MY LOVE IS MY MATE

MY LOVE IS MY MATE
bagian 26



Update.


Malam hari..


Saat ini lisa maupun jennie tengah gelisah setengah mati dikamar mereka masing-masing.entah kebetulan atau apa mereka menggigit kuku mereka secara bersamaan.


Bergumam hal yang sama.


"Habislah aku."


Sesekali mereka mencoba berfikir keras untuk membuat alasan agar kedua vampire tampan itu tidak jadi menerkam mereka.


Jungkook dan taehyung belum kembali kekamar.jam telah menunjukan pukul 23.34 waktu korea.tapi mereka belum kembali juga.


"Bagaimana kalau aku tidur saja." gumam jennie.


"Tae tidak mungkin melakukannya saat aku tidur." gumam jennie lagi.


Dan pada akhirnya jennie memutuskan untuk tidur.berusaha memejamkan matanya agar segera terjun kealam mimpi.menarik selimut hingga menutupi semua tubuhnya.


Cklekk...


Mata jennie terbuka sempurna.ia mengintip dibalik selimut dan melihat taehyung yang tengah menutup pintu lalu menguncinya.


Jennie kembali memejamkan matanya.berpura-pura untuk tidur agar lolos dari hukuman.


Jennie dapat merasakan taehyung yang merengkak menaiki kasur.jennie kembali menjalankan aktingnya saat taehyung menyibak selimut hingga mendarat kelantai.


Jantung jennie langsung berdebar kencang saat tangan taehyung mengelus pipinya,turun keleher dan berakhir dibuah dada jennie.meremasnya.


Jennie mengeluh.


"Buka matamu."


Seakan tersihir jennie membuka matanya.menatap taehyung.


"Jangan lari dari hukuman,baby.."


Jennie kehilangan cara,ia tak mampu mengelak lagi sekarang.lidahnya kelu.


"Tae aku capek." ucap jennie dengan lirih yang dibuat-buat.


Tangan taehyung bergerak menyelipkan rambut panjang jennie "jangan mencari alasan."


"Tae maaf."


Taehyung menggeleng.tangannya semakin gencar mencari titik sensitif jennie.


"Aku akan memaafkanmu saat kita selesai melakukan itu." ucap taehyung.


Setelahnya jennie hanya pasrah saat taehyung menindihinya.menjamah tubuhnya dengan gerakan yang sedikit kasar.tak jauh beda dari jennie,lisa bahkan tengah berpeluh banyak dengan deru nafas yang memburu.


Jungkook dan taehyung menepati janjinya.mereka tak membiarkan lisa dan jennie menutup matanya,mereka benar-benar melakukannya hingga matahari terbit.


[Nggak ada adegannya ye😂dosa nanti puasanya makruh😂😂]


Pagi hariii....


Maka saat ini tepatnya didapur jisoo dan rose tengah memasak.mereka bercerita dan sesekali menggerutu karena jennie dan lisa belum bangun juga.


"Dimana jennie dan lisa.jam segini harusnya mereka sudah bangun dan membantu kita." ucap jisoo sembari mengaduk-aduk nasi goreng.


"Entahlah eonn.mungkin mereka sedang mandi."


"Eonnie apa kau tidak ingin berolahraga?" tanya rose.


"Ini aku sedang berolahraga." ucap jisoo.


Dahi rose mengerut "berolahraga apanya."


"Bernafas,bukan kah bernafas sama saja berolahraga." ucap jisoo.


Rose menepuk dahinya,eonnie satunya ini memang memiliki kecerdasan yang diluar nalar.


"Ini eonnie." rose menyerahkan beberapa sosis dan daging kepada jisoo.


Jisoo hanya mengangguk.memotong beberapa sosis dan daging untuk tambahan toping.


Huekk..huekk..


Jisoo tersiap saat melihat rose berlari kearah wastafel.memuntahkan isi perutnya yang hanya berupa cairan bening.


"Tuhkan..aku sudah menyuruhmu untuk beristirahat,agar kau tak ke capekan rose.kau sedang hamil."


Jisoo memijat tengkuk leher rose.rose membasuh wajahnya.wajahnya pucat,badannya lemas seketika.


"Roseee..."


Dari arah tangga jimin berteriak saat melihat wajah pucat rose.jimin berlari kearah rose,menggendong tubuh lemas rose dan meletakannya disofa.


"Nonna..rose kenapa?" tanya jimin dengan nada yang panik.


Jisoo hendak menjawab hal yang sebenarnya.namun,melihat tatapan sayu rose membuatnya mengurungkan diri.


