MY LOVE IS MY MATE

MY LOVE IS MY MATE
bagian 7



update...


Jungkook melangkahkan kakinya


memasuki mansion mewahnya.dengan


seorang gadis yang tengah tertidur


dengan lelap di gendongannya.menuju


kemar pribadi miliknya dan meletakan


sang gadis di atas kasur dengan sangat


hati-hati.


Memandangi wajah gadis itu tanpa


bosan.jungkook rela jika disuruh


mengamati wajah cantik lisa setiap


harinya,ia tak keberatan.


Suara getaran terdengar dari benda


pipih milik lisa.


Jungkook segera mengambilnya.


"Jisoo eonnie" jungkook membaca


nama yang tertera di benda pipih itu.


Tanpa basa-basi jungkook menekan


ikon hijau pada layar hp lisa.


"Halo lalisa kau dimana.bukarya


sekarang sudah jam pulang kerja jangan


bilang kau lembur lagi...hais yang


benar saja.ataujangan-jangan kah


sedang bermesra-mesraan dengan boss


tampan mu itu jika kau benar-benar


lembur lagi akan ku keluarkan semua


barang-barang milikmu sana tinggal


saja di kantor bersama bossmu yang


selau kau puji-puji tampan itu" ucap


jisoo panjang lebar tanpa jeda sedikit


pun.


"Halo lisa kau bisu" panggil jisoo.


"Ini sedang bekerja tolong mengerti"


ucap jungkook dingin lalu segera


mematikan telepon itu sepihak.


Diseberang sana jisoo sedang meratapi


kebodohannya.sialan,ternyata boss lisa


memiliki suara bass yang besar namun


dingin,wajahnya saja tampan.pantas


lisa betah, pikir jisoo.


"Ada apa eonnie" tanya rose


sambil memakan apel yang ada


di genggamannya lalu mendudukkan


dirinya dan menyalakan televisi.


"Lisa lembur lagi" ucap jisoo.


"Ha...lembur lagi.gila kali tuh bossnya


si lalis masa iya dia harus lembur dua


hari full" rose tak percaya.


"Aku melakukan kebodohan tadi" ucap


jisoo sambil menggigit kukunya.


Rose bingung


"Kebodohan?bukanya eonnie emang


udah bodoh sejak lahir ya"


Takk...


"Kurang aja" jisoo menjitak kepala rose


Rose menyengir.


"Memang apa yang eonnie lakukan


sampai menganggapnya kebodohan


tanya rose sambil memakan apelnya


lagi.


"Eonnie tadi menelpon lisa.tentu kau


tau apa yang bakal eonnie katakan


bukan dan paling gobloknya lagi


yang ngangkat telepon bukan Iisa tapi


bossnya lisa, eonnie malu sekali" ucap


Jisoo.


Rose yang mendengar ucapan jisoo.pun


tersedak.


"Boss lisa yang katanya ganteng banget


itu" tanya rose.


"Iya,dan parahnya lagi eonnie tadi


nge bongkar rahasia lisa kalo ternyata


lisa tuh suka sama bosnya.cinta


pandangan pertama gitu" ucap Jisoo


lagi.


Rose yang mendengar ucapan jisoo pun


kembali tersedak.


"Lu dari tadi keselek mu kaga sekalian


mati aja" ucap jisoo.


"Benci mulu lu ama gw eonn" cibir rose


sambil membersihkan mulutnya.


"Tapi itu beneran lisa suka sama


bossnya?"tanya rose lagi.


"Ya kali gw bo'ong ros" jawab jisoo


sambil mendudukkan dirinya di samping


rose.


"Jennie eonnie mana" tanya rose sambil


clingak-clinguk mencari jennie.


"Belum pulang" ucap jisoo sambil


mengganti chanel televisi.


"Eonn.rose mau ngomong serius nih"


ucap rose membetulkan duduknya


agar bertatapan dengan jisoo.


"Ngomong tinggal ngomong" acuh jisoo.


"Eonn..ini serius ini tentang lisa" ucap


rose.


Jisoo menoleh.jika sudah menyangkut


lisa tentu saja jisoo akan kepo setengah


mati.


"Apaan"


"Eonnie ingat nggak pas kita nginep


dirumah yeri" jisoo mengangguk tanda


bahwa la mengingat.


