
Update....
"Jichu".ulang jisoo.
Jin tersenyum " itu panggilan
gw buat lu cocok banget." jisoo
tersenyum.panggilan itu terdengar lucu
ditelinganya,namun tak dapat jisoo
pungkiri jisoo merasa tak asing dengan
panggilan itu,ia pernah mendengarnya.
"Rose udah ngalah dong sama jimin."
Jennie berusaha menghentikan
pertengkaran antara rose dan jimin
yang tak kunjung usai.satu hal lagi
rose tidak akan mengalah, baginya
tak ada kata mengalah dan kalah dari
kamusnya.
"Nggak ada kata mengalah dikamus gw
eonn." ucap rose.
"Apaan kamus-kamusan segala mulut
mercon mana tau kamus." ledek jimin.
"Lu tuh ya buat orang emosi mulu."
kesal rose.
"Emang gw peduli nggak ya."
"Elu tuh jadi boss nyebelin.udah
pendek,bantet.jelek.idup pula." ledek
rose tak mau kalah.
"Lu kok jadi ngatain gw sih."
"Siapa suruh lu bilang gw mulut
mercon,dan juga lu dulu yang ngatain
gw." ucap rose ngegas.
"Lu kok ngegas sih." ucap jimin tak
kalah ngegas.
"Lu juga ngegas ****."
"Lu mau gw pecat." ancam jimin.
"Mainnya ancam-ancaman cemen
banget." ledek rose
"Gaji lu gw potong"
"Gw laporin kebadan pemerintah
,berani motong gaji gw."
"Makanya ngalah dong." ucap jimin
yang mulai lelah.
"Yang harusnya ngalah tuh elu,cowok
kok nggak mau ngalah sih sama
cewek." ucap rose.
"Bodo,serah, bodoamat."
"Amat aja nggak bodo nggak kaya elu."
ucap rose.ya tuhan ingin sekali rasanya
jennie membawa rose kedukun,untuk
membenarkan sedikit saraf diotaknya.
"Kok lu mulai pertengkaran lagi sih."
kesal jimin,salah ia mengalah tadi.
"cowok emang nggak mau ngalah sama cewek. "
"Emang lu cewek." tanya jimin.
"Ya ceweklah."
"Cewek jadi-jadian" ucap jimin
setelahnya ia tertawa.
"Kok lu jadi ngatain gw cewek
jadi-jadian sih,dasar bantet."
"Alah lu aja yang baperan, dasar mulut
mercon."
"Baperan kata lu,daar bantet makanya
kalo tumbuh tuh keatas bukan
kesamping." ledek rose kesal.
"Lu tuh ya maunya perang
mulu,dasar cewek jadi-jadian." rose
yang mendengar ucapan jimi pun
kesal.dengan teganya rose menjambak
rambut jimin dan sesekali mencubiti
pinggang jimin hingga membuat jimin
meringis.
"Dasar boss nyebelin."
"Awhhh.." ringis jimin.
Sedangakn dilain sisi taehyung yang
melihat pertengkaran jimin dan rose
ingin sekali tertawa.namun.jennie
menyikut taehyung agar tak tertawa.
"Jangan ketawa nggak ada yang lucu."
ucap jennie.
Entah dorongan dari mana taehyung
hanya mengangguk mematuhi ucapan
jennie,mereka saling menatap.tatapan
mereka terkunci.
"ekhmm..udah dong acara
tatap-tatapannya ntar jatuh cinta
lagi." deheman dan kekehan jisoo
dapat membuat tatapan mereka
terputus.jennie memalingkan
wajahnya,.sial,ia merasa wajahnya
memerah sekarang.
"Rose sekarang minta maaf sama
jimin, sama boss sendiri harus sopan."
ucap jisoo pada rose.
"Tapi eon-" ucapan rose terpotong.
"Nggak ada tapi-tapian cepet minta
maaf atau snack bulan ini bakal eonnie
buang. ancam jisoo..
Rose mengerucutkan
bibirnya,sedangkan jimin tengah
tersenyum kemenangan sekarang.ia
menyilangkan kedua tanganya
didada menatap rose dengan senyum
kemenangan.rose mendengus.
"Gw minta maaf." ucap rose pelan.
