
Update...
ISTANA ANGEL.
disini tepatnya ditepi danau dengan
berbagai angsa yang berlalu lalang.
Jennie mendudukan dirinya ditepi
danau memasukan kakinya kedalamn
air yang sejuk.
"Ini adalah jalan terakhir."gumam
jennie.
Jennie mendongak menatap awan yang
sedikit meredup.
"Kim jennie, aku tidak tau perasaanmu
dulu ketaehyung.tapi aku hanya ingin
meminta izin padamu..."
"Bolehkah aku mengakhiri ini
semua,bolehkah aku menolak taehyung
dalam hidupku.jika boleh maka aku
akan melakukannnya."
Cairan bening jennie
tumpah,tangannya menekan dadanya
kuat.sesak yang ia rasakan.
Menangis tanpa suara.
Jennie menghentikan tangisnya
saat seseorang menepuk bahunya
lembut.jennie menoleh tersenyum
keci,tangannya bergerak menghapus
air matanya.
"Kai oppa."
Ia dia kai.
Kai ikut diduduk disamping
jennie,mengelus surai jennie.
"Jangan gegabah jennie."
Jennie menyerit tak mengerti.
"Maksud oppa?"
Kai tersenyum.
"Kau tau dulu kim jennie adalah orang
yang sangat cuek, dingin,galak lagi.tapi
dia tidak pernah gegabah dalam
memutuskan suatu hal.kau mungkin
bukan lagi kim jennie tapi jennie
kim.sikap kalian memang bertolak
belakang.hidup kalian terpisah 700
tahun lamanya.tapi yang harus kau tau
kalian memiliki jalur kehidupan yang
sama."
Kai menghembuskan nafas
pelan,menggerakan tubuh jennie agar
menghadap kearahnya.
"Kau memang bukan kim jennie,tapi
satu hal yang harus kau tau.mengakhiri
semuanya bukanlah jalan yang
benar,jangan ikuti pikiranmu
yang bertolak belakang dengan
hatimu.jangan sampai kau menyesal
diakhir jennie kim." mata jennie
berkaca-kaca.jennie mengerti bahwa
kai sedang memberikanya peringatan
keras dan mutlak.
Kai mengelus punggung jennie, menarik
jennie kedalam pelukannya.
"Aku tak tau harus apalagi
oppa.hiks..aku tau mau berpisah
dengan taehyung..aku mencintai
taehyung oppaa..hiks."
"Sssttt.kalau kau mencintai
taehyung.jangan kecewakan
taehyung.oppaa tau kenapa kau
ingin mengakhiri semuanya,karna
kesalahpahaman itukan." jennie
mengangguk.
"Harusnya kau mendengarkan
penjelasan taehyung.semua kesalahan
pasti ada alasannya.jenn."ucap kai.
Jennie hanya terdiam,kai benar.setiap
kesalahan pasti ada alasannya.
"sekarang temui taehyung. minta maaf padanya. "
"Tapi oppa."
"Tapi apalagi."
"Taehyung pasti akan
membenciku,karena telah mengatakan
bahwa aku akan mengakhiri
semuanya." ucap jennie dengan
nada lirih.jennie baru sadar bahwa
ucapannya waktu itu membuat hati
taehyung terluka.
Tangan kai terulur menangkup pipi
jennie.
"Taehyung tidak akan pernah
membencimu.karna rasa cintanya lebih
besar dari pada rasa bencinya jenn."
kai berusaha meyakinkan jennie.
"Sekarang pergi dan temui dia."
Jennie mengangguk,tersenyum.
"Terimakasih oppa,aku
menyayangimu." jernnie memeluk
kai sebentar,lalu berlari pergi
meninggaikan kal sendiri.
Kai menatap punggung jennie yang
mulai menghilang.
"Lihatlah bundah.jennie telah
berenkarnasi dengan baik.hatinya
sangat lembut.harusnya bundah
ada disini,harusnya bundah melihat
bagaimana jennie tumbuh menjadi
wanita yang tangguh.." ucap kai
dengam mata berkaca-kaca.
"Harusnya bundah tak pergi." lanjut
kai.
"Mau apa kalian kesini." pertanyaan itu
terlontar dengan nada penuh amarah.
"Tentu saja untuk menjemput mate
kami." ucap lelaki itu,jimin.
Wanita itu, wendy terkekeh sinis.
"Mate kalian,bukankah kalian sudah
memiliki mate.kalo tak salah mate
kalian adalah bangsa siren."
"Tutup mulutmu wendy." geram
taehyung.
"Kenapa ingin marah,silakan gw nggak
takut." ucap wendy.
Taehyung mengeraskan
rahangnya,kalau saja wendy bukan
mate dari chen.taehyung bisa saja
menghajar wendy sekarang.
"Lebih baik sekarang kalian pergi dari
Sini." usir irene.
"Kami akan pergi,tapi dengan
membawa mate kami." ucap jin datar.
Irene menatap tajam jin "sampai
kapanpun kami tidak akan
menyerahkan jisoo.jennie dan rose
kekalian.
