
Update.
"Kookie-ya."panggil lisa.
Saat ini lisa dan jungkook sudah berada dikamar mereka.sedangkan kuki tengah tertidur akibat kelelahan karena keasikan bermain.
" ada apa,hm?"
Lisa mendekati jungkook.naik keatas ranjang dan memeluk tubuh kekar jungkook.jungkook mengelus surai lisa.
"Ada yang kau inginkan?" tanya jungkook lagi.
Jungkook tau kalau lisa manja seperti ini pasti ada maunya.dan benar saja...
"Aku ingin liburan."
"Kemana?"
"Bali." ucap lisa.
Jungkook mengangkat tubuh lalisa,hingga berada diatasnya.menyelipkan helaian rambut lisa kebelakang telinga.
"Bali? Indonesia?"lisa mengangguk.
" kenapa keindonesia?,nanti kalo semisalkan aku dikroyok sama gadis-gadis disana karena aku mirip jungkook bts kan bahaya love."ucap jungkook.
Lisa mengerucutkan bibirnya.jungkook ada benarnya juga,bila mereka keindonesia mungkin saja akan ada banyak gadis yang mengeroyok jungkook,mengarunginya dan membawa pulang lalu dinikahi.ngaku kalian para bucinnya jungkook.
Ah..tidak!itu mimpi buruk untuk lisa.
Tapi lisa sangat ingin kesana.rasanya bosan sekali harus kenegara-negara yang hanya dapat berbicara bahasa inggris tanpa harus berbicara bahasa lain,seperti bahasa indonesia misalnya.
"Tapi aku ingin kesana kookie." ucap lisa kekeh.
"Aku sudah mencari disitus web tentang pulau-pulau yang indah dan salah satunya adalah bali.pokoknya kita harus kesana harus!" ucap lisa.
Jungkook memijat panggal hidungnya "lalu yang lain bagaimana?" tanya jungkook.
Lisa tersenyum "kita aja mereka.oh iya,tahun lalu waktu kami tinggal di LA rose pernah keindonesia.katanya tempatnya indah banget,aku jadi ingin kesana.ayolah kookie."
Lisa memohon dengan mata yang dikedip-kedipkan.kalau tidak lisa akan mengandalkan matanya yang berkaca-kaca agar jungkook mau menuruti keinginannya.
"Tidak bisa love."
Bahu lisa melemas.dengan kasar lisa turun dari tubuh jungkook.melangkah keluar menuju dapur,tak lupa lisa membanting pintu kamar dengan sangat keras hingga membuat jungkook terkejut.
Jungkook mengelus dadanya.
"Kasian pintunya,pasti kesakitan gara-gara dibanting." gumam jungkook.
Jungkook hanya dapat menghela nafas atas kelakuan isterinya,ah tidak jungkook lupa bahwa dia belum menikah dengan lisa.maka apakah pantas jungkook menyebut lisa isterinya?
"Dia pasti marah." gumam jungkook.
MALAM HARI...
Kali ini terasa berbeda.bahkan kuki saja sampai mengedip-edipkan matanya berulang kali,saat melihat mommnya membawa bantal dan selimut.
Sedangkan jungkook tengah berusaha untuk mengajak lalisa berbicara.namun,tetap ada ada sahutan dari wanita bermarga manoban itu,atau bisa saja wanita bermarga jeon mungkin.
"Love,kamu lagi ngapain sih?" jungkook kembali bertanya saat lisa memasukan sedikit pakaiannya kedalam keranjang pakaian.
"Love,kamu marah?"
Lisa tetap tak menanggapi ucapan jungkook.
"Kuki,ayok kita pindah kamar." ucap lisa.
Jungkook melebarkan matanya.hey..yang benar saja lalisa akan membiarkan jungkook tidur tanpa mendapatkan pelukan hangat darinya.
"Kenapa halus pindah kamal mom?"
"Disini mommy tidak betah sayang,ayok nak."
Lisa menggandeng tangan kuki dengan keranjang pakaian yang berada ditangan kirinya.
"Love jangan kaya gini dong."
Jungkook segera mencegah lalisa.jungkook lupa kalo lalisa sedang datang bulan,emosi wanita itu sedang tidak stabil sekarang.
