MY LOVE IS MY MATE

MY LOVE IS MY MATE
bagian 10



Update....


"Jichu".ulang jisoo.


Jin tersenyum " itu panggilan


gw buat lu cocok banget." jisoo


tersenyum.panggilan itu terdengar lucu


ditelinganya,namun tak dapat jisoo


pungkiri jisoo merasa tak asing dengan


panggilan itu,ia pernah mendengarnya.


"Rose udah ngalah dong sama jimin."


Jennie berusaha menghentikan


pertengkaran antara rose dan jimin


yang tak kunjung usai.satu hal lagi


rose tidak akan mengalah, baginya


tak ada kata mengalah dan kalah dari


kamusnya.


"Nggak ada kata mengalah dikamus gw


eonn." ucap rose.


"Apaan kamus-kamusan segala mulut


mercon mana tau kamus." ledek jimin.


"Lu tuh ya buat orang emosi mulu."


kesal rose.


"Emang gw peduli nggak ya."


"Elu tuh jadi boss nyebelin.udah


pendek,bantet.jelek.idup pula." ledek


rose tak mau kalah.


"Lu kok jadi ngatain gw sih."


"Siapa suruh lu bilang gw mulut


mercon,dan juga lu dulu yang ngatain


gw." ucap rose ngegas.


"Lu kok ngegas sih." ucap jimin tak


kalah ngegas.


"Lu juga ngegas ****."


"Lu mau gw pecat." ancam jimin.


"Mainnya ancam-ancaman cemen


banget." ledek rose


"Gaji lu gw potong"


"Gw laporin kebadan pemerintah


,berani motong gaji gw."


"Makanya ngalah dong." ucap jimin


yang mulai lelah.


"Yang harusnya ngalah tuh elu,cowok


kok nggak mau ngalah sih sama


cewek." ucap rose.


"Bodo,serah, bodoamat."


"Amat aja nggak bodo nggak kaya elu."


ucap rose.ya tuhan ingin sekali rasanya


jennie membawa rose kedukun,untuk


membenarkan sedikit saraf diotaknya.


"Kok lu mulai pertengkaran lagi sih."


kesal jimin,salah ia mengalah tadi.


"cowok emang nggak mau ngalah sama cewek. "


"Emang lu cewek." tanya jimin.


"Ya ceweklah."


"Cewek jadi-jadian" ucap jimin


setelahnya ia tertawa.


"Kok lu jadi ngatain gw cewek


jadi-jadian sih,dasar bantet."


"Alah lu aja yang baperan, dasar mulut


mercon."


"Baperan kata lu,daar bantet makanya


kalo tumbuh tuh keatas bukan


kesamping." ledek rose kesal.


"Lu tuh ya maunya perang


mulu,dasar cewek jadi-jadian." rose


yang mendengar ucapan jimi pun


kesal.dengan teganya rose menjambak


rambut jimin dan sesekali mencubiti


pinggang jimin hingga membuat jimin


meringis.


"Dasar boss nyebelin."


"Awhhh.." ringis jimin.


Sedangakn dilain sisi taehyung yang


melihat pertengkaran jimin dan rose


ingin sekali tertawa.namun.jennie


menyikut taehyung agar tak tertawa.


"Jangan ketawa nggak ada yang lucu."


ucap jennie.


Entah dorongan dari mana taehyung


hanya mengangguk mematuhi ucapan


jennie,mereka saling menatap.tatapan


mereka terkunci.


"ekhmm..udah dong acara


tatap-tatapannya ntar jatuh cinta


lagi." deheman dan kekehan jisoo


dapat membuat tatapan mereka


terputus.jennie memalingkan


wajahnya,.sial,ia merasa wajahnya


memerah sekarang.


"Rose sekarang minta maaf sama


jimin, sama boss sendiri harus sopan."


ucap jisoo pada rose.


"Tapi eon-" ucapan rose terpotong.


"Nggak ada tapi-tapian cepet minta


maaf atau snack bulan ini bakal eonnie


buang. ancam jisoo..


Rose mengerucutkan


bibirnya,sedangkan jimin tengah


tersenyum kemenangan sekarang.ia


menyilangkan kedua tanganya


didada menatap rose dengan senyum


kemenangan.rose mendengus.


