MY LOVE IS MY MATE

MY LOVE IS MY MATE
bagian 21



"MOMMY.."


Teriakan kuki terdengar dari arah luar,kuki mengetuk-etuk pintu kamar jungkook dan lisa.tadinya kuki bermain dikamar rose dan jimin,karena kuki ingin bertanya kepada unclenya,seperti uncle kok ganteng sih,uncle tipsnya apa,uncle kok agak pendek ya,uncle jago nari ya.dan masih banyak lagi.


Sedangkan didalam kamar,lisa sedang berusaha untuk melepaskan diri dari jungkook yang terus saja merengek sedari tadi.


"Jung,udah ya kuki udah manggil tuh." ucap lisa.


"Bentar sayang,aku belum kenyang."


Jungkook kembali meraih buah dada lisa,meraupnya dengan ganas.


"Jung~"


"MOMMY DADDY,APA KALIAN SUDAH TIDUL?" kuki kembali berteriak.


"Jung,nanti kita lanjutin ya." ucap lisa lagi,namun yang lisa dapat hanya gelengan dari jungkook.


"Jung,kamu bisa minum darah." lisa berusaha membujuk jungkook,namun sia-sia.jungkook bahkan menulikan pendengarannya,ia hanya terfokus dengan buah dada lalisa.


"Jangan dengerin kuki,aku udah manggil jimin buat jaga dia.jadi kamu harus layani aku." suara jungkook terdengar serak,matanya sayu.rasanya tak tega jika lisa membiarkan jungkook menahan hasratnya terlalu lama.


Lisa hanya tersenyum simpul,membiarkan jungkook yang terus meraup buah dadanya lisa sesekali mendesah lirih.tangan lisa mengelus surai jungkook,teriakan kuki sudah tak terdengar lagi.


"Aku mau lebih."


"Jung,aku lagi datang bulan." ucap lisa.


"Pakai mulut."


Jungkook segera berdiri,membiarkan lisa berlutut diantara kakinya.lisa dengan ragu menurunkan sleting celana jungkook,membiarkan benda yang mengembung itu keluar dari sarangnya.memasukan benda itu kedalam mulutnya.


Dan kini hanya suara desiran yang menggema dikamar bernuansa abu-abu itu.


"Uncle,kuki mau ke mommy." ucap kuki dengan kesal.bagimana tidak,saat kuki ingin kembali menggedor-gedor pintu kamar lisa jimin malah datang dan menggendong kuki agar menjauh dari pintu kamar.


"Kuki main sama uncle aja ya,mommy sama daddy lagi olahraga." ucap jimin.jimin tak bodoh ia mendengar desiran lisa tadi,dan ia yakin seratus persen mereka tengah bercinta.


"Loh kok olahraga nggak ngajak kuki sih?" kuki kembali merasa kesal,mengerucutkan bibirnya.


Jimin terkekeh "kuki nggak diajak,karena kuki masih kecil."


Kuki kembali menggerutu "kuki mau cepat besal,bial bisa olahraga baleng mommy dan daddy."


"Iya iya,nanti kuki pasti olahraganya kebih hebat dari daddy kuki." ucap jimin.


"Cha..sekarang kita main panah-panahan ya." ajak jimin sambil menggenggam tangan mungil kuki.


"Ayok uncle."


Kuki dan jimin segera berjalan menuju taman belakang istana.


"Loh kok ada aunt disini?"


Kuki menatap rose yang kini tersenyum kearahnya.rose berajalan kearah kuki kemudian berjongkok,menyamakan tingginya dengan keponakannya itu.


"Aunt rose juga mau ikut main panahan sama kuki." ucap rose.


Mata kuki berbinar "kalo gitu,ayok kita main aunt."


Mereka bertiga segera menuju tempat panahan yang sudah tersedia disana.mata kuki berbinar saat melihat busur berserta panahan yang sudah berjejer rapih disana.


Kuki berlari.mengambil salah satu busur yang kecil,sepertinya aunt berserta uncle nya sudah menyiapkan semuanya.


"Wah,uncle ayok ajali kuki main panahan." ucap kuki dengan semangat.