"Waktu malem itu lisa nggak bisa tidur


eonn gw saat itu juga nggak bisa tidur


cuman merem doang.saat itu lisa pergi


menghadap jendela dan lu tau apa


yang gw liat.lisa punya sayap yang


putih banget.tapi setelahnya irene


dateng buat ngomong sesuatu sama


lisa.lisa sama irene keluar rumah pergi


kekebun.irene bercerita sampai-sampai


lisa ngomong kalo irene itu bukan


manusia tapi angel.tapl setelan itu


tubuh lisa ambruk.dan gw lihat seorang


cowok yang gantengnya naudubilah


dateng Ketempat itu dengan mata


merah.dan eonnie tau apa yang irene


bilang 'hapus ingatan lisa tentang


ucapannya tadi' itu yang irene ucapin


lalu di pergi menuju rumah saat itu lah


gw kembali tidur eonn'" cerita rose.


Jisoo terkejut sungguh.memang


sejak awal jisoo merasakan ada


yang tidak beres terhadap yeri dan


sodara-sodara nya.


"Eonnie juga ngerasain kalo mereka


aneh "ucap jisoo.


"Nah itu dia eonn,mereka itu aneh


banget sumpah." rose membenarkan


ucapan jisoo.


"Jadi otomatis lisa bisa mengingat


Suatu kejadian dari sebuah cerita...rose


lu masih ingat nggak apa yang irene


ceritain ke lisa" rose menyengir.


"Hehehe..gw lupa eonn" jisoo


cemberut.


"Tapi santai emm gw bakal inget-inget"


ucap rose.


"Kita bakal pecahin misteri ini,oke"


ucap jisoo.


Oke"


Sang surya kini sudah menunjukan


keberadaanya.sinarnya memasuki


celah jendela hingga menerangi sudut


demi sudut kamar bernuansa abu-abu


ltu.


Mata itu mengerjap ,mengucek-ucek


matanya menghalau kilauan sang


surya dengan tamgannya.menyibak


selimut.namun,kegiatannya terhenti


ketika merasakan tangan kekar


melingkar dipinggangnya.tangan


yang sama yang beberapa hari selalu


memeluk pinggangnya dengan erat.


Apakah salah?


Lisa memandang wajah itu.wajah


yang selalu ia jumpai di pagi hari


mungkin bahkan setiap detik,menit


bahkan jam.jantungnya tetap saja


berdetak dua kali lebih cepat saat ada


didekatnya.bisa-bisa sakit jantung jika


seperti ini terus.


Lelucon bukan?


Tangan lisa bergerak untuk


menyentuh pipi tembem bossnya


ini.tersenyum kecil saat berhasil


menggapainya.mencubit pipi tembem


itu dengan keras.mencolek-colek seolah


pipi itu adalah mainan.


"Kookie-yaa,bangun"panggil lisa sambil


terus mencolek-colek pipi bossnya ini.


Namun bossnya ini tetap tak mau


bangun,tapi malah menarik lisa lebih


dekat dan menenggelamkan kepalanya


ke potongan leher isa.


"Kookie-yaa, bangun aku harus


pulang" panggil lisa lagi.namun


mungin sekarang terdengar seperti


rengekan,.lisa dapat mendengar lirihan


jungkook.


"Nanti saja"


Lisa menghembuskan nafas lelah,.ia


harus pulang sekarang jika tidak


mungkin lisa tidak akan mendapatkan


pintu masuk apartemen dan mungkin


saja pakaian lisa sudah ada diluar atau


dibuang oleh jisoo dan rose.tidak itu


hal yang mengerikan.


"Kau harus bekerja" bohong lisa,ini


adalah hari minggu lisa yakin jungkook


tak tahu hari jadi ia bisa sedikit


berbohong agar bisa pulang sekarang.


"Ini hari minggu,jangan mencoba


untuk membohongiku".


Damm..


Berakhirlah sudah.lisa sudah tak dapat


berbohong lagi sekarang."jungkook


bangun aku harus pulang eonnie pasti


mencari ku karena tak pulang selama 2


hari".


" biarkan saja apa peduliku,bukankah


malam itu aku sidah bilang bahwa


hati dan tubuhmu adalah milikku.jadi


eonnie-eonniemu itu tak berhak


atas mu".


Ingin rasanya lisa membenturkan


kepala jungkook kedinding sekarang.ia


bertindak seolah lisa adalah


istrinya.dan itu sangat menjengkelkan.


"Aku harus pulang jungkook,aku


berjanji akan menemanimu tidur lagi


nanti" bujuk lisa,namun agaknya ia


kurang berhasil bukanya mengiyakan


jungkook malah menggeleng tanda tak


setuju.


"Jungkook kumohon" ucap lisa dengan


memelas.jungkook berdecih ia terlalu


lemah untuk ini.


