MY LOVE IS MY MATE

MY LOVE IS MY MATE
bagian 16



Update.


"Sialan,lepaskan aku." umpat jennie


saat penjara itu bergerak sendiri


mengikuti vernon.


Hingga bola penjara itu sampai


di sebuah ruangan yang sangat


besar.jisoo0.jennie dan rose mematung


melihat jin,jimin dan taehyung disana.


Vernon membungkuk hormat.


"Saya sudah membawa nonna tuan,tapi


saya belum bisa membawa nonna lisa."


ucap vernon.


"Untung saja vernon tak melihat lisa


dimobil." batin jisoo.


Tentu saja jisoo tak akan membiarkan


lisa tertangkap.katakan lah jisoo


egois,ia hanya tak ingin lisa terluka.dan


lagi jisoo tak ingin kuki bertemu


dengan daddynya yang brengsek.


Seketika penjara bola itu


menghilang jisoo.jennie dan rose


berdiri menatap datar mantan calon


suami mereka.


Vernon membungkukan badanya dan


pergi.


"Lama tak berjumpa." suara itu


yang jennie rindukan,suaranya


lembut.namun jennie benci suara itu.


Jennie mengalihkan pandangannya


enggan menatap lelaki yang ia benci


sekaligus yang ia rindukan.


"Untuk apa kalian mencari kami." ucap


jisoo datar


Oh ayolah.dimana jisoo yang selalu


ceria,dimana jisoo yang selalu


berbicara lembut.tepatnya sekarang


jisoo sudah berubah total menjadi jisoo


yang baru.


"Tentu saja untuk melangsungkan


pernikahan sayang." ucap jin enteng.


Jisoo mengepalkan kedua


tangannya.tersenyum sinis.


"Saya rasa anda sudah bahagia dengan


wanita itu tuan kim." tekan jisoo.


"Soo kamu salah paham." ucap


jin,ia menghampiri jisoo berniat


memeluknya namun dengan sigap jisoo


menyingkir.


Jisoo menggapai tangan rose dan jennie


agar menjauh.jisoo akan tetap menjadi


perisai bagi adik-adiknya.


"Salah paham,cih.bisa kau jelaskan


bagaimana kau berpelukan dengannya


tanpa menolak.apa itu salah paham."


ucap jisoo.


"Sekali lagi anda melangkah, bersiaplah


untuk kehilangan kami selamanya."


ancam jisoo.


Jin memandang jimin dan


taehyung.seolah mengisyaratkan untuk


menangkap rose dan jennie.jimin dan


taehyung pun mengangguk mengerti.


Jimin menarik tangan rose dan


taehyung menarik tangan jennie.


"Lepaskan.jangan sentuh saya." ucap


jennie memberontak.


"Jenn dengerin aku,aku bisa jelasin ini


semua."ucap taehyung memohon.


"saya tak butuh penjelasan


apapun.bagi saya anda sudah mati, mati


dihati saya."ucap jennie sembari


menghempas kasar tangan taehyung.


Mata taehyunh berkaca-kaca.


"Tolong jangan ganggu saya lagi.pergi


dari hidup saya,lupakan saya." ucap


jennie sambil menekan dadanya yang


terasa sesak.


"Nggak jenn,aku cuman cinta sama


kamu."


Tangan taehyung berusaha untuk


mencekal tangan jennie namun jennie


menepisnya dengan kasar.


"Bagi saya cinta anda sudah mati kim


taehyung"


"Dan tolong hapus saya dari hidup


anda." suara jennie melirih.


Jennie pergi menghampiri


jisoo.meninggalkan taehyung yang


sama menekan dadanya karena sesak.


"Rose,dengerin aku." ucap jimin sambil


menggenggam tangan rose.


Rose mengalihkan


pandangannya,dadanya naik turun


berusaha mengontrol kemarahan dan


rasa rindunya.


" 30 detik,setelahnya kita akhiri


"Oke."


"Rose wanita yang meluk aku waktu


itu adalah kaum siren,mereka emang


udah ngejar aku sejak dulu.sejak kalian


masih hidup dikehidupan pertama.aku


bis-" ucapan jimin terpotong.


"Waktu anda habis."


"Sekarang waktunya saya yang


berbicara." ucap rose.


"Saya memang tak tau apa saja


penjelasan anda.tapi keputusan saya


tetap sama.kita akhiri ini semua."


"Nggak rose."


"Aku mau balik lagi sama kamu."


lanjutnya.


"Kaca yang pecah lalu disatukan


kembali bentuknya tidak akan sama


lagi tuan park,begitu pula dengan hati


sekali kecewa maka akan membekas


dan meninggalkan luka." ucap rose


dlatar menghempas tangan jimin dan


pergi menuju jisoo dan jennie.


"Biarkan kami pergi,dan satu lagi."


Jisoo tersenyum kearah jin.


"Semoga bahagia."


Seketika jisoo.jennie dan rose


menghilang.


"Redvelvet." gumam taehyung


Seperti dugaan kalian.redvelvet lah


yang membuat jisoo,jennie dan rose


menghilang.


"Mereka selalu saja ikut campur."


geram jimin.


"Dimana jungkook?" tanya jin,


"Dia sedang menjemput lisa."


"Kalau begitu,sekarang kita pergi


kekerajaan angel jisoo.jennie dan rose


ada disana." ucap jin.


Mereka bertiga segera melesat menuju


kerajaan angel.


-----


Lisa berjalan menuju pintu saat


seseorang dengan tidaks sabarnya


menekan bell rumah berkali-kali.


"Siapa si-" tubuh lisa membeku.


Seseorang yang telah membuatnya


kecewa kini tengah berdiri


dihadapannya.lisa tersadar dan


dengan cepat menutup pintu namun


gagaljungkook menahannya dan ya


kalian pasti tahu bahwa jungkook dapat


dengan mudah membuka pintu itu.


"Pergi.." suara lisa meninggi.


Bukanya pergi jungkook malah


mendekatkan dirinya,berniat


merengkuh tubuh lisa.


"PERGI.." teriak lisa.


Grepp.


"Lepaskan.lepas" lisa memberontak


saat jungkook memeluknya dengan


erat.air mata luruh ia benci jungkook


ia tak ingin melihat jungkook tapi


sayangnya ia juga merindukan sosok


yang memeluknya ini.


"Sayang dengerin aku." lirih jungkook.


"Aku tak butuh penjelasanmu.pergi.."


ucap lisa.mendorong tubuh jungkook


kuat,hingga pelukan itu terlepas.


Jungkook tak menyerah ia berusah


merekuh tubuh lisa lagi.namun sebuah


suara membuatnya berhenti dan


membeku.


"Mommy."


Itu kuki.


Kuki menghempiri lisa yang tengah


menangis.


"Momny kenapa menangis." tanya kuki.


Kuki mengarahkan pandanganya pada


sosok jungkook.


"Arajusii siapa? Kenapa


arajusii membuat mommy kuki


menangis.pelgi..dali sini." ucap kuki


dengan menatap tajam jungkook.


Jungkook membeku.matanya


berkaca-kaca.dihadapannya ini


putranya.


Jungkook berjongkok menyamakan


tingginya dengan sang putra yang kini


menatapnya tajam.


"Ini kamu kan sayang." lirih jungkook


sembari memegang bahu mungil kuki.


Kuki kebingungan.


"Kuki,ini daddy."


Bersambung....