"Ha lu ngomong apa gw nggak denger."
jimin mendekatkan telinganya kearah
rose,pura pura tak mendengar.
"Gw minta maaf." ulang rose.
"Ha apa gw nggak denger coba
sekali lagi." rose mendengus kesal
mendekatkan bibirnya ke telinga jimin.
"Gw bilang GW MINTA MAAF." rose
berteriak sangat kencang diakhir
kalimatnya.jimin langsung menjauhkan
telinganya,mengusap-Usap telinganya
yang terasa sakit.
"Biasa aja dong mukut mercon sakit nih
telimga gw Jimin terus mengusap-usap
telinganya.
"bodo amat." ucap rose cuek.
Jimin mendengus.
"Ternyata kalian sudah berkumpul
ya..."
"Kalian."
" hai jisoo,jennie,rose lisa. "sapa kelima
wanita itu,siapa lagi kalau bukan
redvelvet.
"Kok kalian bisa ada disini." tanya jisoo.
Seulgi tersenyum.
"Kami hanya ingin memastikan
keadaan lisa."
Lisa mengangkat salah satu alisnya tak
mengertimemangnya dia kenapa."aku
baik-baik saja,memangnya aku
kenapa?"
"Lah bukanya lisa kec--" ucapan joy
terpotong saat melihat tatapan tajam
jungkook,nyalinya menciut.
Lisa semakin bingung karena joy
berhenti berbicara.
"Oh ya dan kau jungkook kenapa
memakai kostum kelinci." tanya
irene,ingin rasanya tertawa tapi ia
tak ingin dimasukan kedalam penjara
kerajaan vampire, kerajaan milik
jungkook.
"Bukan urusanmu." ketus jungkook.lisa
yang mendengar ucapan ketus
jungkook pun mencubit pinggang
jungkook.
"Aww.sakit sayang" ringis jungkook.
"Yang sopan kalo berbicara,jika tidak
hukumanmu akan aku tambah." ancam
lisa.jungkook menderngus.memuakan
sekali untung sayang.
"Sudah ku duga kalian bukanlah
manusia biasa." ucap jennie tiba-tiba.
"Apa kalian sudah memberitahu
meraka." irene menatap
jin.jimin,taehyung dan jungkook.
"Ada apa ini.kok kalian ngomongnya
ngelantur sih." sungguh lisa sangat
bingung sekarang.lisa pun tak mengerti
mereka berbicara apa.
"Lisa kita balik kekamar,kamu harus
istirahat." tanpa menunggu persetujuan
dari lisa jungkook langsung
menggendong lisa al bridal style.
"Yak.jeon jungkook turunkan ku." lisa
berteriak,memberontak.
"Diem."
"Yak..aku masih bisa jalan sendiri.aku
tidak lumpuh turunkan aku." lisa terus
memberontak,mengayun-ngayunkan
kakinya keudara.
"Diam atau aku habisi kamu diranjang."
ancam jungkook.
Lisa terus memberontak.
"Yak.kelinci sepertimu mana bisa
menghabisiku diatas ranjang.kau
hanha bisa memakan wortel saja tuan
kelinci jeon." ucap lisa
"Dan kau adalah wortelnya."
"Kau tak akan bisa memakan ku."
ucapan lisa seperti menantang
Jungkook.
"Baiklah ayo kita lakukan, dan kita lihat
nanti aku jamin kau tak bisa berjalan
besok." sial,senyum miring itu kembali
tercetak jelas diwajah jungkook.nyali
lisa menciut,meneguk salivanya
Kasar.jungkook tak main-main.
"Yak...jeon jungkook mesum."
Jungkook tak memperdulikan terialkan
lisa,dia menggendong lisa menuju
kamar.tertawa lebar saat lisa terus
berteriak dan memberontak.
Teriakan demi teriakan lisa sontak
mengundang tawa semua orang dalam
Tuang tamu mansion mewah itu.
"Sepertinya mereka akan segera
membuat baby jeon." Ucap wendy
"Ya.aku akan segera memiliki keponakan. "seru rose, membayangkan anak lisa nanti pasti akan mirip dengannya.
Rose terkikik sendiri membayangkan
hal itu.
