MY LOVE IS MY MATE

MY LOVE IS MY MATE
bagian 6



update...


Bolehkah lisa membalasnya?


Bolehkah lisa melakukan hal yang tidak


pantas untuk ia lakukan?


Karena saat ini lisa sedang berada


dalam suatu hal yang tidak bisa ia


kendalikan.bibir jungkook masih setia


menempel pada bibir lisa.


Jungkook memejamkan matanya


Namun sedikit demi sedikit bibir


jungkook bergerak lihai ******* bibir


lisa.


Bolehkah lisa membalasnya?


bolehkan lisa merasakan hak yang tak pernah ia rasakan?


Pikirannya lisa saat ini sangat bertolak


belakang hatinya menyuruhnya untuk


membalas apa yang jungkook lakukan


padanya namun egonya menolak


semua itu.


Namun hal tak terduga lisa lakukan,ia


mengikuti apa yang hatinya bicarakan


Masa bodoh dengan egonya,karena lisa


tak dapat memilih sekarang.


Lisa membalas ciuman jungkook,dengan sengaja ia membuka mulutnya agar jungkook mudah. mempertemukan benda tanpa tulang itu.


Entah dorongan dari mana hati lisa


seakan rela memberikan apa yang


jungkook mau,termasuk memberikan


first kiss nya yang selalu ia jaga untuk


calon suaminya kelak.


10 menit berlalu lisa mulai kehabisan


oksigen segera melepaskan ciuman itu


secara sepihak.ia segera menghirup


udara sebanyak-banyaknya.


Matanya kembali pada mata kelam


jungkook, entah sihir dari mana


rasanya ia tak ingin berpaling dari kata


itu.


"Hati ini milikku sekarang" ucap


jungkook sambil mengarahkan


tangannya tepat pada bagian hati lisa.


"Hati ini akan menjadi milikku,tak ada


siapapun yang mampu mengambilnya


dariku..hati ini akan selalu menyimpan


satu nama yaitu aku.jeon jungkook"


Lisa hanya mempu terdiam,ada yang


aneh dalam dirinya.ia bahkan tak


membantah atas ucapan jungkook


Hati dan pikirannya membenarkan


ucapan jungkook.


kata-kata yang terlontar dari mulut namja ini seakan perintah mutlak yang tak mampu ia bantah Kejadian selanjutnya,beda tanpa tulang itu bersatu lagi menebas ke hening yang terganti dengan suara-suara decapan.


-----


"Eonnie apa wawancaraku sudah bisa


dimulai" tanyanya.


"Bisa rose,tuan park sedang berada


di kantor sekarang.kau bisa mulai


wawancara sekarang" ucapnya


Kini rose tengah berada di


lantai teratas perusahaan.


JMR.Entertainment.tepatnya disebuah


ruangan ceo.


Rose mengetuk pintu dan masuk saat


Sang pemilik ruangan memberikan


instruksi untuk masuk.


Jantung rose berdetak cepat,matanya


membulat sempurna saat pertama la


masuk.


'******'


Umpat rose dalam hati.


Karena saat ini ia melihat seseorang


yang kemarin ia tabrak dan juga la


katai gila.


"Roseana park nama yang bagus" ucap


namja itu dengan pandangan yang


lurus menatap rose.


Rose menelan ludahnya kasar, ditatap


saja sudah membuat jantungnya copot


apalagi jika ia harus bekerja dan


bertemu setiap hari kelar mungkin


hidupnya.


"Hehehe tuan mianhae atas kejadian


kemarin rose nggak tau" ucap rOse


dengan kakehan polosnya.


Namja itu menatap rose datar


"Kamu harus ganti rugi"


Rose melongo


"Hah ganti rugi.hp nya kan kemarin


nggak papa"


"Saya tidak mau tau kamu harus ganti


rugi" ucap namja itu ngotot.


'Gorok calon boss sendiri dosa kaga yah'


Rose terus mengumpat dalam hati.


"Yah udah deh tuan saya ganti rugi,tapi


nanti saya nggak ada uang" ucap rose.


"Saya tak menginginkan uang kamu"


ucap namja itu lagi.


"Lalu..."


Namja itu tersenyum kecil


"Kamu harus jadi sekertaris plus jadi


asisten pribadi saya"


Bolehkah rose berteriak sekarang. ingin


sekali ia membatalkan dirinya sebagai


sekertaris namun sekarang ia juga


harus menjadi seorang asisten pribadi


Ingin sekali ia mengumpat namun


semuanya hanya bisa ia tutupi dengan


senyuman kecil yang ia paksakan.


"Baiklah tuan park jimin yang


terhormat" ucap rose dengan senyum


paksa.


