
Update.
"Ngeselin banget sih."
Maka saat ini jimin tengah berada
ditaman belakang istana.bibirnya
melengkung kebawah.kakinya
menendang-nendang kerikil kecil.
"Yang lain udah baikan, masa gw
belum." gerutu jimin lagi.
Jimin mendudukan dirinya dibangku
yang berada dipojok.menompang
kepalanya dengan kedua tangannya edia
Tangan jimin memetik
daun,memainkammya dengan kesal
Rose kini tengah berlari mencari jimin.
"Dia dimana sih,gw kan cuman
bercanda dianya malah ngambek,dasar
bayi besar." ucap rose.
Rose kembali berlari mencari jimin
disudut-sudut istana hingga sampai
ditaman belakang rose melihat jimin
tengah memainkan daun pohon
dengan kesal.
Rose dengan perlahan menghampiri
jimin.
"Mau apa kesini?"
Rose tersentak, mendudukan dirinya
disanping jimin.
"Masih marah ya,kan aku cuman
bercanda." ucap rose.
Jimin tetap diam,berusaha acuh.
Rose menghembuskan nafas lelahjimjn
kekanak-kanakan.
"Nggak usah ngumat dalam hati,gw
denger." ucap jimin tanpa melirik rose.
Rose diam ia lupa akan itu,baiklah kali
ini rose akan bersikap manis untuk
meluluhkan bayi besar ini.
"Maafin aku ya,aku cuman bercanda."
ucap rose lembut.
Tapi tetap saja jimin diam tak
menyahut.
Tangan rose terulur ingin menyentuh
suarai jimin,namun dengan sigap jimin
menghindar dengan menggeserkan
badanya menjauh.
Rose tak putus asa,ia mendekat kearah
jimin yang sama sekali tak menoleh
kearahnya.
Ia kembali mengulurkan tangannya
mengelus surai jimin,jimin
memejamkan matanya.menikmati
setiap usapan lembut yang rose
berikan.
"Maafin aku ya."
Jimin tetap diam,ia terus memainkan
daun dan ranting itu, dan tetap
mempertahankan wajah datarnya.
Karena sedikit kesal rose mengambil
alih ranting dan daun dari tangan
Jimin,membuangnya.
"Jimin kamu dengerin aku nggak sih."
ucap rose dengan kesal.
Rose tersenyum saat jimin menoleh
kearahnya.
Namun senyumnya luntur saat jimin
melontarkan kata dengan nada yang
dingin.
"Lu ganggu gw tau nggak." ucap jimin.
Jimin segera berdiri dari
duduknya,melangkah pergi
meninggalkan rose yang kini
menatapnya tak percaya.
Rose menundukan kepalanya.
"Gw kan udah minta maaf,harusnya
gw juga yang marah karena dia nggak
jelasin siapa yang meluk dia 5 tahun
yang lalu." suara rose terdengar
bergetar.
Sedangkan di sebuah pilar.jimin
tengah menatap rose yang sedang
menunduk.tersenyum jahil karena
berhasil mengerjai rose.
Tapi senyum jimin luntur saat rose
menangis,ia menghela nafas kasar.ini
keterlaluan.
Maka dengan langkah pelan jimin
mendekati rose,bersimpuh dihadapan
rose yang kini tengah menutup
wajahnya dengan kedua tangannya.
"Udah dong jangan nangis." ucap jimin
lembut.
Sontak tangisan rose terhenti,rose
menurunkan kedua tangannya
dan melihat jimin yang kini tengah
tersenyum sembari bersimpuh
dihadapannya.
"Aku cuman bercanda,jangan nangis
ntar kamu jelek." ucap jimin lagi
sembari menggenggam tangan rose.
Sekian detik berikutnya jimin
terkejut saat rose menerjang
tubuhnya, membuatnya berbaring
direrumputan dengan rose yang ada
diatasnya.
"Aku kira kamu beneran marah tau
nggak,kamu tuh ya kalo bercanda
nggak lucu banget." ucap rose dengan
suara isaknya.
"Udah dong.kan tadi aku bilang kalo
kamu nangis kamu tuh jelek." ucap
jimin.
"Jelek-jelek gini kamu juga cinta kan."
ucap rose.
"Idih pede banget." ucap jimin.
Rose mencubit pinggang jimin hingga
membuatnya meringis.
"Nggak lucu." ucap rose sembari
terisak.
"Sssttt udah dong"
Tangan jimin terulur menyentuh wajah
rose,ibu jarinya bergerak menghapus
air mata rose.
Rose hanya diam,setelahnya ia
menenggelamkan kepalanya didada
bindang jimin,sedangkan jimin
tangan kanannya merengkuh pinggang
rose agar tetap pada posisinya.
Mereka sama-sama menikmati udara
taman istana yang sejuk,dengan
bunga-bunga yang berada disekitar
mereka.
"Jimin kamu tau nggak."