"Siapa disini." rose tersentak
saat tangan miik yeri berada
dikeningnya.menatap datar yeri
"Mau mati ya."yeri menyengir.
"berhenti bercanda,sekarang adalah
waktunya untuk serius. "suara jennie
terdengar Tegas.
"Irene eonnie tolong jawab jujur, kau
bukan manusia biasa.benar atau
"Benar."
"berarti kalian berlima terlibat dalam
masalah ini." ucap jenne seru.
"Masalah apa." tanya seulgi pura-pura
tak mengerti.padahal ia tau arah
ucapan jennie.
"Kalian adalah kelima angel yang hadir
dimimpi kami." ucap jennie.
Tubuh redvelvet menegang.
"Dan taenyung.." jennie meirik
taehyung.
"Kau adalah lelaki yang menangis
sambil memeluk seorang wanita
yang mengeluarkan darah dari
mulutnya,apa benar?"
Taehyung membulatkan kedua
matanya, terkejut.
taehyung menghela nafas. lalu mengangguk membenarkan.
"Siapa wanita dalam rengkuhanmu
itu."
Sungguh ini pertanyaan yang membuat
jantung taenyung berhenti berdetak.ia
bingung harus menajawab apa.
"Tak perlu menjawab aku tau
jawabannya."ucap jennie.
"Jennie hentikan." perintah jis0o.
Jisoo tau jennie akan mengungkap
semuanyajisoo dan jennie memang
sudah merngetahui setengah tentang
mimpi itu,mencari bukti-bukti dan
semuannya benar.dengan memori dan
mimpi yang berubah-ubah.
Teka-teki itu sidah terjawab sekarang.
"Aku tahu semuanya,tapi akuh butuh
kejujuran kalian disini.kami akan
menerima fakta yang ada,walaupun
itu menyakitkan." ucap jennie mulai
melirih.
Redvelvet mau pun jin,jimin dan
taenyung hanya dapat menghela
nafas pelan.
"Ya..kami adalah orang yang berada
dimimpi kalian.dan wanita dalam
rengkuhan taehyung adalah kau
jennie." ucap wendy.
Jennie tersenyum kecut.
"Jadi aku adalah mate taehyung
dulu,dan aku juga terbunuh oleh
taehyung ."
Ucapan jennie membuat ribuan belati
menyerang hati taehyung tanpa
ampun.taehyung menggenggam tangan
jennie,berlutut dihadapan jennie.
"Jennie maaf..."
"Pantas saja saat awal aku bertemu
denganmu kau langsung memelukku."
"Jenn..."
"Aku sudah memaafkanmu
taenyung, tapi... "
"Tapi apa jenn."tanya jisoo bingung .
"Aku tak bisa menerima taehyung
kembali dalam hidupku.."
Ucapan jennie seperti ledakan
besar yang masuk kedalam telinga
taehyung.rasa sesak menyerang
dada taehyung.jennie tak bisa
menerima taehyung kembali dalam
dihidupnya.lalu untuk apa taehyung
hidup sekarang.
Penantiannya sia-sla.cintanya
lenyap.hatinya kosong.jiwanya remuk.
Taehyung menggengarm tangan jennie
erat,bersimpuh dihadapan jennie.mata
taehyung berkaca-kaca.
Redvelvet,jin dan jimin beserta jisoo
dan rose menatap iba taehyung.jisoo
pun tak percaya apa yang jennie
katakan.ini diluar apa yang ia
pikirkan..
"Apa ini hukuman untukku.." tanya
taehyung lirih.
Jennie memandang taehyung
sendu,memalingkan wajahnya enggan
menatap raut terluka diwajah rupawan
taehyung
"Aku rela mendapatkan ribuan
tamparan darimu,jutaan pukulan
darimu jenn.tapi tidak untuk kata-kata
itu."
Sialjennie merasakan hatinya seperti
tertusuk ribuan jarum oleh air mata
itu.mungkin ini saatnya.
Jennie menatap taehyung.tersenyum
kecil.
"Apa akting ku bagus?"
Taehyung yang awalnya menunduk
kini mendongak menatap
jennie.sedangkan yang lain menganga
akan apa yang jennie ucapkan.
Jennie menghapus air matanya sambil
tertawa."'aku hanya bercanda,mana
mungkin aku sejahat itu."
