MY LOVE IS MY MATE

MY LOVE IS MY MATE
bagian 15



Update...


5 years later, New York City


at 22.50 at night


Seorang anak berumur 5 tahun berlari


kecil menuju ibunya.menerjang tubuh


ibunya dengan air mata yang meluruh


dari mata bulatnya.



"Mommy.."


Isak anak kecil itu.kuki, hyunki


manoban.


Wanita itu,lisa.


Lisa terkejut karena putranya


menerjangnya dan memeluk


kakinya.lisa berjongkok menyamakan


tingginya dengan putranya.


"Kok jagoan mommy nangis sih." lisa


menghapus air mata putranya.


"Mommy kuki lindu." kuki memeluk


lisa,lisa membalas pelukan putranya


ini.


"Kuki kok belum tidur?" tanya lisa.


"Kuki nungguin mommy,kuki lindu


mommy." ucap kuki.lisa hanya dapat


tersenyum tipis.dadanya seakan


ditusuk ribuan jarum.


"Mommy juga rindu kuki.sekarang kuki


tidur ya,mommy temenin kuki." lisa


menggendong tubuh putranya.


Menuju kamar kuki,membaringkan


sang putra tercinta di ranjang milik


putranya.


Lisa menarik selimut berkarakter


doraemon itu hingga sebatas


dada.mendudukan dirinya di samping


sang putra.


"Sekarang kuki tidur ya." ucap lisa.lisa


bersenandung kecil.menyanyikan lagu


penghantar tidur agar anaknya segera


terjun ke alam mimpi.


Dan benar saja hanya dalam hitungan


menit kuki sudah terlelap.


Lisa tersenyum,tangannya mengelus


surai kuki lembut.mencium kening


putranya.


"Maafin mommy sayang" ucap lisa.


Lisa segera beranjak dari kamar kuki


menuju kamar miliknya.


"Udah pulang lis?" tanya jisoo saat


melihat lisa keluar dari kamar kuki.


"Udah eonn.emangnya kenapa?" tanya


lisa.


Jisoo menghembuskan nafas lelah.lisa


dapat melihat sedikit kesedihan


didalam mata jisoo.


"Kuki tadi nangis.dia bilang.disekolah


dia diejek karena dibilang anak pungut


karena nggak punya daddy dan


mommy. "


Deg....


Dan benar saja kali ini dada lisa seperti


dihimpit batu besar.lisa terlalu sibuk


dengan karirnya hingga melupakan


putranya.air matanya luruh,jisoo hanya


dapat mengelus bahu lisa.


"Tenang lis,kuki anak yang kuat.kuki


ngerti kalo lu sibuk,kuki juga ngerti


lu kerja juga buat dia.kuki anak


yang hebat lisa." tangis lisa semakin


kencang.


"GW salah eonn." jisoo menggeleng.


"Lu nggak salah lis,lu harus lihat


gimana hebatnya kuki itu semua


karena lu.dia menang lomba lari


tadi disekolah." ucap jisoo sambil


tersenyum.


Lisa menghapus air matanya.ikut


tersenyum.lagi-lagi putranya membuat


lisa bangga.


"Besok libur sekolah,kuki minta buat


pergi ke taman bermain." ucap jisoo.


"Gw bakal kosongin jadwal eonn.gw


mau seharian full bareng kuki." ucap


lisa.


"Lakuin yang menurut lu bener lis."


ucap jisoo,jisoo menepuk bahu lisa.berlalu


pergi menuju kamar miliknya.


Ya seperti yang kalian tahu.ini sudah


tahun kelima dimana jisoo,jennie,rose


dan lisa tinggal di New York


City.dengan ditemani buah hati


lisa,kuki.


Saat ini hati mereka sudah membeku


dan kosong pastinya.lima tahun


ini mereka menutup hatinya


rapat-rapat,tak ada nama yang terselip


dalam hati mereka.


Bahkan kata 'cinta' hanya dianggap


sebuah omong kosong.mereka terlalu


kecewa dengan masa kelam itu.


08.34 in the morning, New York City


"Good morning mommy,good morning


aunt."


Sapaan kecil itu dapat membuat


keempat wanita di dapur tersenyum.


"Good morning jagoan mommy."


"Good morning too ponakan aunt."


Kuki berlari kecil menuju meja


makan yang sudah tersedia beberapa


makanan.mata kuki berbinar saat


melihat minuman kesukaannya, susu


pisang.


"Wow!!susu pisang." ucap kuki girang.


Kuki segera naik ke kursi dibantu oleh


rose.