"Gw minta maaf." ucap rose pelan.


"Ha lu ngomong apa gw nggak denger."


jimin mendekatkan telinganya kearah


rose,pura pura tak mendengar.


"Gw minta maaf." ulang rose.


"Ha apa gw nggak denger coba


sekali lagi." rose mendengus kesal


mendekatkan bibirnya ke telinga jimin.


"Gw bilang GW MINTA MAAF." rose


berteriak sangat kencang diakhir


kalimatnya.jimin langsung menjauhkan


telinganya,mengusap-Usap telinganya


yang terasa sakit.


"Biasa aja dong mukut mercon sakit nih


telimga gw Jimin terus mengusap-usap


telinganya.


"bodo amat." ucap rose cuek.


Jimin mendengus.


"Ternyata kalian sudah berkumpul


ya..."


"Kalian."


" hai jisoo,jennie,rose lisa. "sapa kelima


wanita itu,siapa lagi kalau bukan


redvelvet.


"Kok kalian bisa ada disini." tanya jisoo.


Seulgi tersenyum.


"Kami hanya ingin memastikan


keadaan lisa."


Lisa mengangkat salah satu alisnya tak


mengertimemangnya dia kenapa."aku


baik-baik saja,memangnya aku


kenapa?"


"Lah bukanya lisa kec--" ucapan joy


terpotong saat melihat tatapan tajam


jungkook,nyalinya menciut.


Lisa semakin bingung karena joy


berhenti berbicara.


"Oh ya dan kau jungkook kenapa


memakai kostum kelinci." tanya


irene,ingin rasanya tertawa tapi ia


tak ingin dimasukan kedalam penjara


kerajaan vampire, kerajaan milik


jungkook.


"Bukan urusanmu." ketus jungkook.lisa


yang mendengar ucapan ketus


jungkook pun mencubit pinggang


jungkook.


"Aww.sakit sayang" ringis jungkook.


"Yang sopan kalo berbicara,jika tidak


hukumanmu akan aku tambah." ancam


lisa.jungkook menderngus.memuakan


sekali untung sayang.


"Sudah ku duga kalian bukanlah


manusia biasa." ucap jennie tiba-tiba.


"Apa kalian sudah memberitahu


meraka." irene menatap


jin.jimin,taehyung dan jungkook.


"Ada apa ini.kok kalian ngomongnya


ngelantur sih." sungguh lisa sangat


bingung sekarang.lisa pun tak mengerti


mereka berbicara apa.


"Lisa kita balik kekamar,kamu harus


istirahat." tanpa menunggu persetujuan


dari lisa jungkook langsung


menggendong lisa al bridal style.


"Yak.jeon jungkook turunkan ku." lisa


berteriak,memberontak.


"Diem."


"Yak..aku masih bisa jalan sendiri.aku


tidak lumpuh turunkan aku." lisa terus


memberontak,mengayun-ngayunkan


kakinya keudara.


"Diam atau aku habisi kamu diranjang."


ancam jungkook.


Lisa terus memberontak.


"Yak.kelinci sepertimu mana bisa


menghabisiku diatas ranjang.kau


hanha bisa memakan wortel saja tuan


kelinci jeon." ucap lisa


"Dan kau adalah wortelnya."


"Kau tak akan bisa memakan ku."


ucapan lisa seperti menantang


Jungkook.


"Baiklah ayo kita lakukan, dan kita lihat


nanti aku jamin kau tak bisa berjalan


besok." sial,senyum miring itu kembali


tercetak jelas diwajah jungkook.nyali


lisa menciut,meneguk salivanya


Kasar.jungkook tak main-main.


"Yak...jeon jungkook mesum."


Jungkook tak memperdulikan terialkan


lisa,dia menggendong lisa menuju


kamar.tertawa lebar saat lisa terus


berteriak dan memberontak.


Teriakan demi teriakan lisa sontak


mengundang tawa semua orang dalam


Tuang tamu mansion mewah itu.


"Sepertinya mereka akan segera


membuat baby jeon." Ucap wendy


"Ya.aku akan segera memiliki keponakan. "seru rose, membayangkan anak lisa nanti pasti akan mirip dengannya.


Rose terkikik sendiri membayangkan


hal itu.


