
update
LISA POV...
Mataku sangat sulit
terpejam,memandang jam yang
sudah menunjukan pukul 01.00,aku
memandang semua eonnie-eonnie ku
yang sudah tertidur nyenyak
Kedudukan diriku ditepi kasur
menatap jendela lalu memandang
bulan yang tengah bersinar dengan
indah.
Rasanya ada ingatan yang terus
menghampiriku tanpa henti,aku hanya
dapat menghela nafas pelan teka-teki
ini membuat ku pusing.
Hingga tiba-tiba seseorang menepuk
pundak ku pelan.
"Apa kau tidak mengantuk lisa" tanya
yeoja itu,irene.
Aku hanya tersenyum menanggapi
Ucapan irene.
"Aku tak bisa tidur eonnie" ucap lisa
sambil menghadap irene.
"Ayok keluar eonnie akan
menceritakan sebuah kisah yang indah
pada mu" ucap irene.
Lisa mengangguk.
Author pov..
Kini irene dan lisa berjalan menuju
taman belakang yang ditumbuhi oleh
berbagai macam bunga dan sebuah
danau kecil yang memancarkan cahaya
bulan.
Mereka menduduki sebuah bangku
kayu yang tepat menghadap danau.
"Eonnie sudah berapa lama kalian
tinggal disini" tanya lisa memecahkan
keheningan .
"Sudah lebih dari 2 bulan"ucap irene
tanpa menatap lisa.
"apa irene eonnie sudah memiliki
pacar"tanya lisa.
Irene tersenyum lalu memandang lisa
"Iya aku memiliki pacar namanya
suho"
"Pasti pacar eonnie tampan seperti
namanya" ucap lisa sambil terkekeh
kecil.
Irene ikut terkekeh.
"Yah,dia memang tampan sejak dulu"
Keheningan.
Irene dan isa hanya terdiam
menikmati udara malam yang tidak
terlalu dingin,damai dan tentram.
"Eonnie aku sering mengalami mimpi
yang aneh.mimpi itu selalu datang
menggangguku, rasanya aku pernah
berada pada masa itu.masa dimana aku
memiliki sebuah keistimewaan yang
tersembunyi, melihat sebuah istana
yang megah namun terapis darah.
sosok seorang namja yang
membuat hati ku berdesir hebat
jantung ku berdetak begitu cepat
melihat wajahnya yang tak terlalu
jelas membuat senyuman kecil di
bibirku.tangisnya membuat Ku
mataku memanas air matanya yang
deras membuat hatiku sesak.tubuhku
seakan ingin menerjang tubuhnya
memberikan pelukan sambil mengusap
punggungnya agar dia berhenti
menangis.rasanya cinta itu hadir tanpa
aku rencanakan eonnie" ucap lisa
sambil menatap bulan
Irene mengelus surai kepala lisa
"Apa yang kau lihat,akan kau temui
jawabanya.bukan saat ini tapi nanti
tuhan tengah menguji mu,percaya kau
akan tahu semuanya nanti' ucap irene.
Lisa menghembuskan nafas pelan.
"Aku tak pernah jatuh cinta
eonnie rasanya ada sebuah segel yang
melarang ku untuk menerima seseorang
dalam hidupku.aku mencintai sosok
itu,sosok yang selalu hadir dalam
mimpiku.aku mencintainya dan aku
akan menunggunya datang" ucap lisa
sambil terus menatap bulan.
"Mencintai dalam ilusi,itu adalah
hal yang hebat.kau terus menunggu
sesuatu yang akan datang dimasa
depan.hal terberat dalam mencintai
adalah sabar hal tersedih dalam
mencintai adalah berkorban,cinta
memang membuat orang buta" ucap
irene sambil terkekeh .
Lisa tersenyum kecil .
"Yah,seseorang dapat mencintai tanpa
alasan.mencintai apa adanya bukan
ada apanya" irene terkekeh.
"Kau tau lisa,dulu ada ketujuh namja
yang memiliki sebuah kekuatan
hebat dengan empat yeoja yang
mempesona .mereka sangatlah akrab
dengan waktu yang singkat.bercerita
tentang hidup saling menumpahkan
keluh kesah momen mereka disertai
oleh canda tawa,namun sayang mereka
harus terpisah karena terbakar dalam
emosi dan ambisi hingga harus ada
yang meninggalkan dan menunggu"
ucap irene.
"Apakah ada cinta diantara mereka
eonnie"
"Ada,sebuah cinta yang luar bisa
namun harus terpisah oleh keadaan"
ucap irene.
