimin memandang takut


lisa,kenapa aura lisa jadi menyeramkan


begini.lalu kenapa pula jimin takut


lisa tak memiliki kekuatan apapun.jadi


kenapa jimin takut.


"Kalian kaya orang pacaran tau nggak."


ucap lisa lagi.


"Ha..pacaran gw sama boss nyebelin


ini ogah banget gw." ucap rose sambil


menatap jimin angkuh.


"Lu pikir gw juga mau sama lu,mulut


mercon helo.nggak level." ucap jimin


tak kalah angkuh,rose yang mendengar


ucapan jimin pun kesal.


"Helo.lu bilang apa mulut mercon dari


pada elu bantet,jadi vampire pendek


amat ke upin ipin." ucap rose nyolot.


"Kok lu nyolot sih." ucap jimin ngegas.


"Kok lu juga ngegas sih." ucap rose.


"Eh udah-udah kok malah ribut sih."


ucap jisoo berusaha menghentikan adu


mulut rose dan jimin.


"Diem eonn jangan ikut-ikutan gw mau


kasih pelajaran sama vampire bantet


ini." ucap rose.


"Lu pikir gw takut sama lu,mulut


mercon." ucap jimin.


Dan selanjutnya jimin dan rose


semakin adu mulut jisoo,jennie dan


lisa hanya menggeleng-gelengkan


kepalanya,tapi kalau dilihat-lihat jimin


dan rose itu serasi.


Sedangkan dilain sisi jin sedang


tersenyum melihat pertengkaran jimin


dan rose.


"Jadi begini rasanya mengulang


kebahagiaan dimasa lalu." ucap jin


lirih.


Jisoo yang duduk di samping jin pun


bingung.terlihat kebahagiaan dan


kesedihan dimata itu dan jisoo tak tau


arti tatapan itu.


"Jadi kangen." hanya kata itu


yang dapat jisoo tangkap di Indra


pendengarannya.


Dan selanjutnya jisoo melihat jin yang


menatap kearahnya.


"Jichu.."


Degg.


Bersambung.....