"Siapa disini." rose tersentak


saat tangan miik yeri berada


dikeningnya.menatap datar yeri


"Mau mati ya."yeri menyengir.


"berhenti bercanda,sekarang adalah


waktunya untuk serius. "suara jennie


terdengar Tegas.


"Irene eonnie tolong jawab jujur, kau


bukan manusia biasa.benar atau


"Benar."


"berarti kalian berlima terlibat dalam


masalah ini." ucap jenne seru.


"Masalah apa." tanya seulgi pura-pura


tak mengerti.padahal ia tau arah


ucapan jennie.


"Kalian adalah kelima angel yang hadir


dimimpi kami." ucap jennie.


Tubuh redvelvet menegang.


"Dan taenyung.." jennie meirik


taehyung.


"Kau adalah lelaki yang menangis


sambil memeluk seorang wanita


yang mengeluarkan darah dari


mulutnya,apa benar?"


Taehyung membulatkan kedua


matanya, terkejut.


taehyung menghela nafas. lalu mengangguk membenarkan.


"Siapa wanita dalam rengkuhanmu


itu."


Sungguh ini pertanyaan yang membuat


jantung taenyung berhenti berdetak.ia


bingung harus menajawab apa.


"Tak perlu menjawab aku tau


jawabannya."ucap jennie.


"Jennie hentikan." perintah jis0o.


Jisoo tau jennie akan mengungkap


semuanyajisoo dan jennie memang


sudah merngetahui setengah tentang


mimpi itu,mencari bukti-bukti dan


semuannya benar.dengan memori dan


mimpi yang berubah-ubah.


Teka-teki itu sidah terjawab sekarang.


"Aku tahu semuanya,tapi akuh butuh


kejujuran kalian disini.kami akan


menerima fakta yang ada,walaupun


itu menyakitkan." ucap jennie mulai


melirih.


Redvelvet mau pun jin,jimin dan


taenyung hanya dapat menghela


nafas pelan.


"Ya..kami adalah orang yang berada


dimimpi kalian.dan wanita dalam


rengkuhan taehyung adalah kau


jennie." ucap wendy.


Jennie tersenyum kecut.


"Jadi aku adalah mate taehyung


dulu,dan aku juga terbunuh oleh


taehyung ."


Ucapan jennie membuat ribuan belati


menyerang hati taehyung tanpa


ampun.taehyung menggenggam tangan


jennie,berlutut dihadapan jennie.


"Jennie maaf..."


"Pantas saja saat awal aku bertemu


denganmu kau langsung memelukku."


"Jenn..."


"Aku sudah memaafkanmu


taenyung, tapi... "


"Tapi apa jenn."tanya jisoo bingung .


"Aku tak bisa menerima taehyung


kembali dalam hidupku.."


Ucapan jennie seperti ledakan


besar yang masuk kedalam telinga


taehyung.rasa sesak menyerang


dada taehyung.jennie tak bisa


menerima taehyung kembali dalam


dihidupnya.lalu untuk apa taehyung


hidup sekarang.


Penantiannya sia-sla.cintanya


lenyap.hatinya kosong.jiwanya remuk.


Taehyung menggengarm tangan jennie


erat,bersimpuh dihadapan jennie.mata


taehyung berkaca-kaca.


Redvelvet,jin dan jimin beserta jisoo


dan rose menatap iba taehyung.jisoo


pun tak percaya apa yang jennie


katakan.ini diluar apa yang ia


pikirkan..


"Apa ini hukuman untukku.." tanya


taehyung lirih.


Jennie memandang taehyung


sendu,memalingkan wajahnya enggan


menatap raut terluka diwajah rupawan


taehyung


"Aku rela mendapatkan ribuan


tamparan darimu,jutaan pukulan


darimu jenn.tapi tidak untuk kata-kata


itu."


Sialjennie merasakan hatinya seperti


tertusuk ribuan jarum oleh air mata


itu.mungkin ini saatnya.


Jennie menatap taehyung.tersenyum


kecil.


"Apa akting ku bagus?"


Taehyung yang awalnya menunduk


kini mendongak menatap


jennie.sedangkan yang lain menganga


akan apa yang jennie ucapkan.


Jennie menghapus air matanya sambil


tertawa."'aku hanya bercanda,mana


mungkin aku sejahat itu."


