MY LOVE IS MY MATE

MY LOVE IS MY MATE
bagian 18



Update...


ISTANA ANGEL.


disini tepatnya ditepi danau dengan


berbagai angsa yang berlalu lalang.


Jennie mendudukan dirinya ditepi


danau memasukan kakinya kedalamn


air yang sejuk.


"Ini adalah jalan terakhir."gumam


jennie.


Jennie mendongak menatap awan yang


sedikit meredup.


"Kim jennie, aku tidak tau perasaanmu


dulu ketaehyung.tapi aku hanya ingin


meminta izin padamu..."


"Bolehkah aku mengakhiri ini


semua,bolehkah aku menolak taehyung


dalam hidupku.jika boleh maka aku


akan melakukannnya."


Cairan bening jennie


tumpah,tangannya menekan dadanya


kuat.sesak yang ia rasakan.


Menangis tanpa suara.


Jennie menghentikan tangisnya


saat seseorang menepuk bahunya


lembut.jennie menoleh tersenyum


keci,tangannya bergerak menghapus


air matanya.


"Kai oppa."


Ia dia kai.


Kai ikut diduduk disamping


jennie,mengelus surai jennie.


"Jangan gegabah jennie."


Jennie menyerit tak mengerti.


"Maksud oppa?"


Kai tersenyum.


"Kau tau dulu kim jennie adalah orang


yang sangat cuek, dingin,galak lagi.tapi


dia tidak pernah gegabah dalam


memutuskan suatu hal.kau mungkin


bukan lagi kim jennie tapi jennie


kim.sikap kalian memang bertolak


belakang.hidup kalian terpisah 700


tahun lamanya.tapi yang harus kau tau


kalian memiliki jalur kehidupan yang


sama."


Kai menghembuskan nafas


pelan,menggerakan tubuh jennie agar


menghadap kearahnya.


"Kau memang bukan kim jennie,tapi


satu hal yang harus kau tau.mengakhiri


semuanya bukanlah jalan yang


benar,jangan ikuti pikiranmu


yang bertolak belakang dengan


hatimu.jangan sampai kau menyesal


diakhir jennie kim." mata jennie


berkaca-kaca.jennie mengerti bahwa


kai sedang memberikanya peringatan


keras dan mutlak.


Kai mengelus punggung jennie, menarik


jennie kedalam pelukannya.


"Aku tak tau harus apalagi


oppa.hiks..aku tau mau berpisah


dengan taehyung..aku mencintai


taehyung oppaa..hiks."


"Sssttt.kalau kau mencintai


taehyung.jangan kecewakan


taehyung.oppaa tau kenapa kau


ingin mengakhiri semuanya,karna


kesalahpahaman itukan." jennie


mengangguk.


"Harusnya kau mendengarkan


penjelasan taehyung.semua kesalahan


pasti ada alasannya.jenn."ucap kai.


Jennie hanya terdiam,kai benar.setiap


kesalahan pasti ada alasannya.


"sekarang temui taehyung. minta maaf padanya. "


"Tapi oppa."


"Tapi apalagi."


"Taehyung pasti akan


membenciku,karena telah mengatakan


bahwa aku akan mengakhiri


semuanya." ucap jennie dengan


nada lirih.jennie baru sadar bahwa


ucapannya waktu itu membuat hati


taehyung terluka.


Tangan kai terulur menangkup pipi


jennie.


"Taehyung tidak akan pernah


membencimu.karna rasa cintanya lebih


besar dari pada rasa bencinya jenn."


kai berusaha meyakinkan jennie.


"Sekarang pergi dan temui dia."


Jennie mengangguk,tersenyum.


"Terimakasih oppa,aku


menyayangimu." jernnie memeluk


kai sebentar,lalu berlari pergi


meninggaikan kal sendiri.


Kai menatap punggung jennie yang


mulai menghilang.


"Lihatlah bundah.jennie telah


berenkarnasi dengan baik.hatinya


sangat lembut.harusnya bundah


ada disini,harusnya bundah melihat


bagaimana jennie tumbuh menjadi


wanita yang tangguh.." ucap kai


dengam mata berkaca-kaca.


"Harusnya bundah tak pergi." lanjut


kai.


"Mau apa kalian kesini." pertanyaan itu


terlontar dengan nada penuh amarah.


"Tentu saja untuk menjemput mate


kami." ucap lelaki itu,jimin.


Wanita itu, wendy terkekeh sinis.


"Mate kalian,bukankah kalian sudah


memiliki mate.kalo tak salah mate


kalian adalah bangsa siren."


"Tutup mulutmu wendy." geram


taehyung.


"Kenapa ingin marah,silakan gw nggak


takut." ucap wendy.


Taehyung mengeraskan


rahangnya,kalau saja wendy bukan


mate dari chen.taehyung bisa saja


menghajar wendy sekarang.


"Lebih baik sekarang kalian pergi dari


Sini." usir irene.


"Kami akan pergi,tapi dengan


membawa mate kami." ucap jin datar.


