
Update...
Suasana kali ini lebih hangat dengan adanya namjoon, jhope dan suga. Terlebih lagi jhope dan taehyung yang terus memperlihatkan kekonyolan mereka. Membuat yang lain tertawa tak henti-hentinya.
"Baiklah pemirsa kami duo vampire tampan akan memperlihatkan sebuah aksi sulap. "Ucap jhope dengan tongkat sihir ditangannya. Sedangkan taehyung dengan topi ala penyihir.
Membuat yang lain bertepuk tangan. Dan bersorak dan sesekali tertawa dengan penampilan jhope dan taehyung .saat ini mereka memakai jubah vampire, dengan kumis palsu yang melengkung.
"Ayo tuan penyihir. "Ucap taehyung dengan suara yang dibesar besarkan.
Jhope pun dengan cepat mengayunkan tongkat sihirnya. Sembari membaca mantra.
"Simsalabim ala kadabra ."ucap jhope mengarah tongkat sihirnya kearah topi yang dipegang oleh taehyung .setelahnya tangan taehyung memasuki topi, mengeluarkan isi dalam topi. Taehyung memegang kelinci berwarna coklat yang ia dapat.
"Hahha mommy liat kelincinya mirip daddy, jelek. "Ucap kuki sembari tempat . Lisa pun ikut tertawa berbeda dengan jungkook yang tengah menggerutu kesal.
"Sekian dari kami duo vampire tampan, terimakasih. "Setelahnya jhope dan taehyung kompak membungkukan tubuh mereka.persis seperti beberapa pesulap yang menutup acara mereka.
Semua pun langsung bertepuk tangan. Sesekali namjoon dan jin bersiul.
Dengan cekatan jhope dan taehyung melesat. Hingga pergerakan mereka tak diketahui, dan kembali datang dengan pakaian semula.
"Apa yang akan kita lakukan hari ini? "Tanya lisa.
"Entah. "Ucap rose datar.
"Lu kenapa eonnie? "Lisa mengernyit saat mendengar nada datar rose.
Lisa beralih menatap jungkook "koo--... "
Belum sempat lisa berbicara jungkook sudah pergi dengan langkah lebar. Bahkan lisa dapat melihat tatapan asing jungkook saat menatapnya.
"Kookie kenapa? "Tanya lisa pada taehyung.
"Lu jangan nanya ke tae dong, tanya sama jungkook sana. Udah yuk masuk males disini ."ucap jennie dengan nada yang sinis.
Semuanya seketika bangkit. Berlalu pergi meninggalkan lisa dan kuki. Membuat lisa menunduk sedih.
"Ku--"
"Kuki mau ke aunty rose aja. "Ucap kuki dengan nada yang sama datarnya.
Kuki berlari pergi menaiki anak tangga, menuju kamar rose. Membuat lisa kembali menunduk sedih. Apa dia melakukan kesalahan, tapi apa?
Tak mau berlarut dalam kesedihan, lisa segera beranjak dari sopa menuju kamarnya dan jungkook. Membuka pintu dengan pelan. Dapat lisa lihat jungkook yang kini tengah fokus pada handphone miliknya.
Lisa tersenyum tipis. Ia berjalan mendekati jungkook, namun langkahnya berhenti saat jungkook berujar dingin dengan kata yang menohok.
"Jangan mendekat, aku mual berdekatan denganmu. "
Wajah lisa langsung pias. Menyedu.
Matanya sudah berkaca-kaca. Tak terasa air matanya jatuh, namun dengan cepat ia hapus sembari tersenyum manis kearah jungkook.
"Ya udah, Aku tidur dulu ya. "
Lisa segera berjalan menuju ranjang. Merebahkan dirinya dengan posisi membelakangi jungkook. Menarik selimut hingga menutupi lehernya, lagi-lagi lisa menitahkan air matanya. Namun dengan cepat ia hapus.
SORE HARI....
"Eonnie, masak apa hari ini? "Tanya lisa dengan girang.
"Apa kau perlu tahu. "Ucap jisoo ketus. Membuat semangat lisa luntur, senyuman nya juga pudar dari wajahnya.
"Apa ada yang salah padaku eonnie? "Tanya lisa lirih.
"Ada. "
"Apa? "
"Karena kau terlalu manja, terlalu polos. Jungkook pun akan malas meladeni mu. "Ucap jisoo dengan nada datar.
"Nih makan, selera makan ku menghilang setelah melihatmu. "Ucap jisoo ketus. Ia menaruh makanan itu dengan kasar, setelah pergi tanpa menatap lisa. Membuat lisa tertunduk dan menangis.
"Hiks.. Aku salah apa, kenapa mereka begitu hiks.. "Lisa berucap dengan tersedu-sedu.
Lisa menutup wajahnya dengan kedua tangan. Ia berusaha menghentikan tangisnya, namun tak bisa. Ia terus menangis tanpa suara. Hingga ia terkejut saat seseorang menepuk pundaknya.
"Lisa kenapa menangis?"
Lisa tersenyum.
"Mata lisa kelilipan namjoon oppa, lisa gosok-gosok malah makin perih hehehe."Ucap lisa dengan kekehan diakhirnya.
