
Update
"Ah..ya pak jungkook" ucap lisa agak kikuk
Sambil meremas ujung roknya
Lisa semakin gugup karena sendari tadi jungkook terus menatapnya intens
"Jangan panggil saya pak,panggil saya tuan jeon"
Lisa mengangguk
"Baiklah pak--eh maksudku tuan jeon" ucap lisa dengan senyum manisnya
Jungkook tercengang,ia merindukan senyuman itu.senyuman yang terakhir kali ia liat pada saat tragedi itu terjadi,senyuman yang ia nantikan selama 700 tahun menunggu
Bolehkah jungkook memeluk lisa sekarang?menumpahkan segala kerinduannya.menumpahkan segala keluh kesah dan penantiannya selama ini menunggu terlahir kembalinya sosok pujaan hatinya,hidupnya,dan cintanya
Jungkook merasa jatuh cinta kembali.padahal cintanya yang dulu masih tertanam kuat di hati jungkook
"Emm....pa--eh tuan jadi boleh kah saya pulang?" tanya lisa.karena sedari tadi ia hanya berdiri,ingin bertanya pun ia tak mempunyai keberanian
Jungkook menatap lisa,lalu melihat jam tangan miliknya,"ini adalah jam makan siang,bisakah kamu menemani saya"ucap jungkook dengan suara datar
Lisa melongo..
"Beneran...diajakin makan siang bareng...nggak papa lah itung-itung perkenalan heheh" batin lisa
Jungkook yang mendengar batin an lisa pun tersenyum dalam hati,matenya telah berubah
"Em..ba-baiklah tuan"
Jungkook segera berdiri dari kursi kebesarannya lalu keluar dari ruanganya.lisa pun hanya dapat mengikuti jungkook dari belakang
Sesampainya di lantai bawah banyak karyawan yang membungkuk hormat saat jungkook berjalan melewati meraka dengan tatapan datar dan wibawanya
Lisa tetap masih mengekor di belakang jungkook,dan mendengar sedikit cibiran para karyawan wanita
'Bukan kah dia calon sekertaris baru tuan jeon"
Sesampainya di parkiran jungkook segera membukakan pintu samping kemudinya,lisa hanya diam lalu segera masuk kedalam mobil karena instruksi dari jungkook
Setelah lisa masuk,jungkook segera berlari kecil dan memasuki mobil,lalu melajukan mobilnya pergi meninggalkan area kantor
Dalam mobil hanya ada keheningan,jungkook maupun lisa tak mau membuka pembicaraan sama sekali
Lisa yang tak suka pun segera membuka suara
"Emm...tuan mau kemana kita"
"Bodoh tentu saja mau makan dasar lisa pabbo"
Lisa merutuki ucapannya sendiri
"Ini adalah sistem belajar mu menjadi sekertaris saya"
Ucap jungkook dengan nada yang tetap,datar
Lisa hanya mengangguk-nganggukan kepalanya,jika ia berucap pun susah.karena sedari tadi jantungnya terus berdetak cepat tak karuan.
