
Update.
"Sialan,lepaskan aku." umpat jennie
saat penjara itu bergerak sendiri
mengikuti vernon.
Hingga bola penjara itu sampai
di sebuah ruangan yang sangat
besar.jisoo0.jennie dan rose mematung
melihat jin,jimin dan taehyung disana.
Vernon membungkuk hormat.
"Saya sudah membawa nonna tuan,tapi
saya belum bisa membawa nonna lisa."
ucap vernon.
"Untung saja vernon tak melihat lisa
dimobil." batin jisoo.
Tentu saja jisoo tak akan membiarkan
lisa tertangkap.katakan lah jisoo
egois,ia hanya tak ingin lisa terluka.dan
lagi jisoo tak ingin kuki bertemu
dengan daddynya yang brengsek.
Seketika penjara bola itu
menghilang jisoo.jennie dan rose
berdiri menatap datar mantan calon
suami mereka.
Vernon membungkukan badanya dan
pergi.
"Lama tak berjumpa." suara itu
yang jennie rindukan,suaranya
lembut.namun jennie benci suara itu.
Jennie mengalihkan pandangannya
enggan menatap lelaki yang ia benci
sekaligus yang ia rindukan.
"Untuk apa kalian mencari kami." ucap
jisoo datar
Oh ayolah.dimana jisoo yang selalu
ceria,dimana jisoo yang selalu
berbicara lembut.tepatnya sekarang
jisoo sudah berubah total menjadi jisoo
yang baru.
"Tentu saja untuk melangsungkan
pernikahan sayang." ucap jin enteng.
Jisoo mengepalkan kedua
tangannya.tersenyum sinis.
"Saya rasa anda sudah bahagia dengan
wanita itu tuan kim." tekan jisoo.
"Soo kamu salah paham." ucap
jin,ia menghampiri jisoo berniat
memeluknya namun dengan sigap jisoo
menyingkir.
Jisoo menggapai tangan rose dan jennie
agar menjauh.jisoo akan tetap menjadi
perisai bagi adik-adiknya.
"Salah paham,cih.bisa kau jelaskan
bagaimana kau berpelukan dengannya
tanpa menolak.apa itu salah paham."
ucap jisoo.
"Sekali lagi anda melangkah, bersiaplah
untuk kehilangan kami selamanya."
ancam jisoo.
Jin memandang jimin dan
taehyung.seolah mengisyaratkan untuk
menangkap rose dan jennie.jimin dan
taehyung pun mengangguk mengerti.
Jimin menarik tangan rose dan
taehyung menarik tangan jennie.
"Lepaskan.jangan sentuh saya." ucap
jennie memberontak.
"Jenn dengerin aku,aku bisa jelasin ini
semua."ucap taehyung memohon.
"saya tak butuh penjelasan
apapun.bagi saya anda sudah mati, mati
dihati saya."ucap jennie sembari
menghempas kasar tangan taehyung.
Mata taehyunh berkaca-kaca.
"Tolong jangan ganggu saya lagi.pergi
dari hidup saya,lupakan saya." ucap
jennie sambil menekan dadanya yang
terasa sesak.
"Nggak jenn,aku cuman cinta sama
kamu."
Tangan taehyung berusaha untuk
mencekal tangan jennie namun jennie
menepisnya dengan kasar.
"Bagi saya cinta anda sudah mati kim
taehyung"
"Dan tolong hapus saya dari hidup
anda." suara jennie melirih.
Jennie pergi menghampiri
jisoo.meninggalkan taehyung yang
sama menekan dadanya karena sesak.
"Rose,dengerin aku." ucap jimin sambil
menggenggam tangan rose.
Rose mengalihkan
pandangannya,dadanya naik turun
berusaha mengontrol kemarahan dan
rasa rindunya.
" 30 detik,setelahnya kita akhiri
"Oke."
"Rose wanita yang meluk aku waktu
itu adalah kaum siren,mereka emang
udah ngejar aku sejak dulu.sejak kalian
masih hidup dikehidupan pertama.aku
bis-" ucapan jimin terpotong.
"Waktu anda habis."
"Sekarang waktunya saya yang
berbicara." ucap rose.
"Saya memang tak tau apa saja
penjelasan anda.tapi keputusan saya
tetap sama.kita akhiri ini semua."
"Nggak rose."
"Aku mau balik lagi sama kamu."
lanjutnya.
"Kaca yang pecah lalu disatukan
kembali bentuknya tidak akan sama
lagi tuan park,begitu pula dengan hati
sekali kecewa maka akan membekas
dan meninggalkan luka." ucap rose
dlatar menghempas tangan jimin dan
pergi menuju jisoo dan jennie.
"Biarkan kami pergi,dan satu lagi."
Jisoo tersenyum kearah jin.
"Semoga bahagia."
Seketika jisoo.jennie dan rose
menghilang.
"Redvelvet." gumam taehyung
Seperti dugaan kalian.redvelvet lah
yang membuat jisoo,jennie dan rose
menghilang.
"Mereka selalu saja ikut campur."
geram jimin.
"Dimana jungkook?" tanya jin,
"Dia sedang menjemput lisa."
"Kalau begitu,sekarang kita pergi
kekerajaan angel jisoo.jennie dan rose
ada disana." ucap jin.
Mereka bertiga segera melesat menuju
kerajaan angel.
-----
Lisa berjalan menuju pintu saat
seseorang dengan tidaks sabarnya
menekan bell rumah berkali-kali.
"Siapa si-" tubuh lisa membeku.
Seseorang yang telah membuatnya
kecewa kini tengah berdiri
dihadapannya.lisa tersadar dan
dengan cepat menutup pintu namun
gagaljungkook menahannya dan ya
kalian pasti tahu bahwa jungkook dapat
dengan mudah membuka pintu itu.
"Pergi.." suara lisa meninggi.
Bukanya pergi jungkook malah
mendekatkan dirinya,berniat
merengkuh tubuh lisa.
"PERGI.." teriak lisa.
Grepp.
"Lepaskan.lepas" lisa memberontak
saat jungkook memeluknya dengan
erat.air mata luruh ia benci jungkook
ia tak ingin melihat jungkook tapi
sayangnya ia juga merindukan sosok
yang memeluknya ini.
"Sayang dengerin aku." lirih jungkook.
"Aku tak butuh penjelasanmu.pergi.."
ucap lisa.mendorong tubuh jungkook
kuat,hingga pelukan itu terlepas.
Jungkook tak menyerah ia berusah
merekuh tubuh lisa lagi.namun sebuah
suara membuatnya berhenti dan
membeku.
"Mommy."
Itu kuki.
Kuki menghempiri lisa yang tengah
menangis.
"Momny kenapa menangis." tanya kuki.
Kuki mengarahkan pandanganya pada
sosok jungkook.
"Arajusii siapa? Kenapa
arajusii membuat mommy kuki
menangis.pelgi..dali sini." ucap kuki
dengan menatap tajam jungkook.
Jungkook membeku.matanya
berkaca-kaca.dihadapannya ini
putranya.
Jungkook berjongkok menyamakan
tingginya dengan sang putra yang kini
menatapnya tajam.
"Ini kamu kan sayang." lirih jungkook
sembari memegang bahu mungil kuki.
Kuki kebingungan.
"Kuki,ini daddy."
Bersambung....