Namjoon menggelengkan kepalanya. "Ada-ada saja. "
Lisa lagi-lagi hanya bisa menganggapinya dengan senyum manis.
"Lisa bisa kita bicara. "Ucap namjoon tiba-tiba.
"Bisa oppa, tapi sebentar lisa ijin dulu sama kookie. "Namjoon mengangguk tanda setuju.
Lisa segera berlari menaiki anak tangga. Menuju kamarnya dan jungkook. Lagi-lagi yang dapat lisa liat jungkook tengah memainkan handphone dengan tersenyum. Membuat lisa ingin mengetahui apa yang sedang jungkook lakukan.
Seakan sadar bahwa sedang diperhatikan. Jungkook mengangkat wajahnya menatap lisa dengan pandangan datar. Membuat lisa gelagapan.
"Koo--... "
"Apa, cepat katakan. To the point aja susah. Dasar manja. "Lagi-lagi ucapan dengan suara asing terdengar ditelinga lisa .membuat lisa mengepalkan kedua tangannya.
"Aku ingin minta ijin untuk keluar bersama namjoon oppa. Dia ingin berbicara berdua denganku. "Ucap lisa dengan senyum di akhirnya.
"Pergi saja sana, kau tak perlu ijin dariku .aku bukan suamimu. "
Lida menekan dadanya yang terasa sesak. Tapi ia tetap memamerkan senyum manis nya. "Kalau gitu lisa pergi ya kookie, jangan lupa makan. "
"Aku bukan anak kecil dan manja seperti mu. Tak perlu mengingatkan diriku. "Ucap jungkook. Ia dengan cepat memasuki kamar mandi. Membanting pintu nya. Membuat lisa tersenyum pedih.air matanya lagi-lagi jatuh tanpa bisa ia hentikan.
Lisa segera menarik tas selempang nya. Membuka pintu, ia berhenti sesaat dan melirik kearah pintu kamar mandi. Lalu keluar dan penutup pintu.
"Ayo oppa. "
"Ayo. "
Namjoon mengajak lisa kesebuah cafe yang sangat sepi. Membuat lisa mengernyit. Tempatnya pun jauh dari kerumunan masyarakat yang berwisata dibali.
"Oppa kok cafe ini sepi banget ya, cuman ada kita berdua. Jauh lagi dari para wisatawan. "Ucap lisa .
"Biar saja, baiklah kita keinti pembahasan nya saja. "Suara namjoon yang tadinya lembut berubah menjadi datar. Membuat lisa was-was.
"Apa oppa? "
"Tinggalkan jungkook. "
Bagai sebuah kedakan ditelinga lisa. Dua kata yang sangat tak ingin ia dengar.
"Tidak oppa, aku tak bisa melakukannya. Bagaimana dengan kuki. "Ucap lisa dengan lirih.
Namjoon melipat tangannya didada "kuki akan segera mendapatkan momny baru, kau cukup pergi dari hidup jungkook. Hiduplah seperti kau yang dulu sebelum kau bertemu jungkook. "Jelas namjoon.
Mianhae lisa.
"Tidak.. Kookie tak mungkin begitu.dia tidak mungkin memisahkan ku dengan kuki. "Ucap lisa parau.
"Itu terserah kau saja. Oh ya.. Ini wanita jungkook yang baru. "
Namjoon menyodorkan foto polaroid pada lisa.
Lisa mengamati dengan teliti wajah wanita itu. Matanya memanas, wanita dalam foto itu sungguh cantik, dan kelihatan masih muda. Lisa meremas foto itu hingga membentuk bulat.
"Kurasa kau paham lisa-shii.. "
Namjoon beranjak dari tempat duduknya. Memasuki mobil dan melaju begitu saja meninggalkan lisa. Lisa yang melihat namjoon meninggalkan nya pun menjadi semakin sedih. Ia menatap tempat itu, ia matanya membola saat cafe yang ia tempati sudah tutup. Keadaan sunyi, lisa menangis sesenggukan. Ia sungguh takut sekarang,apalagi awan yang mulai gelap.
Lisa berjalan dibibir pantai menendang kerikil-kerikil dengan air mata yang tak hentinya jatuh.
"Kenapa jadi seperti ini.. Hiks, apa salah lisa..hiks.. Kenapa mereka tega kaya gini, kenapa jungkook tega hikss.... "Pertahan lisa runtuh ia terjatuh, ia bahkan tak memperdulikan pakaian nya yang basah akibat terkena ombak laut .
"Tuhan kenapa seperti ini.. Hiks, kenapa Cinta ku harus hilang dari diriku. Aku mencintai nya dan kau juga telah menakdirkan dia menjadi pasang ku tepi mengapa seperti ini. Apa ini sekenario mu, membuatku jatuh Cinta lalu kau membuat ku jatuh dipermukaan yang paling dasar."lisa meremat pasir pantai yang dipenuhi oleh cangkang-cangkang kerang yang tajam, membuat tanganya tergores dan mengeluarkan darah.
Lisa menunduk lebih dalam, menekan dadanya yang terasa sakit. Tubuhnya menggigil karena kedinginan. Isak tangisnya tak bisa ia rendam.