"IRENE STOPPPP." teriakan suho
terdengar dengan para anggota exo
yang berdiri dibelakang suho.
Irene mengalihkan tatapanya pada
suho.pandangnya berubah datar.
"Jangan ikut campur dengan takdir
mereka." ucap suho lagi.
"Aku akan tetap ikut campur,karena
aku tak akan membiarkan vampire
badebah ini membuat blackpink
terluka." ucap irene tegas.
"Irene bersikaplah dewasa." kali ini
suara chanyeol.
Irene membuang pandanganya.ia akan
kalah jika suho dan chanyeol sudah
membuka suara.
"Kalian pergi dari sini." ucap yeri pada
jin,jimin dan taehyung.
"Untuk apa aku menjaga
ucapanku,mereka memang pantas
diperlakukan seperti itu " ucap yeri
membela diri.
"'Yeri jaga sopan santunmu,kami tak
pernah mengajarkanmu berlaku tidak
sopan." ucap d.o.
"Arti kesopananku tak berlaku untuk
mereka." ucap yeri sambil menunjuk
jin,jimin dan taehyung.
"Ada apa ini? tanya jisoo.
Jisoo yang tadinya sedang berkeliling
istana,langsung kebingungan dengan
suara bising dari luar istana.maka
dari itu ia berinisiatif keluar dan
mengeceknya.
Jisoo mengarahkan pandanganya pada
exo dan redvelvet, tapi pandanganya
juga terarah pada sosok yang selalu ada
dipikirannya,seokjin.
"Jisoo.." panggil jin.
Jisoo menunduk,ia tak ingin menatap
sosok yang kini tengah memanggilnya.
Jin maju beberapa langkah,namun
dengan sigap joy berdiri didepan jisoo.
"Berani maju,kau mati."
Jisoo membulatkan matanya,ia
melihat jin yang terus melangkah tak
menghiraukan ucapn joy.sedangkan
jisoo kini melirik tangan joy yang
sedang mengeluarkan kekuatan
cahaya.
Tidak!.jisoo tak akan membiarkan jin
terkena sihir itu.jin bisa saja tewas
karena sihir itu adalah kelemahan
bangsa vampire.
Jisoo dengan sigap berlari kearah
jin,berdiri tepat didepannya.
"Jangan lukai orang yang aku cintai."
ucap jisoo.
"Jika joy ingin membunuh jin maka joy
juga harus membunuh jisoo." lanjutnya.
Joy menggeram "minggir jisoo,jangan
halangi aku untuk membunuh vampire
badebah ini."
Jisoo menggeleng.
Jin menatap punggung jisoo.
"Minggir soo,biar aku yang
menggeleng.
"Nggakkamu bisa mati jika terkena
sihir itu."
"Biarin aja,mungkin itu balasan buat
aku karena udah buat kamu terluka."
ucap jin.
"Kamu nggak salah,aku yang salah.aku
yang nggak mau ngedengerin
penjelasan kamu." ucap jisoo tetap
dalam posisinya.
"Menyikir JISOO." bentak joy.ia
Sungguh muak dengan drama murahan
Jin.
"NGGAK."
dengan amarah yang memuncak tanpa sadar joy melepaskan sihir cahayanya kearah jisoo.
"Jisoo awas.."
Jin segera berdiri didepan jisoo,sihir
cahaya itu tepat mengenai punggung.
"HYUNG.."
"JINNNN.."
teriakan dari jimin dan taehyung
terdengar,diikuti dengan teriakan exo
dan jisoo.
Tubuh jin ambruk didepan jisoo,jisoo
berjongkok.air matanya sudah jatuh.
Jin bangun...
"JIN BANGUNNN.." teriak jisoo saat jin
tak membuka matanya.
"Hyung.." lirih taehyung dan jimin,.ia
mengguncang-guncangkan tubuh jin.
"Jin bangun...hiks..jangan tinggalin
aku.KIM SEOKJIN BANGUNNN,SIALAN
KAU HARUS BERTANGGUNG JAWAB."
teriak jisoo dengan tangan terkepal
sempurna.
Pupil mata jisoo berubah menjadi
hijau daun.sedangkan disana redvelvet
menatap tak percaya joy.joy pun sama
ia menutup mulutnya sekaligus merasa
takut karena jisoo kini menatapnya
dengan tajam.
"Kau mati." ucap jisoo pada joy.
Entah sihir dari mana joy langsung
menjerit kesakitan.tubuhnya terasa
dibakar.irene menghampiri joy yang
kini tergeletak dengan menggeram
kesakitan.
"Jisoo hentikan,jangan sampai kau
membunuh joy.karena lelaki sialan itu."
ucap seulgi.
"Dia telah membuat orang yang ku
cintai terluka,maka dia harus mati."
"Redvelvet,.cepat bawa joy pergi dari
sini.taruh dia di puri angel, atau dia
akan mati." ucap baekhyun.
Redvelvet mengangguk, dan segera
membopong tubuh joy menuju puri
angel.
