
update...
Jungkook melangkahkan kakinya
memasuki mansion mewahnya.dengan
seorang gadis yang tengah tertidur
dengan lelap di gendongannya.menuju
kemar pribadi miliknya dan meletakan
sang gadis di atas kasur dengan sangat
hati-hati.
Memandangi wajah gadis itu tanpa
bosan.jungkook rela jika disuruh
mengamati wajah cantik lisa setiap
harinya,ia tak keberatan.
Suara getaran terdengar dari benda
pipih milik lisa.
Jungkook segera mengambilnya.
"Jisoo eonnie" jungkook membaca
nama yang tertera di benda pipih itu.
Tanpa basa-basi jungkook menekan
ikon hijau pada layar hp lisa.
"Halo lalisa kau dimana.bukarya
sekarang sudah jam pulang kerja jangan
bilang kau lembur lagi...hais yang
benar saja.ataujangan-jangan kah
sedang bermesra-mesraan dengan boss
tampan mu itu jika kau benar-benar
lembur lagi akan ku keluarkan semua
barang-barang milikmu sana tinggal
saja di kantor bersama bossmu yang
selau kau puji-puji tampan itu" ucap
jisoo panjang lebar tanpa jeda sedikit
pun.
"Halo lisa kau bisu" panggil jisoo.
"Ini sedang bekerja tolong mengerti"
ucap jungkook dingin lalu segera
mematikan telepon itu sepihak.
Diseberang sana jisoo sedang meratapi
kebodohannya.sialan,ternyata boss lisa
memiliki suara bass yang besar namun
dingin,wajahnya saja tampan.pantas
lisa betah, pikir jisoo.
"Ada apa eonnie" tanya rose
sambil memakan apel yang ada
di genggamannya lalu mendudukkan
dirinya dan menyalakan televisi.
"Lisa lembur lagi" ucap jisoo.
"Ha...lembur lagi.gila kali tuh bossnya
si lalis masa iya dia harus lembur dua
hari full" rose tak percaya.
"Aku melakukan kebodohan tadi" ucap
jisoo sambil menggigit kukunya.
Rose bingung
"Kebodohan?bukanya eonnie emang
udah bodoh sejak lahir ya"
Takk...
"Kurang aja" jisoo menjitak kepala rose
Rose menyengir.
"Memang apa yang eonnie lakukan
sampai menganggapnya kebodohan
tanya rose sambil memakan apelnya
lagi.
"Eonnie tadi menelpon lisa.tentu kau
tau apa yang bakal eonnie katakan
bukan dan paling gobloknya lagi
yang ngangkat telepon bukan Iisa tapi
bossnya lisa, eonnie malu sekali" ucap
Jisoo.
Rose yang mendengar ucapan jisoo.pun
tersedak.
"Boss lisa yang katanya ganteng banget
itu" tanya rose.
"Iya,dan parahnya lagi eonnie tadi
nge bongkar rahasia lisa kalo ternyata
lisa tuh suka sama bosnya.cinta
pandangan pertama gitu" ucap Jisoo
lagi.
Rose yang mendengar ucapan jisoo pun
kembali tersedak.
"Lu dari tadi keselek mu kaga sekalian
mati aja" ucap jisoo.
"Benci mulu lu ama gw eonn" cibir rose
sambil membersihkan mulutnya.
"Tapi itu beneran lisa suka sama
bossnya?"tanya rose lagi.
"Ya kali gw bo'ong ros" jawab jisoo
sambil mendudukkan dirinya di samping
rose.
"Jennie eonnie mana" tanya rose sambil
clingak-clinguk mencari jennie.
"Belum pulang" ucap jisoo sambil
mengganti chanel televisi.
"Eonn.rose mau ngomong serius nih"
ucap rose membetulkan duduknya
agar bertatapan dengan jisoo.
"Ngomong tinggal ngomong" acuh jisoo.
"Eonn..ini serius ini tentang lisa" ucap
rose.
Jisoo menoleh.jika sudah menyangkut
lisa tentu saja jisoo akan kepo setengah
mati.
"Apaan"
"Eonnie ingat nggak pas kita nginep
dirumah yeri" jisoo mengangguk tanda
bahwa la mengingat.