Taehyung bangkit dari
duduknya,menatap jennie datar.jennie
bingung.lalu setelahnya taehyung pergi
tanpa mengucapkan sepatah kata pun.
Jennie terhenyak,apa bercandanya
kelewatan.
"Candaan lu nggk lucu jenn." ucap jisoo.
"Taehyung marah dan dia akan sangat
sulit untuk dibujuk." ucap jimin.
"Ya ampun jennie." irene benar-benar
tak habis pikir dengan jennie.disaat
seserius ini dia bercanda.sungguh tak
lucu.
Jennie menunduk.ia merasa
bersalah.padahal ia hanya ingin
menjahili taehyung seperti dulu.
"Lebih baik lu samperin taehyung
bujuk dia,dia kalo lagi marah ke orang
gila tau nggak." ucap jimin.
"Tapi gw nggak tau dia kemana." irih
jennie,ia merasa sangat bersalah.
"Kerajaan vampire, taehyung akan ada
disana saat ia sedang marah." ucap jin.
"Bagaimana jennie bisa kesana?."
"Gw bakal nganter lu kesana." ucap
irene.
Irene menggenggam tangan
jennie.irene merapal kata demi kata
hingga tercipta lingkaran hitam yanh
bisa disebut portal
Irene dan jennie menghilang setelah
memasuki lubang hitam itu membawa
tanda tanya besar dalam benak js0o
dan rose.
Lah kok jennie sama irene ilang
sih,mereka diculik sama lubang hitam."
Seru rose heboh.
"Dasar lebay:" cibir jimin. rose
mendengus lalu menjitak kepala jimin.
"Apa kah itu portal yang bisa membuat
kita berpindah dari tempat satu
ketempat lainnya?." tanya jisoo.
"Iya,itu yang namanya portal." seulgi
membenarkan ucapan jisoo.
"Sepertinya akan ada dua bayi besar
yang bermanja-manja dengan ibunya.
ucap wendy san terkekeh.
"Dua bayi besar,siapa?" tanya rose.
"Taehyung dan jungkook,kita lihat akan
ada baby jeon dan baby kim." ucap
joy,di iringi dengan tawa yang lain.
ISTANA VAMPIRE
Jennie memandang takjub bangunarn
megah yang ada dihadapannya
ini,ia kira istana vampire itu
menyeramkan.namun dugannya
salah.istana ini sangat indah.
"Masuklah jenn,eonnie yakin
taehyung berada cikamarnya.dia pasti
sedang pura-pura tertidur sekedar
menghilangkan amarahnya." ucap
irene.
Irene menunjuk pintu kamar taehyung.
"Kalau begitu eonnie harus pergi."
Jennie hanya mengangguk.membuka
pelan pintu besar itu.susana kamar
itu sangat hening dan gelap.jennie
menutup kembali pintu kamar itu
melangkah maju mendekati ranjang
yang kini tengah diisi oleh makhluk
yang sedang dalam mode merajuk.
Tidur dengan posisi membelakangi
jennie.
"Mau apa kesini?"
Jennie terdiam.rupanya taehyung tau
bahwa jennie ada disini.
"Apa kau marah?"
Jennie ini bodoh apa bagaimana.sudah
tah marah pakai tanya lagi.
"Ga tau."
Jennie sedikit terkekeh mendengar
nada ketus taehyung
Jennie berjalan mendekati
ranjang.merangkak dan berbaring
disamping taehyung masih
membelakanginya. taehyung tau jennie
berada disampingnya tapi ia berusah
untuk acuh.
"Taehyung."
Taehyung diam tak menyahut,
"Taehyung mianhae."
taehyung tetap diam.
Jennie merndengus, ia tak suka
diabaikan.
"Taehyung kau merajuk."
Taehyung tetap diam.
Jennie tak kehabisan akal ia berbaring
sambil merndekap taehyung darĂ
belakang.taehyung bergeming.ingin
rasanya membalikan badan dan
memeluk erat tubuh jennie.
"Taehyung,Mianhae..karena sudah mengatakan
hal yang menyakitkan itu
padamu.terimakasih karena kau sudah
rela menungguku terlahir membali
untuk kesekian lamanya.saranghae
taehyung-ah."
Bersambung....