"Baiklah,pangeran ingin makan apa?


tanya rose sambil berlaga sebagai maid


kerajaan.


autnya.


"Pangelan kuki mau makan pie


apel.putli salju." ucap kuki.


"Baiklah pangeran kuki." kuki tertawa


keras.membuat keempat wanita itu ikut


tertawa.


Jisoo segera membuka oven saat


mendengar dentingan, menandakan


masakannya sudah matang.


"Pie apel sudah siap pangeran." ucap


jisoo sembari berlaga seperti rose.


"Wah!telima kasih putli duyung"


Lisa terkekeh.putranya ini.


Keempat wanita itu segera menundukan


dirinya dimeja makan, mengambil


beberapa lauk.


"Kuki makan yang banyak ya,setelah


makan kuki cepat siap-siap." ucap lisa.


Kuki menatap sang ibu "memangnya


kita mau kemana mom?".


"kita bakal pergi ke taman


bermain."ucap jennie girang.


Mata kuki berbinar.


"Selius.."keempat wanita itu


mengangguk.


" holeee,kuki bakal ke taman


belmain."ucap kuki girang.


Jisoo.jennie, rose dan lisa hanya dapat


terkekeh melihat betapa girangnya


kuki.


15 menit kemudian.


Keempat wanita itu berserta


kuki,kini tengah bersiap untuk


ke taman bermain.kuki nampak


bersemangat.dia bahkan berjalan


sambil berlompat-lompat kecil.


"Kuki udah siap?" tanya jennie sembari


memasang seatbelt.


"Siap,ayo aunt kita jalan." ucap kuki


semangat.


"Ayoo..." seru mereka berlima.


Jennie segera menancap gas menuju


taman bermain terbesar di kota New


York.


Saat ditengah perjalanan tiba-tiba ada


dua mobil yang menghentikan mobil


mereka.


"Shitt...mereka cari mati ya."umpat


Jennie saat melihat kedua mobil itu.


"tunggu jenn,sepertinya mereka


pasukan vampire yang disuruh untuk


menangkap kita."ucap rose saat


melihat empat orang pria keluar dari


mobil hitam itu.


"Sialan,kenapa mereka bisa


menemukan kita."


"Lisa lu tunggu disini,biar kita bertiga


yang menghadapi mereka.dan jaga


kuki. "


Jennie,jisoo dan rose segera keluar


dari mobil.menatap dingin vampire


suruhan orang yang membuat mereka


kecewa.


"Kami menemukanmu nonna,." ucap


tangan kanan jungkook,siapa lagi kalau


bukan vernon.


"Apa pasukan vampire telah habis


karena kami bunuh, hingga tangan


kanannya yang datang mencari kami."


ucap rose sinis.


"Tentu saja tidak nonna,tapi sekarang


anda berempat harus ikut kami


kekerajaan.jika nonna menolak dengan


terpaksa saya akan memaksa nonna."


ucap vernon masih dengan nada yang


sopan.


"Tidak akan pernah.katakan pada


tuan mu jangan cari kami lagi.kami


bukan lagi bagian dari tuan mu." ucap


jennie.


"Kalau begitu.maaf saya harus


menggunakan kekerasan." ucap


vernon.ia menatap anak buahnya agar


segera menangkap jisoo.jennie, dan


rose.


Jisoo.jennie,dan rose dengan sigap


mengeluarkan sihir mereka.biar


ku beri tahu tiga tahun yang lalu


redvelvet melatih blackpink agar dapat


mengendalikan kekuatan mereka.


"Rose keluarkan saja sihir cahaya mu


itu." ucap jisoo.


Rose mengangguk mengeluarkan sihir


cahayanya hingga pasukan vampire itu


musnah menjadi debu.


Sekarang hanya tinggal vernon sendiri.


"Sekarang kau pergi,atau kau mati."


ucap jisoo.


"Maaf nonna." ucap vernon


setelahnya tubuh jisoo.jennie dan rose


terperangkap dalam penjara berbentuk


bulat.


"Sialan,lepaskan kami." umpat


jennie.mereka bertiga berusaha


menghancurkan penjara itu namun


gagal.penjara itu tidak akan bisa pecah


kecuali menggunakan sihir pematah.


"Saatnya ke istana vampire nonna"


ucap vernon.dan seketika vernon dan


penjara bola itu menghilang diikuti


hilangnya jennie.jisoo dan rose.


Sedangkan didalam mobil lisa hanya


dapat menangis sembari memeluk kuki


yang sama sedang menangis karena


ketakutan.


"Apa yang harus aku lakukan."


Bersambung....