
update...
Bolehkah lisa membalasnya?
Bolehkah lisa melakukan hal yang tidak
pantas untuk ia lakukan?
Karena saat ini lisa sedang berada
dalam suatu hal yang tidak bisa ia
kendalikan.bibir jungkook masih setia
menempel pada bibir lisa.
Jungkook memejamkan matanya
Namun sedikit demi sedikit bibir
jungkook bergerak lihai ******* bibir
lisa.
Bolehkah lisa membalasnya?
bolehkan lisa merasakan hak yang tak pernah ia rasakan?
Pikirannya lisa saat ini sangat bertolak
belakang hatinya menyuruhnya untuk
membalas apa yang jungkook lakukan
padanya namun egonya menolak
semua itu.
Namun hal tak terduga lisa lakukan,ia
mengikuti apa yang hatinya bicarakan
Masa bodoh dengan egonya,karena lisa
tak dapat memilih sekarang.
Lisa membalas ciuman jungkook,dengan sengaja ia membuka mulutnya agar jungkook mudah. mempertemukan benda tanpa tulang itu.
Entah dorongan dari mana hati lisa
seakan rela memberikan apa yang
jungkook mau,termasuk memberikan
first kiss nya yang selalu ia jaga untuk
calon suaminya kelak.
10 menit berlalu lisa mulai kehabisan
oksigen segera melepaskan ciuman itu
secara sepihak.ia segera menghirup
udara sebanyak-banyaknya.
Matanya kembali pada mata kelam
jungkook, entah sihir dari mana
rasanya ia tak ingin berpaling dari kata
itu.
"Hati ini milikku sekarang" ucap
jungkook sambil mengarahkan
tangannya tepat pada bagian hati lisa.
"Hati ini akan menjadi milikku,tak ada
siapapun yang mampu mengambilnya
dariku..hati ini akan selalu menyimpan
satu nama yaitu aku.jeon jungkook"
Lisa hanya mempu terdiam,ada yang
aneh dalam dirinya.ia bahkan tak
membantah atas ucapan jungkook
Hati dan pikirannya membenarkan
ucapan jungkook.
kata-kata yang terlontar dari mulut namja ini seakan perintah mutlak yang tak mampu ia bantah Kejadian selanjutnya,beda tanpa tulang itu bersatu lagi menebas ke hening yang terganti dengan suara-suara decapan.
-----
"Eonnie apa wawancaraku sudah bisa
dimulai" tanyanya.
"Bisa rose,tuan park sedang berada
di kantor sekarang.kau bisa mulai
wawancara sekarang" ucapnya
Kini rose tengah berada di
lantai teratas perusahaan.
JMR.Entertainment.tepatnya disebuah
ruangan ceo.
Rose mengetuk pintu dan masuk saat
Sang pemilik ruangan memberikan
instruksi untuk masuk.
Jantung rose berdetak cepat,matanya
membulat sempurna saat pertama la
masuk.
'******'
Umpat rose dalam hati.
Karena saat ini ia melihat seseorang
yang kemarin ia tabrak dan juga la
katai gila.
"Roseana park nama yang bagus" ucap
namja itu dengan pandangan yang
lurus menatap rose.
Rose menelan ludahnya kasar, ditatap
saja sudah membuat jantungnya copot
apalagi jika ia harus bekerja dan
bertemu setiap hari kelar mungkin
hidupnya.
"Hehehe tuan mianhae atas kejadian
kemarin rose nggak tau" ucap rOse
dengan kakehan polosnya.
Namja itu menatap rose datar
"Kamu harus ganti rugi"
Rose melongo
"Hah ganti rugi.hp nya kan kemarin
nggak papa"
"Saya tidak mau tau kamu harus ganti
rugi" ucap namja itu ngotot.
'Gorok calon boss sendiri dosa kaga yah'
Rose terus mengumpat dalam hati.
"Yah udah deh tuan saya ganti rugi,tapi
nanti saya nggak ada uang" ucap rose.
"Saya tak menginginkan uang kamu"
ucap namja itu lagi.
"Lalu..."
Namja itu tersenyum kecil
"Kamu harus jadi sekertaris plus jadi
asisten pribadi saya"
Bolehkah rose berteriak sekarang. ingin
sekali ia membatalkan dirinya sebagai
sekertaris namun sekarang ia juga
harus menjadi seorang asisten pribadi
Ingin sekali ia mengumpat namun
semuanya hanya bisa ia tutupi dengan
senyuman kecil yang ia paksakan.
"Baiklah tuan park jimin yang
terhormat" ucap rose dengan senyum
paksa.