"Baiklah tapi aku akan mengantarmu"


menuju kamar mandi.


Lisa yang melihatnya pun segera turun


dari ranjang dan segera menuju dapur


untuk membuat sarapan.


Kini lisa dan jungkook sudah berada


didepan apartemen milik blackpink.lisa


segera mengetuk pintu, aneh biasanya


la akan langsung masuk tanpa harus


mengetuk.


"iya sia---"


"Yakk.. lisa kemana saja kau,dasar


maknae laknat.kenapa kau baru pulang


sudah punya rumah baru ya.kalau


begitu sana pergi jangan balik kesini


lagi" jisoo yang membuka pintu segera


mengoceh pada lisa dan melupakan


jungkook yang berdiri dibelakang lisa


yang kini tengah memasang wajah


datar namun sebenarnya ingin sekali la


tertawa.


"Sana pergi saja jangan kembali lag-"


ucapan jisoo terhenti ketika melihat


jungkook menatapnya tajam.


"Eoh..ini siapa lisa" tanya jisoo.


"Dia bossku eonn" ucap lisa sambil


melirik jungkook.


Jisoo terkejut bukan main.ia malu


sekarang karena mengoceh dihadapan


Jungkook.******.


"Lisa saya pergi..nona permisi" ucap


Jungkook lalu berlalu pergi jisoo


yang melihat jungkook sudah pergi


pun segera menarik lisa memasuki


apartemen.


"Yakk..pantas saja kau betah tak pulang


boss mu itu sangat tampan" heboh


jisoo sambil terus menarik lisa menuju


ruang tengah yang di sana rose dan


Jennie yang sedang menonton drakor


Rose yang mendengar ucapan jisoo pun


Segera menoleh.


"Bagus ya bagus sekarang baru pulang"


ucap rose sambil menyilang kan kedua


tangannya.lisa hanya berdecak melihat


tingkah rose lalu segera mendudukkan


dirinya di samping jennie.


"Baru pulang kau lalice"


"Kau sama saja seperti mereka eonnie"


ucap lisa.


"Ya lalice kau tidak pulang selama dua


hari ya pantas aku menanyakan hal itu"


ucap jennie sambil menjitak kepala lisa.


"Eoh lalice kau punya hubungan apa


dengan bossmu itu.apa jangan-jangan


kalian sudah melakukan itu,lalice


apa kau kekasih bossmu" tanya rose


bertubi-tubi.


"Yaakkk... mana mungkin aku


melakukan hal itu dengan bossku" seru


lisa.


"Yakk.lalice apa kau juga mengandung


anaknya" ucap jisoo.


"Yakk eonnie aku tidak melakukan


hal yang kalian tuduhkan" seru lisa


semakin kesal.


"Ya,mungkin saja kan"ucap rose.


Dasar menyebalkan" ucap


lisa lalu segera berlalu menuju


kamarnya.berlama-lama bersama


eonnie-eonnienya hanya akan


membuatnya kehilangan suara akibat


terus berteriak.


Eonnie-eonnienya itu memang


memiliki tingkat kekepoan yang sangat


tinggi.


"Kepo sekali mereka Jadi orang" gerutu


lisa.


"Lalice temani eonnie


belanja,persediaan makanan hampir


habis" teriak jennie dihadapan kamar


lisa.


"Sebentar eonn" teriak lisa balik.ia


segera turun dari ranjang mengganti


pakaian dan memoleskan sedikit make


up pada wajah cantiknya.


Lisa mengambil tas selempang


miliknya dan berjalan keluar kamar.


"Lama sekali sih" gerutu jennie.


"Biarin".


"cih..ya sudah ayok,kita harus


cepat jisoo eonnie akan pulang dan


jika dia tak melihat bahan-bahan


habis mati kita.kau ingatkan ini


jadwal kita membeli bahan-bahan


makanan.untung uangku sudah


cair kalau tidak aku pasti akan


menyuruhmu untuk membayar


Semuanya" ucap jennie sambil


membuka pintu mobil dan melaju pergi


menuju supermarket terdekat.


"Kau ini cerewet sekali.sama seperti


rose" ucap lisa sambil mendengus.


"Bodoamat" ucap jennie cuek.


Sesampainya di supermarket


jennie segera memarkirkan


mobilnya.memasuki supermarket


sambil membawa troli belanjaan.


"Lisa-ya,kau pergi kearah daging dan


sayuran.eonnie akan pergi kearah


snack dan buah-buahan".


"Tukar arah" ucap lisa tak setuju.


Jennie mendelik gagal sudah.