Irene menatap tajam jin "sampai


kapanpun kami tidak akan


menyerahkan jisoo.jennie dan rose


kekalian.


"IRENE STOPPPP." teriakan suho


terdengar dengan para anggota exo


yang berdiri dibelakang suho.


Irene mengalihkan tatapanya pada


suho.pandangnya berubah datar.


"Jangan ikut campur dengan takdir


mereka." ucap suho lagi.


"Aku akan tetap ikut campur,karena


aku tak akan membiarkan vampire


badebah ini membuat blackpink


terluka." ucap irene tegas.


"Irene bersikaplah dewasa." kali ini


suara chanyeol.


Irene membuang pandanganya.ia akan


kalah jika suho dan chanyeol sudah


membuka suara.


"Kalian pergi dari sini." ucap yeri pada


jin,jimin dan taehyung.


"Untuk apa aku menjaga


ucapanku,mereka memang pantas


diperlakukan seperti itu " ucap yeri


membela diri.


"'Yeri jaga sopan santunmu,kami tak


pernah mengajarkanmu berlaku tidak


sopan." ucap d.o.


"Arti kesopananku tak berlaku untuk


mereka." ucap yeri sambil menunjuk


jin,jimin dan taehyung.


"Ada apa ini? tanya jisoo.


Jisoo yang tadinya sedang berkeliling


istana,langsung kebingungan dengan


suara bising dari luar istana.maka


dari itu ia berinisiatif keluar dan


mengeceknya.


Jisoo mengarahkan pandanganya pada


exo dan redvelvet, tapi pandanganya


juga terarah pada sosok yang selalu ada


dipikirannya,seokjin.


"Jisoo.." panggil jin.


Jisoo menunduk,ia tak ingin menatap


sosok yang kini tengah memanggilnya.


Jin maju beberapa langkah,namun


dengan sigap joy berdiri didepan jisoo.


"Berani maju,kau mati."


Jisoo membulatkan matanya,ia


melihat jin yang terus melangkah tak


menghiraukan ucapn joy.sedangkan


jisoo kini melirik tangan joy yang


sedang mengeluarkan kekuatan


cahaya.


Tidak!.jisoo tak akan membiarkan jin


terkena sihir itu.jin bisa saja tewas


karena sihir itu adalah kelemahan


bangsa vampire.


Jisoo dengan sigap berlari kearah


jin,berdiri tepat didepannya.


"Jangan lukai orang yang aku cintai."


ucap jisoo.


"Jika joy ingin membunuh jin maka joy


juga harus membunuh jisoo." lanjutnya.


Joy menggeram "minggir jisoo,jangan


halangi aku untuk membunuh vampire


badebah ini."


Jisoo menggeleng.


Jin menatap punggung jisoo.


"Minggir soo,biar aku yang


menggeleng.


"Nggakkamu bisa mati jika terkena


sihir itu."


"Biarin aja,mungkin itu balasan buat


aku karena udah buat kamu terluka."


ucap jin.


"Kamu nggak salah,aku yang salah.aku


yang nggak mau ngedengerin


penjelasan kamu." ucap jisoo tetap


dalam posisinya.


"Menyikir JISOO." bentak joy.ia


Sungguh muak dengan drama murahan


Jin.


"NGGAK."


dengan amarah yang memuncak tanpa sadar joy melepaskan sihir cahayanya kearah jisoo.


"Jisoo awas.."


Jin segera berdiri didepan jisoo,sihir


cahaya itu tepat mengenai punggung.


"HYUNG.."


"JINNNN.."


teriakan dari jimin dan taehyung


terdengar,diikuti dengan teriakan exo


dan jisoo.


Tubuh jin ambruk didepan jisoo,jisoo


berjongkok.air matanya sudah jatuh.


Jin bangun...


"JIN BANGUNNN.." teriak jisoo saat jin


tak membuka matanya.


"Hyung.." lirih taehyung dan jimin,.ia


mengguncang-guncangkan tubuh jin.


"Jin bangun...hiks..jangan tinggalin


aku.KIM SEOKJIN BANGUNNN,SIALAN


KAU HARUS BERTANGGUNG JAWAB."


teriak jisoo dengan tangan terkepal


sempurna.


Pupil mata jisoo berubah menjadi


hijau daun.sedangkan disana redvelvet


menatap tak percaya joy.joy pun sama


ia menutup mulutnya sekaligus merasa


takut karena jisoo kini menatapnya


dengan tajam.


"Kau mati." ucap jisoo pada joy.


Entah sihir dari mana joy langsung


menjerit kesakitan.tubuhnya terasa


dibakar.irene menghampiri joy yang


kini tergeletak dengan menggeram


kesakitan.


"Jisoo hentikan,jangan sampai kau


membunuh joy.karena lelaki sialan itu."


ucap seulgi.


"Dia telah membuat orang yang ku


cintai terluka,maka dia harus mati."


"Redvelvet,.cepat bawa joy pergi dari


sini.taruh dia di puri angel, atau dia


akan mati." ucap baekhyun.


Redvelvet mengangguk, dan segera


membopong tubuh joy menuju puri


angel.