"Jangan berikan saya senyum paksa
kamu itu,kamu seperti kera kalau
seperti itu" ucap jimin dengan enteng
ngin rasanya rose menendang kepala
bossnya sekarang juga,sehari bertemu
saja sudah membuatnya muak apalagi
hari-hari selanjutnya.
Bisa mati berdiri rose.
"Ternyata kamu memang suka
mengumpat dalan hati yah"
DAMMM
ucapan boss nya selalu membuat rose
terkejut,ia dapat mengetahui semuanya
"Nggak kok tuan,kalo gitu rose permisi"
ucap rose dengan senyum paksa nya
lalu segera keluar dari ruangan
bossnya.
Jimin tersenyum.
"Kau memang tak pernah berubah
rose"
Kini jam menunjukan pukul
00.09,seorang wanita tengah berjalan
ke sana kemari dengan gelisah ia
menggigit kukunya sendiri, ini adalah
kebiasaanya saat sedang khawatir.
"Eonnie ada apa" tanya wanita yang
sedang mengambil air minum.
"Lisa belum pulang rose eonnie
khawatir" ucapnya sambil terus
berjalan mondar-mandir.
"Mungkin lisa lembur jisoo eonnie"
ucap rose sambil menghampiri jisoo.
"Jika lisa lembur dia akan mengirim
pesan rose,lalu bagaimana ia pulang ini
sudah sangat larut"
Jisoo sungguh cemas sekarang,lisa
adalah tanggung jawabnya.meski
pun lisa bukan adik kandungnya tapi
jisoo sudah menganggap lisa adik
kandungnya sendiri.
Rose menghela nafas.
"Eonnie tenanglah,duduk dulu eonnie"
ucap rose sambil menuntun jisoo untuk
duduk.
"Huaaaa.jisoo eonnie rose kalian
kenapa ada disini" tanya jennie sambil
menguap.
"Lisa belum pulang jenn" ucap jisoo
lirih.
Jennie yang tadinya sangat mengantuk
sekarang sangat khawatir dengan lisa
"Aku akan menelpon lisa eonnie" ucap
jennie.
Jisoo menggeleng
"Hp lisa tidak aktif jennie,eonnie
sangat khawatir apalagi sekarang
sudah sangat larut eonnie takut dia
kenapa-napa" air matanya luruh.
"Eonnie merasa gagal menjadi
pelindung untuk kalian" ucap jisoo lagi.
Rose dan jennie segera memeluk
jisoo.bagaimana pun jisoo adalah yang
tertua dari pada mereka jisoo yang
menjadi benteng dan pelindung saat
mereka susah jisoo seperti seorang ibu
yang akan sangat khawatir jika salah
satu diantara mereka tak ada kabar.
"Eonnie tenang lah,lebih baik
sekarang eonnie istirahat lisa mungkin
benar-benar lembur di kantor eonnie"
ucap rose meyakinkan,walau pada
nyatanya ia juga merasa khawatir.
Jisoo menghentikan tangisnya lalu
mengangguk dan segera pergi menuju
kamar untuk tidur
Angin malam tak membuat ia beranjak
dari tempatnya.
Menatap bulan yang tengah bersinar
dengan terang melihat berjuta-juta
bintang yang bertebaran di angkasa
la kembali meneguk wine nya hingga
tandas,melirik kebelakang dimana
pujaan hatinya tengah tertidur dengan
damai.
la segera beranjak dari tempatnya
berasal,balkon.
Menutup pintu balkon agar angin
malam tak membuat sang pujaan kedinginan. mendudukkan
dirinya di tepi ranjang sambil menatap
dalam wajah itu,wajah yang selalu ada
didalam hati dan pikirannya,nama
yang selalu tertanam kuat
dihatinya,lalisa manoban
Jungkook menyingkirkan helaian rambut yang menutupi wajah ayunya.
Senyuman kecil itu terbit
Mengingat kejadian yang dulu pernah
mereka lalui bersama 700 tahun ia menunggu dan akhirnya tiba dimana ia dapat mengikat matenya sendiri.
"JungkooK"
Panggilan itu berputar di otaknya
jungkook segera bangkit dari duduknya
lalu menaikan selimut hingga
menutupi bagian leher lisa.
"ada apa hyung? "
cepat ke markas sekarang ada hal yang harus disampaikan "
"aku akan datang" batinnya.
Sambungan itu terputus.
Jungkook melirik lisa lalu setelah itu
Disebuah ruangan yang nanya
di terangi oleh sebuah lilin tidak
membuat ketiga namja itu takut
Mereka sedang menunggu seseorang
Tiba-tiba lilin itu padam,terganti
dengan aura dingin yang mengelilingi
ruangan itu.
