
Update.
[Khusus jimrose]
"Akhh.jimin pelan-pelan." ringis rose.
"Tenang sayang.ini baru dasar kita
belum keintinya." ucap jimin.
"Jimin sakit.pelan-pelan." air mata rose
luruh.
Tangan jimin terulur menghapus air
mata rose. "ya,sudah ku hentikan saja."
"Jangan,lanjutkan." ucap
rose,menggigit bibir bawahnya.
"Akhhh...sakit." rengek rose.
"Makanya kalo jalan tuh hati-hati.kaki
sampe kesleo segala." ucap jimin sambil
terus memijat pelan kaki rose.
Rose mengerucutkan bibirnya
"Yakan nggak tau kalo disitu ada kayu."
Saat ini rose dan jimin sedang berada
didalam kamar mereka.waktu telah
menunjukan pukul tengah malam.ini
saatnya beristirahat.
"Kamu kaya anak bayi baru belajar
jalan.mata kamu ditaro dimana
sampe nggak ngeliat kayu segede
balok es,bilang aja tadi kamu ngeliat
cowok sampe nggak fokus jalan." jimin
menundukan kepalanya,memijat kecil
pergelangan kaki rose yang memerah.
"Kamu tuh posessive banget sih."
"Aku tuh posessive karena takut
kehilangan kamu,kamu ngerti nggak
sih."nada bicara jimin sedikit meninggi.
"kamu bentak aku."rose berujar pelan.
"Terserah aku capek."jimin
menurunkan kaki rose dari pahanya.
Menuju keluar dan membanting pintu.
"jimin kamu mau kemana?"rose
berteriak.berniat bangkit namun ia
malah terjatuh.
"Akhh..."
Rose tersimpuh dilantai, meneriaki
nama jimin.
Sedangkan ditepi pantai.jimin kini
tengah terduduk sembari menatap
bulan yang terang membuat air laut
sedikit bercahaya olehnya.
"Ternyata rasanya sama seperti
dulu,menyakitkan." jimin menekan
dadanya yang terasa sesak.
"Maaf rose,aku terlalu takut kehilangan
kamu untuk yang kedua kalinya. "lirih
jimin,ia menyesali karena sudah
membentak rose.rasanya menyakitkan
melihat mata berair rose.
"lu nggak salah jim,yang lu lakuin itu
hal yang wajar."orang itu menepuk
pelan bahu jimin.mendudukan dirinya
disamping jimin.
"Chanyeol hyung."
Chanyeol tersenyum.kepalanya
mendongak keatas menikmati
hembusan angin malam yang dingin.
"kok hyung ada disini? "
"Cuman mau ngecek keadaan kalian
aja."
"Dan mungkin besok hyung dan yang
lain bakal nyamperin kalian bersama
redvelvet" lanjut chanyeol.
Jimin mengangguk mengerti
"Hyung maaf"
Chanyeol melirik jimin,menaikan
kedua alisanya bingung.
"Minta maaf buat apa?lu nggak punya
salah sama gw." chanyeol sedikig
terkekeh.
"Gw minta maaf karena gw udah
bentak rose tadi."
"Kalo hyung mau pukul gw,pukul aja
hyung." lanjutnya.
Tangan chanyeol terulur menyentuh
kepala jimin.mengacak rambut jimin.
"GW nggak marah,lu punya pasti punya
alesan kenapa lu bentak rose."
Jimin sangat kagum dengan
chanyeol.dia adalah sosok yang
dewasa,tak salah rose sangat
menyayangi chanyeol dulu.
"Lebih baik balik kekamar gih,kasian
sirose ditinggalin sendiri.ntar diambil
orang loh." canda chanyeol.
"Gw balik dulu ya hyung,sampai jumpa
besok." jimin segera bangkit dan berlari
menuju kamarnya.
Chanyeol menatap punggung jimin
yang mulai lenyap dari pandanganya.
"Jangan takut rose pergi.karena
pada dasarnya sejauh apa pun
kalian berpisah kalian akan tetap
dipersatukan.sekeras apapun hati dan
ego kalian,kalian tetap akan mencintai
dan dicintai dengan kuat.kalian adalah
satu kesatuan.jika salah satunya mati
maka semuanya juga akan mati dan
hidup kembali dimasa kini dan dimasa
selanjutnya."
Jimin membuka pintu kamar,matanya
membulat sempurna melihat rose yang
tengah menyeret kakinya untuk naik
keatas ranjang.
