MY LOVE IS MY MATE

MY LOVE IS MY MATE
bagian 19



Update...


"Bagaimana keadaan joy?."


"Keadaannya mulai


membaikberuntung para peri


bertindak cepat." ucap yeri sambil


tersenyum tipis.


Disinilah mereka berada, puri angel.


Suho menatap tubuh joy yang terbaring


sedikit kaku.tatapanya kini beralih


pada irene,matenya.


"Inilah akibatnya jika kalian terlalu


ikut campur dalam takdir seseorang."


suho berujar datar.


Irene mengepalkan tangannya,merasa


tidak terima.suho selalu saja berpihak


kepada jin,jimin,taehyung dan


jungkook yang notabenya adalah


seorang vampire.


"Kenapa kau selalu memihak


mereka,seharusnya kau memihak kami


bukan mereka."


"Irene belajarlah dewasa,kau sudah


menjadi penghalang bagi mereka dan


takdirnya." ingat suho.


"Aku tak peduli."ucap irene datar.


Suho meremas kasar surainya,ia


tak ingin melewati batas amarah


apalagi sanmpai melukai hati matenya


nanti.sedangkan exo hanya diam


mereka tak ingin terkena tatapan tajam


milik suho,mengerikan.


"apa sebenarnya maumu?!."


Irene tersenyum sinis.


"Memutuskan ikatan mereka."


Suho menggeram.


"Dan mengikat blackpink dengan mate


mereka yang baru,bagus bukan."lanjut


irene.


Exo maupun redvelvet sangat terkejut


dengan ucapan irene.apa dia Sudah


gila,pikir exo.


Suho kini kembali menggeram,ia


memejamkan matanya berusaha


mengontrol gejolak amarahnya.


Dia bukan irene.


" kau bukan irene."ucap suho


menatap tajam sosok irene yang kini


menatapnya tajam.


"Jiwa irene putih sedangkan kau


hitam." ucap suho lagi.


Irene yang awalnya menatap tajam


suho kini bersmirk dan tertawa.


"Wow." irene bertepuk tangan dengan


tawa yang menggelegar.


"Ternyata kau menyadarinya


suhoku." ucap irene dengan


nada manjanya,namun terkesan


meremehkan.


Irene mundur beberapa


langkah,menjentikan jarinya.hingga


exo maupun redvelvet terkejut melihat


wanita itu.


"Jung eunha"


Sang pemilik nama hanya dapat


memberikan senyum miring.


"Wow ternyata kalian masih mengingat


namaku setelah 700 tahun lamanya."


ucap eunha dengan nada yang sinis.


Terlihat seulgi menggeram


marah,tanganya terkepal sempurna


"dimana irene?"


Eunha melipat tanganya


didada,menaikan kedua bahunya.


"Tak tau."


"JANGAN BERBOHONG." bentak suho,ia


tak memyangka jadi selama ini yang


selalu bersamanya adalah eunha dan


bukan irene.pantas saja akhir-akhir


ini ia merasakan keanehan pada irene


yang nyatanya adalah eunha.


Eunha cemberut "baby.kok kamu gitu


sih sama aku."


Exo yang melihat eunha ingin muntah


rasanya.


"DIMANA IRENE SIALAN. " Suara suho


kembali meninggi.


"Ckk.kau ini selalu memikirkan


irene.kau harusnya


memikirkanku,bukan wanita sialan


itu."


"Jaga ucapanmu." ucap yeri.


"Diam kau bocah." ucapan tajam eunha


pada yeri.


Eunha kembali mengarahkan


pandanganya pada suho,.bersmirk.


"Tenang sayang.irene tidak aku


bunuh,dia mungkin berada


disuatu tempat tapi aku juga tak


mengetahui dimana letaknya.dia


melarikan diri saat aku


menyiksanya,ckkk..menyulitkanku


saja." ucap eunha tenang tanpa beban


sedikit pun.