"Sang penguasa kerajaan vampire telah
datang "ucap namja ltu Sambil terKekeh.
"Berhenti membuat lelucon park jimin"
ucapnya dengan suara dingin.
"Baiklah jeon jungkook"
"Ada apa Kalian menyuruhku kemari "
"hey,duduklah dulu maknae dasar
tak sopan" ucap namja berbahu
lebar,kim seok jin.
Jungkook segera duduk lalu meneguk cairan pekat.
"Ada apa" tanya jungkook lagi.
"Apa kau sudah menemukan lisa
jungkook" tanya jin.
"Aku sudah menemukanya,dia sedang
berada di mansion ku"
"Wow.. secepat itu kah" jungkook hanya
berdehem singkat.
"aku juga sudah menemukan rose hyung. "ucap jimin.
"Aku pun sudah menemukan jisoo,dia
bahkan bekerja di restoran milikku"
ucap jin sambil meneguk minumannya.
"Lalu bagaimana denganmu taehyung? "
Taehyung menghela nafas kasar
"aku belum bertemu dengan jennie
hyung.aroma tubuh jennie tak bisa ku
lacak. "
"Kau payah kim taehyung" ucap Jimin.
"Sekali kau berbicara akan ku pastikan
kepalamu tak lagi menempel pada
tubuh mu park jimin"ucap taehyung
tajam.
"Sensi amat" ucap jimin acuh.
"Apakah itu saja,kalau begitu aku
harus pulang lisa menungguku" ucap
jungkook.
"Jangan terlalu mengurus lisa
jungkook,biarkan memori itu menghampiri nya sedikit demi sedikit jangan memaksakannya atau lisa tak
aKan mengingat apapun."
"ah..ya urus juga kerajaanmu
di dunia immortal ltu aku kasian
melihat vernon yang mengurusnya
sendiri, dan hati-hati karena ada makhluk immortal yang selamat telah mengincar lisa. "
"Aku akan mengingat itu hyung" ucap
jungkook.
la menghilang dan tergantikan oleh
angin.
"Cepat temukan jennie dan
memberinya segel taehyung, aku yakin
jennie akan ada dalam bahaya jika kau
belum memberinya segel" ucap jin.
taehyung hanya mengangguk
mengiyakan.
Pagi ini jennie tengah menyiapkan
Sarapan untuk eonnie dan
adiknya.jisoo dan rose masih tertidur
karena sekarang masih terbilang
sangat pagi.
Namun jennie sudah bangun, bahkan
ia sudah rapih dengan pakaian
kantornya.
"'Selesai juga...lebih baik sekarang gw
pergi kekantor, banyak banget kerjaan
****" monolog jennie sambil sesekali
menggerutu karena banyak sekali
Jennie segera mengambil tas
kantornya. Lalu segera berlari menuju
parkiran apartemen.
Kini jennie telah sampai dipekarangan
kantor,kantor masih terlihat sepi
karena ini masih sangat pagi. Hanya
ada beberapa karyawan dan pak
satpam yang selalu berjaga 24 jam.
Jennie melangkahkan kaki nya
memasuki area kantor, beberapa
karyawan menyapa jennie.jennie pun
membalasnya dengan senyuman.
Jennie memasuki lift menekan lantai
paling atas tempat ruangannya beserta
bossnya.
Sesampainya di lantai atas ia segera
beranjak
Pergi menuju ruangan miliknya.
Menaruh tas selempang nya dan
menuju rak yang berisi penuh dengan
berkas-berkas yang begitu banyak.
Berjam-jam jennie mengerjakan
berkas-berkas itu,melupakan jam
yang sedari tadi terus berputar
kearah kanan. Inilah jennie ia akan
Sangat lupa akan waktu jika sudah
mengerjakan sesuatu.
Jennie menghela nafas
pelan.menyandarkan tubuhnya sambil
mengangkat tangannya yang terasa
sangat pegal.
Melirik jam tangan miliknya, ia kembali
menghela nafas. la melupakan jam
makannya.
Jennie merapihkan berkas-berkas yang
berserakan di mejanya. Lalu melangkah
keluar menuju kantin kantor.
Saat melewati lorong kantor jennie
mendengar bisik-bisik karyawan
pada dirinya. Jennie tak menggubris
bisikan-bisikan pada karyawan itu.
Sesampainya di kantin jennie segera
memesan makanan miliknya, lalu
segera menuju meja makan kantin.
Jennie sempat menoleh pada seorang
karyawan yang tengah bergosip.