"Waktu malem itu lisa nggak bisa tidur
eonn gw saat itu juga nggak bisa tidur
cuman merem doang.saat itu lisa pergi
menghadap jendela dan lu tau apa
yang gw liat.lisa punya sayap yang
putih banget.tapi setelahnya irene
dateng buat ngomong sesuatu sama
lisa.lisa sama irene keluar rumah pergi
kekebun.irene bercerita sampai-sampai
lisa ngomong kalo irene itu bukan
manusia tapi angel.tapl setelan itu
tubuh lisa ambruk.dan gw lihat seorang
cowok yang gantengnya naudubilah
dateng Ketempat itu dengan mata
merah.dan eonnie tau apa yang irene
bilang 'hapus ingatan lisa tentang
ucapannya tadi' itu yang irene ucapin
lalu di pergi menuju rumah saat itu lah
gw kembali tidur eonn'" cerita rose.
Jisoo terkejut sungguh.memang
sejak awal jisoo merasakan ada
yang tidak beres terhadap yeri dan
sodara-sodara nya.
"Eonnie juga ngerasain kalo mereka
aneh "ucap jisoo.
"Nah itu dia eonn,mereka itu aneh
banget sumpah." rose membenarkan
ucapan jisoo.
"Jadi otomatis lisa bisa mengingat
Suatu kejadian dari sebuah cerita...rose
lu masih ingat nggak apa yang irene
ceritain ke lisa" rose menyengir.
"Hehehe..gw lupa eonn" jisoo
cemberut.
"Tapi santai emm gw bakal inget-inget"
ucap rose.
"Kita bakal pecahin misteri ini,oke"
ucap jisoo.
Oke"
Sang surya kini sudah menunjukan
keberadaanya.sinarnya memasuki
celah jendela hingga menerangi sudut
demi sudut kamar bernuansa abu-abu
ltu.
Mata itu mengerjap ,mengucek-ucek
matanya menghalau kilauan sang
surya dengan tamgannya.menyibak
selimut.namun,kegiatannya terhenti
ketika merasakan tangan kekar
melingkar dipinggangnya.tangan
yang sama yang beberapa hari selalu
memeluk pinggangnya dengan erat.
Apakah salah?
Lisa memandang wajah itu.wajah
yang selalu ia jumpai di pagi hari
mungkin bahkan setiap detik,menit
bahkan jam.jantungnya tetap saja
berdetak dua kali lebih cepat saat ada
didekatnya.bisa-bisa sakit jantung jika
seperti ini terus.
Lelucon bukan?
Tangan lisa bergerak untuk
menyentuh pipi tembem bossnya
ini.tersenyum kecil saat berhasil
menggapainya.mencubit pipi tembem
itu dengan keras.mencolek-colek seolah
pipi itu adalah mainan.
"Kookie-yaa,bangun"panggil lisa sambil
terus mencolek-colek pipi bossnya ini.
Namun bossnya ini tetap tak mau
bangun,tapi malah menarik lisa lebih
dekat dan menenggelamkan kepalanya
ke potongan leher isa.
"Kookie-yaa, bangun aku harus
pulang" panggil lisa lagi.namun
mungin sekarang terdengar seperti
rengekan,.lisa dapat mendengar lirihan
jungkook.
"Nanti saja"
Lisa menghembuskan nafas lelah,.ia
harus pulang sekarang jika tidak
mungkin lisa tidak akan mendapatkan
pintu masuk apartemen dan mungkin
saja pakaian lisa sudah ada diluar atau
dibuang oleh jisoo dan rose.tidak itu
hal yang mengerikan.
"Kau harus bekerja" bohong lisa,ini
adalah hari minggu lisa yakin jungkook
tak tahu hari jadi ia bisa sedikit
berbohong agar bisa pulang sekarang.
"Ini hari minggu,jangan mencoba
untuk membohongiku".
Damm..
Berakhirlah sudah.lisa sudah tak dapat
berbohong lagi sekarang."jungkook
bangun aku harus pulang eonnie pasti
mencari ku karena tak pulang selama 2
hari".
" biarkan saja apa peduliku,bukankah
malam itu aku sidah bilang bahwa
hati dan tubuhmu adalah milikku.jadi
eonnie-eonniemu itu tak berhak
atas mu".
Ingin rasanya lisa membenturkan
kepala jungkook kedinding sekarang.ia
bertindak seolah lisa adalah
istrinya.dan itu sangat menjengkelkan.
"Aku harus pulang jungkook,aku
berjanji akan menemanimu tidur lagi
nanti" bujuk lisa,namun agaknya ia
kurang berhasil bukanya mengiyakan
jungkook malah menggeleng tanda tak
setuju.
"Jungkook kumohon" ucap lisa dengan
memelas.jungkook berdecih ia terlalu
lemah untuk ini.