"Sayang..lain kali kamu nggak perlu ikut masak kalo kamu capek.jangan bikin aku khawatir." jimin menggenggam tangan rose yang terasa hangat.


"Jim aku nggak papa."ucap rose lemah.


" nggak papa gimana.muka kamu pucet,kita kedokter sekarang."ucap jimin.


Rose menggeleng "nggak usah.aku baik-baik aja,jangan khawatir ne."


Jimin mengacak-acak rambutnya kasar,rose sangat keras kepala.


"Kalo kamu nggak mau kedoter.kamu istirahat aja dikamar,kamu nggak boleh keluar sebelum sembuh." ucap jimin.


Rose hanya dapat mengangguk patuh,toh..dari pada kedokter ketauan nantinya.


Jimin dengan sigap menggendong tubuh rose ala koala.menaruh kepala rose diperpotongan lehernya.menaiki satu bersatu anak tangga untuk menuju kamar mereka.


Sedangkan jisoo tengah memijat pelipisnya "ibu mil kegitu amat ya."


"Ibu mil siapa?"


Jisoo terperajat,mengelus dadanya saat melihat jin yang tiba-tiba berada disampinya.


"Oppa bikin jisoo jantungan mulu deh."


Jin menyengir.menggaruk belakang kepalanya yang tak gatal.


"Mianhae..oh iya tadi kamu bilang ibu mil,siapa yang hamil?" tanya jin.


"Tapi oppa jangan kasih tau siapa-siapa ya." jin mengangguk.


"Rose hamil."


"APA..." reflek jin berteriak hingga membuat jimin yang tengah mengambil air didapur terkejut.


"Hyung lu kenapa?" tanya jimin.


Jin menatap jimin "rose dia ham--"


Jisoo yang mendengarnya pun dengan sigap membekap mulut jin.memberikan tatapan mematikan agar tak mengatakan yang sebenarnya.


"Rose kenapa?" tanya jimin mulai khawatir.


Jisoo menggeleng,lalu tersenyum "nggak kok jim,tadi jin oppa kaget aja pas tau rose kecapekan."


Jin yang mulutnya masih dibekap oleh jisoo pun mengangguk.mensetujui ucapan jisoo.


Jimin menghela nafas lega "gw kira ada apa-apa."


"Kalau begitu gw kekamar dulu ya hyung,nonna."


"Iya jim." ucap jisoo.


Jisoo memperhatikan jimin yang mulai hilang dari pandangannya.sata jimin benar-benar telah pergi baru lah jisoo melepaskan bekapannya.


Jisoo dengan tak berperasaan memukul bahu jin dengan keras.hingga membuat jin mengaduh kesakitan.


"Sakit sayang."


"Salah oppa sendiri.mulut ember banget kaya perempuan." ucap jisoo.


"Tapikan jimin perlu tau"Aku tau itu oppa,tapi biarin rose yang ngasih tau jimin.kita nggak boleh ikut campur." jelas jisoo.


Jin terdiam.jisoo benar juga.


"Kamu juga nggak mau punya anak,sayang?" tanya jin sambil menaik-naikan alisnya,menggoda jisoo.


Jin yang awalnya ingin melindungi telinga atau bahunya karena iya yakin jisoo akan memukulnya atau menjewernya.karena telah menggodanya.


Namun,jin melongo tak percaya akan ucapan jisoo.


"jisoo mau oppa.ayo kita bikin yang banyak." ucap jisoo dengan sangat girang.


Jisoo bahkan sampai melompat-lompat "ayo oppa.nanti jisoo mau anak kita perempuan biar cantik kaya jisoo blackpink."


Jisoo menyerit saat melihat jin yang hanya diam dan menatapnya tak percaya.dan lagi tangan jin yang terulur menyentuh dahi jisoo.


"S-sayang,kamu baik-baik aja kan.nggak lagi sakit kan?"


Jisoo dengan kasar menipis tangan jin dari dahinya.


"Ya nggak lah oppa."ucap jisoo ketus.


" oppa ayo..jisoo ingin cepat-cepat punya anak.ayo oppa."ucap jisoo sembari merengek.


Jin hanya diam saat jisoo menariknya menuju kamar.sungguh jin tak percaya bahwa wanita yang tengah menarik tangannya adalah jisoo.


"Tuhan..aku memang vampire yang jahat,tapi tolong jangan jadikan wanitaku juga seperti manusia kelebihan hormon." ucap jin dalam hati.


Bersambung....