"Ayolah lisa ini adil".


Lisa menggeleng.


"ini tidak adil,aku tau eonnie ingin


membeli snack yang banyak dan pasti


aku yang harus membayarnya bukan'"


jennie yang mendengar ucapan lisa


menyengir.lisa cukup hebat untuk


menebak isi pikiran jennie.bukan


hebat sih,cuman hal ini sudah sering


terjadi.membuat lisa waswas.


"Eonnie kearah daging dan sayuran, lisa


yang kearah snack dan buah-buahan"


ucap lisa.mendorong trolinya dan


meninggalkan jennie.


"Gagal sudah,nggak bisa ngemil


banyak" bibir jennie melengkung


kebawah.mendorong trolinya kearah


tempat daging dan sayur-sayuran


dengan malas.


Kini lisa tengah memilih snack-snack


yang eonnie-eonnienya sukai. lisa


memang tipe orang yang sangat


pemilih soal snack.dia akan melihat


jumlah kalori dan lemak pada setiap


snack.tidak seperti jennie dan rose


yang selalu mengambil sesukanya


tanpa memikirkan kandungan dalam


makanan.


Lisa tak ingin berat badannya


naik,apalagi dibilang gendut.itu adalah


mimpi buruk bagi lisa,.pasti nanti


jungkook tak mencintainya lagi jika ia


gendut.


Eh?


Yak.lisa apa yang kau pikirkan mana


mungkin jungkook mencintaimu" ucap


Lisa.


Lisa menggeleng-gelengkan


Kepalanya.menjauhkan pikiran itu dari


otaknya.


Lisa segera memasukan snack pada


troli, kaki lisa berjinjit berusaha


mengambilnya snack paling atas namun sulit.


"Sial kau pendek sekali lalice" umpat


Saat berusaha mengambilnya tiba-tiba ada seseorang yang mengambil


Snack itu dan memberikan ya kepadanya.


"Ini"


lisa mengambilnya. menatap namja dihadapannya ini. tampan.



"terimakasih. "ucap lisa.


namja itu tersenyum begitu manis.


"tak apa. "


"Cai xukun,siapa namamu"


anya hamja itu xukun atau bisa


panggil,kun-kun.


"Lalisa manoban,panggil saja lisa."ucap lisa sambil menjabat tangan


xukun.Xukun tersenyum.


"Nama yang cantik.sama seperti


orangnya "lisa tersenyum malu.


"Ternyata kau suka menggombal."ucap lisa.


xukun mendengarnya pun tertawa kecil. lihatlah mereka sangat


akrab,padahal meraka baru saja


mengenal sekitar 2 menit yang lalu.


"Kalau begitu aku pergi dulu.Sampai


bertemu lagi lisa" ucap xukun sambil


pergi meninggalkan lisa.lisa pun tersenyum dan melambaikan tangannya.


"Iisa"


Lisa terkejut,menatap tajam orang yang


mengagetkannya ini.sedangakam jennie


hanya menyengir melihat tatapan maut.


"Ya biasa saja,kau seperti ingin


memakan mu hidup-hidup dengan


tatapan maut mu itu. "lisa memutar


bola matanya malas.


"siapa yang berbicara denganmu tadi."


"Kepo" ucap lisa cuek sambil memilih


Snack dan mengabaikan jennie.


Jennie yang melihat lisa


mengambilnya pun tak terima.jennie


memandang troli yang masih berisi sedikit. hanya ada beberapa buah,


sialnya lisa memilih snack-Snack yang


tidak jennie sukai.


"lisa snack nya sedikit sekali.dan


apa ini snack ubi ini tidak enak


lisa.menjijikan" ucap jennie.


'"ini baik untuk kesehatan eonnie" ucap


lisa.


"Untuk kesehatan katamu.ini hanya


akan membuat mual lisa baunya tak


enak" protes jennie lagi.


'Aku yang membayarnya jadi eonnie


diam saja"ucap lisa.


'Rose tolong eonniemu ini" batin jennie


memelas.


"sekarang kita kekasir. hari sudah hampi malam. "


Jennie hanya dapat mengangguk


lemah.tidak ada lagi keripik kentang


favoritnya.sial,lisa ternyata sangat


cerdas.


setelah membayar semua belanjaan


jennie dan lisa segera menuju pulang.tanpa mereka sadari sendari


tadi ada seseorang yang selalu


mengamati mereka.


"Bedebah namja itu dengan beraninya


menyentuh gadisku."umpat namja itu


dengan mengepalkan tangannya.


bersambung .....