MY LOVE IS MY MATE

MY LOVE IS MY MATE
bagian 12



Update.


[Khusus jimrose]


"Akhh.jimin pelan-pelan." ringis rose.


"Tenang sayang.ini baru dasar kita


belum keintinya." ucap jimin.


"Jimin sakit.pelan-pelan." air mata rose


luruh.


Tangan jimin terulur menghapus air


mata rose. "ya,sudah ku hentikan saja."


"Jangan,lanjutkan." ucap


rose,menggigit bibir bawahnya.


"Akhhh...sakit." rengek rose.


"Makanya kalo jalan tuh hati-hati.kaki


sampe kesleo segala." ucap jimin sambil


terus memijat pelan kaki rose.


Rose mengerucutkan bibirnya


"Yakan nggak tau kalo disitu ada kayu."


Saat ini rose dan jimin sedang berada


didalam kamar mereka.waktu telah


menunjukan pukul tengah malam.ini


saatnya beristirahat.


"Kamu kaya anak bayi baru belajar


jalan.mata kamu ditaro dimana


sampe nggak ngeliat kayu segede


balok es,bilang aja tadi kamu ngeliat


cowok sampe nggak fokus jalan." jimin


menundukan kepalanya,memijat kecil


pergelangan kaki rose yang memerah.


"Kamu tuh posessive banget sih."


"Aku tuh posessive karena takut


kehilangan kamu,kamu ngerti nggak


sih."nada bicara jimin sedikit meninggi.


"kamu bentak aku."rose berujar pelan.


"Terserah aku capek."jimin


menurunkan kaki rose dari pahanya.


Menuju keluar dan membanting pintu.


"jimin kamu mau kemana?"rose


berteriak.berniat bangkit namun ia


malah terjatuh.


"Akhh..."


Rose tersimpuh dilantai, meneriaki


nama jimin.


Sedangkan ditepi pantai.jimin kini


tengah terduduk sembari menatap


bulan yang terang membuat air laut


sedikit bercahaya olehnya.


"Ternyata rasanya sama seperti


dulu,menyakitkan." jimin menekan


dadanya yang terasa sesak.


"Maaf rose,aku terlalu takut kehilangan


kamu untuk yang kedua kalinya. "lirih


jimin,ia menyesali karena sudah


membentak rose.rasanya menyakitkan


melihat mata berair rose.


"lu nggak salah jim,yang lu lakuin itu


hal yang wajar."orang itu menepuk


pelan bahu jimin.mendudukan dirinya


disamping jimin.


"Chanyeol hyung."


Chanyeol tersenyum.kepalanya


mendongak keatas menikmati


hembusan angin malam yang dingin.


"kok hyung ada disini? "


"Cuman mau ngecek keadaan kalian


aja."


"Dan mungkin besok hyung dan yang


lain bakal nyamperin kalian bersama


redvelvet" lanjut chanyeol.


Jimin mengangguk mengerti


"Hyung maaf"


Chanyeol melirik jimin,menaikan


kedua alisanya bingung.


"Minta maaf buat apa?lu nggak punya


salah sama gw." chanyeol sedikig


terkekeh.


"Gw minta maaf karena gw udah


bentak rose tadi."


"Kalo hyung mau pukul gw,pukul aja


hyung." lanjutnya.


Tangan chanyeol terulur menyentuh


kepala jimin.mengacak rambut jimin.


"GW nggak marah,lu punya pasti punya


alesan kenapa lu bentak rose."


Jimin sangat kagum dengan


chanyeol.dia adalah sosok yang


dewasa,tak salah rose sangat


menyayangi chanyeol dulu.


"Lebih baik balik kekamar gih,kasian


sirose ditinggalin sendiri.ntar diambil


orang loh." canda chanyeol.


"Gw balik dulu ya hyung,sampai jumpa


besok." jimin segera bangkit dan berlari


menuju kamarnya.


Chanyeol menatap punggung jimin


yang mulai lenyap dari pandanganya.


"Jangan takut rose pergi.karena


pada dasarnya sejauh apa pun


kalian berpisah kalian akan tetap


dipersatukan.sekeras apapun hati dan


ego kalian,kalian tetap akan mencintai


dan dicintai dengan kuat.kalian adalah


satu kesatuan.jika salah satunya mati


maka semuanya juga akan mati dan


hidup kembali dimasa kini dan dimasa


selanjutnya."