Menoleh pun ia tak berani,meski wajah tuannya ini sangat rupawan bak seorang dewa yunani.tetap saja ia harus menjaga sopan santunnya
Kini lebih tepatnya di sebuah restoran jepang yang ada dikorea,jungkook telah memarkirkan mobilnya
"Tuan...apa kita akan makan didalam" tanya lisa
Jungkook berdeham
"Iya"
Hanya ucapan singkat itu mampu membuat lisa mengangguk.ada sedikit rasa nyeri dalam diri lisa saat tuannya ini membalas pertanyaan ya dengan nada yang datar dan singkat
Jungkook segera keluar dari mobilnya,lisa yang melihatnya pun ikut keluar
Jungkook melangkahkan kakinya masuk kedalam restoran mewah khas jepang itu,harus lisa catat bahwa tuannya ini sangat menyukai masakan jepang
Saat masuk kedalam restoran lisa langsung terkagum-kagum dengan kemewahan restoran itu,desain yang percampuran antara jepang dan eropa semakin menambah kemewahan restoran itu
Salah satu karyawan restoran menghampiri jungkook dan membungkuk hormat sambil menuntun jungkook dan lisa di suatu ruangan VVIP
Untuk kesekian kalinya lisa terkagum atas kemewahan ruang VVIP.sungguh dia seperti berada di surga sekarang
Saat sedang terkagum-kagum akan kemewahan restoran.suara deheman menyadarkan kekaguman lisa
"Ekhmm..kau boleh duduk dan pesanlah makanan.kau mungkin belum makan" ucap jungkook sambil menatap intens lisa
Lisa yang mendengar ucapan jungkook pun gelagapan sekaligus malu,karena tertangkap basah
Lisa segera duduk dan melihat menu pada buku menu restoran
"Ha..makanan sekecil ini harganya 1 juta won yang benar saja" batin lisa
Lisa menatap jungkook
"Tu..tuan lisa tak ingin makan,harga makanannya sangat mahal.lisa tak punya uang untuk membayarnya"ucapan polos itu sontak membuat jungkook tertawa dalam hati
" bagaimana mateku bisa semenggemaskan ini,tidak seperti dulu yang selalu dingin dan galak"batin jungkook
Jungkook tersenyum tipis
"Saya yang bayar"
Lisa melebarkan matanya,dan senyum lebar pun terpampang diwajah indahnya
"Beneran,yesssss" girang lisa tanpa sadar
Jungkook hanya tersenyum tipis.
Update
Kini disebuah restoran bernuansa eropa,jennie dan jisoo sedang menuggu wawancara untuk penerimaan koki di restoran tersebut
Jisoo memasukan satu jarinya kedalam mulut lalu menggigiti kukunya,ini lah kebiasaan jisoo saat ia sedang merasa khawatir atau risau
"Tenang eonnie lu pasti bisa ngelewatin ini dengan baik,percaya sama gw" ucap jennie menenangkan
"Gimana eonnie bisa tenang sompak,eonnie takut nggak keterima yah kali eonnie jadi pengangguran sendiri sedangkan kalian udah dapet pekerjaan,kan nggak lucu" ucap jisoo ngegas sambil terus mondar mandir
"Salah gw nenangin" batin jennie
Setelah sekian detik akhirnya seseorang wanita berpakaian ala Resepsionis keluar dari sebuah ruangan dengan pintu bercat merah darah
"Kim jisoo,kau boleh masuk dan wawancara setelah itu kau akan memasak dan menyajikannya pada boss kami" ucap Resepsionis itu dengan sopan
"Ah..baiklah gomawoyo" ucap jisoo lalu membungkukkan badannya diikuti oleh jennie
Resepsionis itu hanya tersenyum lalu berlalu pergi.
Kini tinggallah jennie dan jisoo.
"Semangat eonnie kau pasti bisa" lontaran semangat dari jennie
Jisoo mengangguk,sebenarnya jisoo dari tadi sangat gugup.terlihat dari tangannya yg sedikit gemetar,jisoo adalah sosok yg cenderung pemalu
"Gw bakal nunggu lu disini eonnie" tambah jennie
Jisoo menghela nafas panjang lalu membuangnya dengan perlahan
"Oke..oke eonnie pasti bisa..spirit" ucap jisoo sambil menyemangati dirinya sendiri
Jennie yang melihatnya pun hanya tertawa geli
Jisoo segera mengetuk pintu bernuansa merah darah itu,sambil melirik jennie yang kini sedang mengangkat tangannya memberi semangat