"Baiklah tapi aku akan mengantarmu"
menuju kamar mandi.
Lisa yang melihatnya pun segera turun
dari ranjang dan segera menuju dapur
untuk membuat sarapan.
Kini lisa dan jungkook sudah berada
didepan apartemen milik blackpink.lisa
segera mengetuk pintu, aneh biasanya
la akan langsung masuk tanpa harus
mengetuk.
"iya sia---"
"Yakk.. lisa kemana saja kau,dasar
maknae laknat.kenapa kau baru pulang
sudah punya rumah baru ya.kalau
begitu sana pergi jangan balik kesini
lagi" jisoo yang membuka pintu segera
mengoceh pada lisa dan melupakan
jungkook yang berdiri dibelakang lisa
yang kini tengah memasang wajah
datar namun sebenarnya ingin sekali la
tertawa.
"Sana pergi saja jangan kembali lag-"
ucapan jisoo terhenti ketika melihat
jungkook menatapnya tajam.
"Eoh..ini siapa lisa" tanya jisoo.
"Dia bossku eonn" ucap lisa sambil
melirik jungkook.
Jisoo terkejut bukan main.ia malu
sekarang karena mengoceh dihadapan
Jungkook.******.
"Lisa saya pergi..nona permisi" ucap
Jungkook lalu berlalu pergi jisoo
yang melihat jungkook sudah pergi
pun segera menarik lisa memasuki
apartemen.
"Yakk..pantas saja kau betah tak pulang
boss mu itu sangat tampan" heboh
jisoo sambil terus menarik lisa menuju
ruang tengah yang di sana rose dan
Jennie yang sedang menonton drakor
Rose yang mendengar ucapan jisoo pun
Segera menoleh.
"Bagus ya bagus sekarang baru pulang"
ucap rose sambil menyilang kan kedua
tangannya.lisa hanya berdecak melihat
tingkah rose lalu segera mendudukkan
dirinya di samping jennie.
"Baru pulang kau lalice"
"Kau sama saja seperti mereka eonnie"
ucap lisa.
"Ya lalice kau tidak pulang selama dua
hari ya pantas aku menanyakan hal itu"
ucap jennie sambil menjitak kepala lisa.
"Eoh lalice kau punya hubungan apa
dengan bossmu itu.apa jangan-jangan
kalian sudah melakukan itu,lalice
apa kau kekasih bossmu" tanya rose
bertubi-tubi.
"Yaakkk... mana mungkin aku
melakukan hal itu dengan bossku" seru
lisa.
"Yakk.lalice apa kau juga mengandung
anaknya" ucap jisoo.
"Yakk eonnie aku tidak melakukan
hal yang kalian tuduhkan" seru lisa
semakin kesal.
"Ya,mungkin saja kan"ucap rose.
Dasar menyebalkan" ucap
lisa lalu segera berlalu menuju
kamarnya.berlama-lama bersama
eonnie-eonnienya hanya akan
membuatnya kehilangan suara akibat
terus berteriak.
Eonnie-eonnienya itu memang
memiliki tingkat kekepoan yang sangat
tinggi.
"Kepo sekali mereka Jadi orang" gerutu
lisa.
"Lalice temani eonnie
belanja,persediaan makanan hampir
habis" teriak jennie dihadapan kamar
lisa.
"Sebentar eonn" teriak lisa balik.ia
segera turun dari ranjang mengganti
pakaian dan memoleskan sedikit make
up pada wajah cantiknya.
Lisa mengambil tas selempang
miliknya dan berjalan keluar kamar.
"Lama sekali sih" gerutu jennie.
"Biarin".
"cih..ya sudah ayok,kita harus
cepat jisoo eonnie akan pulang dan
jika dia tak melihat bahan-bahan
habis mati kita.kau ingatkan ini
jadwal kita membeli bahan-bahan
makanan.untung uangku sudah
cair kalau tidak aku pasti akan
menyuruhmu untuk membayar
Semuanya" ucap jennie sambil
membuka pintu mobil dan melaju pergi
menuju supermarket terdekat.
"Kau ini cerewet sekali.sama seperti
rose" ucap lisa sambil mendengus.
"Bodoamat" ucap jennie cuek.
Sesampainya di supermarket
jennie segera memarkirkan
mobilnya.memasuki supermarket
sambil membawa troli belanjaan.
"Lisa-ya,kau pergi kearah daging dan
sayuran.eonnie akan pergi kearah
snack dan buah-buahan".
"Tukar arah" ucap lisa tak setuju.
Jennie mendelik gagal sudah.