"Jangan berikan saya senyum paksa


kamu itu,kamu seperti kera kalau


seperti itu" ucap jimin dengan enteng


ngin rasanya rose menendang kepala


bossnya sekarang juga,sehari bertemu


saja sudah membuatnya muak apalagi


hari-hari selanjutnya.


Bisa mati berdiri rose.


"Ternyata kamu memang suka


mengumpat dalan hati yah"


DAMMM


ucapan boss nya selalu membuat rose


terkejut,ia dapat mengetahui semuanya


"Nggak kok tuan,kalo gitu rose permisi"


ucap rose dengan senyum paksa nya


lalu segera keluar dari ruangan


bossnya.


Jimin tersenyum.


"Kau memang tak pernah berubah


rose"


Kini jam menunjukan pukul


00.09,seorang wanita tengah berjalan


ke sana kemari dengan gelisah ia


menggigit kukunya sendiri, ini adalah


kebiasaanya saat sedang khawatir.


"Eonnie ada apa" tanya wanita yang


sedang mengambil air minum.


"Lisa belum pulang rose eonnie


khawatir" ucapnya sambil terus


berjalan mondar-mandir.


"Mungkin lisa lembur jisoo eonnie"


ucap rose sambil menghampiri jisoo.


"Jika lisa lembur dia akan mengirim


pesan rose,lalu bagaimana ia pulang ini


sudah sangat larut"


Jisoo sungguh cemas sekarang,lisa


adalah tanggung jawabnya.meski


pun lisa bukan adik kandungnya tapi


jisoo sudah menganggap lisa adik


kandungnya sendiri.


Rose menghela nafas.


"Eonnie tenanglah,duduk dulu eonnie"


ucap rose sambil menuntun jisoo untuk


duduk.


"Huaaaa.jisoo eonnie rose kalian


kenapa ada disini" tanya jennie sambil


menguap.


"Lisa belum pulang jenn" ucap jisoo


lirih.


Jennie yang tadinya sangat mengantuk


sekarang sangat khawatir dengan lisa


"Aku akan menelpon lisa eonnie" ucap


jennie.


Jisoo menggeleng


"Hp lisa tidak aktif jennie,eonnie


sangat khawatir apalagi sekarang


sudah sangat larut eonnie takut dia


kenapa-napa" air matanya luruh.


"Eonnie merasa gagal menjadi


pelindung untuk kalian" ucap jisoo lagi.


Rose dan jennie segera memeluk


jisoo.bagaimana pun jisoo adalah yang


tertua dari pada mereka jisoo yang


menjadi benteng dan pelindung saat


mereka susah jisoo seperti seorang ibu


yang akan sangat khawatir jika salah


satu diantara mereka tak ada kabar.


"Eonnie tenang lah,lebih baik


sekarang eonnie istirahat lisa mungkin


benar-benar lembur di kantor eonnie"


ucap rose meyakinkan,walau pada


nyatanya ia juga merasa khawatir.


Jisoo menghentikan tangisnya lalu


mengangguk dan segera pergi menuju


kamar untuk tidur


Angin malam tak membuat ia beranjak


dari tempatnya.


Menatap bulan yang tengah bersinar


dengan terang melihat berjuta-juta


bintang yang bertebaran di angkasa


la kembali meneguk wine nya hingga


tandas,melirik kebelakang dimana


pujaan hatinya tengah tertidur dengan


damai.


la segera beranjak dari tempatnya


berasal,balkon.


Menutup pintu balkon agar angin


malam tak membuat sang pujaan kedinginan. mendudukkan


dirinya di tepi ranjang sambil menatap


dalam wajah itu,wajah yang selalu ada


didalam hati dan pikirannya,nama


yang selalu tertanam kuat


dihatinya,lalisa manoban


Jungkook menyingkirkan helaian rambut yang menutupi wajah ayunya.


Senyuman kecil itu terbit


Mengingat kejadian yang dulu pernah


mereka lalui bersama 700 tahun ia menunggu dan akhirnya tiba dimana ia dapat mengikat matenya sendiri.


"JungkooK"


Panggilan itu berputar di otaknya


jungkook segera bangkit dari duduknya


lalu menaikan selimut hingga


menutupi bagian leher lisa.


"ada apa hyung? "


cepat ke markas sekarang ada hal yang harus disampaikan "


"aku akan datang" batinnya.


Sambungan itu terputus.


Jungkook melirik lisa lalu setelah itu


Disebuah ruangan yang nanya


di terangi oleh sebuah lilin tidak


membuat ketiga namja itu takut


Mereka sedang menunggu seseorang


Tiba-tiba lilin itu padam,terganti


dengan aura dingin yang mengelilingi


ruangan itu.


