MY LOVE IS MY MATE

MY LOVE IS MY MATE
bagian 20



Update.


"Ngeselin banget sih."


Maka saat ini jimin tengah berada


ditaman belakang istana.bibirnya


melengkung kebawah.kakinya


menendang-nendang kerikil kecil.


"Yang lain udah baikan, masa gw


belum." gerutu jimin lagi.


Jimin mendudukan dirinya dibangku


yang berada dipojok.menompang


kepalanya dengan kedua tangannya edia


Tangan jimin memetik


daun,memainkammya dengan kesal


Rose kini tengah berlari mencari jimin.


"Dia dimana sih,gw kan cuman


bercanda dianya malah ngambek,dasar


bayi besar." ucap rose.


Rose kembali berlari mencari jimin


disudut-sudut istana hingga sampai


ditaman belakang rose melihat jimin


tengah memainkan daun pohon


dengan kesal.


Rose dengan perlahan menghampiri


jimin.


"Mau apa kesini?"


Rose tersentak, mendudukan dirinya


disanping jimin.


"Masih marah ya,kan aku cuman


bercanda." ucap rose.


Jimin tetap diam,berusaha acuh.


Rose menghembuskan nafas lelahjimjn


kekanak-kanakan.


"Nggak usah ngumat dalam hati,gw


denger." ucap jimin tanpa melirik rose.


Rose diam ia lupa akan itu,baiklah kali


ini rose akan bersikap manis untuk


meluluhkan bayi besar ini.


"Maafin aku ya,aku cuman bercanda."


ucap rose lembut.


Tapi tetap saja jimin diam tak


menyahut.


Tangan rose terulur ingin menyentuh


suarai jimin,namun dengan sigap jimin


menghindar dengan menggeserkan


badanya menjauh.


Rose tak putus asa,ia mendekat kearah


jimin yang sama sekali tak menoleh


kearahnya.


Ia kembali mengulurkan tangannya


mengelus surai jimin,jimin


memejamkan matanya.menikmati


setiap usapan lembut yang rose


berikan.


"Maafin aku ya."


Jimin tetap diam,ia terus memainkan


daun dan ranting itu, dan tetap


mempertahankan wajah datarnya.


Karena sedikit kesal rose mengambil


alih ranting dan daun dari tangan


Jimin,membuangnya.


"Jimin kamu dengerin aku nggak sih."


ucap rose dengan kesal.


Rose tersenyum saat jimin menoleh


kearahnya.


Namun senyumnya luntur saat jimin


melontarkan kata dengan nada yang


dingin.


"Lu ganggu gw tau nggak." ucap jimin.


Jimin segera berdiri dari


duduknya,melangkah pergi


meninggalkan rose yang kini


menatapnya tak percaya.


Rose menundukan kepalanya.


"Gw kan udah minta maaf,harusnya


gw juga yang marah karena dia nggak


jelasin siapa yang meluk dia 5 tahun


yang lalu." suara rose terdengar


bergetar.


Sedangkan di sebuah pilar.jimin


tengah menatap rose yang sedang


menunduk.tersenyum jahil karena


berhasil mengerjai rose.


Tapi senyum jimin luntur saat rose


menangis,ia menghela nafas kasar.ini


keterlaluan.


Maka dengan langkah pelan jimin


mendekati rose,bersimpuh dihadapan


rose yang kini tengah menutup


wajahnya dengan kedua tangannya.


"Udah dong jangan nangis." ucap jimin


lembut.


Sontak tangisan rose terhenti,rose


menurunkan kedua tangannya


dan melihat jimin yang kini tengah


tersenyum sembari bersimpuh


dihadapannya.


"Aku cuman bercanda,jangan nangis


ntar kamu jelek." ucap jimin lagi


sembari menggenggam tangan rose.


Sekian detik berikutnya jimin


terkejut saat rose menerjang


tubuhnya, membuatnya berbaring


direrumputan dengan rose yang ada


diatasnya.


"Aku kira kamu beneran marah tau


nggak,kamu tuh ya kalo bercanda


nggak lucu banget." ucap rose dengan


suara isaknya.


"Udah dong.kan tadi aku bilang kalo


kamu nangis kamu tuh jelek." ucap


jimin.


"Jelek-jelek gini kamu juga cinta kan."


ucap rose.


"Idih pede banget." ucap jimin.


Rose mencubit pinggang jimin hingga


membuatnya meringis.


"Nggak lucu." ucap rose sembari


terisak.


"Sssttt udah dong"


Tangan jimin terulur menyentuh wajah


rose,ibu jarinya bergerak menghapus


air mata rose.


Rose hanya diam,setelahnya ia


menenggelamkan kepalanya didada


bindang jimin,sedangkan jimin


tangan kanannya merengkuh pinggang


rose agar tetap pada posisinya.


Mereka sama-sama menikmati udara


taman istana yang sejuk,dengan


bunga-bunga yang berada disekitar


mereka.