"Sialan kau eunha,harus kau sudah


lenyap 700 tahun yang lalu." seru


wendy.


Tatapan eunha yang semulanya


tenang kini menajam penuh,tanganya


terkepal.kepalan tangannya begitu kuat


hingga tarngan eunha mengeluarkan


darah.


"Harusnya kalian yang lenyap,sialan."


marah eunha.


"Gara-gara kekuatan sialan


kalian,saudara-saudaraku tewas."


lanjutnya dengan mengebu-gebu.


Tapi setelahnya eunha malah tertawa


keras,dia gila.


"Hahah.tapi beruntungnya aku


selamat dengan keempat siren sialan


itu,dan aku puas akhirnya bangtan


dapat terpecah belah dengan perginya


suga,jhope dan namjoon mate kalian."


"Dan satu lagi,aku ingin memberikan


fakta yang sangat bagus untuk kalian


redvelvet.kalian ingat saat pertarungan


angel dan kaum immportal terjadi,saat


itu namjoon dengan lantang akan


menghabisi kalian bukan...dan


dengan cepat kau melepaskan ikatan


mate dengan namjoon benar begitu


seulgi...."jeda eunha.


Seulgi sedikit mendengarkan


eunha,ada rasa yang mengganjal


dihatinya.memang benar setelah 700


tahun lamanya,seulgi tak pernah


melihat namjoon,jhope maupun


suga.mereka bagaikan lenyap ditelan


bumi.


"Sebenarnya dia memang


namjoon,tapi aku yang mengendalikan


pikiriannya...aku cukup senang karena


rencana ku berhasil..hahah." tawa


eunha menggelengar.


Mata seulgi membulat sempurna.jadi


selama ini ia salah paham.rahang


seulgi mengeras sempurna.


"Vampire sialan."


Eunha menjerit keras saat tangan


seulgi berada dilehernya.mencekiknya


dengan sangat kencang bahkan tanpa


segan mengangkatnya hingga tak


"KAU! kau benar-benar keterlaluan.kau


telah dibutakan oleh dendam.harusnya


kau bersyukur kami masih


mengampunimu dulu,tapi tidak untuk


sekarang.kau harus dilenyapkan.KAU


HARUS MATI." marah seulgi.


Dengan amarah yang memuncak


seulgi membanting tubuh eunha


kelantai yang keras itu.membuat eunha


menjerit karena merasakan tulangnya


patah,bantingan seulgi tak main-main


bahkan lantai itu sampai retak.


Seulgi kembali mencekik leher


eunha.matanya penuh dengan kilat


kemarahan.


"Karena kau,aku kehilangan mateku."


cekikan seulgi semakin kuat.


Seulgi tersenyum sinis.


"Dan satu lagi,aku tau kau pasti dalang


dari berpisahnya blackpink dan mate


mereka."


Walau dalam posisi yang mengenaskan


dan juga leher yang membiru eunha


tetap saja terkekeh.


"Kalau iya kenapa?.aku adalah dalam


dari hancurnya kalian, aku bahagia


saat melihat blackpink sialan itu


meninggalkan bangtan.dan aku juga


senang melihat bangtan yang sangat


frustrasi mencari mate mereka,kau


puas."


Seulgi menggeram,ia kembali


mencengkram kuat leher eunha.


"Saatnya kau mati,bicht..."


Detik itu pula tubuh eunha kembali


mendarat dilantai dengan kepala yang


pecah,bahkan darah eunha sampai


mengenai wajah seulgi.


Seulgi mengusap wajahnya,menatap


darah eunha yang berada ditangannya.


"Darah kotor,cih..menjijikan."


"PELAYAN.." teriak seulgi.


Beberapa maid kerajaan


datang.membungkukan badannya.


"Bawa mayat vampire ini pergi,tak


perlu dimakamkan.buang saja didanau


penghancuran badan.setelah semua


tubuhnya hancur buang ketempat


sampah." ucap seulgi.


