
Update...
"Bagaimana keadaan joy?."
"Keadaannya mulai
membaikberuntung para peri
bertindak cepat." ucap yeri sambil
tersenyum tipis.
Disinilah mereka berada, puri angel.
Suho menatap tubuh joy yang terbaring
sedikit kaku.tatapanya kini beralih
pada irene,matenya.
"Inilah akibatnya jika kalian terlalu
ikut campur dalam takdir seseorang."
suho berujar datar.
Irene mengepalkan tangannya,merasa
tidak terima.suho selalu saja berpihak
kepada jin,jimin,taehyung dan
jungkook yang notabenya adalah
seorang vampire.
"Kenapa kau selalu memihak
mereka,seharusnya kau memihak kami
bukan mereka."
"Irene belajarlah dewasa,kau sudah
menjadi penghalang bagi mereka dan
takdirnya." ingat suho.
"Aku tak peduli."ucap irene datar.
Suho meremas kasar surainya,ia
tak ingin melewati batas amarah
apalagi sanmpai melukai hati matenya
nanti.sedangkan exo hanya diam
mereka tak ingin terkena tatapan tajam
milik suho,mengerikan.
"apa sebenarnya maumu?!."
Irene tersenyum sinis.
"Memutuskan ikatan mereka."
Suho menggeram.
"Dan mengikat blackpink dengan mate
mereka yang baru,bagus bukan."lanjut
irene.
Exo maupun redvelvet sangat terkejut
dengan ucapan irene.apa dia Sudah
gila,pikir exo.
Suho kini kembali menggeram,ia
memejamkan matanya berusaha
mengontrol gejolak amarahnya.
Dia bukan irene.
" kau bukan irene."ucap suho
menatap tajam sosok irene yang kini
menatapnya tajam.
"Jiwa irene putih sedangkan kau
hitam." ucap suho lagi.
Irene yang awalnya menatap tajam
suho kini bersmirk dan tertawa.
"Wow." irene bertepuk tangan dengan
tawa yang menggelegar.
"Ternyata kau menyadarinya
suhoku." ucap irene dengan
nada manjanya,namun terkesan
meremehkan.
Irene mundur beberapa
langkah,menjentikan jarinya.hingga
exo maupun redvelvet terkejut melihat
wanita itu.
"Jung eunha"
Sang pemilik nama hanya dapat
memberikan senyum miring.
"Wow ternyata kalian masih mengingat
namaku setelah 700 tahun lamanya."
ucap eunha dengan nada yang sinis.
Terlihat seulgi menggeram
marah,tanganya terkepal sempurna
"dimana irene?"
Eunha melipat tanganya
didada,menaikan kedua bahunya.
"Tak tau."
"JANGAN BERBOHONG." bentak suho,ia
tak memyangka jadi selama ini yang
selalu bersamanya adalah eunha dan
bukan irene.pantas saja akhir-akhir
ini ia merasakan keanehan pada irene
yang nyatanya adalah eunha.
Eunha cemberut "baby.kok kamu gitu
sih sama aku."
Exo yang melihat eunha ingin muntah
rasanya.
"DIMANA IRENE SIALAN. " Suara suho
kembali meninggi.
"Ckk.kau ini selalu memikirkan
irene.kau harusnya
memikirkanku,bukan wanita sialan
itu."
"Jaga ucapanmu." ucap yeri.
"Diam kau bocah." ucapan tajam eunha
pada yeri.
Eunha kembali mengarahkan
pandanganya pada suho,.bersmirk.
"Tenang sayang.irene tidak aku
bunuh,dia mungkin berada
disuatu tempat tapi aku juga tak
mengetahui dimana letaknya.dia
melarikan diri saat aku
menyiksanya,ckkk..menyulitkanku
saja." ucap eunha tenang tanpa beban
sedikit pun.
"Sialan kau eunha,harus kau sudah
lenyap 700 tahun yang lalu." seru
wendy.