"Minggir.."
Lalisa berucap ketus.
Jungkook berusaha untuk meluluhkan kekesalan lalisa.tapi saat ini wanita itu sedang dalam mode labilnya.
"Apa kamu mau coklat love,nanti aku beliin yang banyak buat kamu."
"Wah daddy mau beli coklat,kuki mau ya dad."
Bukan lisa,tapi kuki.
"Aku bukan anak kecil yang luluh hanya karena ditawari coklat." ucap lisa lebih ketus lagi
Jungkook kehilangan kata-kata.
"Minggir.." ucap lisa saat melihat jungkook hanya berdiam diri dihadapannya.
"Love jangan kaya gini ya.kamu mau kebali,aku turutin.nanti aku bakal pesan villa disana.tapi kamu jangan pindah kamar ya." akhirnya jungkook menyerah juga.
Mata lalisa berbinar dengan sigap lisa memeluk jungkook.mencium bibir jungkook sebagai ucapan terima kasih.
"Benerankan kita kesana?"
Jungkook mengangguk.lisa kembali memeluk jungkook.
"Akhirnya jinak juga." gumam jungkook.
Lisa melepaskan pelukannya "kuki sekarang kuki kekamar aunt jisoo ya.mommy mau ngomong dulu sama daddy."
Kuki hanya dapat mengangguk,membawa boneka cooky miliknya.lalu keluar menuju kamar jisoo.
"Kapan kita kesana?" tanya lisa.
Jungkook mengangkat tubuh lisa.membawanya keatas ranjang,membaringkan tubuh mungil lalisa dengan jungkook yang berada diatasnya.
"Kamu maunya kapan?"bukannya menjawab jungkook malah bertanya.
" gimana kalo lusa."
Jungkook banya mengangguk-anggukan kepalanya "nanti kalo disana jangan ngelirik cowok indo ya,awas kalo ketahuan aku hukum kamu."
"Cih..posessive." ucap lisa.
Jungkook menopang kepalanya dengan kedua tangan "bodoamat."
Lisa mendelik.
"Kamu mendelik ke aku,nggak sopan love."
Lisa sedikit tersentak dengan nada dingin jungkook."jangan berani-berani mendelik didepan aku.jaga sopan santun kamu."
Lisa mengangguk.
"Sekarang tidur."
Jungkook segera membawa tubuh lalisa kedalam dekapannya.membuat wajah lisa tepat berada di dada bindang jungkook.jungkook berkali-kali mengecup pucuk kepala lisa hingga membuat lalisanya tertidur.
"Aku janji bakal lamar kamu pas kita dibali."
🌻🌻🌻🌻
Matahari sudah berada tepat diatas kepala.membuat sebagian besar penghuni bumi melakukan aktivitas mereka masing-masing.
Tak terkecuali dengan kedua wanita yang kini tengah asik memilih beraneka snak,bahan pangan,dan sebagainya.
Sendari tadi mereka selalu berdebat.hanya karena jumblah kalori dalam snak.
"Eonnie,lihatlah kalorinya ini besar sekali.apalagi lemaknya,apa kau mau gendut." ucap lisa sembari merebut snak ditangan jennie.
"Tapi lisa-ya.jumblah kalorinya hanya beberapa persen,ayolah aku akan rajin berolahraga jika berat badanku naik."
"Tidak.kau selalu mengatakan hal itu,tapi malas berolahraga.saat berat badanmu naik saja kau sampai berteriak bak orang kesetanan." bantah lisa.
"Ayolah lalisa,lagi pula aku yang membayar makanannya."
"Aku tidak peduli.aku ini baik padamu eonn,kalo kau sampai gendut tae oppa akan berpaling darimu dan mencari wanita lain."
Jennie mengangkat bahunya,taehyung mana mungkin melakukannya "tidak akan,wanita taehyung hanyalah aku.lagi pula taehyung hanya mencintaiku wlee."
"Terserah."
Lisa mendorong trolinya menjauh dari jennie "yak lalisa,tunggu aku."
Sebelum pergi jennie sempat mengambil lagi snak yang lalisa taruh hanya gara-gara jumblah kalori.jennie mengejar lalisa yang kini tengah memilih beberapa macam kue-kue kecil.