"Siapa yang pergi dan siapa yang
menunggu"
Irene menatap lisa
"Tentu saja keduanya.." tapi ku
rasa sang namja lah yang harus
menunggu'"lanjut irene.
"Kisah cinta yang menarik,seperti
romeo dan juliet,seperti kisah rose dan
jack yang terpisah oleh keadaan dan
waktu" ucap lisa sambil terkekeh.
Irene tersenyum.
"Sepertinya kisah cinta romeo
dan juliet,rose dan jack tidak ada
apa-apanya dibandingkan dengan kisah
lalisa dan jungkook" ucap irene.
Lisa terkejut lalu menatap irene
"L.lalisa dan jungkook." kaget lisa.
Iisa menatap irene lekat,banyak sekali
pertanyaan yang ia ingin lontarkan
pada yeoja bermarga bae ini.
"Eonnie bisa kau jelaskan kisah lalisa
dan jungkook" untuk kesekian kalinya
lisa bertanya demikian namun jawaban
irene tetap sama.
"Kau akan tau nanti"
Kata-kata irene membuat kepala lisa
pening.kenapa yeoja bermarga bae ini
tak pernah mau menjawab pertanyaan
lisa.
"Eonnie,aku rasa bahwa eonnie tau
semua tentang diriku dan juga eonnie2
ku.aku hanya butuh kejujuran tolong
lah eonnie" ucap lisa memelas.
"Eonnie tau aku seperti sebuah boneka
yang dimainkan oleh mimpi dan
keadaan,aku lelah eonn.sangat lelah"
ucap lisa dengan air mata yang jatuh.
Irene terdiam.
Ini adalah kesalahan nya ia telah
membuka kartu pertama dan sedikit
berakibat fatal.
la tidak ingin bercerita biarlah
jungkook,taehyung,jin dan jimin lah
yang harus berusaha mengembalikan
ingatan masa lalu mereka.
"Eonnie tau aku bahkan bertemu sosok
yang selalu datang dalam mimpiku.jeon
jungkook namanya.dia sangat tampan
jantungku berdetak 2 kali lebih cepat
saat melihatnya,dia sangat dingin
saat berbicara ada sedikit rasa nyeri
saat dia berucap dingin pada ku,saat
eonnie berkata tentang kisah lalisa dan
jungkook aku semakin yakin bahwa
eonnie mengetahui segalanya tentang
aku dan eonnie2 ku" ucap lisa sambil
menatap irene.
Irene hanya bungkam,ia ingin sekali
memberikan lisa sebuah faktanya
menarik lisa dan memeluknya sambil
berteriak,kau adalah putri angel yang
terkuat dan kau peran utama dalam
kisah itu.itu lah keinginan irene
Namun sekarang irene hanya dapat
terdiam,tetapi seketika tubuh irene
menegang mendengar ucapan yang
dilontarkan lisa.
"Aku tau irene eonnie bukanlah
manusia" ucap lisa tanpa menatap
irene.
"Aku tau bahwa kalian bukanlah
manusia, tapi seorang angel"
Untuk kesekian kalinya ucapan lisa
dapat membuat irene bungkam seribu
bahasa.
Apa secepat ini lisa menebak semuanya
"Aku juga tahu bahwa aku pernah
hidup di jaman 700 tahun itu,aku
adalah putri angel terkuat aku memiliki
mate seorang vampire namnya min
jungkook eonnie-eonnie ku adalah putri angel
juga jennie adalah putri angel terkuat
kedua setelahku aku dan jennie eonnie
memiliki sifat yang dingin dan irit
berbicara.apa ucapan ku benar" ucap
lisa kali ini ia menatap irene lekat.
"Jeon jungkook"
Irene berteriak dalam batin nya
menyebut nama jungkook.
Hingga tiba-tiba lisa oleng dan pingsan
didalam pelukan irene
Irene merasakan aura dingin
disekitarnya.
la menghadap belakang dan benar saja
sang pemilik nama telah datang dengan
mata merahnya.
"Bagus lah kau datang.apus ingatan lisa
tentang ucapannya tadi" ucap irene
pada sosok itu,jungkook.
Irene membaringkan tubuh lisa pada
kursi yang ia duduki lalu pergi
meninggalkan jungkook dan lisa yang
tengah dalam keadaan tak sadarkan
diri.
Jungkook melangkahkan kakinya
menuju bangku taman itu.
la berjongkok.
Tangannya yang dingin menyentuh pipi
tembem lisa yang hangat
Setelah itu ia segera menindih tubuh
lisa sambil memeluknya hangat.
"Aku menantikan hal ini lisa,dimana
aku dapat memeluk mu dan tak
membiarkanmu pergi dari hidup ku
lagi" ucap jungkook sambil merengkuh
tubuh lisa.