Tatapan eunha yang semulanya
tenang kini menajam penuh,tanganya
terkepal.kepalan tangannya begitu kuat
hingga tarngan eunha mengeluarkan
darah.
"Harusnya kalian yang lenyap,sialan."
marah eunha.
"Gara-gara kekuatan sialan
kalian,saudara-saudaraku tewas."
lanjutnya dengan mengebu-gebu.
Tapi setelahnya eunha malah tertawa
keras,dia gila.
"Hahah.tapi beruntungnya aku
selamat dengan keempat siren sialan
itu,dan aku puas akhirnya bangtan
dapat terpecah belah dengan perginya
suga,jhope dan namjoon mate kalian."
"Dan satu lagi,aku ingin memberikan
fakta yang sangat bagus untuk kalian
redvelvet.kalian ingat saat pertarungan
angel dan kaum immportal terjadi,saat
itu namjoon dengan lantang akan
menghabisi kalian bukan...dan
dengan cepat kau melepaskan ikatan
mate dengan namjoon benar begitu
seulgi...."jeda eunha.
Seulgi sedikit mendengarkan
eunha,ada rasa yang mengganjal
dihatinya.memang benar setelah 700
tahun lamanya,seulgi tak pernah
melihat namjoon,jhope maupun
suga.mereka bagaikan lenyap ditelan
bumi.
"Sebenarnya dia memang
namjoon,tapi aku yang mengendalikan
pikiriannya...aku cukup senang karena
rencana ku berhasil..hahah." tawa
eunha menggelengar.
Mata seulgi membulat sempurna.jadi
selama ini ia salah paham.rahang
seulgi mengeras sempurna.
"Vampire sialan."
Eunha menjerit keras saat tangan
seulgi berada dilehernya.mencekiknya
dengan sangat kencang bahkan tanpa
segan mengangkatnya hingga tak
"KAU! kau benar-benar keterlaluan.kau
telah dibutakan oleh dendam.harusnya
kau bersyukur kami masih
mengampunimu dulu,tapi tidak untuk
sekarang.kau harus dilenyapkan.KAU
HARUS MATI." marah seulgi.
Dengan amarah yang memuncak
seulgi membanting tubuh eunha
kelantai yang keras itu.membuat eunha
menjerit karena merasakan tulangnya
patah,bantingan seulgi tak main-main
bahkan lantai itu sampai retak.
Seulgi kembali mencekik leher
eunha.matanya penuh dengan kilat
kemarahan.
"Karena kau,aku kehilangan mateku."
cekikan seulgi semakin kuat.
Seulgi tersenyum sinis.
"Dan satu lagi,aku tau kau pasti dalang
dari berpisahnya blackpink dan mate
mereka."
Walau dalam posisi yang mengenaskan
dan juga leher yang membiru eunha
tetap saja terkekeh.
"Kalau iya kenapa?.aku adalah dalam
dari hancurnya kalian, aku bahagia
saat melihat blackpink sialan itu
meninggalkan bangtan.dan aku juga
senang melihat bangtan yang sangat
frustrasi mencari mate mereka,kau
puas."
Seulgi menggeram,ia kembali
mencengkram kuat leher eunha.
"Saatnya kau mati,bicht..."
Detik itu pula tubuh eunha kembali
mendarat dilantai dengan kepala yang
pecah,bahkan darah eunha sampai
mengenai wajah seulgi.
Seulgi mengusap wajahnya,menatap
darah eunha yang berada ditangannya.
"Darah kotor,cih..menjijikan."
"PELAYAN.." teriak seulgi.
Beberapa maid kerajaan
datang.membungkukan badannya.
"Bawa mayat vampire ini pergi,tak
perlu dimakamkan.buang saja didanau
penghancuran badan.setelah semua
tubuhnya hancur buang ketempat
sampah." ucap seulgi.