"aku dengar pak direktur sudah
kembali dari amerika dan katanya
dia akan masuk kantor hari ini' ucap
karyawan lain sambil memakan nasi
goreng miliknya.
"iya, aku pun mendengarnya aku tak
sabar bertemu dengan pak direktur
la sangat tampan dan juga sexy"ucap
karyawan itu sambil terus bergosip ria.
Jennie yang mendengar gosip
karyawan lain pun hanya dapat
menghela nafas. Ia harus bersikap baik
nanti, karena ia akan bertemu dengan
direktur perusahaan ini.
Setelah usai menghabiskan
makanannya. Jennie segera beranjak
menuju ruangan miliknya.
Saat di lorong kantor jennie hanya
melamun sambil menundukkan
kepalanya. Ia merindukan irene ia
ingin bertemu dengannya.
"aduh.. " ringis jennie saat kepalanya
bertabrakan dengan sesuatu.
"lain kali kalau jalan liat ke depan
jangan menunduk"jennie tersentak
dengan ucapan dingin itu.
la mundur beberapa langkah.lalu
mendongak menatap pria yang ada
dihadapannya.
jennie terdiam. Pandangannya tak lepas
dari pria yang ada dihadapannya
ini. Hingga ia sadar dan langsung
membungkuk.
"mianhae tuan saya tak sengaja"'ucap
jennie sambil membungkuk 90 derajat.
Namun pria dihadapannya ini hanya
diam,sambil menatap intens jennie
Jennie yang merasa risih pun segera
mengangkat kepalanya lagi menatap
pria itu.
"ada apa tuan menatap saya seperti
itu" tanya jennie sambil menatap pria
ini, jennie memang selalu blakblakan
saat berkata.
Pria dihadapannya ini hanya diam,
lalu tanpa berkata pria dihadapannya
ini langsung memeluk jennie dengan
sangat erat. Jantung jennie berdetak 2
kali lebih cepat.
la terkejut dengan apa yang dilakukan
oleh pria dihadapannya ini.tidak sopan.
"tuan tolong lepaskan saya tidak bisa
bernafas"ucap jennie sambil berusaha
melepaskan pelukan pria ini.
Namun sayangnya pria ini tak
mendengarkan ucapan,ia malah
mengeratkan pelukannya.
Jennie benar-benar merasa sesak
sekarang.
"aku merindukanmu.. Hiks maafkan
aku."ucap pria itu sambil terisak
Jennie tak mengerti apa yang
diucapkan oleh pria yang memeluknya
ini.
Namun tak dapat jennie pungkiri
bahwa ia merasa sangat nyaman
didalam dekapan pria ini.
Pria itu masih tetap terisak sambil terus
berucap kata maaf pada jennie, jennie
hanya diam ia tak tau harus berbuat
apa.
Namun sekilas sebuah kejadian
berputar di kepala jennie.
"'suara ini, adalah suara yang selalu
kudengar"kata itu terlontar dengan
sendirinya.
"Tu...tuan tolong lepaskan,saya
kesulitan untuk bernafas" ucap jennie
sambil berusaha melonggarkan
pelukan pria ini.
Pria itu yang tak lain adalah
taehyung.melepaskan pelukannya.
Taehyung menyentuh pipi jennie
yang hangat,menatap mata jennie
yang selalu menatapnya tajam dulu
namun sekarang menatapnya dengan
kebingungan.
Menatap bibir jennie yang dulu
selalu berkata pedas.namun sekarang
melontarkan suara lembut,selembut
kapas.
Memperhatikan wajah jennie yang
selalu datar namun sekarang menjadi
wajah seorang gadis polos.
Jennie menatap taehyung di
hadapannya ini,tangan taehyung itu
masih berada di pipinya mengelusnya
dengan lembut.
"Tangan pria ini sangat dingin" batin
jennie.
Jennie terkejut.
Taehyung memajukan wajahnya hingga
jennie dapat merasakan hembusan
nafas dingin dari taehyung.
Jennie mundur.
Hingga wajahnya dan taehyung
kembali menjauh.
"Maaf tuan ada yang bisa saya bantu"
tanya jennie polos sambil tersenyum.
Oh ayolah.jennie bahkan tak
menghiraukan perlakuan taehyung
tadi.
Taehyung terdiam.
Apakah jennie yang ada dihadapannya
adalah jennie nya yang dulu?.
Ucapan jennie begitu sopan dan lembut
tak lupa dengan senyuman yang
terpampang jelas dari wajahnya.
Mata taehyung kembali memanas.ia
telah mendapatkan senyuman
itu.senyuman yang selalu ia dambakan
semenjak 700 tahun berlalu.ingin
rasanya membawa jennie kedalam
pelukanya.mengucapkan kata maaf
berkali-kali.untuk menebus segala
kesalahanya.