"Nggakkan kamu belum ngasih tau."
ucap jimin.
"Ihh kamu mah." jimin terkekeh.
"Emangnya kenapa,sayang." ucap jimin.
is membuka matanya,memainkan
rambut merah rose.
"Aku iri sama lisa."
"Loh iri kenapa?"
"Kamu tau nggak,lima tahun kita
tinggal di New york,lisa selalu setiap
malem bacain dongeng buat kuki
supaya cepet tidur,setiap pagi dicium
sama kuki,setiap hari dapet pelukan
dari kuki.aku iri." ucap rose.
Jimin hanya tersenyum mendengar
ucapan rose,yang menurutnya lucu.
"Jim ayuk bikin anak."
Jimin membulatkan matanya,apa yang
ada dihadapanya ini rose.
Ctar..
Jimin menyentil dahi rose.
"Ini beneran kamu kan?" tanya jimin.
Rose mendengus.
"Kamu kira aku setan,ya ini aku lah."
ucap rose sembari menyentil dahi
jimin.
Jimin merngerucutkan bibirnya.
"Seharusnya kita juga udah punya
anakkalo seandainya kamu nggak
pergi lima tahun lalu." ucap jimin.
Rose seketika menunduk.jimin
benar.jika saja dulu ia tak pergi
mungkin sekarang rose sudah menjadi
seorang ibu.
"Maafin aku,harusnya aku dengerin
penjelasan kamu dulu." ucap rose lirih.
"ini bukan sepenuhnya salah kamu, aku juga salah. "ucap jimin.
"Iya,kamu juga salah,kamu terlalu
posessive cuman karena aku pake baju
kurang bahan doang" ucap rose.
"Aku tuh posessive karena aku takut
kehilangan kamu,aku ngelarang kamu
pake baju kurang bahan juga itu buat
kebaikan kamu." ucap Jimin.
"Iya-iya maaf, aku yang salah." ucap
rose.rose benar-benar merasa yang
paling salah disini, dengan tak mau
mendengarkan penjelasan jimin,ia
terlalu dibutakan dengan amarah
sehingga tak dapat berfikir dengan
jernih.
"Udah ya.jangan dibahas lagi.kita mulai
lagi semuanya dari awal." ucap jimin
sambil menyelipkan rambut rose.
Rose tersenyum,setelahnya ia
memejamkan matanya saat jimin
mendekatkan wajahnya,berniat ingin
menciumnya.
Tetapi...
"ASTAGA,MATA GW UDAH NGGAKK
SUCI." teriak seseorang.
Rose dan jimin menoleh,mereka
dengan sigap bangkit dari posisi
mereka dan tersenyum kikuk.
Jimin menatap tajam taehyung
sang peneriak. taehyung kini tengah
menutup matanya dengan tanganya
dan Juga menutup mata jennie dengan
tangannya.sama halnya dengan
jungkook ia dengan sigap menutup
mata kuki dan mata lisa.
"Daddy tulunin tangannya,kuki mau
liat." ucap kuki sembari berusaha
menurunkan tangan besar jungkook
dari matanya.
"Jangan nak,nanti mata kamu
ternodai." ucap jungkook.
Jennie menurunkan tangan taehyung
dari matanya. Begitu pun dengan lisa
tapi tidak dengan kuki.
"Dasar pengganggu." ucap jimin ketus.
"Makanya jim,kalo mau cium rose
tuh dikamar sekalian bikin baby yang
ban-asshhh."
Taehyung meringis saat jennie
mencubit pinggangnya.menatap
taehyung tajam seolah berkata jangan
ngomong kegitu ada kuki.
"Bodoamat." ucap jimin ketus,meraih
tangan rose menggenggam tangan rose
dan melesat pergi.
"Daddy,kuki nggak bisa nafas." ucap
kuki.
Jungkook segera menurunkan
tangannya,kuki hanya dapat
mengerjap-erjapkan matanya.
"Lah aunt ros mana?" tanya kuki.
Aunt rose udan pergi sayang jawad
lisa.
Kuki mengangguk "dad,uncle jimin
ganteng yah."
"Nggaklah,gantengan juga daddy" ucap
Jungkook tak terima.
Kuki menggeleng "no dad,kata mommy
daddy nggak ganteng.benerkan mom."
Lisa hanya mengangguk sembari
tersenyum.
"Kasian nggak dibilang ganteng sama
anak." ledek taehyung
Kuki menatap taehyung.
"Uncle taehyung juga nggak
ganteng.kaya alien"
Bersambung....
kalian ada yang baca cerita dari hafijah01.
sebenarnya aku nggak mau ngomong soal ini. cuman gara-gara dia udah cukup keterlaluan. dia udah ambil karya aku sebanyak 2 kali, yaitu MY MATE dan pasti cerita ini juga. dia ambil dari ******* resmi aku.
jadi tolong bantu aku. terimakasih.