Suho menatap jisoo.mengelus bahu


jisoo lembut,beberapa detik pupil mata


jisoo kembali seperti semula.


"Jin bangun..."


"Jisoo segera berikan darahmu." ucap


suho.


Tanpa pikir panjang jisoo langsung


mensayat tangannya dengan


belati.menempatkan tanganya yang


telapis darah kearah mulut jin,tetesan


demi tetesan itu masuk kedalarm mulut


jin.


"Sekarang kalian bawa jin keistana


vampire,biarkan dia beristirahat"


intruksi suho.


"Oppa aku ingin ikut,aku ingin


merawat jin." ucap jisoo.


"Pergilah."


"Lalu bagaimana dengan jennie dan


rose?." tanya taehyung.


"Kami juga ikut." mereka semua


menoleh.


Melihat rose dan jennie yang menuruni


tangga dan menghampiri mereka.


"Kami ikut." ulang rose.


"Ya,sudah sekarang kalian segera


berangkat sana." ucap suho.


"Ayo rose." ucap jimin sambil


menggengam tangan rose,rose hanya


diam berusaha acuh.


Taehyung segera membuat


portal,dengan jin yang berada


digendongan taehyung.


"Ayo kita masuk."


Mereka segera memasuki portal istana


vampire.setelah itu portal itu semakin


mengecil dan menghilang.


"Lebih baik sekarang kita kepuri angel."


ucap chanyeol.


Suho yang mendengar ucapanan


chanyeol hanya dapat menghela nafas


lelah.


"Kita harus memperingati redvelvet


untuk tidak ikut campur dalam


masalah mereka." ucap suho.


"Ya itu harus,kalau tidak takdir mereka


akan terus terhambat.peringati juga


matemu itu hyung" ucap sehun.


Suho hanya mengangguk,mereka


segera memasuki istana angel.


ISTANA VAMPIRE


taehyung berjalan menuju kanmar


jin,membanting tubuh jin diatas


ranjang.memijit pundaknya yang


terasa sakit.


"Jangan dibanting dong,kasian." ucap


jisoo.jisoo segera membenarkan posisi


tidur jin,menarik selimut hingga


sebatas dada.mendudukan dirinya


disamping jin.


"Dia berat,sakit punggung gw." ucap


taehyung.


Jisoo menghiraukan ucapan


taehyung.ia membawa tangan jin pada


pipinya mengengam tangan dingin jin.


"Kalian keluar sana,pergi


husss..huss.." usir jisoo.


"Bukanya bilang makasih, malah


ngusir.untung kakak ipar." ucap


taehyung sembari menghandeng


tangan jennie agar keluar dari kamar


itu.


Diluar kamar hanya terjadi


kenening.Jennie,rose maupun


jimin,taehyung tak ada niatan untuk


membuka suara.


Hingga..


"Hmm.jenn kamu laper nggak?,kalo


laper ayok kita makan." ucap taehyung


agak canggung.


"nggak makasih." ucap jennie dingin.


taehyung diam.apa jennie masih


marah padanya?


"Masih marah?"tanyanya.


Jennie mendengus, udah tau malah


nanya.dasar vampire nggak peka.


"tau."


taehyung terkekeh.


"Kenapa lagi?"


"Imut banget sih kalo lagi marah."


tangan taenyung mencubit kedua pipi


Jennie.


"Ihhh..sakitt."


"Krikkk..krikkk.." rose menirukan


suara jangkrik.


"Mesra-mesraan tau tempat napa."


"Sirik bilang mbak."


Rose mendengus.


"Tenang kan ada aku." ucap jimin


sambil menaik-naikan alisanya.


"Siapa lu,gw nggak kenal." ucap ros


"Sakit tapi nggak berdarah." ledek


taehyung.


"Jahat.."


Jimin pergi begitu saja,membuat


taehyung melongo.


"Ebuset pundungan tuh anak kejar


sana rose,keburu diambil orang." ucap


taehyung pada rose.


"Bodoamat nggak peduli."


"Beneran? Diambil orang loh nanti.


taehyung memanas-mansi rose.


"Ihhh..."


Rose segera belari mengejar jimin,hal


itu pun mengundang tawa jennie.


Taehyung menatap jennie yang kini


sedang tertawa.jennie menghentikan


awanya saat taehyung menatalnya


tanpa berkedip.


"Kenapa liatin aku?"


Taehyung menggeleng "kamu cantik."


Jennie memutar bola matanya.


"Seriusan,aku nggak bohong.lima tahun


nggak ketemu kamu.tapi kau tetep


cantik,tambah cantik malah."


"Modus."


"Siapa yang modus?"


"Cih.bilang aja biar bisa dapet maaf


dari aku." ucap jennie.


"Bukan buat dapet permintaan maat


kok." jennie menyerit tak mengerti.


"Terus.."


taenyung menyatukan kedua


jari telunjuknya,jennie sedikit


bingung. namun setelahnya ia langsung


menatap taehyung tajam.


"TAEHYUNG MESUMMMM.."


bersambung....