"Jimin kamu tau nggak."


"Nggakkan kamu belum ngasih tau."


ucap jimin.


"Ihh kamu mah." jimin terkekeh.


"Emangnya kenapa,sayang." ucap jimin.


is membuka matanya,memainkan


rambut merah rose.


"Aku iri sama lisa."


"Loh iri kenapa?"


"Kamu tau nggak,lima tahun kita


tinggal di New york,lisa selalu setiap


malem bacain dongeng buat kuki


supaya cepet tidur,setiap pagi dicium


sama kuki,setiap hari dapet pelukan


dari kuki.aku iri." ucap rose.


Jimin hanya tersenyum mendengar


ucapan rose,yang menurutnya lucu.


"Jim ayuk bikin anak."


Jimin membulatkan matanya,apa yang


ada dihadapanya ini rose.


Ctar..


Jimin menyentil dahi rose.


"Ini beneran kamu kan?" tanya jimin.


Rose mendengus.


"Kamu kira aku setan,ya ini aku lah."


ucap rose sembari menyentil dahi


jimin.


Jimin merngerucutkan bibirnya.


"Seharusnya kita juga udah punya


anakkalo seandainya kamu nggak


pergi lima tahun lalu." ucap jimin.


Rose seketika menunduk.jimin


benar.jika saja dulu ia tak pergi


mungkin sekarang rose sudah menjadi


seorang ibu.


"Maafin aku,harusnya aku dengerin


penjelasan kamu dulu." ucap rose lirih.


"ini bukan sepenuhnya salah kamu, aku juga salah. "ucap jimin.


"Iya,kamu juga salah,kamu terlalu


posessive cuman karena aku pake baju


kurang bahan doang" ucap rose.


"Aku tuh posessive karena aku takut


kehilangan kamu,aku ngelarang kamu


pake baju kurang bahan juga itu buat


kebaikan kamu." ucap Jimin.


"Iya-iya maaf, aku yang salah." ucap


rose.rose benar-benar merasa yang


paling salah disini, dengan tak mau


mendengarkan penjelasan jimin,ia


terlalu dibutakan dengan amarah


sehingga tak dapat berfikir dengan


jernih.


"Udah ya.jangan dibahas lagi.kita mulai


lagi semuanya dari awal." ucap jimin


sambil menyelipkan rambut rose.


Rose tersenyum,setelahnya ia


memejamkan matanya saat jimin


mendekatkan wajahnya,berniat ingin


menciumnya.


Tetapi...


"ASTAGA,MATA GW UDAH NGGAKK


SUCI." teriak seseorang.


Rose dan jimin menoleh,mereka


dengan sigap bangkit dari posisi


mereka dan tersenyum kikuk.


Jimin menatap tajam taehyung


sang peneriak. taehyung kini tengah


menutup matanya dengan tanganya


dan Juga menutup mata jennie dengan


tangannya.sama halnya dengan


jungkook ia dengan sigap menutup


mata kuki dan mata lisa.


"Daddy tulunin tangannya,kuki mau


liat." ucap kuki sembari berusaha


menurunkan tangan besar jungkook


dari matanya.


"Jangan nak,nanti mata kamu


ternodai." ucap jungkook.


Jennie menurunkan tangan taehyung


dari matanya. Begitu pun dengan lisa


tapi tidak dengan kuki.


"Dasar pengganggu." ucap jimin ketus.


"Makanya jim,kalo mau cium rose


tuh dikamar sekalian bikin baby yang


ban-asshhh."


Taehyung meringis saat jennie


mencubit pinggangnya.menatap


taehyung tajam seolah berkata jangan


ngomong kegitu ada kuki.


"Bodoamat." ucap jimin ketus,meraih


tangan rose menggenggam tangan rose


dan melesat pergi.


"Daddy,kuki nggak bisa nafas." ucap


kuki.


Jungkook segera menurunkan


tangannya,kuki hanya dapat


mengerjap-erjapkan matanya.


"Lah aunt ros mana?" tanya kuki.


Aunt rose udan pergi sayang jawad


lisa.


Kuki mengangguk "dad,uncle jimin


ganteng yah."


"Nggaklah,gantengan juga daddy" ucap


Jungkook tak terima.


Kuki menggeleng "no dad,kata mommy


daddy nggak ganteng.benerkan mom."


Lisa hanya mengangguk sembari


tersenyum.


"Kasian nggak dibilang ganteng sama


anak." ledek taehyung


Kuki menatap taehyung.


"Uncle taehyung juga nggak


ganteng.kaya alien"


Bersambung....


kalian ada yang baca cerita dari hafijah01.


sebenarnya aku nggak mau ngomong soal ini. cuman gara-gara dia udah cukup keterlaluan. dia udah ambil karya aku sebanyak 2 kali, yaitu MY MATE dan pasti cerita ini juga. dia ambil dari ******* resmi aku.


jadi tolong bantu aku. terimakasih.