Jimin membuka pintu kamar,matanya


membulat sempurna melihat rose yang


tengah menyeret kakinya untuk naik


keatas ranjang.


Jimin langsung berlari menghempiri


rose,mengangkat rose dan


menaruhnya diranjang.


"Sayang kamu nggak papa kan." tanya


jimin khawatir.


Rose menggeleng.menarik tangan jimin


dan memeluknya erat.


"Maafin aku." lirih rose.


"Aku emang perempuan yang nggak


baik buat kamu,maaf." bibir rose


bergetar.menenggelamkan kepalanya


di leher jimin.


Jimin memejamkan


matanya,merasakan lehernya


basah.mengelus surai rose.


"Stt..hei kamu ngomong apa sih,kalo


kamu perempuan yang nggak baik


buat apa aku nunggu kamu terlahir


kembali "


Jimin melonggarkan


pelukanya,menatap penuh mata rose.


"Dengerin aku,kamu itu perempuan


yang baik bahkan lebih baik dari


ribuan bidadari.malahan aku yang


nggak baik buat kamu,aku gagal jadi


sosok yang bisa menjaga kamu.aku


gagal karena udah biarin air mata


berharga kamu jatuh.aku gagal karena


biarin kamu ngerasain sakit.aku gagal


jadi sosok yang nggak berguna buat


kamu,aku gagal."rose menggeleng.


"kamu nggak gagal,kamu nggak


Salah,aku yang salan karena sempet


ngeraguin Kesetiaan Kamu,aku Salah. "


"Hei.dengerin aku ya,wajar jika


samu pernah ngeraguin kesetiaan


aku.tapi,satu hal yang harus kamu tau


aku akan selalu bersama kamu.nggak


peduli beberapa kali aku mati nggak


peduli seberapa banyak aku terlahir


kembali.aku akan tetap jadi milik kamu


entah itu hari ini, besok dan selamanya


aku akan tetap jadi milik kamu."


"Hikss..."


"heh.kok nangis sih,jangan nangis


dong ntar kamu jelek." ledek jimin.


Rose memukul pelan bahu jimin.


"Aku terhura sama ucapan kamu tau


nggak"


"Terharu sayang." ucap jimin


membenarkan ucapan rose.


"Aku cuman ngetes aja,kamu bucin."


"Aku juga bucin karena kamu tau."


jimin mencolek hidung mancung rose.


Rose tertawa.kembali memeluk jimin


erat.


"Apa aku akan tetep ama kamu, kamu


kan vampire sedangakn aku


manusia.aku akan menua sedangkan


Kamu nggak."


"Kata siapa kamu bakal menua.kamu


nggak akan menua sayang.kamu ituu


setengan manusia setengah angel.kamu


abadi kamu nggak akan menua.kalo


misalkan kamu menua aku bakal rubah


kamu jadi vampire biar bisa hidup


abadi sama aku." ucap jimin sambil


nengeratkan pelukannya.


"Ya udah rubah aku aja sekarang.gigit


leher aku.kamu katanya butuh darah


kalo nggk kekuatan kamu nggak melemah. "


rose melepaskan pelukannya.


"Ani,nanti saja kamu lagi Sakit.aku


nggak mau bikin kamu tambah sakit. "


"Cuman sakit kaki doang.cepet isep


darah aku. "


"Katanya nggak mau diisep karena


takut jadi mumi." ucap jimin sambil


menahan tawa.


Rose mendengus,sungguh memalukan.


"Ya udah kalo nggak mau,aku juga


nggak akan mau bikim baby park


sama kamu" ucap rose.membaringkan


dirinya sambil membelakangi jimin.


"Dih pundung"


Jimin ikut merebahkan dirinya


memeluk rose.


"Tau ah."


"Ya udah nanti aja sekarang kamu tidur, apa mau bikin baby park aja." ucap jimin.


rose langsung bangkit memukuli jimin


dengan bDantal.


"Ih.. ..mesum."


"Aduh.aduh ampun sayang. "


Rose tak mendengar kembali


membarngkan tubunnya,namun kalu


ini ia berada di dada bindang jimin.


"Makanya jangan mesum."


"Iya maaf"


"Udah sekarang kamu tidur"


Jimin bersenandung kecil.menyanyikan


lagu 'promise'.


tak berselang lama jimin dapat


merasakan tubuh rose yang rileks


dalam pelukannya.


Jimin tersenyum,mencium pucuk


kepala rose.


"Good night baby.."


Bersambung...