Taehyung bangkit dari


duduknya,menatap jennie datar.jennie


bingung.lalu setelahnya taehyung pergi


tanpa mengucapkan sepatah kata pun.


Jennie terhenyak,apa bercandanya


kelewatan.


"Candaan lu nggk lucu jenn." ucap jisoo.


"Taehyung marah dan dia akan sangat


sulit untuk dibujuk." ucap jimin.


"Ya ampun jennie." irene benar-benar


tak habis pikir dengan jennie.disaat


seserius ini dia bercanda.sungguh tak


lucu.


Jennie menunduk.ia merasa


bersalah.padahal ia hanya ingin


menjahili taehyung seperti dulu.


"Lebih baik lu samperin taehyung


bujuk dia,dia kalo lagi marah ke orang


gila tau nggak." ucap jimin.


"Tapi gw nggak tau dia kemana." irih


jennie,ia merasa sangat bersalah.


"Kerajaan vampire, taehyung akan ada


disana saat ia sedang marah." ucap jin.


"Bagaimana jennie bisa kesana?."


"Gw bakal nganter lu kesana." ucap


irene.


Irene menggenggam tangan


jennie.irene merapal kata demi kata


hingga tercipta lingkaran hitam yanh


bisa disebut portal


Irene dan jennie menghilang setelah


memasuki lubang hitam itu membawa


tanda tanya besar dalam benak js0o


dan rose.


Lah kok jennie sama irene ilang


sih,mereka diculik sama lubang hitam."


Seru rose heboh.


"Dasar lebay:" cibir jimin. rose


mendengus lalu menjitak kepala jimin.


"Apa kah itu portal yang bisa membuat


kita berpindah dari tempat satu


ketempat lainnya?." tanya jisoo.


"Iya,itu yang namanya portal." seulgi


membenarkan ucapan jisoo.


"Sepertinya akan ada dua bayi besar


yang bermanja-manja dengan ibunya.


ucap wendy san terkekeh.


"Dua bayi besar,siapa?" tanya rose.


"Taehyung dan jungkook,kita lihat akan


ada baby jeon dan baby kim." ucap


joy,di iringi dengan tawa yang lain.


ISTANA VAMPIRE


Jennie memandang takjub bangunarn


megah yang ada dihadapannya


ini,ia kira istana vampire itu


menyeramkan.namun dugannya


salah.istana ini sangat indah.


"Masuklah jenn,eonnie yakin


taehyung berada cikamarnya.dia pasti


sedang pura-pura tertidur sekedar


menghilangkan amarahnya." ucap


irene.


Irene menunjuk pintu kamar taehyung.


"Kalau begitu eonnie harus pergi."


Jennie hanya mengangguk.membuka


pelan pintu besar itu.susana kamar


itu sangat hening dan gelap.jennie


menutup kembali pintu kamar itu


melangkah maju mendekati ranjang


yang kini tengah diisi oleh makhluk


yang sedang dalam mode merajuk.


Tidur dengan posisi membelakangi


jennie.


"Mau apa kesini?"


Jennie terdiam.rupanya taehyung tau


bahwa jennie ada disini.


"Apa kau marah?"


Jennie ini bodoh apa bagaimana.sudah


tah marah pakai tanya lagi.


"Ga tau."


Jennie sedikit terkekeh mendengar


nada ketus taehyung


Jennie berjalan mendekati


ranjang.merangkak dan berbaring


disamping taehyung masih


membelakanginya. taehyung tau jennie


berada disampingnya tapi ia berusah


untuk acuh.


"Taehyung."


Taehyung diam tak menyahut,


"Taehyung mianhae."


taehyung tetap diam.


Jennie merndengus, ia tak suka


diabaikan.


"Taehyung kau merajuk."


Taehyung tetap diam.


Jennie tak kehabisan akal ia berbaring


sambil merndekap taehyung darĂ­


belakang.taehyung bergeming.ingin


rasanya membalikan badan dan


memeluk erat tubuh jennie.


"Taehyung,Mianhae..karena sudah mengatakan


hal yang menyakitkan itu


padamu.terimakasih karena kau sudah


rela menungguku terlahir membali


untuk kesekian lamanya.saranghae


taehyung-ah."


Bersambung....