Jungkook menatap wajah lisa
intens jarak mereka hanya lah 3 cm
sekarang.jungkook dapat merasakan
"Wajah ini yang selalu ada dalam
mimpiku,700 tahun berlalu namun
cinta ini masih tertanam kuat dalam
hatiku lis.kau tau aku bahkan pernah
mengreject mateku yang lain saat
moon goddess memberikanku
penggantmu.aku hanya ingin dirimu
lis,hanya kamu.aku gak mau yang
lain.maafin kesalahan aku dulu, maaf"
ucap jungkook dengan tangisnya.
Jungkook menggenggam tangan lisa lembut.
"Kali ini aku nggak akan biarin
siapapun yang berniat pisahin kita
lagi bahkan moon goddess pun nggak
bakal mampu pisahin kita,itu janji
aku ke kamu" ucap jungkook sambil
mengecup tangan lisa.
Jungkook menggendong tubuh lisa
memasuki rumah kecil red velvet
Irene yang melihatnya pun segera
menyuruh jungkook untuk
membaringkan tubuh lisa.
"Apa kau sudah menghapusnya
jungkook" tanya irene.
Dan hanya dibalas anggukan oleh
jungkook.
"Lebih baik kau kembali besok lisa
akan mulai bekerja di kantormu
bukan,jaga dia" ucap irene.
Jungkook tak menanggapinya
Ia tetap setia menatap wajah matenya
yang telah tertidur dengan damai
Jungkook memajukan kepalanya.
Cup...
la mencium bibir pink alami lisa
"Aku akan melindungi mu dengan
segel ini,aku mencintaimu lisa" ucap
jungkook lalu seketika ia menghilang
terbawa angin.
"Aku juga mencintaimu jeon jungkook"
🌼🌼🌼🌼🌼🌼🌼
"YAAKK.JENNIE EONNIE CEPATLAH
KITA SUDAH TERLAMBAT UNTUK
BEKERJA" teriakan lisa menggema
ditelinga jennie.
Saat ini mereka tengah bersiap-siap
untuk berangkat bekerja.setelah
pukul 4 dini hari tadi mereka berpisah
dengan irene dan yang lainnya karena
alasan kerja.
"YAAKK LISA JANGAN BERTERIAK
SUARAMU ITU MEMBUAT KEPALA
EONNIE PENING" teriak jennie balik
sambil menenteng tas kantornya.
"Cepatlah lalis sudah terlambat ini
adalah hari pertama ku bekerja
eonnie" ucap lisa sambil berjalan
keluar apartemen dikuti jennie
dibelakangnya.
"Haiss..dasar maknae,eonnie juga
terlambat bekerja bukan kau saja dasar
paboo"
"Diam.jangan mengoceh eonnie
sekarang cepat isa tak mau terlambat
untuk hari pertama" ucap lisa lagi
sambil memasuki lift.
Jennie pun ikut memasuki lift
"Hey maknae memangnya kau saja
yang hari ini pertama kau bekerja
eonnie pun sama" ucap jennie tak mau
Kalah.
"Terserah" ucap lisa sambil keluar dari
lift.
Jennie dan isa pun segera berlari
keluar gedung apartemen dan menuju
parkiran mobil
Mereka memasuki mobil dengar
tergesa-gesa.
"Perusahaannya satu jalur bukan"
tanya jennie sambil fokus menyetir
Lisa mengangguk mengiyakan ucapan
jennie.
Disisi lain.
"Hei pasta kau tidak mau berangkat
melamar pekerjaan'" tanya jisoo sambil
memakan apel miliknya.
Rose menggeleng .
"Tidak eonnie rose udah dapat
perusahaannya cuman belum
wawancara aja"ucap rose.
"jisoo eonnie tidak bekerja"tanya rose.
"Nanti jam 9 eonnie berangkat" ucap
Jisoo.
"Cepat turun paboo, eonnie sudah
hampir terlambat" ucap jennie
memberhentikan mobilnya.
"Yayaya baiklah semoga kau
benar-benar terlambat eonnie ucap
lisa sambil berlari keluar mobil.
"YAKK DASAR MAKNAE KURANG AJAR"
umpat jennie.
Lisa hanya terkekeh akan umpatan
Jennie.
Saat memasuki gedung perusahaan
para karyawan selalu menyapa lisa dan
lisa pun membalas sapaan mereka
Sesampainya di ruangan bossnya lisa
segera mengetuk pintu.
Tok tok tok.