Maid itu mengangguk mereka segera


mengangkut mayat eunha dan


membawanya pergi.


"Seulgi jangan gila." ucap sehun tak


percaya.


"Diam,dia memang pantas


mendapatkan hal itu."


"Karena dia aku kehilang mateku."


ucap seulgi melirih.


"Lebih baik sekarang kita


mencari irene.aku yakin dia ada


dimaldives,karena hanya tempat itu


yang terakhir kita kunjungi." ucap


seulgi lagi.


"Lalu bagaimana dengan joy." tanta lay.


"Kalian semua disini saja biar aku dan


seulgi yang mencari irene."


Exo maupun redvelvet hanya dapat


mengangguk pasrah.


Setelah kepergian suho dan


seulgi,keadaan menjadi hening.


"Eonnie,kita harus meminta maaf pada


jin.jimin, taehyung dan jungkook.kita


telah salah menuduh mereka yang


tidak-tidak." ucap yeri.


"Ya kalian memang harus meminta


maaf." sabar chen.


"Besok kita keistana vampire." ucap


wendy.


"Mom.ini lumah siapa.besal sekali."


Mata kuki berbinar melihat


bangunan megah didepannya, saat ini


jungkook,lisa dan kuki berada diistana


vampire.


"Tapi lumahnya selem,kuki takut." ucap


kukil lagi.


Jungkook terkekeh gemas.mengambil


alih kuki dari gendongan lisa.


"Kata siapa seram,bukankah rumah ini


bagus."


Kuki sedikit mengangguk,benat juga


rumah ini memang bagus.tapi tetap


saja ada kata seram bagi kuki tentang


ruman ini .


"Memangnya ini lumah siapa,dad?"


"Ini rumah kita dan aunt berserta uncle


kuki."


Kuki menyerit.


"Jadi ini lumah belsama?"


Jungkook mengangguk.


"Tapi dad.lumah ini selem ntal kalo


ada hantu gimana,.kuki takut.apalagi


kalo ada suala-suala aneh kaya waktu


mommy dan daddy dilumah." ucap kuki


polos.


Tidak jungkook maupun lisa


membulatkan matanya.pipi lisa kini


telah memerah.sedangkan jungkook


tersenyum kikuk.


"Kalo itu daddy dan mommy lagi


mambuat adik untuk kuki." ucap


jungkook sepontan,lisa yang


mendengar ucapan jungkook pun


mencubit pinggangnya hingga


membuat sang empu meringis.


Mata kuki berbinar, kuki akan memiliki


adik.


"Mommy dan daddy akan membuat


adik,bagaimana calanya.kuki ingin


lihat."


Kali ini jungkook tersedak ludahnya


sendiri.


"Ehmmm..kuki.kalo mau membuat


adek bayi kuki tak boleh melihatnya."


ucap jungkook.


"Loh kenapa dad,apa membuatnya


susah?atau mungkin adik bayinya


malu ya kalo kuki liat." lisa memijat


pelipisnya.putranya ini banyak sekali


bertanya dan juga jungkook yang selalu


merespon.


"Iya,adek bayinya malu sama kuki.jadi


kuki nggk boleh liat."


Kuki cemberut.


"Yaah...padahal kuki mau liat gimana


calanya daddy dan mommy membuat


adik bayi.bial kuki juga bisa nyontohin


nanti."


Jungkook dan lisa menepuk jidat


mereka.mereka akan kalah jika terus


menjawab pertanyaan putranya.


"Kuki lebih baik sekarang kita masuk


saja ya,daddy pasti sudah pegal


berdirĂ­ saja." ucap lisa mengalihkan


pembicaraan.


Kuki hanya dapat mengangguk


saja.melinhkarkan tangan mungilnya


pada leher jungkook.


"Nanti mommy dan daddy bikin adik


bayi yang banyak ya,kalo bisa 10." ucap


kuki.


Bersambung.....