Jimin langsung berlari menghempiri
rose,mengangkat rose dan
menaruhnya diranjang.
"Sayang kamu nggak papa kan." tanya
jimin khawatir.
Rose menggeleng.menarik tangan jimin
dan memeluknya erat.
"Maafin aku." lirih rose.
"Aku emang perempuan yang nggak
baik buat kamu,maaf." bibir rose
bergetar.menenggelamkan kepalanya
di leher jimin.
Jimin memejamkan
matanya,merasakan lehernya
basah.mengelus surai rose.
"Stt..hei kamu ngomong apa sih,kalo
kamu perempuan yang nggak baik
buat apa aku nunggu kamu terlahir
kembali "
Jimin melonggarkan
pelukanya,menatap penuh mata rose.
"Dengerin aku,kamu itu perempuan
yang baik bahkan lebih baik dari
ribuan bidadari.malahan aku yang
nggak baik buat kamu,aku gagal jadi
sosok yang bisa menjaga kamu.aku
gagal karena udah biarin air mata
berharga kamu jatuh.aku gagal karena
biarin kamu ngerasain sakit.aku gagal
jadi sosok yang nggak berguna buat
kamu,aku gagal."rose menggeleng.
"kamu nggak gagal,kamu nggak
Salah,aku yang salan karena sempet
ngeraguin Kesetiaan Kamu,aku Salah. "
"Hei.dengerin aku ya,wajar jika
samu pernah ngeraguin kesetiaan
aku.tapi,satu hal yang harus kamu tau
aku akan selalu bersama kamu.nggak
peduli beberapa kali aku mati nggak
peduli seberapa banyak aku terlahir
kembali.aku akan tetap jadi milik kamu
entah itu hari ini, besok dan selamanya
aku akan tetap jadi milik kamu."
"Hikss..."
"heh.kok nangis sih,jangan nangis
dong ntar kamu jelek." ledek jimin.
Rose memukul pelan bahu jimin.
"Aku terhura sama ucapan kamu tau
nggak"
"Terharu sayang." ucap jimin
membenarkan ucapan rose.
"Aku cuman ngetes aja,kamu bucin."
"Aku juga bucin karena kamu tau."
jimin mencolek hidung mancung rose.
Rose tertawa.kembali memeluk jimin
erat.
"Apa aku akan tetep ama kamu, kamu
kan vampire sedangakn aku
manusia.aku akan menua sedangkan
Kamu nggak."
"Kata siapa kamu bakal menua.kamu
nggak akan menua sayang.kamu ituu
setengan manusia setengah angel.kamu
abadi kamu nggak akan menua.kalo
misalkan kamu menua aku bakal rubah
kamu jadi vampire biar bisa hidup
abadi sama aku." ucap jimin sambil
nengeratkan pelukannya.
"Ya udah rubah aku aja sekarang.gigit
leher aku.kamu katanya butuh darah
kalo nggk kekuatan kamu nggak melemah. "
rose melepaskan pelukannya.
"Ani,nanti saja kamu lagi Sakit.aku
nggak mau bikin kamu tambah sakit. "
"Cuman sakit kaki doang.cepet isep
darah aku. "
"Katanya nggak mau diisep karena
takut jadi mumi." ucap jimin sambil
menahan tawa.
Rose mendengus,sungguh memalukan.
"Ya udah kalo nggak mau,aku juga
nggak akan mau bikim baby park
sama kamu" ucap rose.membaringkan
dirinya sambil membelakangi jimin.
"Dih pundung"
Jimin ikut merebahkan dirinya
memeluk rose.
"Tau ah."
"Ya udah nanti aja sekarang kamu tidur, apa mau bikin baby park aja." ucap jimin.
rose langsung bangkit memukuli jimin
dengan bDantal.
"Ih.. ..mesum."
"Aduh.aduh ampun sayang. "
Rose tak mendengar kembali
membarngkan tubunnya,namun kalu
ini ia berada di dada bindang jimin.
"Makanya jangan mesum."
"Iya maaf"
"Udah sekarang kamu tidur"
Jimin bersenandung kecil.menyanyikan
lagu 'promise'.
tak berselang lama jimin dapat
merasakan tubuh rose yang rileks
dalam pelukannya.
Jimin tersenyum,mencium pucuk
kepala rose.
"Good night baby.."
Bersambung...