Namun sesaat lisa tersentak saat melihat jalan setapak yang awalnya gelap tiba-tiba menjadi terang. Dengan beberapa lampion yang menghiasi jalan setapak itu.
Dengan cepat lisa menghapus air matanya. Ia menatap heran jalan setapak itu. Dnegan rasa penasaran yang besar lisa melangkah ragu menyusuri jalan yang dihiasi dengan puluhan lampion itu.
Hingga lisa sampai dijalan yang buntu, Tak ada cahaya seperti jalan setapak tadi. Tiba-tiba puluhan lampu lampion mati. Membuat keadaan menjadi gelap gulita. Lisa menajamkan matanya, ia sangat benci kegelapan. Lisa berjongkok menutup telinga dan matanya rapat-rapat.
Namun, susana yang tadinya sunyi menjadi riuh. Dengan takut-takut lisa membuka matanya. Keadaan kembali terang, lisa membalikan badannya. Dan seketika tangisnya pecah, ia bahkan menutup mulutnya tak percaya.
Tangis lisa semakin kencang saat melihat ada papan yang bertanda namanya. Lily jeon.
"Lily jeon."
Suara berat dari arah belakang membuat tubuh lisa membeku. Ia membalikan badannya. Dan terpampang lah nanar jungkook yang berdiri sembari menatapnya. Dengan senyum miring, emang dasar manusia.. Eh salah vampire maksudnya.
Lisa menatap jungkook dengan nata berair. Ia menunduk dalam, ada rasa bahagia yang tak dapat ia deskripsi kan sekarang. Jungkook berjalan mendekat.menghapus jarak diantarnya dan lisa. Kedua tangannya terulur menyentuh surai lisa. Mengangkat dagu lisa agar menatapnya.
"Mengapa menangis hmm.. "
Ibu jari jungkook bergerak menghapus air mata lisa.
"Aku tak suka melihat air matamu, lily jeon. "
Bukannya berhenti menangis lisa malah semakin terisak. Membuat jungkook menarik tubuh wanita itu hingga berada di pelukannya.
"Sttt.. Sudah ku bilang jangan menangis, atau aku akan membuatmu menangis dan berpeluh diatas ranjang. "
Anjirlah, keadaan begini masih sempet2nya ngomong kegitu-maaf ya author kesel sendiri😂
"Kenapa kau jahat ha.. Hiks, kau jahat kau jahat. "Lisa memberontak.
Jungkook melepaskan pelukannya, mempertemukan mata elangnya dan mata hazel milik lisa. Menatap lamat mata itu. Wajah jungkook mendekat, mengecup singkat bibir pink lisa yang selalu menjadi candunya.
Setelahnya ia merosot kebawah. Tanganya menggenggam tangan lisa yang masih sedikit mengeluarkan darah.
Jungkook menarik tangan wanita itu, menjilat tangan berdarah lisa. Dan seketika luka itu sembuh dan tertutup oleh kulit.
"Maaf karena telah membuat tangan ini mengeluarkan darah. Maaf karena kaki ini harus berjalan diatas bebatuan. Maaf karena membuat air matamu jatuh. Maaf...."jungkook masih Setia menggenggam tangan lisa.
Jungkook menarik nafas panjang "lisa-ya. Terimakasih karena kau sudah mau bersama pria sepertiku. Memberi kan hatimu padaku. Aku tau ini sudah sangat terlambat, terlebih sudah adanya kuki disisi kita. Lisa-ya maafkan aku yang dulu selalu mengecewakan mu, membuatmu terluka. Aku menyesali nya, sayang. Sekarang waktu yang untuk ku mengutarakan nya. "
Jungkook mencium punggung tangan lisa. Membuat lisa membeku.
"Moon goddess terlalu baik memberiku wanita sepertimu pada pria seperti ku, mungkin sekarang ia tengah tersenyum diatas awan bersama para bidadari disana, karena melihat betapa baik dan sucinya dirimu. Aku memang pria yang posesif, arogan, kejam tak suka bantahan dan mungkin masih banyak lagi. "
Lisa terdiam ia tak ingin menyela sedikitpun.
"Dan inilah saatnya. Saat dimana aku akan mengikatmu dengan cintaku, mengikatmu dengan doa. Lisa-ya sekenario tuhan selalu benar. Aku mencintai mu dan kamu adalah pasanganku, my love is my mate....
.... Lalisa manoban will you marry me? "
Lisa menatap tak percaya jungkook yang kini menggenggam tanganya dengan kotak cicin disana. Tak bisa menahan rasa haru lisa segera memeluk jungkook dengan sangat erat. Tangisnya lagi-lagi pecah. Membuat jas yang dikenakan jungkook basah.
"Yes.. I will. "Ucap lisa.
Jungkook yang mendengarnya pun mengangkat tubuh lisa memutar mutar kan tubuhnya dengan lisa yang berada di gendongannya.
Suara kembang api ikut terdengar. Membuat suasana semakin romantis.
"Saranghae lalisa jeon. "
"Nado saranghae jeon jungkook. "
bersambung...