Suho menatap jisoo.mengelus bahu
jisoo lembut,beberapa detik pupil mata
jisoo kembali seperti semula.
"Jin bangun..."
"Jisoo segera berikan darahmu." ucap
suho.
Tanpa pikir panjang jisoo langsung
mensayat tangannya dengan
belati.menempatkan tanganya yang
telapis darah kearah mulut jin,tetesan
demi tetesan itu masuk kedalarm mulut
jin.
"Sekarang kalian bawa jin keistana
vampire,biarkan dia beristirahat"
intruksi suho.
"Oppa aku ingin ikut,aku ingin
merawat jin." ucap jisoo.
"Pergilah."
"Lalu bagaimana dengan jennie dan
rose?." tanya taehyung.
"Kami juga ikut." mereka semua
menoleh.
Melihat rose dan jennie yang menuruni
tangga dan menghampiri mereka.
"Kami ikut." ulang rose.
"Ya,sudah sekarang kalian segera
berangkat sana." ucap suho.
"Ayo rose." ucap jimin sambil
menggengam tangan rose,rose hanya
diam berusaha acuh.
Taehyung segera membuat
portal,dengan jin yang berada
digendongan taehyung.
"Ayo kita masuk."
Mereka segera memasuki portal istana
vampire.setelah itu portal itu semakin
mengecil dan menghilang.
"Lebih baik sekarang kita kepuri angel."
ucap chanyeol.
Suho yang mendengar ucapanan
chanyeol hanya dapat menghela nafas
lelah.
"Kita harus memperingati redvelvet
untuk tidak ikut campur dalam
masalah mereka." ucap suho.
"Ya itu harus,kalau tidak takdir mereka
akan terus terhambat.peringati juga
matemu itu hyung" ucap sehun.
Suho hanya mengangguk,mereka
segera memasuki istana angel.
ISTANA VAMPIRE
taehyung berjalan menuju kanmar
jin,membanting tubuh jin diatas
ranjang.memijit pundaknya yang
terasa sakit.
"Jangan dibanting dong,kasian." ucap
jisoo.jisoo segera membenarkan posisi
tidur jin,menarik selimut hingga
sebatas dada.mendudukan dirinya
disamping jin.
"Dia berat,sakit punggung gw." ucap
taehyung.
Jisoo menghiraukan ucapan
taehyung.ia membawa tangan jin pada
pipinya mengengam tangan dingin jin.
"Kalian keluar sana,pergi
husss..huss.." usir jisoo.
"Bukanya bilang makasih, malah
ngusir.untung kakak ipar." ucap
taehyung sembari menghandeng
tangan jennie agar keluar dari kamar
itu.
Diluar kamar hanya terjadi
kenening.Jennie,rose maupun
jimin,taehyung tak ada niatan untuk
membuka suara.
Hingga..
"Hmm.jenn kamu laper nggak?,kalo
laper ayok kita makan." ucap taehyung
agak canggung.
"nggak makasih." ucap jennie dingin.
taehyung diam.apa jennie masih
marah padanya?
"Masih marah?"tanyanya.
Jennie mendengus, udah tau malah
nanya.dasar vampire nggak peka.
"tau."
taehyung terkekeh.
"Kenapa lagi?"
"Imut banget sih kalo lagi marah."
tangan taenyung mencubit kedua pipi
Jennie.
"Ihhh..sakitt."
"Krikkk..krikkk.." rose menirukan
suara jangkrik.
"Mesra-mesraan tau tempat napa."
"Sirik bilang mbak."
Rose mendengus.
"Tenang kan ada aku." ucap jimin
sambil menaik-naikan alisanya.
"Siapa lu,gw nggak kenal." ucap ros
"Sakit tapi nggak berdarah." ledek
taehyung.
"Jahat.."
Jimin pergi begitu saja,membuat
taehyung melongo.
"Ebuset pundungan tuh anak kejar
sana rose,keburu diambil orang." ucap
taehyung pada rose.
"Bodoamat nggak peduli."
"Beneran? Diambil orang loh nanti.
taehyung memanas-mansi rose.
"Ihhh..."
Rose segera belari mengejar jimin,hal
itu pun mengundang tawa jennie.
Taehyung menatap jennie yang kini
sedang tertawa.jennie menghentikan
awanya saat taehyung menatalnya
tanpa berkedip.
"Kenapa liatin aku?"
Taehyung menggeleng "kamu cantik."
Jennie memutar bola matanya.
"Seriusan,aku nggak bohong.lima tahun
nggak ketemu kamu.tapi kau tetep
cantik,tambah cantik malah."
"Modus."
"Siapa yang modus?"
"Cih.bilang aja biar bisa dapet maaf
dari aku." ucap jennie.
"Bukan buat dapet permintaan maat
kok." jennie menyerit tak mengerti.
"Terus.."
taenyung menyatukan kedua
jari telunjuknya,jennie sedikit
bingung. namun setelahnya ia langsung
menatap taehyung tajam.
"TAEHYUNG MESUMMMM.."
bersambung....