"Jennie"panggil taehyung lirih.
"yah tuan,an..anda mengenal
saya'"tanya jennie. karena sungguh
jennie tak pernah melihat lelaki
ini jangankan melihat berkenalan dan
berbincang pun ia tak pernah.
lalu bagaimana lelaki ini mengenalinya?
Taehyung kembali terdiam.hatinya
seakan tersayat oleh ribuan belati yang
terus menggores hatinya tanpa ampun.
Jennie kebingungan.lelaki dihadapannya
ini hanya berdiam saja.jennie sudah
pegal untuk terus berdiri.
"Ah apa tuan ada urusan dengan
direktur kami, tapi sayang sekali
direktur dari perusaahan ini
belum kembali tuan'" ucap jennie.
memecahkan kesunyian.
Taehyung terdiam.
Jennie semakin bingung dengan lelaki
yang ada dihadapannya ini.
"Ah iya perkenalkan saya jennie
kim sekertaris baru di perusahaan
VJ.Entertainment" ucap jennie lagi.
Jennie dapat menangkap wajah
keterkejutan dari lelaki yang ada
dihadapan nya ini namun selanjutnya
lelaki dihadapannya ini kembali
terdiam dan memasang wajah datar.
"Kamu sekertaris disini" jennie
mengangguk.
Namun selanjutnya jennie
dibuat melongo karena lelaki itu
meninggalkannya begitu saja.
"Nggak waras.tadi aja tiba-tiba meluk
terus nangis terus abis itu nanya terus
diem,hadeh-hadeh pusing" gumam
jennie lalu segera pergi menuju
ruangannya.
"Tolong kerjakan ini" ucapan dingin itu
membuat lisa tersentak.
la menatap mata kelam itu lalu
menundukkan kepalanya sambil
mengambil berkas yang jungkook
berikan.
Sumpah demi apapun.lisa masih
merasa malu jika harus berhadapan
dengan bossnya ini.kejadian
kemarin malam terus berputar
dikepalanya.pipinya mendadak
memerah.
Lisa pun segera memfokuskan dirinya
terhadap berkas-berkas yang jungkook
berikan padanya.mengerjakannya
dengan teliti.jarinya dengan lincah
menekan papan ketik komputer(lupa
namanya mianhae).
Sesekali lisa memutar-mutarkan
lehernya menghilangkan rasa
pegal.karena terus bekerja.
Lisa juga belum pulang keapartemen.ia
yakin eonnie-eonnie nya akan
menghujaminya dengan
pertanyaan-pertanyaan yang tak
masuk akal nanti.
2 jam berlalu pekerjaan lisa sudah
selesai.la segera menghampiri bossnya
yang senantiasa selalu menatapnya
intens.
"Tuan ini berkasnya'" ucap lisa agak
gugup sambil menyerahkan berkas itu
kepada jungkook.
Jungkook menerima berkas pemberian
lisa.lalu membuka satu persatu
lembaran kertas itu.
"Kalau begitu saya ijin pulang tuan"
ucap lisa sambil membungkuk.
Jungkook berdeham.
Lisa segera menuju meja nya dan
membereskan berkas-berkas yang
bertumpukan dimeja kerjanya.
la mengambil tas selempang nya dan
hendak keluar dari ruangan itu,namun
suara jungkook membuatnya berhenti.
"Berhenti disitu jika kau melangkah
saya pastikan bibir kamu akan
bengkak" ucap jungkook.
Lisa berhenti.jungkook
mengancamnya.dan lisa yakin
ancaman jungkook bukanlah sebuah
ancaman biasa.
"A..ada apa lagi tuan" tanya lisa.
"Menginap di mansion ku"
Mata lisa membulat sempurna.tidak
itu sangat memalukan,kemarin malam
saja ia tak pulang dan itu mengundang
tanda tanya bagi para eonnienya,lalu
bagaimana jika lisa menginap lagi
mungkin ia akan diusir karena tidak
pulang-pulang.
"Tapi tu-"
"Sekali kau membantah saya pastikan
kau tak bisa berjalan besok,baby"
Jantung lisa berdetak 2 kali lebih
cepat.tubuh lisa lemas hingga tiba-tiba
pandanganya buram dan ia terjatuh
dipelukan seseorang.dan ia yakini itu
adalah bosnya.jeon jungkook.
"Maaf kalau aku terlalu gegabah
lis,ini adalah caraku agar kau selalu
ada disamping ku"lirih jungkook lalu
menggendong tubuh lisa.
Bersambung....