Setelah semuannya selesai lalisa dan jennie segera menuju mobil mereka.
"Buat alasan yang tepat jennie eonnie." ucap lisa sembari memasukan belanjaannya kedalam bagasi.
"Aku sudah membuatnya.bilang saja kita bosan dan stok makanan habis."
"Jangan berucap kalo kita bosan.mereka akan marah dan melarang kita untuk keluar dari mansion." lisa menutup pintu bagasi.
"Lalu apa alasannya?"
"Kenapa kau malah bertanya padaku.bukankah kita sudah sepakat kalau kau yang mencari alasan dan aku yang mencuri kunci mobil." ketus lisa.
"Yak lisa bisa saja.dasar tidak sopan."
Lisa mendelik "kalau begitu cepatlah cari alasan yang tepat.aku tak ingin diadili dirumah nanti."
"Kenapa juga kita tak membawa jisoo eonnie dan rose tadi."
"Mereka mana mau ikut.mereka sedang membuat baby,mungkin." ucap lisa blak-blakan.
"Bahasamu itu blak-blakan sekali.jika jungkook tau kau akan mendapatkan hukuman lalisa."
"Aku tau itu.aku mendelik saja dia sudah marah."
"Wajar dia marah.itu tidak sopan namanya bodoh."
"Berhentilah mengataiku bodoh.cari alasan cepat."
Susana dimobil kembali hening.lisa yang fokus menyetir dan jennie yang sibuk mencari alasan.
"Lisa-ya."
Lisa hanya membalasnya dengan deheman.
"Bagaimana kalo alasannya aku sakit saja."
"Jangan."
"Kenapa?"
"Tae oppa akan panik.kau tau sendiri bukan kalo dia sudah panik,apapun yang kau lakukan akan dibatasi." lisa memutar setir.
"Benar juga."
"Hmm,bagaimana kalau kau yang sakit."
"Itu alasan yang lebih menyakitkan,dan aku yang kena dampaknya."
Jennie menyengir.
Sesampainya mereka didepan mansion.pintu gerbang terbuka secara otomatis.lisa memalikirkan mobilnya.
Saat turun lisa dan jennie langsung disuguh dengan tatapan tajam dari jungkook dan taehyung.
"Darimana?"
Entah kebetulan atau apa mereka berdua berbicara secara bersamaan.
"Kami dari minimarket." ucap jennie.
"Untuk?"
"Membeli bahan-bahan yang sudah habis.aku bahkan membelikanmu kue,oppa." ucap jennie.
"Jangan membujukku dengan kue,aku bukan anak kecil.dan satu lagi untuk apa kalian membeli bahan-bahan dapur jika kulkas saja sudah terisi penuh."
Jennie dan lisa saling melirik.bodoh harusnya mereka memeriksa kulkas terlebih dahulu.
"Kami ingin ramyeon." ucap lisa.
"Ramyeon."
Lisa mengangguk.
"Ramyeon tak baik love."
"Tap--"
"Aku tidak suka bantahan.diamana belanjaan kalian,jika aku melihat ada ramyeon disana aku akan membuangnya."
"Koo--"
"Jika kau membantah aku akan membatalkan rencana kita untuk liburan ke indonesia."
Lisa hanya bisa pasrah.ucapan jungkook sudah final.
"Dan sebagai hukuman karena sudah pergi tanpa ijin.kalian harus melayani kami.dari matahari terbenam hingga matahari terbit." ucap taehyung.
Mata lisa dan jennie membulat.ini gila,mereka bisa saja tak bisa berjalan selama satu minggu.
"Tap--"
"Satu bantahan,maka hukuman kalian akan bertambah."
"Sekarang masuk."
Tanpa mengucapkan apapun lisa dan jennie segera memasuki mansion.meninggalkan jungkook dan taehyung yang kini tengah bertos ria tanpa mereka ketahui.
"Pinter juga ide lu hyung." ucap jungkook.
"Iya dong."
"Siapin tenaga.nanti malem kita nggk tidur tapi olahraga." ucap taehyung sambil terkekeh.
Bersambung....