Jisoo tersenyum
Lalu segera membuka pintu bernuansa merah darah setelah mendapat izin untuk masuk
Tepat lah sekarang dimana jisoo hanya dapat menundukkan kepalanya sambil membawa sekertas map yanga ada di tangan kirinya
"Jadi kamu yang ingin melamar menjadi koki" suara bass itu semakin membuat jisoo gugup
"Ah..i-iya saya ingin melamar menjadi koki tuan" ucap jisoo sambil meremas ujung roknya
"Kau diterima"
Mata jisoo membesar,lalu mengangkat kepalanya seketika.namun,pandangan matanya beradu dengan mata tajam nan kelam sang tuannya
Jisoo segera menundukkan kepala nya,sambil menggigit bibir bawahnya
"Ah..tuan anda belum membaca tentang saya,dan anda juga belum merasakan makanan hasil masakan saya"
Lalu tersenyum tipis
"Saya tau masakan kamu enak,jadi kau hanya perlu bekerja mulai dari besok"
Mata jisoo berbinar
"Baiklah tuan..gomawo.kalau begitu saya pamit sekalu lagi terimakasih" ucap jisoo lalu segera pergi meninggalkan ruangan dari tuan barunya
Setelah pintu tertutup,namja itu hanya menampilkan senyuman tipis
---------------
"Nona roseana park..." panggil seorang wanita
Rose yang mendengar namanya disebut pun berdiri lalu menghampiri wanita tersebut
"Sebelumnya kami minta maaf karena sekarang boss kami sedang tidak ada dikantor,anda bisa berwawancara besok" ucap wanita itu sambil melihat kearah rose
Rose hanya tersenyum mengerti
"Tak apa saya mengerti,kalau begitu saya pamit,terimakasih" ucap rose sambil mengambil map milik dirinya
Namun,saat meninggalkan kantor tanpa sengaja rose menabrak seorang namja hingga membuat hp namja tersebut jatuh
"Yh ampun,ahhh...mianhae tuan" kaget rose lalu segera mengambil hp namja tersebut
Rose segera mengusap-usap hp namja itu lalu membungkukkan badannya
"Mianhae "
Sedangkan namja itu hanya terdiam dengan pandangan datar
"Lain kali jalan pake mata"
Rose tersentak dengan ucapan dingin namja yang ia tabrak
"Lah bukanya jalan pake kaki yh,mana ada orang jalan pake mata terus kaki yg suruh ngelihat gitu"ucap rose sambil berfikir
Namja yang ada di hadapan rose hanya terdiam dengan tatapan datar,lalu merebut hpnya yang ada di genggaman rose
Lagi-lagi rose terkejut akan perilaku namja tersebut
" kaga sopan banget nih cowok,pengen rose sleding kali yh"
Rose mengangkat kepalanya,matanya beradu pandang dengan mata berwarna biru laut terebut tatapan yang tajam menusuk
"Nih orang pake soplen yh"gumam rose
" lain kali jalan yang bener liat jalan bukan nunduk,ngerti"ucapan namja itu tak lagi terdengar dingin namun terkesan sedikit lembut
Rose melongo
"Kesambet apaan nih orang,tadi dingin sekarang lembut"
Namja itu hanya terdiam lalu melangkah pergi meninggalkan rose dengan senyuman tipis dibibirnya
"Emang nggak waras" batin rose.
Update
Disini tepatnya di apartemen blackpink.mereka tengah bersantai sambil merebahkan diri mereka di atas sofa
"Gimana kalian diterima?" tanya jennie kepada lisa dan rose
"Kalo gw sih diterima eonnie,di perusahaan JL.ENTERTAINMENTl perusahaan terbesar tuh eonn" jelas lisa sambil memakan jeruk yang sudah ia kupas
Jennie mengangguk-anggukan kepalanya lalj beralih menatap rose
"Kalo lo gimana rose?"
Rose menaikan bahunya
Jennie mendengus
"Lo bisu ya,gw ngomong kok kaga dijawab"
Pltakkk
Remote tv yang sudah tersimpan rapih pun kini sukses mengenai kepala jennie,jennie mengaduh kesakitan lalu menatap tajam rose yang kini sedang bersikap seperti tak terjadi apa-apa
"Bener-bener gila nih orang.orang ngomong bukanya dijawab malah dilempar remote tv,kalo kepala gw benjol gimana" ucap jennie ngegas,sambil mengusap-usap kepalanya
"Makanya kalo ngomong di filter dulu mbak jenjen" ucap rose
Degg......