Jimin pun dengan senang hati mengajari kuki bermain anak panah,wajah kuki terlihat sangat serius.tapi hal itu malah membuatnya terlihat lucu.kuki mengangguk-anggukan kepalanya saat jimin menjelaskan cara-caranya serta memperagakannya.


"Sekarang kuki coba." ucap jimin saat anak panahnya berhasil mengenai titik merah pada papan sasaran(livi nggak tau  namanya😂)


Kuki mengangguk,memperagakan apa yang unclenya jelaskan.menarik tali busurnya kuat.melepaskanya hingga membuat anak panah kuki melesat mematahkan anak panah milik jimin yang tertancap dititik merah itu.


Kuki tersenyum kecil saat anak panahnya menancap dititik merah dan berhasil mematahkan anak panah milik jimin.sedangkan di sisi lain jimin dan rose membulatkan matanya tak percaya.


"K-kuki.."


Kuki menoleh kearah unclenya,tersenyum manis.


Kuki kembali mengambil anak panah.sedangkan jimin dan rose masih menganga tak percaya.


"R-rose,apa anak itu kuki?"


"Aku tidak tau." ucap rose.


Jimin merasa heran,bagimana anak seusia kuki dapat membidik anak panah dengan kuat dan tepat.bahkan anak panahnya patah.


Dan seketika jimin tersadar,bahwa kuki mewarisi kemampuan yang luar biasa.apalagi kalau bukan mewarisi gen jungkook.


Jimin tersenyum kecil,rose yang melihatnya pun kebingungan.


"Jim,kamu kenapa senyam senyum kaya orang gila?"


"Kuki mewarisi kekuatan jungkook." ucap jimin tanpa memperdulikan ucapan rose yang mengatainya gila.


"Maksudnya?" rose tak mengerti.


"Kuki memiliki kekuatan rose.dan aku yakin jika kemampuan kuki terus dilatih dia akan menjadi lelaki yang kuat.kekuatannya akan sempurna." ucap jimin.


Rose yang mendengarkan ucapan jimin pun tersenyum cerah.ia harus memberi tahu lisa nanti.


"Kalau begitu sana latih kuki lagi."


Jimin hanya mengangguk,kembali mengajari kuki memanah,dan setelahnya mereka malah bermain bola.


Rose terharu melihatnya.


Rose mengelus perut ratanya "segera tubuh ya sayang,biar daddy bisa mengajarimu memanah seperti kuki."


Rose kambali melirik jimin dan kuki yang sedang bermain bola,hingga kuki tak sengaja menendang bola nya kesemak-semak.


"Biar uncle yang ambil bolanya." ucap jimin.


Tapi kuki menghalai jimin "uncle bial kuki aja yang ambil,kuki halus tanggung jawab."


Jimin awalnya ragu karena semak-semak itu berada dibelakang tembok pembatas.


"Tap--"


Belum selesai berbicara kuki sudah lebih dulu berlari kearah semak-semak itu.jimin hanya dapat pasrah dan menghampiri rose yang kini membawa minum untuknya.


"Bolanya kemana sih."


Kuki mencari bola itu kesemak-semak,hingga langkah kuki terhenti saat melihat seorang pria berdiri dihadapannya dengan senyum dan bola yang berada ditangan pria itu.


"Alajusii,itu bola kuki tolong belikan."


Pria itu berjongkok,memberikan bola itu ke kuki.


"Nama mu siapa,kamu lucu banget.


Kuki tersenyum.


"Jeon hyunki,alajusii bisa memanggilku kuki" ucap kuki.


"Nama yang bagus." puji pria itu.


"Telimakasih,alajusii kenapa ada disini? Alajusii siapa?"


"Arajusii hanya sedang lewat saja."


Kuki mengangguk-anggukan kepalanya,pria dihadapannya ini cukup tampan.


"Nama alajusii siapa."


Pria itu kembali tersenyum,hingga menunjukan lesung pipinya.


"Min namjoon,kuki bisa memanggil arajusii dengan sebutan uncle."



**Bersambung....