"Masuk"
Suara itu membuat lisa segera
membuka pintu dan yah jantungnya
langsung berdetak dengan cepat
karena penampilan jungkook yang
terlihat ehmmm..Sexy.
jungkook yang sedang
menandatangani berkas pun segera
mendongak menatap lisa dengan intens.
Seketika lisa gelagapan saat jungkook
menatapnya.
"A..annyeong tuan jeon, lisa ingin
bertanya ruangan lisa dimana" tanya
lisa sambil meremas bawah roknya.
"Disini ruangan mu" ucap jungkook
Dahi lisa mengkerut,ia tak mengerti.
"Maksudnya"
"Itu tempat mu,kau satu ruangan
denganku'" ucap jungkook sambil
menunjuk sebuah meja dan sebuah rak.
"Ahh.baiklah tuan jeon" ucap lisa
membungkukkan lalu segera menuju
meja kerjanya.
Sebenarnya lisa agak tidak nyaman
dengan tempat bekerjanya.bukan
karena tempatnya tapi karena ia harus
seruangan dengan boss yang selalu
menatapnya intens.
Berjam-jam berlalu lisa masih tetap
fokus menatap layar komputernya
setelah jungkook memberikan
perintah.sedangkan jungkook terus
memperhatikan gerak-gerik matenya
Hari sudah mulai gelap namun lisa
tetap pada posisinya..
Dan yah tiba-tiba sebuah ide muncul
di kepala jungkook.
"Lisa"
Lisa yang sedang fokus pun segera
mengalihkan tatapannya dan menatap
jungkook.
"Ada beberapa berkas lagi yang harus
kau kerjakan tapi berkas itu berada
di mansion saya" ucap jungkook.
"Saya akan mengambilnya tuan jeon"
ucap lisa.
Jungkook menggeleng.
"Kau kerjakan saja berkas itu
di mansion saya"
Mata lisa membulat sempurna
"Saya tunggu di mobil" ucap jungkook
sambil berdiri dan berlalu pergi .
Lisa yang melihat kepergian jungkook
pun segera membereskan berkas-berkas nya
dan berlari mengejar jungkook
Sesampainya di parkiran lisa segera
memasuki mobil jungkook.
"Tuan anda cepat sekali jalannya lisa
sampai tak bisa mengejar" ucap lisa
sambil menetralkan nafasnya.
Jungkook tak mendengarkan ucapan
lisa,ia segera menancap gas menuju
mansion miliknya.
Sesampainya di mansion jungkook lisa
langsung tercengang akan kemewahan
mansion milik bossnya.
"Sadar lisa dia kan holkay"
Jungkook segera keluar dari mobilnya
meninggalkan lisa yang masih
terkagum-kagum pada mansion
miliknya.
"Apa kau tidak ada niatan untuk
keluar"
Tubuh lisa terhenyak,sial dia
tertangkap basah.bisa dibayangkan
bagaimana merahnya wajah lisa saat
ini.
Lisa segera keluar dari mobil jungkook
lalu mengikuti jungkook yang mulai
masuk kedalam mansion
Saat memasuki rumah lisa
dapat melihat para maid yang
membungkukkan badan mereka namun
jungkook hanya melewati mereka
dengan tatapan datar.
"Tidak sopan" gumam lisa.
Kini sampailah lisa didalam ruang kerja
milik jungkook.
Hanya satu dalam pikiran lisa
"Sangat klasik dan elegan"
"Ambil berkas itu lalu kerjakan" ucapan
datar jungkook dapat membuat lisa
tersadar.
Lisa hanya mengangguk lalu segera
mengambil berkas dan mengerjakannya
Sekarang waktu sudah menunjukan
pukul 23.43 namun pekerjaan lisa tak
kunjung usai,matanya sudah mulai
lelah namun ia berusaha untuk tetap
fokus pada berkas-berkasnya.
Jungkook dapat melihat lisa yang
tengah menguap menahan kantuk
Jungkook segera berdiri dan
menghampiri lisa.
Spontan lisa terkejut dengan
perlakuan jungkook padanya,sekarang
posisinya begitu intim karena jungkook
mengangkat lisa dan mendudukkan lisa
di pangkuannya.
(Anggap aja mereka pake seragam
kantor yah)
Lisa terlihat gelisah dalam duduknya,ia
menatap jungkook lekat.
"Emm..tuan jeon lisa tak nyaman" ucap
lisa sambil menggigit bawah bibirnya.
"Biarkan seperti ini dulu,aku
merindukan ini" ucap jungkook sambil
mengelus pipi tembem lisa.
Hingga suatu hal sukses membuat lisa
terkejut.
Jungkook mencium bibirnya...
**Bersambung....
maaf banyak typo**....