"Sang penguasa kerajaan vampire telah


datang "ucap namja ltu Sambil terKekeh.


"Berhenti membuat lelucon park jimin"


ucapnya dengan suara dingin.


"Baiklah jeon jungkook"


"Ada apa Kalian menyuruhku kemari "


"hey,duduklah dulu maknae dasar


tak sopan" ucap namja berbahu


lebar,kim seok jin.


Jungkook segera duduk lalu meneguk cairan pekat.


"Ada apa" tanya jungkook lagi.


"Apa kau sudah menemukan lisa


jungkook" tanya jin.


"Aku sudah menemukanya,dia sedang


berada di mansion ku"


"Wow.. secepat itu kah" jungkook hanya


berdehem singkat.


"aku juga sudah menemukan rose hyung. "ucap jimin.


"Aku pun sudah menemukan jisoo,dia


bahkan bekerja di restoran milikku"


ucap jin sambil meneguk minumannya.


"Lalu bagaimana denganmu taehyung? "


Taehyung menghela nafas kasar


"aku belum bertemu dengan jennie


hyung.aroma tubuh jennie tak bisa ku


lacak. "


"Kau payah kim taehyung" ucap Jimin.


"Sekali kau berbicara akan ku pastikan


kepalamu tak lagi menempel pada


tubuh mu park jimin"ucap taehyung


tajam.


"Sensi amat" ucap jimin acuh.


"Apakah itu saja,kalau begitu aku


harus pulang lisa menungguku" ucap


jungkook.


"Jangan terlalu mengurus lisa


jungkook,biarkan memori itu menghampiri nya sedikit demi sedikit jangan memaksakannya atau lisa tak


aKan mengingat apapun."


"ah..ya urus juga kerajaanmu


di dunia immortal ltu aku kasian


melihat vernon yang mengurusnya


sendiri, dan hati-hati karena ada makhluk immortal yang selamat telah mengincar lisa. "


"Aku akan mengingat itu hyung" ucap


jungkook.


la menghilang dan tergantikan oleh


angin.


"Cepat temukan jennie dan


memberinya segel taehyung, aku yakin


jennie akan ada dalam bahaya jika kau


belum memberinya segel" ucap jin.


taehyung hanya mengangguk


mengiyakan.


Pagi ini jennie tengah menyiapkan


Sarapan untuk eonnie dan


adiknya.jisoo dan rose masih tertidur


karena sekarang masih terbilang


sangat pagi.


Namun jennie sudah bangun, bahkan


ia sudah rapih dengan pakaian


kantornya.


"'Selesai juga...lebih baik sekarang gw


pergi kekantor, banyak banget kerjaan


****" monolog jennie sambil sesekali


menggerutu karena banyak sekali


Jennie segera mengambil tas


kantornya. Lalu segera berlari menuju


parkiran apartemen.


Kini jennie telah sampai dipekarangan


kantor,kantor masih terlihat sepi


karena ini masih sangat pagi. Hanya


ada beberapa karyawan dan pak


satpam yang selalu berjaga 24 jam.


Jennie melangkahkan kaki nya


memasuki area kantor, beberapa


karyawan menyapa jennie.jennie pun


membalasnya dengan senyuman.


Jennie memasuki lift menekan lantai


paling atas tempat ruangannya beserta


bossnya.


Sesampainya di lantai atas ia segera


beranjak


Pergi menuju ruangan miliknya.


Menaruh tas selempang nya dan


menuju rak yang berisi penuh dengan


berkas-berkas yang begitu banyak.


Berjam-jam jennie mengerjakan


berkas-berkas itu,melupakan jam


yang sedari tadi terus berputar


kearah kanan. Inilah jennie ia akan


Sangat lupa akan waktu jika sudah


mengerjakan sesuatu.


Jennie menghela nafas


pelan.menyandarkan tubuhnya sambil


mengangkat tangannya yang terasa


sangat pegal.


Melirik jam tangan miliknya, ia kembali


menghela nafas. la melupakan jam


makannya.


Jennie merapihkan berkas-berkas yang


berserakan di mejanya. Lalu melangkah


keluar menuju kantin kantor.


Saat melewati lorong kantor jennie


mendengar bisik-bisik karyawan


pada dirinya. Jennie tak menggubris


bisikan-bisikan pada karyawan itu.


Sesampainya di kantin jennie segera


memesan makanan miliknya, lalu


segera menuju meja makan kantin.


Jennie sempat menoleh pada seorang


karyawan yang tengah bergosip.