"Ayolah lisa ini adil".
Lisa menggeleng.
"ini tidak adil,aku tau eonnie ingin
membeli snack yang banyak dan pasti
aku yang harus membayarnya bukan'"
jennie yang mendengar ucapan lisa
menyengir.lisa cukup hebat untuk
menebak isi pikiran jennie.bukan
hebat sih,cuman hal ini sudah sering
terjadi.membuat lisa waswas.
"Eonnie kearah daging dan sayuran, lisa
yang kearah snack dan buah-buahan"
ucap lisa.mendorong trolinya dan
meninggalkan jennie.
"Gagal sudah,nggak bisa ngemil
banyak" bibir jennie melengkung
kebawah.mendorong trolinya kearah
tempat daging dan sayur-sayuran
dengan malas.
Kini lisa tengah memilih snack-snack
yang eonnie-eonnienya sukai. lisa
memang tipe orang yang sangat
pemilih soal snack.dia akan melihat
jumlah kalori dan lemak pada setiap
snack.tidak seperti jennie dan rose
yang selalu mengambil sesukanya
tanpa memikirkan kandungan dalam
makanan.
Lisa tak ingin berat badannya
naik,apalagi dibilang gendut.itu adalah
mimpi buruk bagi lisa,.pasti nanti
jungkook tak mencintainya lagi jika ia
gendut.
Eh?
Yak.lisa apa yang kau pikirkan mana
mungkin jungkook mencintaimu" ucap
Lisa.
Lisa menggeleng-gelengkan
Kepalanya.menjauhkan pikiran itu dari
otaknya.
Lisa segera memasukan snack pada
troli, kaki lisa berjinjit berusaha
mengambilnya snack paling atas namun sulit.
"Sial kau pendek sekali lalice" umpat
Saat berusaha mengambilnya tiba-tiba ada seseorang yang mengambil
Snack itu dan memberikan ya kepadanya.
"Ini"
lisa mengambilnya. menatap namja dihadapannya ini. tampan.
"terimakasih. "ucap lisa.
namja itu tersenyum begitu manis.
"tak apa. "
"Cai xukun,siapa namamu"
anya hamja itu xukun atau bisa
panggil,kun-kun.
"Lalisa manoban,panggil saja lisa."ucap lisa sambil menjabat tangan
xukun.Xukun tersenyum.
"Nama yang cantik.sama seperti
orangnya "lisa tersenyum malu.
"Ternyata kau suka menggombal."ucap lisa.
xukun mendengarnya pun tertawa kecil. lihatlah mereka sangat
akrab,padahal meraka baru saja
mengenal sekitar 2 menit yang lalu.
"Kalau begitu aku pergi dulu.Sampai
bertemu lagi lisa" ucap xukun sambil
pergi meninggalkan lisa.lisa pun tersenyum dan melambaikan tangannya.
"Iisa"
Lisa terkejut,menatap tajam orang yang
mengagetkannya ini.sedangakam jennie
hanya menyengir melihat tatapan maut.
"Ya biasa saja,kau seperti ingin
memakan mu hidup-hidup dengan
tatapan maut mu itu. "lisa memutar
bola matanya malas.
"siapa yang berbicara denganmu tadi."
"Kepo" ucap lisa cuek sambil memilih
Snack dan mengabaikan jennie.
Jennie yang melihat lisa
mengambilnya pun tak terima.jennie
memandang troli yang masih berisi sedikit. hanya ada beberapa buah,
sialnya lisa memilih snack-Snack yang
tidak jennie sukai.
"lisa snack nya sedikit sekali.dan
apa ini snack ubi ini tidak enak
lisa.menjijikan" ucap jennie.
'"ini baik untuk kesehatan eonnie" ucap
lisa.
"Untuk kesehatan katamu.ini hanya
akan membuat mual lisa baunya tak
enak" protes jennie lagi.
'Aku yang membayarnya jadi eonnie
diam saja"ucap lisa.
'Rose tolong eonniemu ini" batin jennie
memelas.
"sekarang kita kekasir. hari sudah hampi malam. "
Jennie hanya dapat mengangguk
lemah.tidak ada lagi keripik kentang
favoritnya.sial,lisa ternyata sangat
cerdas.
setelah membayar semua belanjaan
jennie dan lisa segera menuju pulang.tanpa mereka sadari sendari
tadi ada seseorang yang selalu
mengamati mereka.
"Bedebah namja itu dengan beraninya
menyentuh gadisku."umpat namja itu
dengan mengepalkan tangannya.
bersambung .....