Maid itu mengangguk mereka segera
mengangkut mayat eunha dan
membawanya pergi.
"Seulgi jangan gila." ucap sehun tak
percaya.
"Diam,dia memang pantas
mendapatkan hal itu."
"Karena dia aku kehilang mateku."
ucap seulgi melirih.
"Lebih baik sekarang kita
mencari irene.aku yakin dia ada
dimaldives,karena hanya tempat itu
yang terakhir kita kunjungi." ucap
seulgi lagi.
"Lalu bagaimana dengan joy." tanta lay.
"Kalian semua disini saja biar aku dan
seulgi yang mencari irene."
Exo maupun redvelvet hanya dapat
mengangguk pasrah.
Setelah kepergian suho dan
seulgi,keadaan menjadi hening.
"Eonnie,kita harus meminta maaf pada
jin.jimin, taehyung dan jungkook.kita
telah salah menuduh mereka yang
tidak-tidak." ucap yeri.
"Ya kalian memang harus meminta
maaf." sabar chen.
"Besok kita keistana vampire." ucap
wendy.
"Mom.ini lumah siapa.besal sekali."
Mata kuki berbinar melihat
bangunan megah didepannya, saat ini
jungkook,lisa dan kuki berada diistana
vampire.
"Tapi lumahnya selem,kuki takut." ucap
kukil lagi.
Jungkook terkekeh gemas.mengambil
alih kuki dari gendongan lisa.
"Kata siapa seram,bukankah rumah ini
bagus."
Kuki sedikit mengangguk,benat juga
rumah ini memang bagus.tapi tetap
saja ada kata seram bagi kuki tentang
ruman ini .
"Memangnya ini lumah siapa,dad?"
"Ini rumah kita dan aunt berserta uncle
kuki."
Kuki menyerit.
"Jadi ini lumah belsama?"
Jungkook mengangguk.
"Tapi dad.lumah ini selem ntal kalo
ada hantu gimana,.kuki takut.apalagi
kalo ada suala-suala aneh kaya waktu
mommy dan daddy dilumah." ucap kuki
polos.
Tidak jungkook maupun lisa
membulatkan matanya.pipi lisa kini
telah memerah.sedangkan jungkook
tersenyum kikuk.
"Kalo itu daddy dan mommy lagi
mambuat adik untuk kuki." ucap
jungkook sepontan,lisa yang
mendengar ucapan jungkook pun
mencubit pinggangnya hingga
membuat sang empu meringis.
Mata kuki berbinar, kuki akan memiliki
adik.
"Mommy dan daddy akan membuat
adik,bagaimana calanya.kuki ingin
lihat."
Kali ini jungkook tersedak ludahnya
sendiri.
"Ehmmm..kuki.kalo mau membuat
adek bayi kuki tak boleh melihatnya."
ucap jungkook.
"Loh kenapa dad,apa membuatnya
susah?atau mungkin adik bayinya
malu ya kalo kuki liat." lisa memijat
pelipisnya.putranya ini banyak sekali
bertanya dan juga jungkook yang selalu
merespon.
"Iya,adek bayinya malu sama kuki.jadi
kuki nggk boleh liat."
Kuki cemberut.
"Yaah...padahal kuki mau liat gimana
calanya daddy dan mommy membuat
adik bayi.bial kuki juga bisa nyontohin
nanti."
Jungkook dan lisa menepuk jidat
mereka.mereka akan kalah jika terus
menjawab pertanyaan putranya.
"Kuki lebih baik sekarang kita masuk
saja ya,daddy pasti sudah pegal
berdirĂ saja." ucap lisa mengalihkan
pembicaraan.
Kuki hanya dapat mengangguk
saja.melinhkarkan tangan mungilnya
pada leher jungkook.
"Nanti mommy dan daddy bikin adik
bayi yang banyak ya,kalo bisa 10." ucap
kuki.
Bersambung.....