"aku dengar pak direktur sudah


kembali dari amerika dan katanya


dia akan masuk kantor hari ini' ucap


karyawan lain sambil memakan nasi


goreng miliknya.


"iya, aku pun mendengarnya aku tak


sabar bertemu dengan pak direktur


la sangat tampan dan juga sexy"ucap


karyawan itu sambil terus bergosip ria.


Jennie yang mendengar gosip


karyawan lain pun hanya dapat


menghela nafas. Ia harus bersikap baik


nanti, karena ia akan bertemu dengan


direktur perusahaan ini.


Setelah usai menghabiskan


makanannya. Jennie segera beranjak


menuju ruangan miliknya.


Saat di lorong kantor jennie hanya


melamun sambil menundukkan


kepalanya. Ia merindukan irene ia


ingin bertemu dengannya.


"aduh.. " ringis jennie saat kepalanya


bertabrakan dengan sesuatu.


"lain kali kalau jalan liat ke depan


jangan menunduk"jennie tersentak


dengan ucapan dingin itu.


la mundur beberapa langkah.lalu


mendongak menatap pria yang ada


dihadapannya.


jennie terdiam. Pandangannya tak lepas


dari pria yang ada dihadapannya


ini. Hingga ia sadar dan langsung


membungkuk.



"mianhae tuan saya tak sengaja"'ucap


jennie sambil membungkuk 90 derajat.


Namun pria dihadapannya ini hanya


diam,sambil menatap intens jennie


Jennie yang merasa risih pun segera


mengangkat kepalanya lagi menatap


pria itu.


"ada apa tuan menatap saya seperti


itu" tanya jennie sambil menatap pria


ini, jennie memang selalu blakblakan


saat berkata.


Pria dihadapannya ini hanya diam,


lalu tanpa berkata pria dihadapannya


ini langsung memeluk jennie dengan


sangat erat. Jantung jennie berdetak 2


kali lebih cepat.


la terkejut dengan apa yang dilakukan


oleh pria dihadapannya ini.tidak sopan.


"tuan tolong lepaskan saya tidak bisa


bernafas"ucap jennie sambil berusaha


melepaskan pelukan pria ini.


Namun sayangnya pria ini tak


mendengarkan ucapan,ia malah


mengeratkan pelukannya.


Jennie benar-benar merasa sesak


sekarang.


"aku merindukanmu.. Hiks maafkan


aku."ucap pria itu sambil terisak


Jennie tak mengerti apa yang


diucapkan oleh pria yang memeluknya


ini.


Namun tak dapat jennie pungkiri


bahwa ia merasa sangat nyaman


didalam dekapan pria ini.


Pria itu masih tetap terisak sambil terus


berucap kata maaf pada jennie, jennie


hanya diam ia tak tau harus berbuat


apa.


Namun sekilas sebuah kejadian


berputar di kepala jennie.


"'suara ini, adalah suara yang selalu


kudengar"kata itu terlontar dengan


sendirinya.


"Tu...tuan tolong lepaskan,saya


kesulitan untuk bernafas" ucap jennie


sambil berusaha melonggarkan


pelukan pria ini.


Pria itu yang tak lain adalah


taehyung.melepaskan pelukannya.


Taehyung menyentuh pipi jennie


yang hangat,menatap mata jennie


yang selalu menatapnya tajam dulu


namun sekarang menatapnya dengan


kebingungan.


Menatap bibir jennie yang dulu


selalu berkata pedas.namun sekarang


melontarkan suara lembut,selembut


kapas.


Memperhatikan wajah jennie yang


selalu datar namun sekarang menjadi


wajah seorang gadis polos.


Jennie menatap taehyung di


hadapannya ini,tangan taehyung itu


masih berada di pipinya mengelusnya


dengan lembut.


"Tangan pria ini sangat dingin" batin


jennie.


Jennie terkejut.


Taehyung memajukan wajahnya hingga


jennie dapat merasakan hembusan


nafas dingin dari taehyung.


Jennie mundur.


Hingga wajahnya dan taehyung


kembali menjauh.


"Maaf tuan ada yang bisa saya bantu"


tanya jennie polos sambil tersenyum.


Oh ayolah.jennie bahkan tak


menghiraukan perlakuan taehyung


tadi.


Taehyung terdiam.


Apakah jennie yang ada dihadapannya


adalah jennie nya yang dulu?.


Ucapan jennie begitu sopan dan lembut


tak lupa dengan senyuman yang


terpampang jelas dari wajahnya.


Mata taehyung kembali memanas.ia


telah mendapatkan senyuman


itu.senyuman yang selalu ia dambakan


semenjak 700 tahun berlalu.ingin


rasanya membawa jennie kedalam


pelukanya.mengucapkan kata maaf


berkali-kali.untuk menebus segala


kesalahanya.


