MY LOVE IS MY MATE

MY LOVE IS MY MATE
bagian 17



Update.


"Kuki,ini daddy."


Tiga kata yang keluar dari


mulut jungkook membuat lisa


menegang.tidak.kuki tidak boleh


mengetahui siapa ayahnya.


Lisa segera menarik tangan


kuki,menggenggam tangan mungil


putranya.


"Kuki degerin mommy ya,sekarang


kuki balik kekamar kunci pintunya."


ucap lisa.


kuki hanya dapat


mengangguk,kuki sudah berjanji tidak


akan membantah ucapan lisa.


Dengan cepat kuki berjalan menuju


kamarnya.menyisakan lisa dan


jungkook yang kini menatap kuki


sendu.


Lisa membalikan badanya menatap


datar calon suaminya,ah lebih tepatnya


mantan calon suaminya.


"Lebih baik sekarang anda pergi tuan


jeon." ucap lisa dingin.


Jungkook menggeleng,tanganya meraih


paksa tangan lisa.lisa dengan sigap


menepis tangan jungkook.


"Lisa,jangan seperti ini." lirih jungkook.


"Kau yang jangan seperti ini


JUNGKOOK." lisa menekan kata


Jungkook.


"Lisa aku cuman cinta sama kamu.yang


kamu lihat itu salah paham lis.aku bisa


jelasin semuanya." suara jungkook


bergetar.


Lisa memalingkan wajahnya,dadanya


naik turun."nggak perlu.


"Semuanya udah jelas," lanjut lisa.


Jungkook kembali meraih tangan


lisa."nggak lis semuanya belum


jelas,sayang dengerin aku.aku cuman


Cinta sama kamu."


Lisa menggeleng dengan air


mata yang terus mengalir. "nggak


jungkook, semuanya udah jelas.tolong


kamu pergi."


Jungkook tetap lah jungkook,vampire


keras kepala.bukannya pergi ia malah


mendekap tubuh lemah lisa.lisa hanya


diam dipelukan jungkook,tangisnya


semakin kencang.tanganya terkepal


sempurna.


"Lisa aku sayang sama kamu." bisik


Jungkook.


"Jangan pergi lagi jangan kaya gini.aku


cuman cinta sama kamu,aku mau


kamu.nggak mau yang lain.dengerin


penjelasan aku,aku mohon. "tangan


jungkook naik turun mengelus


punggung lalisa.


Dan benar saja!


Sekuat apapun pertahanan


lalisa,sekuat apapun


egonya.pertahanan itu akan tetap


diruntuhkan oleh jungkook.jungkook


seakan penghancur pertahanan


lisa.mengambil alih seluruh tubuh


lalisa hingga lalisa hanya bisa diam dan


menurut padanya.


"hiks... aku juga sayang sama kamu


kook,hiks .aku juga cuman cinta sama


kamu."


Jungkook tersenyum,lisa masih


mencintainya.


Lisa menglonggarkan dekapan


jungkook,dadanya masih naik


turun.berusaha meredakan tangisnya.


Tangan jungkook terulur menghapus


air mata lalisa.


"Jangan nangis."


"Maafin aku." lanjut jungkook.


Tangan lisa meraih tangan besar


jungkook.menggenggamnya erat.


"Bisa jelasin sekarang."


"Nanti,kita jelasin bareng-bareng sama


yang lain."


"Tapi eonnie ketangkep sama tangan


kanan kamu." ucap lisa.


Jungkook tersenyum "itu lebih baik.jadi


kita bisa jelasin semuanya kekalian."


Senyuman lisa ikut terbit.


Namun jantung lisa bergemuruh


diantara mereka,meraih tengkuk


lisa.menyatukan benda tanpa tulang


itu.saling menyalurkan rasa rindu


dengan lumatakan lembut itu.


Jungkook mengiring lisa menuju


sofa.merebahkan lisa dan


menindihinya.tangannya tak


tinggal diam ia meraih buah dada


lalisa,meremasnya kuat.


"Kook~".


Jungkook melepaskan


ciumannya,menatap mata sayu lisa.


"aku merindukan tubuhmu."


Jungkook bersemirk.


"Buat adik untuk kuki tidak buruk


bukan."


Belum sempat lisa menjawab


jungkook kembali nmenyambar bibir


lalisa.membuka satu-persatu kancing


kemeja milik lisa.


"Alajusii,ngapain mommy."


Lisa tersentak,mendorong tubuh


jungkook hingga menghantan lantai


yang dingin.


"Akhhh.pantatku."


Lisa buru-buru membenarkan


pakainnya.tersenyum kikuk kearah


kuki.


"Kuki kenapa keluar.bukannya mommy


sudah suruh kuki untuk tidak keluar


kamar."


Kuki menggaruk kepalanya.


"Tadi kuki dengal suala aneh dari lual


mommy,kuki kila mommy diapa-apain


sama alajusii ini."


Wajah lisa memerah,telinga putranya


sudah tak suci lagi.


Sedangkan jungkook ia mengusap-usap


pantatnya yang terasa sakit.mendengus


sebal kearah kuki,baru saja jungkook


ingin menyentuh tubuh lisa tapi kuki


malah datang dan mengganggunya.


"Alajussi sana pelgi." usir kuki.


Jungkook melebarkan


matanya,ternyata putranya cukup


menyebalkan.


"Sayang jangan kek gitu,mommy nggak


pernah ngajarin buat berlaku nggak


sopan."


"Tapi mom, alajusii ini telah membuat


mommy nangis." ucap kuki membela


diri.


"Alajusii tua ini juga bilang kalo dia


daddy kuki." lanjut kuki.


Hey apa kuki bilang.arajusii tual.apa


wajah jungkook kelihatan mengkerut


hingga kuki menyebutnya tua.tapi kuki


ada benarnya juga.jungkook bahkan


sudah hidup lebih dari 700 tahun.jadi


pantaskah jungkook dibilang tua?.


Lisa yang menendengar ucapan kuki


pun hampir tertawa keras.sedangkan


jungkook,kembali mendengus.ingin


sekali ia menjewer telinga kuki.


Lisa tersenyum kecil.


"Kuki nggak boleh ngomong kaya


gitu,harus sopan sama daddy kuki"


"Daddy.." tanya kuki.


Mata kuki langsung terarah kepada


jungkook.menghampiri jungkook yang


kini berjongkok menyamakan tingginya


dengan kuki.


"Alajusii daddy kuki" tanya kuki.


Jungkook mengangguk.seketika


kuki langsung menerjang tubuh


jungkook.terisak kecil.


"Daddy..daddy kemana aja,kuki lindu


daddy"


"Kata mommy.daddy sibuk kelja dilual


negli." ucap kuki lagi.


"Maaf ya sayang.daddy terlalu sibuk


sama pekerjaan daddy." ucap jungkook


mengelus surai anaknya.


Sedangkan lisa hanya tersenyum


haru.ia berdoa semoga semuanya


kembali seperti semula.


Tapi tubuh lisa langsung menegang


saat jungkook berucap tanpa suara.


"Nanti kita lanjutin dikamar ya."


Bersambung.....