Entah mengapa mendengar panggilan 'jenjen' membuat pikiran jennje berputar.ia melihat sebuah bayangan seorang namja dengan senyum kotak yang menatapnya penuh cinta
Jennie meringis sambil memegang kepalanya,rose,jisoo dan lisa yang melihatnya pun langsung menghampiri jennie
"Eh jen lu kenapa,gagar otak yh gara-gara tadi gw lempar remot ke kepala lo" ucap rose ngawur
"Goblog di pelihara,mana ada orang dilempar remote gagar otak.emang sengklek otak lo rose" ucap jisoo ngegas
Rose menganga
"Udah jangan ribut terus ini urusin jennie" ucap lisa sambil menenangkan jennie yang sedang kesakitan
Akhhhhh
Jennie berteriak kesakitan.sungguh kepalanya seakan mau pecah,otaknya seakan bekerja dengan sangat cepat
Jennie dapat melihat sebuah bayangan-bayangan seorang namja dengan paras tampan bak seorang dewa
Namja itu tersenyum kearah jennie,senyum kotak itu membuat kepala jennie kembali bekerja.
Dan seketika jennie melihat sebuah lapangan luas dengan bangkai manusia yang sudah tergeletak dengan mengenaskan
Jennie tau tempat ini,tempat ini yang selalu hadir di mimpi-mimpinya.melihat sebuah bulan yang telah hancur,mayat yang berserakan dan seorang wanita melayang di udara
Namun,sekarang jennie merasa bahwa ia sedang berada di sebuah bangunan yang berupa sebuah sekolah,dengan banyak sekali siswa dan siswi yang berlalu lalang menuju bangunan sekolah itu
"Seoul School of Performance Arts (SOPA)" ucap jennie tanpa sadar
Jennie memutar arah pandangannya di setiap sudut bangunan itu,semua siswa dan siswi seakan-akan melewatinya tanpa menabraknya
Hingga pandangan jennie jatuh pada sebuah motor yang masuk kedalam bangunan sekolah
Jennie terus memperhatikan keempat motor itu yang kini sudah terparkir rapih disebuah tempat yang memiliki pembatas
Rasa penasaran jennie kembali menyerang,dengan langkah pelan jennie mendekati keempat motor itu
Alangkah terkejutnya jennie saat sang keempat pemilik motor membuka helm mereka
"Ti..tidak i.ini...tid..tidak...mungkin" jantung jennie berdetak cepat sungguh ia rasa ini hanya mimpi,tolong bangunkan aku kalau ini hanya mimpi,teriak jennie dalam pikirannya
Jennie menutup mulutnya tak percaya,dihadapannya tepatnya keempat pemilik motor itu adalah keempat wanita dan salah satunya sangat lah mirip dengan jennie sementara yang tiganya sangat mirip dengan lisa,jisoo dan rose
"Tidak mungkin,ini tidak benar" gumam jennie
Jennie terus memandang keempat wanita itu,dan wanita itu melangkah melewati jennie dengan tatapan dingin dan memasuki bangunan sekolah itu
Jennie terduduk sambil berteriak
Kepalanya kembali berputar,rasa sakit itu kembali menyerang jennie
Akhhhhh
"Jen..jennie sadar" ucap lisa sambil menepuk pipi jennie
Mata jennie terbuka.tubuhnya sangat basah oleh keringatnya sendiri.ia mengarahkan pandanganya kearah lisa,ia sedang berada di kamarnya dengan jisoo dan rose yang tengah duduk di samping kiri tempat tidur jennie
Jennie terisak
"Jennie kau kenapa" tanya jisoo sambil mengelus bahu jennie
Jennie menangis,jisoo,rose dan lisa segera memeluk jennie
"Nggak papah nggak usah mikirin mimpi buruk lo,tenang yah" ucap jisoo sambil mengelus pundak jennie
Jisoo,rose dan lisa melepaskan pelukan mereka lalu memandang jennie
"Lo mimpi apa,jelasin ke kita" tanya lisa
"Mimpi itu datang lagi...
Ucap jennie.
bersambung......