"Jennie"panggil taehyung lirih.


"yah tuan,an..anda mengenal


saya'"tanya jennie. karena sungguh


jennie tak pernah melihat lelaki


ini jangankan melihat berkenalan dan


berbincang pun ia tak pernah.


lalu bagaimana lelaki ini mengenalinya?


Taehyung kembali terdiam.hatinya


seakan tersayat oleh ribuan belati yang


terus menggores hatinya tanpa ampun.


Jennie kebingungan.lelaki dihadapannya


ini hanya berdiam saja.jennie sudah


pegal untuk terus berdiri.


"Ah apa tuan ada urusan dengan


direktur kami, tapi sayang sekali


direktur dari perusaahan ini


belum kembali tuan'" ucap jennie.


memecahkan kesunyian.


Taehyung terdiam.


Jennie semakin bingung dengan lelaki


yang ada dihadapannya ini.


"Ah iya perkenalkan saya jennie


kim sekertaris baru di perusahaan


VJ.Entertainment" ucap jennie lagi.


Jennie dapat menangkap wajah


keterkejutan dari lelaki yang ada


dihadapan nya ini namun selanjutnya


lelaki dihadapannya ini kembali


terdiam dan memasang wajah datar.


"Kamu sekertaris disini" jennie


mengangguk.


Namun selanjutnya jennie


dibuat melongo karena lelaki itu


meninggalkannya begitu saja.


"Nggak waras.tadi aja tiba-tiba meluk


terus nangis terus abis itu nanya terus


diem,hadeh-hadeh pusing" gumam


jennie lalu segera pergi menuju


ruangannya.


"Tolong kerjakan ini" ucapan dingin itu


membuat lisa tersentak.


la menatap mata kelam itu lalu


menundukkan kepalanya sambil


mengambil berkas yang jungkook


berikan.


Sumpah demi apapun.lisa masih


merasa malu jika harus berhadapan


dengan bossnya ini.kejadian


kemarin malam terus berputar


dikepalanya.pipinya mendadak


memerah.


Lisa pun segera memfokuskan dirinya


terhadap berkas-berkas yang jungkook


berikan padanya.mengerjakannya


dengan teliti.jarinya dengan lincah


menekan papan ketik komputer(lupa


namanya mianhae).


Sesekali lisa memutar-mutarkan


lehernya menghilangkan rasa


pegal.karena terus bekerja.


Lisa juga belum pulang keapartemen.ia


yakin eonnie-eonnie nya akan


menghujaminya dengan


pertanyaan-pertanyaan yang tak


masuk akal nanti.


2 jam berlalu pekerjaan lisa sudah


selesai.la segera menghampiri bossnya


yang senantiasa selalu menatapnya


intens.


"Tuan ini berkasnya'" ucap lisa agak


gugup sambil menyerahkan berkas itu


kepada jungkook.


Jungkook menerima berkas pemberian


lisa.lalu membuka satu persatu


lembaran kertas itu.


"Kalau begitu saya ijin pulang tuan"


ucap lisa sambil membungkuk.


Jungkook berdeham.


Lisa segera menuju meja nya dan


membereskan berkas-berkas yang


bertumpukan dimeja kerjanya.


la mengambil tas selempang nya dan


hendak keluar dari ruangan itu,namun


suara jungkook membuatnya berhenti.


"Berhenti disitu jika kau melangkah


saya pastikan bibir kamu akan


bengkak" ucap jungkook.


Lisa berhenti.jungkook


mengancamnya.dan lisa yakin


ancaman jungkook bukanlah sebuah


ancaman biasa.


"A..ada apa lagi tuan" tanya lisa.


"Menginap di mansion ku"


Mata lisa membulat sempurna.tidak


itu sangat memalukan,kemarin malam


saja ia tak pulang dan itu mengundang


tanda tanya bagi para eonnienya,lalu


bagaimana jika lisa menginap lagi


mungkin ia akan diusir karena tidak


pulang-pulang.


"Tapi tu-"


"Sekali kau membantah saya pastikan


kau tak bisa berjalan besok,baby"


Jantung lisa berdetak 2 kali lebih


cepat.tubuh lisa lemas hingga tiba-tiba


pandanganya buram dan ia terjatuh


dipelukan seseorang.dan ia yakini itu


adalah bosnya.jeon jungkook.


"Maaf kalau aku terlalu gegabah


lis,ini adalah caraku agar kau selalu


ada disamping ku"lirih jungkook lalu


menggendong tubuh lisa.


Bersambung....